My Hero (You Are My Wonder Girl)

My Hero

Title       : My Hero (You Are My Wonder Girl)

Author   : Fauzi Zoo

Cast       : SHINee-Lee Taemin, Park Kyung Jin,

Other     : SHINee-Onew, SHINee-Key, SHINee-Minho, SHINee-Jonghyun, Leeteuk dan Kyuhun

Length   : OneShot

Genre    : Campuran (gado-gado)

NB        :  Fanfic ini aku persembahkan untuk seseorang yang telah rela dan ikhlas mau menjadi teman pertamaku di “dunia” fanfic. Dia telah memberikanku semangat untuk lebih banyak lagi menulis fanfic. Park Kyung Jin Ssi.. Gamsahamnida.

 Selamat membaca…

$$$

Di asrama SHINee…

Sore itu, sinar matahari membuat langit seoul menjadi lautan merah jingga yang begitu sempurna. Rasa penat, lelah dan capek seakan sirna mengikuti si raja siang menuju ke peraduannya. Namun tidak bagi Lee Taemin.

“Aku pulang…,” ujar Taemin tanpa gairah.

Sebelum masuk, Taemin memastikan pintu asrama tertutup kembali. Ia tidak mau menerima hukuman lagi di saat suasana hatinya yang sedang kacau hanya dikarenakan lupa menutup pintu. Ntah sudah berapa kali dia menerima hukuman karena hal sepele itu, mulai dari masak makanan, membersihkan kamar mandi hingga mijetin hyungnya satu per satu.

“Taemin gun, ke sini sebentar!” Onew memperhatikan Taemin dari ruang tengah.

“Ada apa hyung?”

“Kamu kenapa? Muka kok dilipet begitu?”

“Nggak ada apa-apa hyung?” Taemin berusaha menyembunyikan sesuatu.

“Nggak apa-apa? Tapi kenapa kamu lipat mukamu sampe kayak kain kusut gitu?” Tanya Onew tidak puas. “Oh… apa mungkin kamu dibullying lagi di sekolah?”

Taemin diam membisu, hanya menganggukkan kepalanya. Ia tidak sanggup untuk berbohong pada leader hyung nya itu.

“Terus…, kamu nggak melawan?”

Taemin kembali menganggukkan kepalanya.

“Aigoo…, kenapa kamu nggak melawan? Semut yang kecil pun kalo kita injak pasti berusaha untuk menggigit. Kamu jangan terus-trusan bersikap seperti malaikat gitu.”

Taemin masih tetap diam.

“Apa perlu hyung mu ini datang ke sekolahmu dan menjitak satu-satu namja yang telah berani membullying kamu?” Onew menawarkan diri penuh semangat hingga dimatanya terlihat kobaran api.

“Andwae…, nggak usah hyung.” Taemin melambaikan tangannya. “Gumawo, hyung dan member yang lainnya selalu memperhatikan aku. Tapi hyung kok bisa tahu kalo yang ngebullying aku itu namja?”

“Aiihhh… kamu ini benar-banar polos, Taemin gun. Kalo Yoeja nggak mungkin ngebullying kamu, melihat wajah kamu yang cute itu mereka tak akan tega. Malahan mereka bisa-bisa pinsang duluan begitu melihat wajahmu.”

“Hyung bisa aja…, emang wajahku ini cute ya?” Taeming mengembangkan senyumnya.

“Nah gitu dong… muka sejelek apapun kalo senyum pasti akan tampak menyenangkan.” Ujar Onew.

“Gumawo hyung. Aku mau maundi dulu, ntar malam kita ada latihankan?”

“Yup…,” Onew manganguk.

***

Park Kyung Jin POV

Aku duduk di depan laptop sendirian di dalam kamar, seperti yang sering aku lalui setiap malamnya. Bahkan setiap hari aku selalu ditemani pengasuhku dan beberapa pelayan yang menjaga rumah ini. Kematian omma telah membuat appa selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya hingga mengharuskannya selalu bepergian ke luar negeri. Namun hal itu tidak akan menghalangiku untuk mendapatkan kebahagiaan dan keceriaanku, karena aku telah berjanji pada omma untuk selalu tersenyum.

Setiap malam aku lalui dengan membaca berita tetang idolaku, orang yang selalu membuatku bersemangat. Aku ingin selalu mengetahui apa yang telah ia lakukan dan apa yang sedang ia kerjakan. Dia seakan selalu ada saat aku kesepian. Entah sejak kapan aku mengidolakannya, aku tidak bisa mengingatnya.

“Kenapa setiap aku membaca artikel tentang kamu yang dibullying di sekolah, selalu membuat hatiku sakit. Entahlah ini artikel yang keberapa kalinya yang memberitakan kamu sering diperlakukan buruk oleh teman-temanmu. Dan entah sudah berapa kali hatiku juga merasakan sakit yang sama.” Ujar batinku setelah membaca sebuah artikel di suatu situs fansclub.

Kurasakan air mataku mulai mengalir membasahi pipiku, begitu hangat. Mataku terus tertuju pada foto saat ia dibullying yang diambil oleh salah satu temannya. Dia terlihat menundukkan kepalanya dalam-dalam, namun bibirnya masih sempat mengembangakan senyuman yang begitu indah.

“Kenapa mereka begitu tega?” teriak batinku. “Seandainya aku berada di sana, pasti tak akan aku biarkan siapapun menyakitin malaikatku. Dan Jika aku diberi kesempatan untuk dekat dengannya pasti dia akan aku ajari dasar-dasar karate untuk membela diri.” Pikiranku melayang kemana-mana.

Tiba-tiba terlintas dibenakku suatu ide, lebih tepatnya suatu rencana yang sangat brilian. Jika aku tidak memiliki kesempatan untuk dekat dengannya dan menolongnya dari tangan-tangan jahil itu maka aku harus menciptakan sendiri kesempatan itu. Kemudian aku menghubungi ahjussi, saudaranya appa, yang kebetulan kepala sekolahnya malaikat ku itu.

“Yoeboseo.. Ahjusi,” sapaku saat terdengar seseorang menyapa dari seberang sana.

“Jinie… gimana kabarmu?” suara ahjusi terdengar begitu senang.

“Aku baik-baik saja, kabar ahjussi gimana? Baik-baik saja kan?”

“Ada apa nich? Tumben kamu sempat menghubungi ahjussimu ini, biasanyakan kalo nggak tahun baru atau hari chuseok kamu nggak pernah menghubungiku.” Ahjussi mengetahui niat lain yang tersembunyi di hatiku.

“Ahjussi bisa aja. Sebenarnya aku mau minta tolong sesuatu pada Ahjussi.”

“Apa?”

“Ahjussi tahu Lee Taemin ssi kan? Namja yang sekolah di tempat Ahjussi. Aku mau minta tolong agar aku bisa pindah ke sekolah ahjussi dan bisa sekelas dengan Lee Taemin ssi.” Aku mengungkapkan niatku.

“Aaaa… kamu salah satu fansnya ya?” suara ahjussi terdengar menggodaku.

“Gimana Ahjussi, bisakan?” aku tidak menghiraukan pertanyaannya.

“Appamu sudah tahu tentang rencana ini?”

“Belum.”

“Bagaimana kalo appamu tahu, pasti dia akan marah besar.” Sepertinya Ahjussi sedikit keberatan.

“Appa pasti tidak akan keberatan jika dia tidak mengetahuinya. Cuma satu minggu ahjussi…, setidaknya appa tidak akan pulang ke korea sampe minggu depan.” Aku mulai mengiba.

“Baiklah, Ahjussi coba akan atur.” Ujar ahjussi setelah berpikir cukup lama. “Selain itu, ahjussi kan bisa ketemu denganmu setiap hari. Pasti akan menyenangkan.”

“Jeongmal… Ahjussi? Aaaaaaa….,” aku berteriak meluapkan semua kebahagiaan yang tak pernah aku sangka-sangka.

Aku begitu sangat bahagia karena rencana yang aku susun beberapa detik yang lalu berjalan mulus. Tak ada halangan. Bahkan aku bisa memulainya besok. Ahjussi akan mengatur semuanya untukku dan aku yakin Ahjussi tidak akan mengecewakanku.

Satu hal yang harus aku persiapkan yaitu mentalku. Jangan sampe ketika aku bertemu dengannya aku malah tidak bisa berkata apapun atau malah berteriak seperti orang gila dan jatuh pingsan karena tidak bisa menahan kebahagiaan yang datang begitu saja dalam jumlah yang luar biasa. Aku harus mempersiapkannya.

***

Lee Taemin POV

Setelah berendam hampir setengah jam, aku keluar kamar mandi dan hanya mengenakan sehelai handuk putih kesayanganku. Mandi benar-benar membuatku merasa kembali fresh baik fisik maupun pikiranku. Semua masalah yang aku alami seakan larut bersama air yang membasuh tubuhku.

Aku berdiri di depan cermin besar yang seukuran denganku dan memandangi lekat-lekat tubuhku yang berda di dalam cermin. Tubuhku benar-benar terekspos begitu sempurna di dalam cermin. Tubuhku mulai terbentuk, otot-otot lenganku, dadaku, dan perut mulai kelihatan sixpacknya. Inilah hasil latihan sebelum aku kembali comeback stage dengan lucifer kemaren, tapi kebanyakan fans bilang kalo aku masih kelihatan terlalu kurus. Berarti… (Author : “Lee Taemin Ssi… jangan membicarakan tubuhmu lagi, ntar banyak pembaca yang mimisan. Kalo mereka pingsan aku nggak bertanggung jawab loh”; Taemin : “Mianhe, AuthorJ”).

“Kenapa banyak namja yang cemburu padamu? Hingga mereka memperlakukanmu begitu buruk. Kenapa kamu memiliki wajah yang cute? hingga membuat para yoeja jatuh cinta padamu.” Tanyaku pada bayanganku.

“Taemin-ah, kamu tidak salah memiliki wajah cute. Bukan salahmu jika para namja di sekolahmu cemburu padamu hanya karena kamu lebih populer di kalangan yoeja. Kamu tidak salah. Inilah konsekuensi yang harus kamu terima karena tuhan telah memiliki rencana yang lebih baik lagi untukmu di masa yang akan datang. Semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpanya juga semakin kecang.” Jawabku atas pertanyaanku sendiri.

Berbicara dengan bayangan ku sendiri selalu membantuku untuk menenangkanku jika banyak masalah yang menimpa. Cara ini aku peroleh dari Onew hyung saat masa training dulu, jadwal yang padat dan ketatnya peraturan tidak jarang membuatku stres.

“Taemin-ah, kamu sudah selesai mandi? Ayo cepatan kita telah ditunggu member yang lainnya di tempat latihan.” Terdengar suara Onew hyung dari luar.

“Sudah hyung, bentar lagi. Aku lagi ganti pakaian.” Aku buru-buru mengenakan pakaian yang telah aku siapkan sebelumnya.

Member-member SHINee, merekalah yang selalu membuatku bisa tersenyum saat aku ditimpa banyak masalah. Para Shawol, merekalah yang selalu membuatku semangat dalam melakukan sesuatu. Dan masih banyak lagi orang yang akan memberikanku lebih banyak lagi cinta. Para Antis, mereka hanya sebuah kerikil kecil yang tidak akan mengahalagiku untuk terus tersenyum. Kenapa aku harus terfokus pada sesuatu yang kecil, padahal lebih banyak orang yang siap meberikan cintanya untukku dan aku tidak akan mengecewakan mereka.

***

Di sekolanya Taemin.

Pagi itu semua berjalan seperti biasanya tidak banyak yang berubah. Para yoeja selalu membuntuti Taemin mulai dari gerbang sekolah hingga ke ruang kelasnya. Tatapan sinis dan cembruru dari sebagian namja juga tak lepas dari gerak-gerik Taemin. Hal itu telah menjadi “menu” keseharian Taemin di sekolah.

Setibanya di ruang kelasnya, Taemin langsung duduk dan mengeluarkan komik dari dalam tasnya sambil menunggu bel masuk berbunyi. Ada sesuatu yang janggal yang dirasakan Taemin, teman yang duduk di samping kanannya pindah kebelakang dan bangku itu dibiarkan kosong. Namun Taemin tidak ambil pusing dan langsung larut ke dalam komiknya.

Setelah bel berbunyi, Wali kelas masuk dengan membawa seorang yoeja, siswa baru. Semua namja terlihat terpesona dengan kecantikan siswi baru tersebut, tidak terkecuali dengan Taemin. Hanya beberapa yoeja yang memperhatikannya dengan tatapan sinis, mereka cemburu akan kecantikannya.

“Park Kyung Jin imnida…,” siswi baru itu memperkenalkan diri.

Tak ada pertanyaan yang terlontar dari para namja, mereka masih terpesona dengan kecantikannya. Kemudian Park Kyung Jin dipersilahkan duduk menempati kursi kosong di sebelah Taemin oleh sang wali kelas.

“Kalian boleh berkenalan lebih dekat lagi saat jam istirahat,” ujar sang wali kelas.

Park Kyungjin mengulurkan tangannya pada Taemin saat hendak duduk, “Kyungjin imnida.”

“Taemin imnida.” Taemin menyambut salam Park Kyungjin plus senyuman manisnya.

Park Kyungjin hampir saja pingsan oleh senyuman Taemin, jantungnya seakan mau lompat dari rongga dadanya. “Oppa… aku adalah Taemints. Mulai sekarang aku akan melindungi mu. Oppa…, Andwae….andwae…andwae. Aku harus bersikap seperti biasa. Jangan sampe aku bersikap lemah di depan Taemin oppa.” Park Kyungjin menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir sikap yang akan melemahkan dirinya.

Selama pelajaran, Park Kyungjin hanya terfokus pada namja yang duduk disampinya. Sesekali ia mencuri pandang  dan saat beradu pandangan mukanya langsung memerah, nyussss. “Oppa kau terlihat bagitu tampan dari dekat. Foto yang aku pajang dikamarku seakan tidak artinya bibandingakan saat melihat wajahmu secara langsung.” Bisik batin Park Kyung Jin.

Ketika jam istirahat, banyak namja yang menghampiri meja Park Kyung Jin untuk mengajak kenalan termasuk sang ketua genk sekolah Kyuhun. Namun mereka berlalu dengan tertib karena Park Kyung Jin mengacuhkannya. Park Kyung Jin malah asyik ngobrol dengan Taemin, membuat hati Kyuhun semakin membenci Taemin.

“Taemin ssi, kalo jam istirahat kamu selalu menghabiskan jam istirahat di dalam kelas?” Park Kyung Jin memberanikan diri dalam rangka menuntaskan misinya. Karena waktu yang dimilikinya hanya satu minggu, jadi mau tidak mau dia harus cepat mengakrabkan dirinya dengan Taemin. Jika tidak, misinya akan gagal total.

“Heheh… jangan panggil Taemin ssi, kedengarannya sangat formal. Kita kan satu kelas, panggil saja Taemin-ah.” Ujar Taemin. “Yah beginilah kalo di sekolah. Sebagai idola aku tidak bisa bergerak bebas.”

“Kamu seorang idola ya?” Suara Park Kyung Jin dibuat seperti orang kaget, membuat wajah Taemin bersemu merah karena malu. “Hehehe… bercanda. Aku juga tahu kok, Lee Taemin SHINee kan? Aku…,” Park Kyung Jin menghentikan kalimatnya. “Hampir saja aku keceplosan,” batinnya.

PLOK…., segumpal kertas mendarat di kepala Taemin.

Taemin memungut kertas itu dan melihat ke arah belakang, asal kertas itu datang. Kyuhun tersenyum penuh dengan intimidasi.

“Kenapa sih dia?” Park Kyung Jin berbisik pada Taemin saat melihat ke arah Kyuhun.

“Nggak apa-apa, biarkan saja. Kalo ditanggapin entar masalahnya tambah rumit.” Ujar Taemin.

Park Kyung Jin menuruti permintaan Taemin. Mereka kembali asyik ngobrol. “Ternyata orang kayak gini yang berani mengganggu malaikatku, entar pasti akan aku balas.” Bisik batin Park Kyung Jin ketika melirik ke arah Kyuhun.

“Jadi artis aja belagu…,” kata Kyuhun pada kedua temannya dengan suara yang cukup untuk didengar oleh siswa sekelas.

Park Kyung Jin mengerti kemana perkataan itu ditujukan. Karena yang berada di kelas itu yang jadi seorang artis hanyalah Taemin. Namun temin tetap meminta Park Kyung Jin untuk tidak terpancing dengan perkataan Kyuhun.

PLOK…, kembali segumpalan kertas yang lebih besar dari tadi terbang ke kepala Taemin.

“HEY… KAMU KENAPA SICH? MENGGANGGU ORANG SAJA, EMANG NGGAK ADA KERJAAN YANG LEBIH BERGUNA?” Park Kyung Jin berdiri di depan Kyuhun dengan berkacak pinggang.

Taemin sangat kaget melihat tindakan Park Kyung Jin. Ia bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tangannya bergetar karena terlalu gugup, seperti saat ia harus tampil pertama kali di atas panggung.

Muka Kyuhun langsung merah padam. Kaget bercampur marah. Belum ada seorang yoeja yang berani terhadapnya selama ini apalagi membentaknya di depan umum. Perasaan kagum terhadap Park Kyung Jin berubah menjadi amarah yang tak tertanggungkan.

“Aku nggak ada urusan dengan kamu,” Kyuhun berusaha menahan amarahnya.

“Kenapa kamu melepar kertas ke arah Taemin? Kalo mau buang sampah, tuh tempat sampah.” Park Kyung Jin menunjuk ke arah tempat sampah.

“Emang kamu apanya si artis itu? Jadi siswi baru aja dah nyolot. Untung kamu seorang yoeja…,” Kyuhun mengepalkan tangannya di depan Park Kyung Jin.

“Terus kalo aku yoeja kenapa? Kamu takut…, takut dikalahkan oleh seorang yoeja.”

“Kamu semakin nyolot ya…, kalo berani aku tunggu kamu diatas gedung. Sekarang!!!” tantang Kyuhun. Khyuhun telah lupa akan masalah gender.

“Oke siapa takut,” ujar Park Kyung Jin dengan tatapan lebih garang.

“Aku tunggu diatas gedung.” Kemudian Kyuhun dan dua temannya berlalu dengan tatapan ingin membunuh ke arah Park Kyung Jin.

Taemin menahan tangan Park Kyung Jin. “Kyuhun dan teman-temannya itu nggak usah di ladenin!” pinta Taemin.

“Tenang aja, aku akan baik-baik saja kok.” Park Kyung Jin berusaha meyakinkan Taemin.

Taemin tidak dapat mencegah Park Kyung Jin. Dia bingung apa yang harus dilakukannya. Haruskah melaporkan pada gurunya, kalo itu dilakukan makan Park Kyung Jin juga akan ikut kena masalah. Ingin menolong Park Kyung Jin, tapi dia tidak tahu caranya.

“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Taemin pada dirinya sendiri.

Beberapa menit kemudian.

“Aku harus menolong Kyungjin, meskipun aku harus ikut berkelahi dengan Kyuhun dan teman-temannya.” Taemin membangun keberaniannya.

Kemudian Taemin berlari menuju ke atap gedung. Ketakutannya seakan sirna dari pikirannya.

“Hah….,” Taemin terkejut saat tiba di atap gedung, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Ammpunnn….ampunn….ampunn….,” seru Kyuhun dan kedua temannya yang tergeletak di lantai.

“Taemin-ah…, kamu datang mau membantu ku?” Park Kyung Jin melihat kedatangan Taemin.

Kyuhun dan kedua temannya itu benar-benar babak belur. Mukanya penuh dengan lebam bekas sebuah tonjokan dari tangan yang begitu kuat.

“Jika kamu berani lagi mengganggu Taemin-ah, kalian akan mendapatkan yang lebih dari ini.” Park Kyung Jin memperlihatkan kepalan tangannya.

Kyuhun diam tidak menjawab, kehormatannya sebagai ketua genk yang ditakuti seluruh siswa hancur berantakan di tangan seorang yoeja. Kyuhun seakan tidak mampu untuk menangggung malu dari kekalahan ini, apalagi kalau diketahui semua murid. Bisa-bisa reputasinya hancur berantakan.

“Ayo…,” Park Kyung Jin mengajak Taemin yang masih terbengong.

“Kamu…, kok bisa?”

“Bisa dong…hehehe.” ujar Park Kyung Jin sambil tersenyum.

Merekapun meninggalkan Kyuhun dan kedua temannya yang masih tergeletak di lantai.

“Awas kalian…,” Kyuhun meninjukan kepalan tangannya ke lantai.

***

Di tempat latihan SHINee

PLETAK…, tangan Minho mendarat sempurna di kepala Taemin saat menunggu member yang lainnya untuk latihan. Minho tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan Onew dan Taemin.

“Taemin-ah, kenapa kau senyum-senyum sendirian?” tanya minho.

“Anio… hyung,” Taemin melambaikan tangannya.

“Aku pehatikan dua hari ini Taemin-ah memang terlihat bahagia. Buktinya lemari es kita dalam dua hari terakhir ini penuh dengan eskrim, itu pasti perbuatan mu kan, Ice cream boy…?” Onew menuduh, sok tahu.

“Hyung… itu aku yang bawa,” ujar minho. “Kemaren aku syuting iklan eskrim, berhubung di tempat syuting eskrimnya banyak makanya aku bawa sebagian ke asrama. Sekali-kali menyenangkan hati Taemin-ah.”

“Ooo… gitu ya,” Onew menyadari kekeliruannya.

“Hyung…, sebentar lagi ada seorang temanku mau datang ke sini. Bolehkan? Dia kesini mau ngajarin aku dasar-dasar karate, habis latihan. Maaf nggak memberi tahu Onew hyung sebelumnya.” Kata Taemin.

“Namja apa Yeoja?”

“Yoeja…,” temin malu-malu mengungkapkannya.

“Boleh…boleh…boleh…,” Onew langsung memberi izin.

“Cantik…???” Minho ikut tanya.

Taemin hanya menyunggingkan senyumannya, “hyung bisa nilai sendiri kalo dia sudah sampe sini.”

Beberapa saat kemudian…

“Hyung, perkenalkan ini temanku. Namanya Park Kyung Jin.” Ujar Taemin saat Park Kyung Jin baru tiba.

Park Kyung Jin membungkuk memberi salam. “Kyungjin imnida.”

Onew dan Minho terpana melihat paras cantiknya Park Kyung Jin. “Yeppo…,” kata Onew dan minho bersamaan.

“Hyung jangan macam-macam sama Kyungjin-ah, dia jago karate loh.” Taemin memperingatkan kedua hyungnya.

“Jango karate? Aku juga dulu sempat belajar bela diri juga loh. Boleh aku mencoba seberapa mahir karate kamu?” Onew mulai sok akrab.

“Jangan hyung,” ujar Taemin.

“Enggak apa-apa Taemin-ah. Silahkan oppa serang aku duluan.” Park Kyung Jin menerima permintaan Onew.

Onew langsung mengambil kuda-kuda dan bergaya ala bruce lee. Ketika melihat Park Kyung Jin telah siap, onew langsung menyerangnya…”Ciiiaaaattt…..”

BAK…BIK…BUK….BUK…

BUK… BUK… BUK…..

Dalam hitungan detik Onew telah terkunci di bawah tubuh Park Kyung Jin, tergeletak tak berdaya.

JEPREEETT…

Tiba-tiba Key dan Jonghyun datang. Dengan cekatan Key mengabadikan sebuah pemandangan yang tak biasanya dengan kamera polaroidnya. Park Kyung Jin melapaskan kunciannya pada Onew. Onew hanya bisa meringis dan memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit.

“Onew hyung, gambar ini bagus banget ya.” Key mengibas-ngibaskan sebuah foto di depan wajah Onew. Kemudian dia menarik fotonya sebelum Onew sempat merampasnya.

“Kalo foto ini kita jual pada wartawan kira-kira berapa harganya ya?”

“Yah paling cukup buat kita makan-makan.” Jawab Jonghyun. Dalam wanktu yang singkat Jonghyun dan Key terlibat suatu konspirasi.

“Aigoo… kena lagi.” Onew mengatahui akal bulus JongKey. “Habis latihan kita makan-makan. Mana fotonya!” Pinta Onew.

“Asyikk… akhirnya Onew hyung ngajakku untuk makan-makan. Kyungjin-ah boleh ikut dong?”

“Ohhh.. gadis cantik ini namanya Kyungjin-ah ya?” ujar jonghyun dan mengulurkan tangannya pada Park Kyung Jin.

“Jong hyung jangan macam-macam ya, ntar aku laporkan pada Sekyung noona.” Ujar Taemin, membuat yang lainnya cekikikan.

“Akhirnya maknae kita semakin dewasa.” Ujar key saat melihat Taemin berusaha melindungi Park Kyung Jin.

“Mwoo…?” Ujar Taemin kebingungan.

HAHAHAHAHAHAHAHA…, semuanya tertawa melihat tampang Taemin yang begitu polos. Termasuk juga Park Kyung Jin.

***

Temin POV

Pagi ini terasa sangat asing dan aneh buatku, mungkin hanya perasaanku saja. Semalaman aku mengalami mimpi yang aneh, Kyungjin pergi tanpa barujar apappun padaku. Dan sampai saat ini pun perasaan ku masih merasakan suatu kesedihan yang aku tidak tahu alasanya. Apa mungkin ini merupakan suatu firasat buruk? Entahlah.

Jam pelajaran sekolah berjalan seperti biasanya. Para yoeja selalu mengikuti kemana setiap aku melangkah. Sempat aku berpikir, apakah mereka tidak bosan melihatku setiap hari dengan cara seperti itu. Padahal aku sering bosan saat berdua dengan Onew hyung karena selalu mengatakan dirinya seorang leader yang paling ganteng diatara para leader yang lainnya.

Hubungan aku dan Kyungjin juga semakin dekat, aneh memang, dalam waktu kurang satu minggu hubungan kami seperti layaknya sebuah persahabatan yang dibangun bertahun-tahun. Apa mungkin karena Kyungjin pernah menolongku. Apapun sebabnya, aku merasa sangat senang bisa menjalin hubungan yang semakin dekat dengannya.

Tapi anehnya perasaanku tetap merasakan ada sesuatu yang aneh. Aku merasakan akan ada sesuatu kejadian buruk yang akan menimpaku.

Dan akhirnya firasatku menjadi kenyataan.

Ketika hendak pulang sekolah, kedua pengawal pribadi Kyuhun menghadangku dan menyeretku ke suatu tempat. Tatapan mereka seakan ingin menelanku mentah-mentah. Aku berusaha untuk memberontak dan melepaskan diri namun cengkaran tangan mereka semakin kuat di lenganku. Aku meringis kesakitan namun mereka tetap tidak perduli.

Aku terus diseret hingga sampai di belakang gedung sekolah yang sangat sepi. Aku lihat kyuhun telah menunggu bersama seorang namja yang terlihat lebih mengerikan dibandingkan dengan Kyuhun. Namja itu memperhatikan aku dari ujung kaki hingga ke ujung rambut dengan tatapan penuh menyelidik. Seakan dia juga mau menelanku.

“Ini dia bos, artis belagu yang aku ceritakan itu. Teman ceweknya yang jago kerate telah membuatku menanggung aib yang tak pernah terbayangkan olehku.” Kyuhun berbisik pada namja itu.

Dia terus memandang kearahku sedangkan aku tak berkutik di tangan kedua pengawal pribadi Kyuhun. Hatiku ciut ketika melihat tatapan tajamnya, penuh dengan aura kematian. Tatapannya mirip dengan tatapan seorang pembunuh yang pernah aku lihat di film-film. Benar-benar mengerikan.

“Bos, izin kan aku untuk membalas perbuatan temannya itu padaku.” Kyuhun mengepalkan tangannya dan hendak melayangkannya ke wajahku. “Rasakanlah ini…”

“Tahan Kyuhun-ah…,” ujar namja itu dengan suara pelan namum membuatku bulu kudukku merinding. “Apa kamu mau berurusan dengan pihak berwajib? Jika kamu melukai wajahnya maka semua orang akan tahu dengan perbuatanmu dan hal itu kemungkinan besar akan melibatkan pihak berwajib. Kamu mau mendekam di penjara? Kita tunggu saja temannya itu, bukankah dia yang telah membuatmu babak belur. Apakah kamu telah menghubunginnya?”

“Sudah bos. Sebentar lagi pasti dia datang.”

Aku bersyukur karena Kyuhun tidak jadi melayangkan tinjunya ke wajahku. Namun perasanku semakin kacau, karena bukan aku yang diinginkan oleh namja itu. Aku hanya dijadikan umpan. Yang ditunggu namja itu kedatangan seseorang yang telah membuat Kyuhun babak belur dan dia adalah Kyungjin.

Hatiku benar-benar diliputin rasa ketakutan yang sangat luar biasa. Aku takut kalo kali ini Kyungjin benar-benar kalah oleh namja yang dipanggil bos oleh Kyuhun. Aku berdoa supaya Kyungjin tidak datang.

Namu doaku seakan sia-sia, aku lihat Kyungjin datang dengan tergesa-gesa. Nafasnya terlihat seperti mau putus saja. Namun dalam waktu singkat dia telah berhasil mengendalikan pernafasannya.

“Hey.. lepaskan Taemin-ah!!!” ujar Kyungjin dengan suara lantang. “Apa yang telah kalian lakukan pada Taemin-ah? Jika kalian berani menyentuhnya sedikit saja, kalian tidak akan selamat dari tanganku.”

Namja itu memberikan kode pada kedua pengawal Kyuhun yang dari tadi terus memegangi lenganku untuk melepaskanku. Lengaku terasa berdenyut sakit saat pertama kali dilepaskan. Dan aku langsung menghampiri Kyungjin.

“Tepat seperti dugaanku,” Ujar namja itu. “Kamu Park Kyung Jin ssi yang ikut kejuaraan karate tahun lalu itu kan?”

“Iya, terus kenapa?”

“kamu masih ingat siapa lawan yang kamu lawan di final?”

“Maaf aku tak begitu mengenalnya,” jawab Kyungjin.

“Memang pecundang itu tidak akan pernah diingat orang,” gerutunya. “Perkenalkan aku Leeteuk, namja yang pernah kamu kalahkan tahun lalu.”

“Oh… jadi kamu ya. Terus kenapa seseorang yang memiliki kemapuan karate seperti kamu malah berada di balik orang seperti dia,” Kyungjin menunjuk ke arah Kyuhun. “kamu benar-benar telah membuat karate terhina sebagai ilmu bela diri.”

Aku tidak begitu mengerti kemana arah perbincangan mereka, yang aku tahu Kyungjin pernah mengalahkan namja itu. Hal itu membuatku sedikit bernafas lega.

“Aku ingin mengulang pertandingan final tahun lalu itu.” Ujar Leeteuk.

“Oke…,” jawabnya. “Tapi aku punya satu syarat.”

“Syaratnya apa?”

“Jika aku menang, kamu dan teman-temanmu itu harus berjanji tidak akan mengganggu lagi Taemin-ah.” Kyungjin melihat kearah Kyuhun dan kedua pengawalnya.

“Oke, aku setuju.” Jawab Leeteuk.

“Jaminannya apa?”

“Jaminannya adalah aku sendiri. Kamu percayakan dengan janji seoarang karateka?”

“Oke kalo begitu.”

Leeteuk menghampiri Kyuhun dan kedua pengawalnya, dia membicarakan sesuatu. Tapi aku tidak bisa mendengarnya karena tidak begitu jelas. Dan Kyungjin menyuruhku untuk sedikit menjauh.

“Kyungjin-ah, kamu nggak usah melakukan ini untukku.” Ujarku.

“Nggak apa-apa Taemin-ah. Aku hanya bisa melakukan ini dan mungkin saat inilah kesempatanku untuk melindungi mu. Karena aku ingin melihat kamu terus tersenyum.” Kyungjin menggenggam tanganku dan tersenyum.

Aku terdiam tak bisa mencegah langkah Kyungjin. Senyumannya tadi membuat jantungku tiba-tiba berdetak kencang. Darahku mengalir begitu deras. Aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk padanya.

Kemudian mereka memulai pertandingan itu tanpa ada seorang wasit dan tidak menggunakan pelindung apapun. Aku tidak kuat melihat pertandingan itu. Aku mengutuki diriku sendiri, seharusnya aku yang berada disana untuk melindungi Kyungjin. Bukan sebaliknya. Kyuhun dan kedua pengawalnya terlihat bersemangat menyemangatin bosnya.

Kyungjin dan Leeteuk saling menyerang dan menangkis setiap serangan. Keduanya benar-benar kuat. Tubuh wanita Kyungjin tidak bisa diremehkan. Leeteuk terlihat kewalahan terhadap serangan Kyungjin dan frustasi karena setiap serangannya bisa ditangkis. Tiba-tiba kaki Kyungjin menginjak sebuah kerikil, membuat keseimbangannya terganggu dan pukulan Leeteuk pun mendarat diwajahnya.

“AWASS…!!!” Teriakku. “Tuhan… bantulah Kyungjin!

Kyungjin berusaha untuk berdiri kembali. Aku lihat ada bakas darah mengalir di ujung bibirnya. “Kyungjin… sudahlah.” Teriakku kembali.

Kyungjin tidak mendengarkan teriakanku. Dia kembali melanjutkan pertandingannya dengan Leeteuk. Leeteuk menyerang Kyungjin dengan penuh percaya diri, mungkin karena tadi bisa menyarangkan pukulannya kewajah Kyungjin. Namun Kyungjin bisa mengelak dan menangkisnya dengan sempurna. Saat Leeteuk merasa diatas angin dia terus menyerang dan melupakan pertahanannya. Kyungjin begitu cerdik membaca situasi, akhirnya di bisa menyarangkan tendangannya telak di perut Leeteuk, disusul sebuah pukulan mengenai wajahnya. Leeteuk jatuh tersungkur. Tendangan dan pukulan Kyungjin telak mengenai Leeteuk hingga membuatnya tidak bisa bangkit lagi.

Kyuhun dan kedua pengawalnya berlari menuju bosnya yang tergeletak ditanah. Dan aku berlari menuju ke arah Kyungjin yang masih kuat berdiri. Kyungjin terlihat begitu kelelahan. Bajunya basah dengan keringat.

“Bos… bos… bos…, kamu tidak apa-apa.” Kyuhun berusaha membantu Leeteuk berdiri.

“Kyungjin ssi…, aku kalah.” Ujar Leeteuk menahan sakit.

Ada sedikit rasa kagum terbersit di hatiku pada Leeteuk ssi karena kejantanannya. Dia berani mengakui kekalahannya meskipun yang mengalahkannya itu seorang yoeja.

“Kamu ingat dengan janjimu?. Mulai saat ini kamu tidak boleh mengganggu Taemin lagi.” Kyungjin mengingatkan Leeteuk akan janjinya. Kemudian dia menjabat tangan Leeteuk dan memintanya agar tidak ada lagi permusuhan.

“Ayo kita harus ke ruang kesehatan sekolah.” Aku tarik tangan Kyungjin. Aku sangat khawatir dengan luka yang dialaminya.

Tidak ada perlawanan dari Kyungjin, dia mengikuti ku ke ruang kesehatan dengan pasrah. Kami membisu selama perjalanan. Mungkin aku terlalu khawatir dengan keadaannya. Dan Kyungjin terlalu letih karena staminanya telah terkuras habis.

***

Aku duduk sendirian di luar asrama memandang ke langit yang penuh taburan bintang. Bulan tak menampakkan cahayanya sehingga membuat kehadiran bintang seakan bertambah banyak. Angin semilir musim panas masih menyisakan kehangatannya. Suara-suara serangga malam terdengar riang penuh dengan kebahagian. Tapi tidak dengan hatiku.

Kubuka kembali sepucuk surat yang aku selipkan di kantong bajuku. Kubaca kembali huruf demi hurufnya, meskipun sebenarnya aku telah hafal bunyi surat itu karena aku tlah membacanya berulang-ulang. Bahkan aku hafal letak setiap titik dan komanya.

Di surat itu kamu telah menjelaskan semuanya. Siapa kamu sebenarnya serta maksud dan tujuanmu hadir dalam kehidupanku. Dan kamu juga menjelaskan alasan kenapa kamu harus pergi meninggalkanku. Aku bisa menerimanya, tapi kenapa kamu tidak mau bertemu denganku untuk terakhir kalinya? Bahkan surat yang aku pegang ini kamu titipkan pada Kyuhun ssi. Kyungjin-ah.

Satu kalimatmu yang selalu terngiang di telingaku, “aku ingin melihat kamu terus tersenyum.”

Kulipat kembali surat itu dan aku dekapkan ke dada ku. Kisah yang begitu singkat denganmu telah membuat bekas di hatiku yang begitu dalam dan tak akan mungkin aku lupakan. Sejak kejadian itu, sejak kamu menghilang. Aku terus merindukanmu dan menantikan pertemuan kembali denganmu. Aku kan terus menunggumu. Kyungjin-ah, you are my wonder girl.

$$$ END $$$

4 responses to “My Hero (You Are My Wonder Girl)

  1. aq rada gk ngerti alur ceritanya oppa, sebenarnya Kyungjin tuh siapa sih?

  2. keren,,d^^b
    apa isi suratnya??
    Pengen tau,,

  3. Kehadiran Kyungjin memang benar-benar jadi penyelamat Taemin. Kyungjin yeoja yang kuat dan pemberani. Sayangnya dia harus pergi setelah Taemin mulai menyukainya.
    Onew sekali serang langsung KO di tangan Kyungjin.
    Nice story.

  4. wuaaaaaaaaaaaaaah keren
    kyungjin keren bgt
    btw jihoon ga nongol di FF ini?#tengok2kanankiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s