Just Call Me Onyu (Onew)

Athtor : Park Jihoon

Cast : Onew-SHINee

Other Cast : Member SHINee, Seungren (nama samaran Jihoon), Jisoon (yang mengaku saudara Jihoon)

Lenght : OneShot

Genre : Biography Gaje

Warning !!! FF ini hanya fiktif belaka, semua yang ada di dalamnya hanyalah karangan sang author yang terlanjur sarap. FF ini juga tidak diniatkan untuk menghina atau melecehkan seseorang, golongan, ataupun suatu bangsa tertentu. FF ini murni 100% untuk hiburan, jadi tidak ada hubungannya dengan scandal century, keluhan presiden tentang gajinya yang nggak naik-naik selama tujuh tahun, tentang gayus yang bisa jalan-jalan meskipun berstatus tahanan atau bahkan dengan kepesekan hidungnya SULE. Sumpah, ini tidak ada hubungannya sama sekali.

Selamat membaca…

$$$

Perkenalkan, Lee Jinki imnida, tapi lebih dikenal sebagai Onew (baca : Onyu) kalo di atas panggung. Aku adalah warga negara Korea Selatan yang tergolong memiliki wajah ganteng di atas rata-rata. Sumpah, ini kata ummaku, dan appaku juga menyetujuinnya tanpa harus ada voting. Jadi, sebagai anak yang berbakti pada orang tua, aku mempercayai perkataan mereka seratus persen. Selain itu, aku juga member SHINee. Lebih tepatnya leader SHINee. Kalian tahu kenapa aku dipilih menjadi seorang leader? Karena pintar… pasti. Karena pandai menyanyi… itu juga sudah pasti. Karena bisa menari… mungki juga. Karena… apa lagi ayo!!! Aku kasih tahu ya… aku diangkat menjadi seorang leader… karena kegantenganku. Yah, kalian tidak salah dengar. Buktinya, mana ada leader dari sebuah boy band maupun girl band yang memiliki wajah buruk. Betul tidak?

Kali ini aku tidak akan membahas mengenai kegantenganku, takut kalian langsung mual-mual tingkat akut, hehehe. Aku hanya ingin berbagi cerita dengan kalian tentang sejarah nama ku. Kenapa aku diberi nama Lee Jinki oleh orang tuaku. Terus kenapa aku memakai nama panggung Onyu dengan penulisan Onew, yang kelihatan seperti nama bule. Pasti kalian penasaran kan?

Begini ceritanya…

Sejak aku mengenal dunia ini, atau mungkin sejak aku dilahirkan ada semacam keanehan dalam kehidupanku. Tidak seperti orang pada umunya. Mungkin kalau bisa dibilang, aku termasuk ke dalam golongan orang-orang spesial. Namun aku tidak bisa terbang seperti superman, tidak memiliki jaring seperti spiderman, tidak memiliki gen mutan seperti X-man, tidak terkena radiasi cosmic seperti fantastic four atau tidak memiliki kapak 212 seperti wiro sableng. Tapi aku tetap spesial jika dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Pada awalnya, aku menganggap diriku seperti anak-anak pada umunya. Pikiranku masih waras seratus persen tidak seperti superman yang make CDnya di luar, atau Batman dan Robin yang pake sayap meskipun tahu mereka tidak bisa terbang. Aku suka bermain, nonton TV, dengerin musik dan nyolongin jambu tetangga. Pokoknya normal seratus persen. Namun anehnya, umma dan appa tidak mengijinkanku keluar saat malam bulan purnama. Hanya itulah keanehannya.

Setiap malam bulan purnama, umma dan appa selalu melarangku keluar rumah tanpa memberitahuku alasannya. Karena aku termasuk anak yang berbakti, jadi aku selalu mematuhi perintahnya. Aku hanya diam di dalam kamar sambil mendengarkan musik dan nonton film. Hal itulah yang selalu aku lakukan saat malam bulan purnama datang. Namun rutinitas itu kadang membuatku jenuh dan sangat penasaran, ingin tahu alasan kenapa umma dan appa melarangku keluar rumah.

Saat di Junior High School, kejadian itupun terjadi. Aku keluar rumah saat malam bulan purnama, karena sebelumnya aku janji dengan temanku untuk mengerjakan tugas kelompok. Sebenarnya aku tahu kalau malam itu adalah malam bulan purnama karena sebelum keluar rumah, umma dan appa mengingatkanku. Tapi sifat kenakalanku yang tumbuh seiring dengan bertambahnya umur menggelitikku untuk melanggar aturan yang telah lama aku jalanin. Dan akhirnya aku memutuskan untuk keluar rumah.

Aku pun langsung mengayuh sepedaku menuju rumah temanku, Seungren. Sesampainya di sana, Seungren dan Jisoon telah menungguku. Mereka terlihat bete saat melihatku datang terlambat.

“Mianhe…, umma dan appa melarangku untuk keluar rumah. Jadi aku harus menunggu mereka keluar rumah terlebih dahulu.” Ujarku memberi alasan agar wajah bete mereka cepat luntur.

“Ya udah, ayo kita cepat selesaikan tugas-tugas ini supaya cepat pulang.” Jisoon menengahi.

Akhirnya kita pun langsung larut dalam tugas kelompok. Raut bete di wajah Jisoon dan Seungren pun sudah luntur. Namun tanpa aku sadari, hidung Jisoon dan Seungren terlihat mengendus-ngendus sesuatu yang aneh. Mereka terlihat gelisah.

“Wae?” Tanyaku.

“Kamu kentut ya?” Tanya Seungren, namja yang tak suka bertele-tele.

“Anio…, Jisoon kali.”

“Ani…,” Jisoon langsung membantah.

“Tapi kok aku mencium bau kentut, busuk.” Ujar Seungren.

“Aku juga,” Jisoon ikut menimpali.

“Masak sih?” Aku mencoba memusatkan hidungku, tapi tak ada bau apapun yang terditeksi. “Nggak ada bau kentut kok.”

Seungren masih tidak mau menyerah, dia masih mengendu-ngendus mirip anjing pelacak. Tiba-tiba dia mengendus-ngendus tubuhku.

“Apaan sih?” Aku risih melihat kelakuan Seungren.

“Hoeks…, Jinki-ah kamu belum mandi ya. Badan mu bau.” Ujar Seungren sambil menutup hidungnya. Jisoon pun ikut-ikutan menyumbat hidungnya.

“Aku udah mandi kok. Masak sih bau?” aku coba mengendus badanku sendiri, tapi aku tidak menditeksi adanya bau busuk.

“Ya udah kalo gitu, kamu pulang aja dari pada disini tapi mengganggu konsentrasi kita dengan bau badanmu. Biar aku dan Jisoon aja yang akan mengerjakannya.” Ujar Seungren

Perkataan Seungren membuatku sedikit sakit hati, padahal sebelumnya aku sudah mandi dan mengenakan deodoran plus parfume dua botol. Aku langsung memutuskan untuk pulang dengan wajah tertunduk malu.

Setibanya di rumah, umma dan appa telah menungguku di ruang tamu. Wajah mereka menunjukkan ekpresi kecewa dan sedih, aku tahu penyebabnya. Pasti aku. Karena aku telah melanggar larangan mereka.

“Jinki-ah, duduk sini!” Pinta umma dengan suara lembut. “Kenapa wajahmu ditekuk begitu?” Tanya umma saat aku duduk di tengah-tengah antara umma dan appa.

Aku menceritakan apa yang telah aku lakukan. Aku mengatakan kalo aku ke rumah Seungren untuk mengerjakan tugas kelompok. Namun mereka memintaku untuk pulang saja karena mereka mencium bau busuk dari tubuhku.

Umma dan appa tertunduk sedih. Sesedih hatiku.

“Mianhe my son, karena umma tidak terus terang padamu.” Ujar umma sok english.

“Kenapa umma yang minta maaf. Mungkin aku aja yang tidak bisa jaga badan.”

“Bukan itu anakku.” Appa mengeluarkan suara wibawanya. “Sepandai apapun kamu menjaga tubuhmu, sebanyak apapun minyak wangi yang kamu pake. Bau itu pasti akan keluar.”

“Bau apa?” Aku semakin penasaran. Mencoba mengendus kembali tubuhku, tapi sekali lagi hidungku tidak menditeksi bau apapun.

“Yeobo, biarkan aku yang akan menceritakannya.” Pinta umma pada appa.

Appa menganggukkan kepalanya sedikit. Aku menatap ke wajah umma, penasaran. Umma terlihat mengatur nafasnya sebentar dan sedikit mengangkat wajahnya. Pandangannya mulai menerawang ke masa lalu.

“Dulu sebelum kamu lahir, ada tetangga kita yang berasal dari Indonesia. Katanya mereka berasal dari Jakarta. Suatu hari mereka masak sesuatu yang baunya begitu harum dan mengugah selera. Umma sangat penasaran sehingga umma menghampiri mereka. Mereka sangat ramah dan mempersilahkan umma untuk masuk dan mencicipin masakannya. Mereka ngasih tahu kalo yang mereka masak itu adalah semur jengkol. Baru kali itu umma mencicipi masakanya yang begitu enak, pokoknya maknyus.

“Kemudian, ketika aku mengandung kamu hampir setiap malam umma bermimpi makan semur jengkol. Umma menceritakan semuanya pada appamu, tapi apa boleh buat Indonesia terlalu jauh. Bahkan setiap hari umma selalu membayangkan ingin makan semur jengkol itu lagi. Tapi sayang tetangga yang dari Indonesia itu juga sudah pindah sebulan sebelum umma hamil. Jadi Umma memutuskan untuk memberikan nama anak yang umma kandung itu nama Jengkol, dan appa setuju dengan syarat nama itu harus menarik. Sehingga semalaman umma mengotak-atik nama itu mulai dari Lee Jengkol, Lee Jengkal, Lee Jengkil, Lee Jengkul, Lee Jinko, Lee Janka sampai akhirnya umma menemukan nama Lee Jinki. Dan appa setuju dengan nama itu.

“Jadi saat kamu lahir umma langsung menyandangkan nama itu untuk mu, Lee Jinki. Selain mengingatkan umma tentang makanan yang sangat enak itu, ternyata anak yang umma lahirkan itu memiliki kegantengan yang luar biasa. Bahkan saat persalinan, para suster langsung ngefan sama kamu. Kamu langsung jadi primadona di rumah sakit. Tapi…,” Umma terlihat enggan untuk melanjutkan.

Namun setelah menarik nafas beberapa kali, umma kemudian melanjutkan ceritanya kembali. “Tapi…, setiap malam bulan purnama tubuhmu mengeluarkan semacam bau, yang menurut umma sangat luar biasa yaitu bau jengkol. Umma dan appa makin menyayangimu, karena menurut kita kamu sangat luar biasa. Tapi tidak untuk orang lain, saat tante dan pamanmu berkunjung kesini untuk menjengukmu mereka langsung muntah-muntah tingkat akut karena bau yang keluar dari tubuhmu. Akhirnya sejak saat itu umma selalu melarangmu untuk keluar di malam bulan purnama karena itu alasannya. Kamu akan mengeluarkan bau yang tidak bisa diterima oleh orang lain. Mianhe, Jinki.” Umma tertunduk saat mengakhiri ceritanya.

“Apakah ini kutukan jengkol?” Tanyaku yang mulai sedikit mengerti.

“Ani…, buat umma itu bukan sebuah kutukan tapi anugrah.”

“Ne…,” appa juga menyetujui ucapan umma.

“Kalau itu sebuah anugerah buat umma dan appa berati itu juga anugrah buat Jinki. Jadi umma tidak usah minta maaf pada Jinki lagi.” Ujarku sambil menggenggam tangan umma.

Umma dan appa tiba-tiba memelukku. Pelukan mereka sungguh hangat, aku bangga menjadi anak mereka. Setetes air mata umma jatuh dipundakku, terasa hangat. Dan saat itu juga aku berjanji, suatu saat nanti aku akan membuat mereka bangga padaku.

Sejak saat itu, aku tidak pernah lagi melanggar perintah umma dan appa. Aku baru menyadari kalau di balik nama yang aku sanding ini memiliki sejarah yang begitu luar biasa dan penuh dengan magis. Dan aku kembali menjalani kehidupanku seperti biasanya kecuali pada malam bulan purnama. Dan semuanya berjalan normal.

Suatu ketika ada guru seniku yang sangat tertarik dengan suaraku dan menyarankaku untuk menjadi penyanyi. Beliau juga memberikan jadwal audisi untukku. Pertamanya aku merasa geli ketika membayangkan aku harus menyanyi di malam bulan purnama. Ketika aku perform dengan menyanyikan sebuah lagu dan badanku memproduksi bau yang akan membuat semua orang pingsan dan mual-mual. Pasti akan menjadi berita yang sangat menghebohkan seluruh kota korea. “SEMUA PENONTON SUATU ACARA MUSIK PINGSAN DAN MUNTAH-MUNTAH, PENYEBABNYA MASIH TAHAP PENYELIDIKAN.”

Namun anehnya, saat aku sampaikan pada umma mengenai saran guruku itu, umma malah mendukungku. Beliau bilang, “kenapa kamu tidak mencobanya. Masalah ‘anugerah jengkol’ biar umma yang akan mencari solusinya.” Appa pun juga sebelas dua belas sama umma, beliau mendukungku dua ratus persen.

Singkat cerita, aku diterima di SMent sebagai trainee baru bersama beberapa teman yang lainnya. Aku senang sekali ternyata aku tidak mengecewakan dukungan umma. Awalnya berjalan dengan lancar, karena belum tinggal di dalam dorm.

Satu minggu sebelum aku diminta untuk tinggal di dorm sama pihak manajemen, umma menemukan cara yang ampuh untuk meredam ‘anugrah jengkol’ tersebut.

“My son, umma telah menemukan cara yang ampuh untuk meredakan ‘anugrah jengkol’ dan kamu akan menjadi idol yang sejati.” Ujar umma dengan penuh senyum

“Bagaimana caranya?”

“Kamu harus memiliki nama panggung. Tadi malam umma mimpi ketemu dengan tetangga umma yang dulu ngasih semur jengkol itu dan dia bilang ‘Only You’. Setelah itu umma mimpi kamu menyanyikan lagu Only You dan membuat semua penonton begitu terpesona. Akhinya uma mengotak-atik Only You dan menemukan beberapa nama yaitu Ony, On Lou, Oly, Onyu…  dan umma memutuskan nama Onyu lebih cocok untuk mu dengan penulisan Onew. Onew tapi dibacanya Onyu… seperti orang bule gitu.”

“Waaaawww DAEBAK.” Aku hanya melongo kagum dengan otak ummaku yang begitu lancarnya mengotak-atik kata.

“Onyu dari Only You berarti ‘hanya kamu’ yang akan menjadi idola yang paling dikagumi di korea ini. Bisa juga ‘hanya kamu’ idola yang paling ganteng se-Korea. Selain itu dari penulisan Onew, bisa berarti bau yang baru. O dari Odour (bau) dan New (baru) jadi bisa diartikan bau yang baru kan? Hehehehe. Gimana umma cerdas enggak?”

“Luar biasa.” Sekali lagi aku hanya bisa ngangkat kedua jempolku.

Sejak saat itulah, aku Lee Jinki resmi menyandang nama panggung Onew. Dan anehnya, nama itu benar-benar ampuh membuat ‘anugrah jengkol’ lenyap. Ummaku memang luar biasa. Setelah itu aku benar-benar merasa seperti manusia biasa seutuhnya.

Namun aku salah duga, ‘anugrah jengkol’ tidak benar-benar lenyap dalam kehidupanku. Aku menyadari setelah tragedi di ruang recording terjadi. Ceritanya begini…

Saat kami rekaman pertama kali untuk debut sebagai SHINee, kami sangat bekerja keras. Kami rekaman dari siang hingga malam, hingga membuat kerongkonganku sangat gersang. Saat itu aku ditunjuk sebagai leader, karena alasan yang aku sebutkan di atas. Dan member lainnya Jonghyun, Key, Minho dan Taemin. Mereka member yang sangat luar biasa.

Tanpa aku sadari, saat rekaman berlanjut ke malam hari dan kebetulan saat itu malam bulan purnama. Bau badanku normal, karena namaku saat ini adalah Onew. Namun ada sesuatu yang tidak normal, saat aku kelepasan sesuatu.

Ssssssttttttttttttttttt…, tiba-tiba suara infrasonik terdengar. Hanya aku yang bisa menditeksinya.

“Bau apa ini?” tanya Key

Ruang rekaman (recording) yang tertutup dan kedap suara membuat aromanya begitu kuat, terakumulasi.

BRRRAAAKKK…, Key jatuh pingsan sebelum sempat menyumbat lobang hidungnya.

BRAAAAKKK…, Taemin ikut terjengkang pingsan.

Sedangkan Jjong dan Minho hanya muntah-muntah akut dan berhasil keluar dari ruang rekaman.

“Hoeeekkkkssss… Bau kentut siapa ini??? Bau bangkai.” Kata Minho sebelum menyelamatkan diri keluar dari ruang rekaman.

“Hehehehe… Minahe, aku kelepasan” Ujarku lirih

Setelah tragedi itu, rekaman di lakukan lagi seminggu setelahnya karena selama tiga hari, keempat member SHINee Jjong, Key, Minho dan Taemin masih mengalami kontraksi otot perut alias mual-mual. Sedangkan aku di bawa kerumah sakit oleh pihak manajemen untuk diperiksa takut mengidap kelainan pencernaan. Namun hasilnya normal. Dari situlah aku menyimpulkan kalau kutukan jengkol, maksudnya ‘anugrah jengkol’ masih menghantuiku.

Jadi setiap malam bulan purnama aku selalu hati-hati jika ingin mengeluarkan sesuatu. Akibatnya bisa sangat berbahaya.

Mungkin sampai disini dulu ceritanya…, aku udah capek nih. Kita lanjutkan kapan-kapan lagi ya. Ingat!!! JUST CALL ME ONYU (ONEW).

END

BE A GOOD READER OK!!!

63 responses to “Just Call Me Onyu (Onew)

  1. Sumpaaah, baca prolognya aja bikin nagih!
    “FF ini juga tidak diniatkan untuk menghina atau melecehkan seseorang, golongan, ataupun suatu bangsa tertentu. FF ini murni 100% untuk hiburan, jadi tidak ada hubungannya dengan scandal century, keluhan presiden tentang gajinya yang nggak naik-naik selama tujuh tahun, tentang gayus yang bisa jalan-jalan meskipun berstatus tahanan atau bahkan dengan kepesekan hidungnya SULE. Sumpah, ini tidak ada hubungannya sama sekali.”

    “Pikiranku masih waras seratus persen tidak seperti superman yang make CDnya di luar, atau Batman dan Robin yang pake sayap meskipun tahu mereka tidak bisa terbang.”

    Trus si umma manggil Onyu eh Onew dengan sebutan “my son” jadi kayak orang korea yang sok kebart-baratan, lucu bangettttt.

    Duhh, dapet ide dari mana sih? dari lee jengkol jadi lee jinki trus jadi Onyu (onlyu you) jadi onew (odor new) sumpaaaahh, kreatip abeeeesss!!

    sukses buat saya ketagihan baca ni blog, buat author kapan-kapan mampir ke blog saya ya, pengen kenalan, huahahaha, FanFicZOO daebak!

    • aku lupa ngegelar karpet merah ***ngegeplak jidat pake kayu***
      SELAMAT DATANG….. ***Nyodorin Keset***
      waaaahhhh Jihoon jadi tersunjang nih,,,hehehehehe
      Maklum aku nggak suka sama jengkol…jadi pas tahu nama Onew itu Lee Jinki… kok rada mirip dengan nama jengkol…akhirnya otakku mulai nakal deh…dan mulai menjalar kemana-mana…hehehehe
      gumawo ya

  2. aigoo gedubrakk!! xP
    dasar keluarga lee yang aneh!! *plakk!!*
    heddehh.. lee jengkol??
    COCOK TUH!!
    wakakakakakakak.. xD *bletakk!!
    ceritanya syahdu(?) tapi objeknya g banget..
    wakakakakaka.. xD
    ada2 aja kamu op!!

  3. Han Ji Ah (gigashawol)

    hahahaha🙂
    onew onew onew tragis sekali kisah dibalik namamu. kekeke
    eommanya onew pintar banget ngerangkai nama orang, nanti kalo aku udh punya anaka ma taemin aku bakalan minta nama dari eommanya onew. hahaha😛

  4. jengkol oh jengkoooollll…. ternyata kau bisa bikin anak ganteng terlahir ke duniaaaa XDDD

    ckckckckck. bisa-bisanya jinki itu dari kata jengkol.
    ya gini ini kalo artis udah dapet fans kayak jihoon oppa. jago menistakan orang…
    *ampuuunnnn…
    kekeke~~
    kreatif sekali ide ff ini.
    sama kayak yg biography Key waktu ituuu😀
    ^^)b

  5. Kasian sekali dikau lee jengkol /plak eh salah lee jinki

    Ternyata di balik kegantenganmu tersimpan sejuta misteri yang menjengkolkan (?)

    Hahahahaha ternyata mamanya onyu terinspirasi nama jinki dari jengkol^^

    Nice ff

  6. Sejarah nama yang bagus~ #plak
    hihi
    jiahh~ kalo emg bener, berarti itu gara-gara waktu ummanya hamil, wkwk
    dasar~! aneh banget ni ff~!
    aku kira sedih-sedih gimana gitu, ternyata uoophh gaje benget dahh~ sesuai ma genre yang baru aku baca tadi #plak
    hihi
    Angkel mau bikin yang member lainnya gak??

  7. wahahaha..
    parah !!! ckckckc..
    kreatif yah emaknya si onyu..
    sampe dpat nama passssssssssss bgt …

    lucu ^^d

  8. Olvina iswahyudi Lesmana

    Hahahaha…..lucu bikin bibir sampe sobek gara-gara ketawa terus….!FF Park Ji Hoon is the best….!daebaakkk….!^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s