Detective SHINee

Author : Park Jihoon

Main Cast : SHINee

Other Cast : Kapten Jihoon (Hahaha…Eksis booo), Lee Seungren, Park Miyoung, Kang Jiwon, Park Jisoon (Jesoo)

Genre : Mistery

Length : OneShot

Disclaimer : FF ini adalah murni hasil pemikiranku baik alur cerita, analisa pemecahan kasus, dan yang lainnya. Mungkin ini ada kemiripan dengan Detective conan, DDS dan Novel Detective lainnya karena aku sangat menyukai mereka. FF ini hanya untuk kesenangan semata… ok. JUST FOR FUN.

Note: Tugas Utama

Onew : Leader Detektif SHINee

Key : Olah TKP

Jonghyun : Olah TKP

Minho : Menangani peralatan Detektif, ahli beladiri.

Taemin : Dokumentasi TKP.

$$$

“Ahhh… akhirnya kita sampai di hotel. Rasanya tubuhku remuk semuanya.” Onew merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.

“Jiaahhhh lebay. Bukannya tadi hyung yang paling nyenyak tidur di bus.” Taemin protes.

“Iya tuh, ngalahin aku aja.” Minho juga ikut berkomentar.

“Kita nggak nyangka ya bisa memenangkan kuis ini. Akhirnya kita bisa bertemu dengan SUJU secara langsung.” Key melihat tiket yang ada di tangannya.

“Iya, tapi aku lebih mengharapkan bisa ketemu dengan F(x).” Jjong menghembuskan nafasnya agak panjang.

“Oke kalau begitu target kita selanjutnya F(x), ayo catat di buku detektif!” Ujar Onew masih rebahan.

“Yaaa… hyung, ini kan bukan kasus pembunuhan, penculikan atau apapun yang layak untuk dibilang sebagai sebuah kasus. Catat aja di buku Onew-hyung.” Key Protes.

Kemudian mereka larut dalam imajinasi masing-masing. Oh ya, mereka berlima bukanlah member dari sebuah boy band, tapi mereka adalah anggota dari sebuah kelompok detektif yang diberi nama SHINee. Mereka telah banyak memecahkan kasus, baik kasus besar seperti pembunuhan berantai hingga kasus kecil seperti pencurian celana dalam.

Tapi kali ini mereka bukan dalam rangka untuk memecahkan sebuah kasus apapun. Mereka mendapatkan tiket gratis dalam acara Fan Meeting dengan SUJU dari sebuah majalah. Yah, SUJU adalah salah satu idola dari kelima detektif SHINee. Jadi mereka bisa bertemu dengan SUJU tidak hanya di acara fan meetingnya tapi juga saat geladi resiknya.

“Taemin-ah, Bateray kamera harus full jangan sampai besok kita cuman dapat foto sedikit.” Key mengingatkan.

“Tapi besok kan masih acara gladi resik, Fan meetingnya masih besok lusa.”

“Target kita kan bukan hanya pas acara fan meetingnya.” Jjong kembali mengingatkan target awalnya..

“Siap Bos,”

“Sekarang mendingan istirhat aja deh. Besok kita bakalan sibuk,” ujar Key.

“Yaahhh, Hyung jangan molor dulu. Beresen tuh barang-barangmu.” Minho membangungkan Onew yang terlanjur molor.

$$$

Keesokan paginya.

“KYYYAAAAAAAAAA….!!!”

Terdengar suara teriakan dari kamar sebelah tempat detektif SHINee menginap. Teriakan itu membuat penghuni hotel gempar dan berkumpul untuk mencari tahu. Tidak terkecuali dengan member detektif SHINee.

Key yang datang duluan ke tempat asal teriakan tersebut menemukan seorang pelayan wanita yang terjatuh di pintu kamar dengan posisi duduk menghadap ke dalam kamar. Ekspresi wajahnya terlihat sangat shock dengan tangan menutupi mulutnya yang ternganga lebar. Wajahnya pucat pasi.

“Ada apa noona?” Tanya Key.

“Itu… itu…,” pelayan itu tidak bisa bicara dengan jelas dan hanya terus menunjukkan tangannya ke dalam kamar hotel.

Key juga tak kalah terkejutnya saat melihat ke dalam kamar. Di sana sesosok mayat laki-laki tergeletak di lantai dengan posisi tertelungkup. Darah menggenang di sekitar mayat yang mulai mengering. Sedangkan bercak darah juga tersebar di sekitar mayat.

“Ini pembunuhan.” Gumam Key.

“Ada apa hyung?” Tanya Taemin yang baru datang.

Minho, Jjong dan Onew juga berada di belakang Taemin. Menunggu jawaban Key.

“Pembunuhan.” Jawab Key lirih.

Kemudian Minho, Taemin, Jjong dan Onew mengarahkan pandangannya ke dalam kamar tersebut. Mereka berempat terlihat kaget meskipun mereka telah biasa dengan pemandangan seperti itu, bahkan terkadang lebih sadis.

Tiba-tiba penghuni hotel dan pelayan hotel yang lainnya berdatangan. Mereka juga penasaran saat mendengar teriakan pelayan yang masih shock  di lantai itu.

“Maaf semuanya tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar.” Onew langsung mengamankan daerah TKP.

“Ini pakai sarung tangan,” Minho langsung memberikan sarung tangan yang sering digunakan untuk olah TKP.

“Hyung, tolong panggil polisi.” Pinta Key pada salah satu pelayan namja sambil memasang sarung tangannya.

Tanpa menunggu kedatangan polisi, Kelompok Detektif SHINee mulai bertindak. Onew memastikan tidak ada orang yang masuk ke dalam kamar, supaya TKP Tidak rusak. Jjong, Minho dan Key mulai melakukan olah TKP. Sedangkan Taemin langsung beraksi dengan kameranya, mengambil foto TKP mulai dari kondisi mayat dan kondisi ruangan sedetail mungkin.

“Kemungkinan pembunuhan ini dilakukan tadi malam.” Ujar Minho saat melihat darah yang belum mengering sempurna.

“Key, ponsel ini mungkin punya korban.” Jjong menyerahkan ponsel yang ditemukan di dekat mayat.

Key kemudian membuka ponsel tersebut dan melihat panggilan serta pesan yang keluar-masuk kemaren malam.  Dengan cekatan, Key mulai menulis nama, waktu dan isi pesan yang ada di dalam ponsel itu.

“Hyung…! sepertinya ada yang aneh di sini.” Taemin menunjuk ke arah tangan korban.

Taemin tidak berani memegang mayat karena hanya dia yang tidak mengenakan sarung tangan. Minho langsung menghampiri Taemin.

“Dimana?” Minho berjongkok di dekat mayat.

“Di bawah tangan ini hyung.”

Kemudian Minho mulai mengangkat tangan korban dengan hati-hati. Jasad korban yang mulai mengeras membuat Minho sedikit sulit untuk menggesernya.

“Apa ini? Jangan-jangan…,” Minho terlihat kaget dengan apa yang dilihatnya.

Di bawah tangan mayat tersebut tertulis sebuah tulisan yang berusaha dilindungi oleh korban dari pelaku dengan tangannya. Tulisan itu terbuat dari darah korban.

“Dying message atau pesan kematian.” Ujar Taemin.

Taemin langsung mengambil foto tulisan darah tersebut. Jjong dan Key yang mendengar kata pesan kematian, langsung menghampiri Taemin dan Minho.

“Apa ini?” Tanya Jjong.

“Mungkin pesan kematian, bisa aja nama pelaku.” Ujar Minho.

“Tapi ini lebih mirip sebuah angka dibandingkan dengan sebuah nama.” Jjong mulai meneliti tulisan dari darah tersebut.

“Taemin-ah, kamu sudah mengambil gambarnya?” Tanya Key memastikan.

“Sudah.”

Setelah memastikan hal tersebut, Key mulai melakukan olah TKP selanjutnya. Jangan sampai dia melewatkan barang bukti yang lainnya.

“Hyung, aku tidak melihat alat yang dipakai pelaku untuk membunuh.” Kata Minho.

“Benar, seharusnya pelaku menggunakan benda tajam untuk membunuh korban.” Analisa Key saat melihat genangan darah.

“Aku akan memeriksanya di luar.” Jjong langsung bergerak tanpa di komando.

Dan yang lainnya langsung kembali melanjutkan olah TKPnya. Sebanyak mungkin data dan barang bukti yang diperoleh maka akan memudahkan mereka untuk mengetahui pelakunya.

Beberapa saat kemudian sekelompok polisi datang.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya seorang yang diduga sebagai kaptennya karena berjalan paling depan. Dia terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan SHINee.

Seluruh member SHINee menghentikan aktivitasnya dan menghampiri sang kapten.

“Siapa kalian?” Tanya sang kapten. Sedangkan anak buahnya langsung melakukan olah TKP.

“Perkenalkan, kami adalah kelompok detektif SHINee.” Kata Onew mewakili member yang lainnya. “Dengan sinar SHINee yang terang, kami akan mengungkap setiap kasus kejahatan.” Onew melanjutkan perkataannya.

“Kapten Jihoon, kami…,”

“Dari mana kamu tahu namaku?” Tanya sang kapten memotong pembicaraan Key.

“Itu…,” Key menunjuk ke arah pin nama yang tertempel di baju kapten Jihoon

“Hahahaha…,” kapten Jihoon hanya tertawa menyadiri kebodohannya. “Apa yang tadi kamu mau sampaikan?”

Kemudian Key menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Termasuk dengan ditemukannya tulisan darah yang dianggap sebagai pesan kematian.

“Tapi kami belum menemukan benda yang dipakai si pelaku untuk melakukan aksinya.” Kata Key mengakhiri ceritanya.

“Ini dia…, baju yang berlumuran darah dan pisau yang digunakan si pelaku. Aku menemukannya di tempat sampah di belakang hotel.” Jjong membawa barang bukti dan menyerahkan ke kapten Jihoon.

“Bagus…, kalian pintar juga ya.” Puji Kapten Jihoon.

“Hehehehe…,” semua member SHINee cengengesan senang.

“Sekarang tinggal mencari pelakunya.” Ujar kapten Jihoon setelah menyerahkan barang bukti pada anak buahnya.

“Kalau menurut kami, ada tida orang yang patut di curigai. Karena mereka melakukan kontak dengan korban pada malam kejadian.” Ujar Key.

“Dari mana kalian tahu?”

“Dari ponsel korban, kami temukan terkeletak di samping korban.” Jawab Jjong.

“Mana ponsel korban!” Pinta kapten Jihoo pada anak buahnya.

Saat kapten Jihoon membuka ponsel tersebut, Key menjelaskan.

“Ada tiga orang yang melakukan kontak dengan korban pada malam kejadian. Pertama adalah Kang Jiwon, dihubungi oleh korban pada jam 21.15. Kemudian jam 21.45 korban mengirim SMS ke Pak Miyoung untuk menyuruh datang ke kamarnya. Dan yang terakhir yaitu, korban mengirim SMS jam 22.05 ke Lee Seungren. Isinya hampir sama dengan SMS sebelumnya yaitu meminta orang yang beranama Lee Seungren itu datang ke kamarnya untuk membicarakan hutangnya.” Key menjelaskan.

“Wah kalian ternyata benar-benar cerdas.” Kapten Jihoon kembali memuji. “Tolong kalian panggil ketiga orang ini, dan minta pada pihak hotel untuk menyediakan satu kamar buat introgasi.” Perintah Kapten Jihoon pada anak buahnya.

“Mendingan pake kamar kami aja. Tapi kami akan bereskan dulu.” Minho mengusulkan.

Key sempat mau protes, namun kode mata Minho membuatnya tahu rencana Minho. Member yang lainnya juga menyadarinya.

“Kamar kalian dimana?”

“Itu… dua kamar dari sini.” Jawab Taemin.

Minho langsung menuju ke kamarnya untuk membereskan semuanya. Taemin juga ikut mau mengambil Netbooknya, untuk menganalisa foto yang tadi diambilnya.

Tidak diperlukan waktu yang lama bagi pihak kepolisian untuk mengumpulkan ketiga tersangka karena mereka kebetulan berada di hotel yang sama. Mereka di kumpulkan di depan kamar yang menjadi TKP, kebetulan disana terdapat semacam ruang tunggu. Sedangkan para Member SHINee menunggu di ujung lorong yang sering digunakan sebagai ruang tunggu.

“Nih pakai,” Minho memberikan sejenis earphone pada Jjong, Taemin, Key dan Onew. “Alat sadap telah aku pasang di bawah meja, jadi kita bisa mendengar hasil interogasi.”

“Bagus,” Key memuji kerja Minho.

Sebelum interogasi dimulai, Taemin berusaha memindahkan gambar yang diambilnya ke netbook. Key, Jjong, Onew dan Minho ikut memerhatikan dengan seksama.

“Aku Punya data tambahan,” Ujar Onew. “Korban bernama Park Jisoon, dia adalah manajer sebuah perusahaan EO. Keberadaan dia disini yaitu mengadakan meeting dengan karyawan lainnya, termasuk dengan ketiga tersangka.”

“Darimana Hyung tahu?Interogasinya kan belum dimulai.” Taemin agak sedikit terkejut.

“Ada dong…. hehehe. Tanya sama pihak resepsionis. Aku bilang disuruh oleh kapten Jihoon.” Onew menyeringai.

“Taemin-ah coba lihat foto yang itu. Foto dying message.” Pinta Jjong.

“Ini kok mirip dengan angka ya, 3012. Artinya apa? Kok nggak memiliki pola sama sekali. Kalau diubah ke huruf 3=C, 0=kosong, 1=A dan 2=B, jadinya C-AB. Apa maksudnya?” Key bergumam sendiri.

“Kalo dibaca sebagai huruf gimana, mungkin yang depan itu adalah huruf B tapi si korban menulisnya tidak lengkap. Jadi di baca BOIZ, Boiz? Tapi ketiga tersangka tidak ada yang bernama BOIZ.” Onew ikut mengeluarkan analisanya.

“Atau ini nomer kamar yaitu B012?” Ujar Minho.

“Bisa aja, tapi untuk hotel ini seharusnya ditulis B-12 bukan B012, lihat kamar kita F-15. Tapi penghuni kamar B-12 harus kita cari tahu siapa dia.” Kata Jjong.

“Hyung, kok aku melihatnya 30/2 ya. Kalau tanggal itu nggak mungkin, kan nggak ada tanggal 30 di bulan februari. Tapi kalo angka 30 dibagi dengan 2 hasilnya 15, apa artinya? Kok makin membingungkan.” Taemin menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak gatal.

“Kita harus mencari semua kemungkinan itu setelah kita mendengarkan hasil interogasi terlebih dahulu.” Ujar Key.

“Gambarnya di lanjut!” pinta Jjong.

Taemin pun kembali melanjutkan Fotonya. Tempat TKP kembali terbayang di benak mereka.

“Sebentar,” ujar Minho membut Taemin menghentikan fotonya. “Bukannya tadi Onew Hyung bilang korbannya bernama Jisoon, tapi di ballpoin itu kok namanya Jesoo.” Minho menunjuk ke arah bolpen yang ada di atas meja.

“Coba diperbesar!” Pinta Onew.

Yang lainnya terlihat kaget karena nama Jesoo. Mereka seakan tidak bercaya dengan apa yang dilihatnya.

“Nama korban Jisoon bukan Jesoo. Dan tidak ada nama Jesoo dalam posnel korban yang dihubungi pada malam kejadian. Jadi, ini bolpen siapa? Apakah ada tersangka lain selain ketiga orang itu.” Onew berusaha menggabungkan semua data yang ada.

“Masih membingungkan,” Ujar Jjong.

“Lajut!” pinta Key.

Taemin berhenti pada gambar bercak darah di sekitar korban

“Sebentar, darah ini kok rusak. Kamu yang menginjak ya Taemin-ah?” tanya Key.

“Anio…, enggak mungkin aku merusak TKP. Aku kapok, aku tak akan mengulangi kejadian yang dulu.” Ujar Taemin.

“kamu takut dimarahin lagi ya. Padahal wajahmu kalo sedang kena marah lucu loh.” Minho mengoda Taemin, membuat yang lainnya tertawa.

Tiba-tiba di earphone yang dipakai di telinga masing-masing member SHINee terdengar suara Kapten Jihoon mulai menginterogasi. Suara Kapten Jihoon terlihat begitu tegas dan cekatan, padahal sebelumnya terlihat begitu bodoh.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengintrogasi sekitar lima belas menit masing-masing orang. Mereka ditanya hunbungan dengan korban dan juga ditanyakan tentang hubungan tersangka yang lainnya dengan korban.

Akhirnya member SHINee mengambil keputusan, sedasarkan hasil interogasi, para tersangka tidak memiliki alibi yang kuat. Karena mereka mengaku berada di dalam kamar saat malam kejadian, kecuali saat mereka ke kamar korban.

Tersangka pertama, Kang Jiwon dia berada di dalam kamarnya kecuali saat dipanggil ke kamar Park Jisoon sekitar jam 21.15-21.20. Dia mengaku balik lagi ke kamarnya karena saat tiba di kamar korban pintunya terkunci. Korban kemungkinan tidak ada di kamarnya.  Kan Jiwon adalah staf bagian keuangan. Namun diketahui dari Park Miyoung, kalau Kang Jiwon sering dimarahi oleh korban. Jadi bisa aja itu dijadikan motif untuk membunuh korban.

Tersangka kedua, Park Miyoung mengaku selalu berada dikamar kecuali saat menuju ke kamar park Jisoon sekita jam 21.45-21.55. Dia mengaku tidak sempat mengetuk pintunya karena dia memutuskan untuk tidak menemuinya. Dia mengatakan kalo Park Jisoon sebelumnya tidak pernah mengirim SMS padanya, dia biasanya langsung di telepon. Park Miyoung adalah bekas pacar korban dan juga sekretarisnya. Sakit hati karena diputuskan bisa jadi motif untuk menghabisi nyawa korban.

Tersangka ketiga, Lee Seungren mengaku ada di kamar sampai SMS dari Park Jisoon masuk. Namun saat dia datang kekamarnya, Pak Jisoon tidak membukakan pintunya sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Lee Seungren adalah teman korban sekaligus bawahannya, dia memiliki hutang yang lumayan banyak. Dan Jisoon selalu menagihnya. Motifnya cukup untuk membunuh korban.

“Ternyata ketiga tersangka memiliki motif yang cukup untuk membunuh korban dan juga alibi mereka tidak kuat.” Ujar Taemin.

“Tapi ada yang masih mengganjal di otakku yaitu Jesoo. Mungkin Park Miyuong tahu nama itu, dia kan bekas pacar korban. Siapa tahu nama di ballpoin itu nama dia sebagai panggilan sayang.” Ujar key.

“Mungkin,” Jjong berusaha meyakinkan Key.

“Taemin-ah kamu ikut aku!” Pinta Key.

Kemudian Key dan Taemin pergi untuk menemui Park Miyoung. Sedangkan Minho, Jjong dan Onew melanjutkan analisa dari data yang diperolehnya baik itu foto, maupun hasil interogasi barusan.

Untungnya para tersangka masih ditahan untuk tidak pulang sama kapten Jihoon untuk menunggu hasil analisa dari kantor pusat. Sehingga menguntungkan buat kelompok SHINee untuk mencari Informasi yang lebih dari para tersangka.

“Park Minyoung-Ssi, kamu kenal dengan nama Jesoo?” Tanya Key langsung pada intinya.

“Apa? Siapa kalian?” Park Miyoung terlihat terkejut.

“Kami kelompok detektif SHINee yang sedang membantu kapten Jihoon.” Jawab Taemin.

“Ooo…,” Park Miyoung mulai menurunkan intonasinya. “Jesoo…, Jesoo adalah nama yang sering di pakai oleh Jisoon untuk nama aliasnya.”

“Maksud anda?” Key mulai bingung.

“Yah, kalo dia lagi online atau membuat akun di internet dia sering memakai nama itu. Bahkan barang-barang seperti pensil, ballpoin, dan yang lainnya sering ditempelin nama Jesoo sebagai tanda kepemilikannya.”

“O… ternyata nama Jesoo itu nama Jisoon ya. Kok bisa?” Key masih penasaran.

“Nama itu dia ambil dari internet berdasarkan tanggal lahir. Sebetulnya itu diperuntukkan buat orang yang bukan asli korea. Tapi dia malah menyukainya. Dia kan lahirnya tanggal 15 Maret, jadi berdasarkan cara itu dia bernama Jesoo. Begitu.” Park Miyoung mengakhiri penjelasannya.

“Yah, aku pikir itu ballpoin punya si pelaku yang ketinggalan di TKP karena dia terlalu panik.” Key terlihat kecewa.

Akhirnya key memutuskan untuk kembali.

“Sepertinya Park Miyoung itu bukan pelakunya deh. Dia itu baik dan cantik.” Ujar Taemin saat menuju ke tempat Jjong dan yang lainnya.

“Apa? Taemin-ah, kamu jangan sering menilai orang itu dari luarnya. Kamu ingat kasus sebelum ini. Pelakunya adalah seorang gadis remaja yang cantik bahkan teman-temannya bilang dia adalah orang yang baik, namu kenyataannya dialah pelaku pembunuhan berantai di sekolahnya.” Key berusaha memberikan pengertian pada Taemin.

“Benar juga ya.”

“Key, sepertinya tulisan itu benar-benar dying message. Kamar B-12 ternyata dihuni oleh salah satu dari tersangka. Onew hyung barusan menanyakan pada pihak resepsionis.” Ujar Jjong saat Key tiba. Onew mengangguk mantap.

“Terus Jesoo itu nama siapa?” Tanya Minho.

“Jesoo itu nama aliasnya Jisoon yang diperoleh dari internet.” Ujar Key. “Taemin-ah, coba kita lihat lagi foto dying message itu.” Pinta Key.

Kemudian Taemin kembali menampilkan tulisan dari darah itu. Semuanya terihat fokus terhadap tulisan itu.

“Coba kita lihat internet untuk memastikan perkataan Park Miyoung.” Ujar Minho.

“Boleh juga tuh.” Onew setuju.

Akhirnya mereka langsung masuk ke internet dan mecari yang dimaksud.

“Berarti ini….,” Key terlihat menemukan titik terang.

“Bener juga, ini memang dying message yang sempurna.” Kata Jjong.

“Tapi kalo berdasarkan catatan di ponsel korban ini terlihat tidak mungkin.” Taemin berusaha menyelidik.

“Aku tahu… itu bisa di mentahkan dengan gampang.” Kata Onew.

“Terus buktinya apa dong? Kalo kita hanya menuduh tanpa bukti, bisa aja dia menghidar dari tuduhan.” Kata Minho.

“Kalau memang dia pelakunya aku yakin dua barang bukti pasti masih ada dia. Berdasarkan foto dan barang bukti yang aku temukan di tempat sampah di belakang hotel.” Ujar Jjong.

Kemudian keempat namja itu berusaha membahas kasus tersebut lebih dalam dan mencari bukti yang tak bisa di bantah oleh sang pelaku kejahatan. Mereka terlihat tersenyum penuh dengan kebahagiaan. Saatnya kasus untuk diungkap.

“Saatnya sinar SHINee untuk mengungkap kejahatan yang terselubung.” Ucap sang leader, Onew.

>>> TBC >>> Full Version

Bagaimana? Apakah kalian bisa menebaknya? Aku yakin kalian pasti bisa menebaknya…. aku yakin itu. Jangan terlalu serius… Just For FUN OK

Yang ingin aku tanyakan cuma 2. Siapa pelakunya dan buktinya apa?

Banyak bukti kok yang aku sediakan untuk mempermudah pencarian si pelakunya. Semoga berhasil.

HWAITING!!!

40 responses to “Detective SHINee

  1. hoaheeem, baru bangun ni (kemaren tidur jam 5 pagi, eh tadi pagi dink namanya). Baru bangun langsung buka ni website sambil garuk-garuk hidung. Ahahaha, saya tidak menemukan titik cerah.
    Otak saya malah mikir kemana-mana.

    Analisis saya yang tidak menunjukkan titik cerah:
    1. Pertama kali liat tulisan darah thu mata saya bukannya melihat seperti orang kebanyakan, tapi saya otomatis membalik tulisan itu, macam kasus deat massage yang ada di conan pake kalkulator itu lho. ehh, malah nemu tulisan makin ngga jelas. Awalnya saya baca DM sebagai: 3012, jadi kalo tulisannya dibalik jadi ZIOE. Nah lho, zioe apaan? Analysis was terminated immediately.
    2. Yang saya baca tetep bukan 30/2 tapi BOR. Nah lho makin bingung. Kirain senjatanya berupa bor eh ternyata senjatanya pisau –a *garuk-garuk pantat*
    3. Frustasi, saya ngecek di google arti 3012 ehhhh malah nemu official photo SM the Ballad. Jadi pengen beli #plak.

    Akhirnya saya menemukan kejanggalan…
    1. Maksudnya jisoon ditulis jesoo itu ae naon? Kok lahir tanggal 15 maret bisa jadi dipanggil gitu?>>kecurigaan mengalih pada Miyoung.
    2. DM-nya dirusak begitu? Kok bisa bukannya mereka melakukan introgasi di kamar SHINee? >>tambah bingung.
    3. Gini lho, kalo misalnya beneran DM itu adalah sebuah timeline orang yang dateng, otomatis si korban punya alat deteksi waktu misalnya jam (tapi dalam kasus ini ngga dikasi tahu dia pake jam atau ngga) jadi kemungkinan si korban tahu waktu dari hape yang dia pegang. Si pelaku kalo misalnya si pelaku berhasil ketemu korban, pasti si korban masih dalam keadaan memegang hape (saya mengasumsikan mereka segera menuju kamar korban sesaat setelah mereka dihubungin korban via hape-timeline kematiannya ngga dibilang sih), lalu kenapa hapenya dibiarkan tergeletak di dekat mayat?>>kemungkinan pelaku kaget mendengar ketukan pintu dari orang lain dan meninggalkan handphone itu.

    Jadi dugaan kronologi-nya kayak gini: jam 21.15 korban menghubungi Kang Jiwoon (langsung nelpon). Kang Jiwoon yang mungkin terlibat kasus dengan atasannya sehingga terjadi percekcokan di antara mereka (perlu kurang-lebih dari 30 menit) dan berakhir dengan matinya korban dengan luka tajam (ngga tahu di daerah apa). Sementara itu korban sempat menghubungi Miyoung melalui sms (mungkin karena pembicaraannya terlalu serius dengan Jiwoon jadi dia ngga sempet nelpon). Setelah korban tewas, Miyoung yang dikirimi sms tentu saja langsung ke TKP untuk mencari kejelasan, kenapa Jisoon ngsms bukannya nelpon? Merasa ada si Jisoon itu sempat melakukan kontak via sms, Jiwoon yang tadinya sudah membunuh korban merasa alibinya goyah karena bisa dial number terakhir-nya adalah dengannya. Untuk menyamarkan alibi, Jiwoon akhirnya ngsms orang lain melalui hape korban (yaitu Seungren, Jiwoon kan pegawainya Jisoon, jadi dia tahu siapa aja yang punya motif besar untuk membunuh atasannya). Lalu kenapa Jiwoon berinisiatif untuk mengsms Seungren bukan nelpon? Padahal lebih praktis nelpon dan alibinya dengan mudah disamarkan. Itu susah dijelaskan secara logis, kemungkinan hape korban ngga ada pulsanya, makanya dia ngsms Miyoung untuk beliin pulsa? Ahahah *ngaco.

    Lanjut…
    Kenapa hapenya tergeletak? Karena kaget denger suara ketukan pintu. Bisa aja Miyoung di sms di detik-detik dia mau dibunuh dan akhirnya tiba tak lama kemudian. Panik, maka dari itu hapenya di tinggal.

    Barang bukti:
    Dial number>> cuma Jiwoon yang ditelpon yang lain dsms.
    3012 yang ternyata menurut Taeminnie-ku adalah 30/2: jadi 15. Kemungkinan tadi dia sempet ngecek hape dan inget waktu dial dengan pelaku. 21.(15) *btw ni korban repot amat nulis DM, ahhaha, kalo gampang ketebak DM-nya kan bukan DM ya namanya.

    Ahaha, maaf ya yang saya lakukan cuma cuap-cuap hasil imajenasi geje saya. KAyaknya jawaban saya salah de, soalnya silent is the best, bisa aja seungren pelakunya tapi saya ngga nemu barang buktinya😛

    • waaaaahhhh… analisisnya panjang…kekekekeke
      semoga berhasil HWAITING !!!
      (Maaf disini aku masih no komen… takut ada salah ketik… jadi culenya malah bocor)…
      ntar kalo Versi fullnya publis… aku akan bahas disini di tiap komen….
      kayaknya sering bikin FF kayak gini jadi seru….>>>> tapi dipastikan Jihoon jadi bokek…hehehehehehehe

  2. Lee seungren haha analisa ku soalnya si taemin blg 30/2 kalo diliat2 30/2 itukan 15 sedangkan seungren dateng ke kamar korban selama 15 menit kemungkinan DM itu adalah wkt kejadiannya dan B-12 bs berarti kamar yg digunakan seungren, trs motif si korban ke hotel utk membahas tentang hutang bs jadi si seungren itu pelakunya! Yak! Jawaban ku seungren *ini bener g nulisnya?

  3. menurutku ya bang,,
    pembunuhnya Kang Ji won..
    Alasannya:
    1. Dying massage 30/2= 15
    2. Kalo dying massage diputer 90 derajat, mnurtku itu dibaca won
    3. Tggal lahir Jisoon 15 maret
    karena Jiwon satu2nya yg berhubungan dg angka 15 (Jiwon dihubungi pukul 21.15),,
    jadi ea mungkin pembunuhnya Jiwon..

  4. Kang Ji won..Knp?
    Krn semua bukti mengarah padanya..
    1. Cma dia yg ditlp brarti pada saat itu korban masih hidup. Klo yg laen ntu d sms kalo sms blm tentu korban masih hidup.
    2. G tai knp paz pesan kematiannya diliat berkali-kali n dibolak-balik langsung tertuju k kang JiWon

    kronologi kejadian..
    Jm 22.15 korban tlp JiWon dan nyuruh k kamarnya. Trz terjadilah pembunuhan. Untuk mengelabuhi polisi dia kirim sms k yg Laen spy datang..
    Gitu za dech..
    *tp g yakin*

  5. Woy Oppa!!! Aku ngga ikut jawab ya? Boleh kan?? Palaku lagi pusing apa lagi harus menebak giniann!!!

    Aku cuman bisa comment : Aku penasaran ama yang selanjutnya!

    Dah… selesai… Aku dukung ama yang bikin aja ^^ Haa.. Mianhe ngga ikutan udah telat pasti ngga dapet….😛

  6. pelakunya Kang Jiwon
    maksud dari dying message itu adalah 30/2
    artinya bulan 2(Februari), tanggal 30
    kenapa Jiwon?
    coba ikuti saran Minho buka internet utk mencari nama berdasarkan tanggal lahir.
    2 (Februari) = Ji
    tanggal 30 = Won
    walaupun sebenarnya tgl 30/2 itu ga ada. Jisoon cuma ingin menunjukkan nama si pelaku, yaitu Ji Won
    buktinya bercak darah yang terhapus itu..
    pasti masih menempel di sepatu/tubuh pelaku..
    soalnya ojong cuman menemukan pisau sama baju
    mungkin pelaku tidak sadar sudak menginjak darah tersebut.
    untuk memeriksa apakah di tubuh pelaku terdapat bekas darah dapat menggnakan Luminol.
    luminol akan bereaksi jika ada jejak darah, walaupun darahnya sudah dihapus.

    Itu sih analisis ku…
    hohohoho_

  7. Junsu's sweetheart

    Duh, bingung…
    Mungkin gag ea klo jisoon bunuh diri?
    kkekeke
    *gaje bangettt*
    coz mreka gag adda yang masuk kamar kan, saat dipanggil jisoon?!!
    Apa mungkin pelakunya kapten jihoon?!! coz saat bertemu shinee, terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan shinee, truz pas key manggil namanya, seperti kaget githu…
    untuk soal 3012, aku mengira ZIOE. *Makin gaje, kah?!!* udda ah tunggu yg full versionnya z…

  8. “Dengan sinar SHINee yang terang, kami akan mengungkap setiap kasus kejahatan.” <– ngakak kesetanan,, dasar detektif lebeeee!! xD
    hahahahah.. akhirnya jihoon menyadari kebodohannya.. xD *disateoppa*

    jyahhh..
    oppa ini doyan banget ngegantung.. -_______-
    haduh,, ini pelakunya siapa dong??
    ckckck,, ini kayaknya nebaknya agak susah..
    jadi males nebak.. kekekekkk.. xD *dasarmalasmikir*
    aku nunggu jawabannya aja deh di full version.. ._____.
    tapi tadi aku sempat mikir kok oppa,,
    sayangnya otak lagi g nemu pencerahan.. -___-
    mau asal nebak,, takut dibilang sotoy ah~
    soalnya g tau mau pake bukti apa.. =="
    *bilang aja pabo!!*
    yaudah,, lanjutannya cepet ya oppa.. T-T

  9. Mian op baru komen sekarang *padahal bacanya udah dari tadi pagi*

    Aish… Op. Jinjayo cuman segitu bukti2nya?? Menurutku masih kurang banget buat nebak. Atau mungkin emang dasarnya otakku yang belum waras?? Mollayo…
    Aku berusaha baca lagi tapi hasilnya otakku malah mendangkal.

    Tapi setelah ku pikir2 pembunuhnya ada 2 kemungkinan. Antara Lee Seungren sama Kang Jiwon. Sedangkan waktu kematian dipastikan setelah jam 21.15 karena saat jam segitu si korban masih ada kontak dengan kandidat tersangka (Kang Jiwon) melalui telepon.

    Perkiraan ke Seungren. Kronologisnya begini:
    Pelaku dateng ke kamar korban karena mau membicarakan masalah hutang piutang. Mungkin karena hal ini juga si korban manggil Kang Jiwon untuk dateng ke kamarnya. Nah, sebelum melakukan pembunuhan, pintu kamar korban dikunci dulu dari dalem. Makanya pas Jiwon dateng dia ga bisa masuk karena pintunya terkunci dan ngira kalo si korban lagi keluar.
    Terus selesai membunuh dia ngirim sms ke Park Miyoung melalui ponsel korban. Mungkin si tersangka berharap bisa menjadikan Miyoung sebagai kambing hitam dengan alasan hubungannya dulu dengan si korban.
    Terus karena dia mungkin frustasi gara2 ngira Miyoung ga dateng2 *Miyoung kan ga ngetuk pintu kamarnya Jisoon pas dateng terus ngacir lagi entah kemana* dia ngirim sms ke ponselnya sendiri pake ponsel si korban lagi, berharap supaya dia dapet alibi yang kuat.

    Alesan tambahan.
    Jiwon itu alesannya kan karena sering dimarah-marahin. Kalo cuma itu aja alesannya kan dia bisa ngundurin diri dari tempat dia kerja bareng si korban. Terus masalah selesai. Entah kalo ada masalah lain << oppa ga nyeritain.
    Sedangkan Miyoung sendiri karena hubungannya dengan korban dulu. Bisa jadi kalo dia yang mutusin korban, jadi dia ga ada dendam. Apalagi kalo putusnya baik2, semakin mustahil juga bakal ada dendam << ini juga ga diperjelas. Makanya aku ambil kesimpulan kayak gitu karena dia masih tetep kerja sama korban sebagai sekretarisnya. Kalau mereka putus ga baik2 ada kemungkinan korban mecat Miyoung karena benci diputusin atau Miyoungnya yang angkat kaki saking eneknya liat muka korban tiap hari di tempat kerjanya.
    Terakhir Seungren. Sebenernya banyak banget alesan dia buat bunuh korban. Salah satunya karena kedekatan antara korban dengan Miyoung. 'Mungkin' karena dia ga suka liatnya, ada kemungkinan kalo dialah yang bikin Miyoung sama korban putus.
    Alesan lain ya karena hutang itu. Tapi kok sampe repot2 bunuh orang ya, kabur aja kan lebih simpel, lebih aman lagi.

    Persoalan DM.
    Pertama liat itu, aku bacanya BOR. Terus diliatin jadi BON. Sampe2 aku nyari bukti yang mengarah ke Jiwon gara2 BON itu (karena dia staf keuangan gitu). Tapi nyambung2 jadi Seungren lagi gara2 paduan kata KASBON yang ada sangkutannya sama hutang.
    Terus aku utak-atik tuh DM. Ketemu NOM tapi ga ada pikiran ngarah ke siapa.
    Ketemu lagi WON. Ngarah awalnya ke Jiwon lagi gara2 namanya JiWON. Tapi setelah dipikir2 lagi malah ke Seungren gara2 Won itu nama mata uang dan persoalannya balik lagi ke hutang.
    Jadi aku keukeuh milih 'Lee Seungren' sebagai tersangka.

    Dan 1 lagi. Kenapa nama Lee Seungren jadi daftar other cast kedua setelah Kapten Jihoon. Kenapa ga dari korban aja terus ke daftar kandidat tersangka pertama. Atau bisa juga Park Miyoung yang dapet giliran ngomong di setengah episode FF ini.
    Mencurigakan *pandangan mata menyelidik*

    Gimana op??
    Aku rasa analisaku terlalu jauh, terlalu berimajinasi, dan terlalu mengada-ada adanya.
    Pendapatku mengenai FF ini, terlalu mirip sama serial detektif2 itu lho op. Aku jadi ga bisa nebak siapa pelakunya kalo ga muter otak terus semedi dalem bak mandi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s