Toilet Sekolah

Author : Park Jihoon

Main Cast : Suzy Miss A

Other Cast : Taemin (numpang lewat)

Genre : Horor

Lenght : OneShot

Semenjak aku bangun tadi pagi, perutku rasanya diremas-remas. Di rumah, aku sudah lima kali keluar masuk kamar mandi. Rasanya sungguh menyebalkan. Ditambah lagi hari ini ada ujian. Lengkaplah penderitaanku.

“Apa mungkin karena kemaren aku banyak makan sambel?” Aku hanya bisa meringis setiap rasa sakit itu datang.

Kemaren aku memang sempat makan bakso dengan sambel super banyak. Padahal biasanya nggak pernah aku pake sambel. Tapi kemaren aku kalah taruhan, dan sebagai hukumannya harus menghabiskan bakso yang dituangi sambel dua puluh sendok. Dengan terpaksa, aku berhasil menghabiskan bakso itu. Dan akibatnya baru aku rasakan pagi ini.

“Suzy-ah, kamu kenapa?” Tanya Taemin sebelum ujian dimulai.

“Sakit perut.” Jawabku singkat.

“Sudah minum Obat?”

“Sudah.”

Tak beberapa lama kemudian, bel masuk pun berdering.

Ujian pertama untuk hari ini adalah matematika. Meskipun aku tidak terlalu pandai dalam matematika, tapi aku juga nggak bodoh-bodoh amat. Namun sakit perut ini membuatku tidak bisa berkonsentrasi penuh.

Ditambah lagi pengawas ujiannya adalah Park soensengnim yang tergolong disiplin berat. Kalau beliau yang mengawasi, jangan harap ada siswa yang bisa menyontek ataupun saling tukar jawaban. Tatapan matanya bagai tatapan elang yang sangat sensitif terhadap gerakan sekecil apapun.

Cccrrrruuuttttt…., tiba-tiba perutku kembali berkontraksi.

Aku baru mengerjakan lima soal ketika perutku berkontraksi. Namun aku memutuskan untuk menahannya sekuat tenagaku, karena aku tidak ingin waktuku terbuang percuma.

Keringat dingin mulai membasahi keningku. Perutku semakin lama semakin sakit diremas-remas. Kalau begini terus, ujung-ujung pertahananku bisa jebol. Selain itu, aku juga tidak bisa berkonsentrasi penuh pada soal ujian.

Akhirnya, aku menyerah.

“Park Seonsengnim, saya izin kebelakang.” Aku mengacungkan tangan.

Park Seonsengnim melihat jam tangannya sebelum mengizinkaku. “Silahkan! Waktu ujian kurang enam puluh menit lagi. Jangan terlalu lama.” Park Seonsengnim mengingatkanku.

“Baik.” Jawabku.

Tanpa buang waktu lagi aku langsung menuju toilet sekolah yang berada agak jauh dari kelasku. Tepatnya disamping laboratorium biologi. Aku mempercepat langkahku, antara lari dan jalan, karena aku merasa tidak lama lagi pertahananku bisa jebol.

Sesampainya di toilet, aku langsung masuk ke salah satu kamar toilet. Toilet begitu sepi, seperti biasanya, sehingga aku tidak harus mengantri dan memperkuat pertahananku. Rasanya penderitaanku hilang seketika.

Toilet sekolahku memang tergolong toilet yang bersih, karena ada petugas sekolah yang selalu membersihkannya. Memiliki wastafel dari kemarik putih untuk cuci muka atau sekedar untuk cuci tangan yang didepannya terdapat sebuah kaca besar. Tidak jarang kaca itu selalu digunakan para yoeja untuk memperbaiki tampilan mereka. Atau hanya untuk mengecek pertumbuhan jerawatnya.

Tapi, tidak ada seorang yoeja pun di sekolah ini yang berani ke toilet ini sendirian kecuali aku. Karena berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, toilet ini ada penunggunya. Seorang yoeja muda yang berambut panjang dan tidak memiliki muka alias wajanya rata. Bahkan banyak yoeja di sekolah ini yang telah menjadi korbannya.

Namun semua cerita itu bagiku hanyalah sebuah isapan jempol belaka. Aku tidak pernah percaya ada mahluk yang kayak gituan. Aku pikir yoeja di sekolah ini terlalu termakan cerita horor yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Bahkan dulu aku disangka hantu penunggu toilet oleh seorang siswa baru karena rambutku yang panjang ini.

Udara toilet ini begitu lembab dan cahaya lampunya sudah mulai memudar, membuat khayalanku jauh melambung kemana-mana. Dan kebersihan toilet ini membuatku sedikit betah berlam-lama, sebelum aku ingat kalo aku lagi sedang mengikuti ujian.

Ssuuuurrrrr…, terdengar suara air dari kran wastafel di luar.

“Mungkin ada seoarang yoeja yang menggunakannya,” pikirku. Tapi aku tidak mendengar adanya suara langkah kaki yang masuk toilet ini sejak aku masuk tadi. Namun pikiran jelek itu tidak bisa menguasaiku. Siapa tahu pas waktu aku melamun tadi aku tidak mendengar adanya orang masuk.

Tidak lama kemudian aku selesai. Perutku rasanya sudah mulai baikan.

Aku keluar kamar toilet dan mendapati ada seorang yoeja yang sedang mencuci tangan. “Tuh kan pasti ada seorang yoeja yang menggunakan kran wastafel, enggak mungkin air kran bisa ngocor sendiri,” batinku.  Kemudian aku juga ikut membersihkan tanganku di samping wastafel yoeja itu.

Yoeja tersebut begitu khusuk membersihkan tangannya tanpa sekalipun menoleh ke arahku. Aku melirik ke arahnya, tapi tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup oleh rambutnya yang panjang menjuntai hingga punggung. Rambutnya lebih panjang dari punyaku. Bahkan lebih hitam.

Mungkin saja dia adalah siswa kelas lain, karena di kelasku nggak ada seorang yoeja yang panjang rambutnya menyaingi rambutku. Berhubung aku orangnya nggak bisa diam kalo bertemu dengan orang, akhirnya aku menyapa yoeja itu. Meskipun masih agak canggung.

“Sudah selesai ujiannya chingu?” tanyaku sambil membersihkan tanganku dengan sabun.

“Sudah.” Jawabnya singkat. Suaranya begitu halus dan lembut hampir tidak terdengar.

“Wah, hebat. Aku baru ngerjakan lima soal soal tadi.” Ujarku.

Tidak ada pertanyaan dari mulutnya yang terlontar. Dia masih khusuk mencuci tangannya. Dan kesunyian kembali hadir diantara kami.

“Chingu nggak takut ke toilet ini sendirian?” tanyaku kembali. Karena aku tidak melihat ada yoeja lain yang menemaninya.

“Nggak,” jawabanya kembali singakat.

Aku jadi semakin penasaran sama yoeja disampingku itu karena jawabannya selalu singkat dan suaranya halus hampir tidak terdengar. Kemudian aku kembali melirikkan pandanganku ke arah cermin di depan yoeja itu berdiri. Dan aku sangat terkejut karena tidak mendapati bayangannya di dalam cermin.

Sungguh aku baru menyadari kalau di cermin gede itu hanya bayangaku yang terpantul, sedangkan bayangan yoeja di sampingku itu tidak ada. Secara otomatis wajahku menoleh kearahnya. Dan akhirnya aku bisa melihat sebagian wajahnya, karena rambutnya yang panjang itu sedikit tersingkap.

Aku sangat kaget karena yang aku lihat hanya sebuah wajah yang begitu polos, putih pucat dan rata. Tidak ada hidung, tidak ada mulut, dan kedua matanya juga tidak ada. Meskipun rata, namun wajah itu memperlihatkan suatu isarat kemarahan dan keangkuhan.

Kemudian yoeja itu menoleh ke arahku dan kami benar-benar saling bertatapan, ya kami saling menatap satu sama lain. Sungguh, jantungku berdetak sangat cepat hingga rasanya mau berhenti. Mulutku hanya bisa terbuka lebar tanpa bisa megucapkan sepatah kata pun. Kaki dan tangan ku tak bisa digerakkan seperti terbelenggu begitu kuat. Nafasku seperti berhenti di kerongkongan. Aku benar-benar merasa berada diantara dua dunia.

KKYYYYAAAAAAAAAAAA…..

Tiba-tiba suaraku bisa keluar dengan lantang, rasanya urat leherku mau putus. Mulutku terbuka begitu lebar hingga otot-otot pipiku terasa mau putus. Kedua kakiku seakan tidak kuat lagi menopang tubuh ini. Dan mataku secara otomatis memejam sekuat-kuatnya, hingga rasanya bola mataku terjepit begitu kuat. Dan,

BRRRUUUKKKK…

Aku terjatuh, dan kegelapan langsung menguasaiku. Benar-benar gelap.

END.

27 responses to “Toilet Sekolah

  1. Wkwk ntar ya ajalku masih lama😄

    ahahah kalo di geledah sama satpol seneng juga kali *pletak X3

  2. Oppa Oppa #Sejakkapanpanggil oppa? FFnya Dibuatin List Dong Biar Gampang~!

  3. oppa , tumben bgt bikin ff Suzy yg Horror ..
    ini kok saya mendadak jadi takut ya , pas baca nih ff ..
    SEREM~~

  4. eh emang kurang serem , tapi waktu aku baca pas malem bgt .. udah gitu abis cerita serem ama tmn-tmn di sekolah .. :O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s