Classroom Incedent

Author : Park Jihoon

Main Cast : SHINee

Genre : Komedi

Lenght : Ficlet

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari komen reader di FF ku D’Evil Kyu degan nama ID Heeshinju. Isi komenny begini ohya oppa, yg celana dalam itu, aku juga ngalamin di KELAS lagi!! XDD (tentu aja bukan aku, tapi temen yang cowok); dia bawa2 CD dan kita gantungin di pintu, kasiannya dia pendek jadi mesti loncat2 dan gak nyampe pula XDD; ups, kok jadinya malah curcol, mianhae oppa (_ _) >>> komen itu aku biarkan apa adanya tanpa di edit (langsung di COPAS). Alur ceritanya dan yang lainnya milik Jihoon, kecuali SHINee.

Selamat Membaca…

$$$

“Apakah aku harus membawanya….?” Gumam Jjong penuh keraguan.

Jjong kembali melihat ke sebuah benda yang telah dimasukkan ke dalam tasnya. Ada semacam pertarungan yang hebat di dalam benaknya, antara iya dan tidak.

“Kata mbah Joko Pabo, kalau aku mau hasil ujianku bagus maka aku harus membawa benda ini, sebagai jimat. Tapi kalau ketahuan sama taman-temanku gimana, bisa-bisa aku dianggap sebagai pengikut aliran sesat. Tapi kalau tidak dibawa, bisa-bisa nilai ujianku kembali terbakar.” Jjong kembali mempertimbangkan perbuatannya. “Ah… mendingan aku bawa aja.”

Akhirnya Jjong memutuskan untuk membawa barang tersebut dan menaruhnya di dalam tasnya bersama buku-buku pelajarannya. Tanpa disadarinya, barang tersebut telah memberikan kepercayaan diri yang meningkat untuk mengikuti ujian.

$$$

Di Sekolah

Saat jam istirahat, anak kelas II-A terlihat begitu sibuk, ada yang menyelesaikan PRnya dan ada juga yang mengingat-ingat pelajaran yang akan diujikan beberapa menit lagi. Tapi ada juga yang masih asyik membuka komik dan bahkan ada yang sedang melanjutkan menulis ep-ep nya yang terlanjur dijanjikan kepada readernya untuk segera publish.

Jjong dan Key terlibat obrolan yang menghebohkan, maklum Key biasanya terlanjur heboh jika membicarakan gosip. Sedangkan Minho dan Onew sibuk menyiapkan contekannya, soalnya semalem keduanya bukan belajar tapi malah asyik berlomba mencari ngorok siapa yang paling merdu, alias molor tingkat akut. Dan Taemin, sibuk mencari contekan untuk PRnya yang belum dikerjakannya. Kalau tidak dikerjakan, dia dipastikan tidak akan bisa mengikuti ujian.

“Jjong-hyung, pinjam PRnya dong!” Pinta Taemin.

“Ambil aja di dalam tas ku,” ujar Jjong.

“PR kok dikerjakan di sekolah. PR tuh pekerjaan rumah, jadi harus dikejakan di rumah bukan di sekolah. Kalo di sekolah namanya PS.” Ujar Key kesal karena acara gosipnya diganggu.

“PS…??? Mau dong!” Minho terlihat begitu antusias mendengar kata PS.

“Dasar kutu bola. PS itu bukan playstation, tapi PS itu pekerjaan sekolah.” Key makin emosi.

“Oooo…,” Minho hanya ber O-ria.

“Hahaha… kutu bola, sama dengan aku dong. Aku kan kutu eskrim. 2min caouple emang couple sejati, sampai julukannya juga sama-sama kutu.” Kata Taemin bangga sambil ngobok-ngobok tas Jjong.

“Jiah… dijulukin kutu aja bangga, dasar orang aneh.” Gerutu Onew sambil meneruskan pekerjaannya, membuat contekan.

“JJONG-HYUNG….. APA INI???” Taemin bertiak histeris ketika menemukan sebuah benda aneh di dalam tas Jjong.

Perhatian semua siswa yang berada di dalam kelas langsung tertuju pada Taemin. Key dengan suka rela menghentikan acara gosipnya dengan Jjong dan melihat ke arah Taemin dengan harapan, siapa tahu ada gosip baru. Onew dan Minho pun juga merelakan pekerjaannya terganggu. Sedangkan Jjong langsung pucat pasi, karena tahu apa yang di teriakin oleh Taemin.

“Jaa…ja….ja…,” ujar Jjong gelagapan.

Taemin mengeluarkan benda itu dan membentangkan lebar-lebar dengan kedua tangannya. “C-E-L-A-N-A D-A-L-A-M!!!” Suara Taemin dibuat terbata-bata dengan ekspresi super kaget.

WKWKWKWKWKWKWK…, seisi kelas langsung ngakak massal. Bahkan ada yang sampek guling-gulingan, jumpalitan, ngejedotin kepala ke tembok bahkan yang paling tragis, hapalannya yang telah diingat semalam suntuk langsung melenyap seketika.

“Ja… jangan dikeluarkan!” ucap Jjong lemas. Terlanjur, barangnya sudah dikibarkan dengan sukses oleh Taemin.

“Jjong-hyung, ini CD siapa? Kamu maling CD ya?” Tanya Taemin polos, membuat semua yang ada di dalam kelas makin ngakak nggak karuan.

Key shock berat melihat CD Jjong. “Tak kusangka selera fashion Jjong rendah banget. Masak CDnya bermotif polkadot. Memalukan.” Gumam Key sedikit kecewa.

“Yaaa… Taemin-ie, kembalikan!!!” Jjong beranjak dari tempat duduknya. Dan dengan kecepatan kilat langsung menghampiri Taemin.

“Anio…,” Taemin menolak.

“Taemin-ie… lempar ke sini!!!” Pinta Minho.

Jjong langsung berusaha untuk merampas benda itu dari Taemin. Sayang, benda itu diangkat tinggi-tinggi sama Taemin.

“Minho-hyung…. tangkap!” Benda itu pun melayang bebas.

KYYYAAAAA…, para yoeja berteriak histeris saat CD itu melayang diatas mereka seakan CD itu mau jatuh dikepala mereka. Bahkan ada yang sampek jatuh pingsan.

“Minho-ah… kembalikan!!!” Jjong mulai bringas.

Minho keder melihat ekspresi muka Jjong, wajahnya merah padam seperti gunung berapi mau meletus.

“Minho… lempar ke sini!” Ujar Key.

“Jangan…, Key hyung itu sekutunya Jjong-hyung.” Teriak Taemin.

“Sialan,” gerutu Key kesal.

“Minho-ah, Kembalikan!!!” Jjong mengulangi perkatannya. “KEMBALIKAN!!!” Jjong lari kearah Minho dengan kalap.

Minho tidak mau kalah, ini emang sifat alaminya. Dalam hal apa pun Minho tidak boleh kalah. Minho langsung mengambil langkah seribu, lari. Akhirnya jadilah acara kejar-kejaran di dalam kelas, mirip Tom and Jery. Suasana di dalam kelas semakin ramai.

Siswa di dalam kelas terbagi menjadi dua kubu, kubu pendukung Jjong yang dipimpin Key dan kubu pendukung Minho yang dipimpin Taemin. Mereka heboh memberi dukungan, hingga suasana kelas mirip pasar ikan.

“Minho… Minho… Minho…,” Taemin dan pendukungnya menyemangati Minho.

“Jonghyun… Jonghyun… Jonghyun…,” Key dan pendukungnya tidak mau kalah.

Minho ternyata tidak menyangkan kalau Jonghyun memiliki stamina yang besar. Dia terus mengejar Minho, hingga membuat Minho kelelahan. Namun Minho tidak mau menyerah. Dia lari ke depan kelas, saat melihat paku di atas papan tulis otaknya langsung menemukan sebuah ide brilian.

Minho berhenti di depan papan tulis dan berbalik arah ke Jjong sambil memamerkan smirknya. Jjong langsung menyadari adanya niat busuk di otak Minho, tapi dia tidak bisa menebaknya.

“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Jjong, semakin khawatir.

Minho tidak menjawab, dia hanya melompat sekali dan, “hup.” CD itu sekarang tergantung lemas di tembok di atas papan tulis. Jjong pias saat melihat CDnya menggantung lemas, Jjong tak bisa melangkahkan kakinya. Sedangkan Minho langsung menyelamatkan diri saat Jjong masih terpana melihat CDnya.

Kemudian Jjong langsung berusaha untuk mengabil kembali CDnya, lebih tepat jimatnya. Jjong kemudian melompat seperti yang dilakukan Minho.

TUINGGGG…. TUIIINGGGGG… TUUIIINNNGGG….

Sayang tangan Jjong tak bisa meraih benda keramatnya. Lompatannya tak bisa membantu tubuhnya untuk menjangkau CDnya.

WKWKWKWKWKWK…, Seluruh siswa yang berada di dalam kelas kembali ngakak melihat tingkah Jjong. Key dan pendukungnya pun ikut mentertawakan Jjong.

“Jjong-ie… begitulah nasibnya kalo memiliki tubuh kontet.” Ujar Key lirih.

Jjong tetap berusaha untuk mengambilnya, tapi tetap gagal.

Tiba-tiba Park seonsaengnim datang, dia lah satu-satunya seongsaengnim yang selalu datang ke kelas sebelum bel masuk berbunyi. Emang sedikit aneh. Semua siswa langsung diam, suasana kelas mendadak sunyi. Sedangkan Jjong masih berusaha untuk meraih CDnya.

“Jonghyun-gun, apa yang kamu lakukan?” Tanya Park Seongsaengnim. Namun saat ia melihat sebuah CD menggelantung di atas papan tulis, ia menyambil CD itu dengan penggaris yang dibawanya. “Ini CD siapa?”

“JONGHYUN…,” jawab seluruh siswa kompak. Dan terlihat ekpresi seluruh siswa menahan tawa tingkat akut.

Jonghyun semakin pias.

“Jonghyun-gun, apa benar ini CD kamu?”

“Ne… Seonsaengnim,” Jjong tertunduk malu.

“Kalau ini CDkamu…, berarti kamu tidak memakainya sekarang?” Tanya Park Seonsaengnim menyelidik.

“Anio…, saya memakainya.”

“Terus… ini,” Seonsaengnim menydorokan CDnya.

“Itu… itu….,” Jjong bingung antara mau jujur atau bohong.

Park Seonsaengnin menunggu jawaban Jjong.

“Sebenarnya CD itu adalah jimat yang dikasih oleh seseorang supaya aku bisa memperoleh nilai yang bagus untuk ujian kali ini. Aku kapok nilaiku selalu terbakar.” Ujar Jjong lirih. Jjong akhirnya memilih untuk berkata jujur.

“Aigoo…, kamu sudah setress ya sampai menggunakan cara seperti ini. Seharusnya kamu belajar lebih giat lagi.”

“Ne…, Seonsaengnim.” Jjong makin tertunduk.

“Nih… ambil CDnya! Entar kalau nilai mu kembali terbakar, kamu akan nyalahin aku karena telah menyita jimatmu. Dan cepat kembali ke kursimu. Ujian akan segera dimulai.”

“Gamsahamnida Seonsaengnim,” Jjong membungkuk setelah mengambil CDnya.

**END**

Pesan moral dari Park Seonsaengnim : Kalau ujian jangan percaya ama jimat2an… yang penting belajar sungguh2 pasti kalian akan berhasil… HWAITING!!!

71 responses to “Classroom Incedent

  1. Ah ff na daebak..kocak deh..
    Jongie..kasian kau nak,maka nya nyuri susu nya taemin dunk biar tinggi😄

  2. wahahahaha…

    bayangin jong lompat-lompat lucu..

    hohohoh..

    onewnya mna???

  3. ahahahahahahaa…
    ngakak guling” d pinggir jurang😄
    onewny nongolny dikit doank. hhe

  4. Annyeong, Jihoon-ssi .. Aku reader baru di.blogmu … Tapi udah pernah bc berbagai macam ragam (?) ep-ep mu di ffindo siie ..😉

    FF ini sukses menambah produktivitas ketawa ngakak guling*-ku… Menambah daya sakit perutku semakin besar karena terus*an ketawa…😀

  5. Ketawa Guling Guling Dah Daebak #PakeJempolJokwon

  6. ngakak sangat saya !!!
    si Jjong mah aja aja ada sih ..
    makanya beljar dong ..
    aduh AUTIS sumpah dah -___-!!
    WWKWKWKWKWKWKWK

  7. aku mah udah autis sejak dulu …. #bangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s