Detective SHINee (Full Version)

Author : Park Jihoon

Main Cast : SHINee

Other Cast : Kapten Jihoon (Hahaha…Eksis booo), Lee Seungren, Park Miyoung, Kang Jiwon, Park Jisoon (Jesoo)

Genre : Mistery

Length : OneShot

Disclaimer : FF ini adalah murni hasil pemikiranku baik alur cerita, analisa pemecahan kasus, dan yang lainnya. Mungkin ini ada kemiripan dengan Detective conan, DDS dan Novel Detective lainnya karena aku sangat menyukai mereka. FF ini hanya untuk kesenangan semata… ok. JUST FOR FUN.

Note: Tugas Utama

Onew : Leader Detektif SHINee

Key : Olah TKP

Jonghyun : Olah TKP

Minho : Menangani peralatan Detektif, ahli beladiri.

Taemin : Dokumentasi TKP.

Note : Kalimat yang dicetak tebal itu sebetulnya CLUES yang aku sampaikan pada Versi tebak-tebakannya. Ada yang mengetahuinya??? hehehe.

$$$

“Ahhh… akhirnya kita sampai di hotel. Rasanya tubuhku remuk semuanya.” Onew merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.

“Jiaahhhh lebay. Bukannya tadi hyung yang paling nyenyak tidur di bus.” Taemin protes.

“Iya tuh, ngalahin aku aja.” Minho juga ikut berkomentar.

“Kita nggak nyangka ya bisa memenangkan kuis ini. Akhirnya kita bisa bertemu dengan SUJU secara langsung.” Key melihat tiket yang ada di tangannya.

“Iya, tapi aku lebih mengharapkan bisa ketemu dengan F(x).” Jjong menghembuskan nafasnya agak panjang.

“Oke kalau begitu target kita selanjutnya F(x), ayo catat di buku detektif!” Ujar Onew masih rebahan.

“Yaaa… hyung, ini kan bukan kasus pembunuhan, penculikan atau apapun yang layak untuk dibilang sebagai sebuah kasus. Catat aja di buku Onew-hyung.” Key Protes.

Kemudian mereka larut dalam imajinasi masing-masing. Oh ya, mereka berlima bukanlah member dari sebuah boy band, tapi mereka adalah anggota dari sebuah kelompok detektif yang diberi nama SHINee. Mereka telah banyak memecahkan kasus, baik kasus besar seperti pembunuhan berantai hingga kasus kecil seperti pencurian celana dalam.

Tapi kali ini mereka bukan dalam rangka untuk memecahkan sebuah kasus apapun. Mereka mendapatkan tiket gratis dalam acara Fan Meeting dengan SUJU dari sebuah majalah. Yah, SUJU adalah salah satu idola dari kelima detektif SHINee. Jadi mereka bisa bertemu dengan SUJU tidak hanya di acara fan meetingnya tapi juga saat geladi resiknya.

“Taemin-ah, Bateray kamera harus full jangan sampai besok kita cuman dapat foto sedikit.” Key mengingatkan.

“Tapi besok kan masih acara gladi resik, Fan meetingnya masih besok lusa.”

“Target kita kan bukan hanya pas acara fan meetingnya.” Jjong kembali mengingatkan target awalnya..

“Siap Bos,”

“Sekarang mendingan istirhat aja deh. Besok kita bakalan sibuk,” ujar Key.

“Yaahhh, Hyung jangan molor dulu. Beresen tuh barang-barangmu.” Minho membangungkan Onew yang terlanjur molor.

$$$

Keesokan paginya.

“KYYYAAAAAAAAAA….!!!”

Terdengar suara teriakan dari kamar sebelah tempat detektif SHINee menginap. Teriakan itu membuat penghuni hotel gempar dan berkumpul untuk mencari tahu. Tidak terkecuali dengan member detektif SHINee.

Key yang datang duluan ke tempat asal teriakan tersebut menemukan seorang pelayan wanita yang terjatuh di pintu kamar dengan posisi duduk menghadap ke dalam kamar. Ekspresi wajahnya terlihat sangat shock dengan tangan menutupi mulutnya yang ternganga lebar. Wajahnya pucat pasi.

“Ada apa noona?” Tanya Key.

“Itu… itu…,” pelayan itu tidak bisa bicara dengan jelas dan hanya terus menunjukkan tangannya ke dalam kamar hotel.

Key juga tak kalah terkejutnya saat melihat ke dalam kamar. Di sana sesosok mayat laki-laki tergeletak di lantai dengan posisi tertelungkup. Darah menggenang di sekitar mayat yang mulai mengering. Sedangkan bercak darah juga tersebar di sekitar mayat.

“Ini pembunuhan.” Gumam Key.

“Ada apa hyung?” Tanya Taemin yang baru datang.

Minho, Jjong dan Onew juga berada di belakang Taemin. Menunggu jawaban Key.

“Pembunuhan.” Jawab Key lirih.

Kemudian Minho, Taemin, Jjong dan Onew mengarahkan pandangannya ke dalam kamar tersebut. Mereka berempat terlihat kaget meskipun mereka telah biasa dengan pemandangan seperti itu, bahkan terkadang lebih sadis.

Tiba-tiba penghuni hotel dan pelayan hotel yang lainnya berdatangan. Mereka juga penasaran saat mendengar teriakan pelayan yang masih shock  di lantai itu.

“Maaf semuanya tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar.” Onew langsung mengamankan daerah TKP.

“Ini pakai sarung tangan,” Minho langsung memberikan sarung tangan yang sering digunakan untuk olah TKP.

“Hyung, tolong panggil polisi.” Pinta Key pada salah satu pelayan namja sambil memasang sarung tangannya.

Tanpa menunggu kedatangan polisi, Kelompok Detektif SHINee mulai bertindak. Onew memastikan tidak ada orang yang masuk ke dalam kamar, supaya TKP Tidak rusak. Jjong, Minho dan Key mulai melakukan olah TKP. Sedangkan Taemin langsung beraksi dengan kameranya, mengambil foto TKP mulai dari kondisi mayat dan kondisi ruangan sedetail mungkin.

“Kemungkinan pembunuhan ini dilakukan tadi malam.” Ujar Minho saat melihat darah yang belum mengering sempurna.

“Key, ponsel ini mungkin punya korban.” Jjong menyerahkan ponsel yang ditemukan di dekat mayat.

Key kemudian membuka ponsel tersebut dan melihat panggilan serta pesan yang keluar-masuk kemaren malam.  Dengan cekatan, Key mulai menulis nama, waktu dan isi pesan yang ada di dalam ponsel itu.

“Hyung…! sepertinya ada yang aneh di sini.” Taemin menunjuk ke arah tangan korban.

Taemin tidak berani memegang mayat karena hanya dia yang tidak mengenakan sarung tangan. Minho langsung menghampiri Taemin.

“Dimana?” Minho berjongkok di dekat mayat.

“Di bawah tangan ini hyung.”

Kemudian Minho mulai mengangkat tangan korban dengan hati-hati. Jasad korban yang mulai mengeras membuat Minho sedikit sulit untuk menggesernya.

“Apa ini? Jangan-jangan…,” Minho terlihat kaget dengan apa yang dilihatnya.

Di bawah tangan mayat tersebut tertulis sebuah tulisan yang berusaha dilindungi oleh korban dari pelaku dengan tangannya. Tulisan itu terbuat dari darah korban.

“Dying message atau pesan kematian.” Ujar Taemin.

Taemin langsung mengambil foto tulisan darah tersebut. Jjong dan Key yang mendengar kata pesan kematian, langsung menghampiri Taemin dan Minho.

“Apa ini?” Tanya Jjong.

“Mungkin pesan kematian, bisa aja nama pelaku.” Ujar Minho.

“Tapi ini lebih mirip sebuah angka dibandingkan dengan sebuah nama.” Jjong mulai meneliti tulisan dari darah tersebut.

“Taemin-ah, kamu sudah mengambil gambarnya?” Tanya Key memastikan.

“Sudah.”

Setelah memastikan hal tersebut, Key mulai melakukan olah TKP selanjutnya. Jangan sampai dia melewatkan barang bukti yang lainnya.

“Hyung, aku tidak melihat alat yang dipakai pelaku untuk membunuh.” Kata Minho.

“Benar, seharusnya pelaku menggunakan benda tajam untuk membunuh korban.” Analisa Key saat melihat genangan darah.

“Aku akan memeriksanya di luar.” Jjong langsung bergerak tanpa di komando.

Dan yang lainnya langsung kembali melanjutkan olah TKPnya. Sebanyak mungkin data dan barang bukti yang diperoleh maka akan memudahkan mereka untuk mengetahui pelakunya.

Beberapa saat kemudian sekelompok polisi datang.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya seorang yang diduga sebagai kaptennya karena berjalan paling depan. Dia terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan SHINee.

Seluruh member SHINee menghentikan aktivitasnya dan menghampiri sang kapten.

“Siapa kalian?” Tanya sang kapten. Sedangkan anak buahnya langsung melakukan olah TKP.

“Perkenalkan, kami adalah kelompok detektif SHINee.” Kata Onew mewakili member yang lainnya. “Dengan sinar SHINee yang terang, kami akan mengungkap setiap kasus kejahatan.” Onew melanjutkan perkataannya.

“Kapten Jihoon, kami…,”

“Dari mana kamu tahu namaku?” Tanya sang kapten memotong pembicaraan Key.

“Itu…,” Key menunjuk ke arah pin nama yang tertempel di baju kapten Jihoon

“Hahahaha…,” kapten Jihoon hanya tertawa menyadiri kebodohannya. “Apa yang tadi kamu mau sampaikan?”

Kemudian Key menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Termasuk dengan ditemukannya tulisan darah yang dianggap sebagai pesan kematian.

“Tapi kami belum menemukan benda yang dipakai si pelaku untuk melakukan aksinya.” Kata Key mengakhiri ceritanya.

“Ini dia…, baju yang berlumuran darah dan pisau yang digunakan si pelaku. Aku menemukannya di tempat sampah di belakang hotel.” Jjong membawa barang bukti dan menyerahkan ke kapten Jihoon.

“Bagus…, kalian pintar juga ya.” Puji Kapten Jihoon.

“Hehehehe…,” semua member SHINee cengengesan senang.

“Sekarang tinggal mencari pelakunya.” Ujar kapten Jihoon setelah menyerahkan barang bukti pada anak buahnya.

“Kalau menurut kami, ada tida orang yang patut di curigai. Karena mereka melakukan kontak dengan korban pada malam kejadian.” Ujar Key.

“Dari mana kalian tahu?”

“Dari ponsel korban, kami temukan terkeletak di samping korban.” Jawab Jjong.

“Mana ponsel korban!” Pinta kapten Jihoo pada anak buahnya.

Saat kapten Jihoon membuka ponsel tersebut, Key menjelaskan.

“Ada tiga orang yang melakukan kontak dengan korban pada malam kejadian. Pertama adalah Kang Jiwon, dihubungi oleh korban pada jam 21.15. Kemudian jam 21.45 korban mengirim SMS ke Pak Miyoung untuk menyuruh datang ke kamarnya. Dan yang terakhir yaitu, korban mengirim SMS jam 22.05 ke Lee Seungren. Isinya hampir sama dengan SMS sebelumnya yaitu meminta orang yang beranama Lee Seungren itu datang ke kamarnya untuk membicarakan hutangnya.” Key menjelaskan.

“Wah kalian ternyata benar-benar cerdas.” Kapten Jihoon kembali memuji. “Tolong kalian panggil ketiga orang ini, dan minta pada pihak hotel untuk menyediakan satu kamar buat introgasi.” Perintah Kapten Jihoon pada anak buahnya.

“Mendingan pake kamar kami aja. Tapi kami akan bereskan dulu.” Minho mengusulkan.

Key sempat mau protes, namun kode mata Minho membuatnya tahu rencana Minho. Member yang lainnya juga menyadarinya.

“Kamar kalian dimana?”

“Itu… dua kamar dari sini.” Jawab Taemin.

Minho langsung menuju ke kamarnya untuk membereskan semuanya. Taemin juga ikut mau mengambil Netbooknya, untuk menganalisa foto yang tadi diambilnya.

Tidak diperlukan waktu yang lama bagi pihak kepolisian untuk mengumpulkan ketiga tersangka karena mereka kebetulan berada di hotel yang sama. Mereka di kumpulkan di depan kamar yang menjadi TKP, kebetulan disana terdapat semacam ruang tunggu. Sedangkan para Member SHINee menunggu di ujung lorong yang sering digunakan sebagai ruang tunggu.

“Nih pakai,” Minho memberikan sejenis earphone pada Jjong, Taemin, Key dan Onew. “Alat sadap telah aku pasang di bawah meja, jadi kita bisa mendengar hasil interogasi.”

“Bagus,” Key memuji kerja Minho.

Sebelum interogasi dimulai, Taemin berusaha memindahkan gambar yang diambilnya ke netbook. Key, Jjong, Onew dan Minho ikut memerhatikan dengan seksama.

“Aku Punya data tambahan,” Ujar Onew. “Korban bernama Park Jisoon, dia adalah manajer sebuah perusahaan EO. Keberadaan dia disini yaitu mengadakan meeting dengan karyawan lainnya, termasuk dengan ketiga tersangka.”

“Darimana Hyung tahu?Interogasinya kan belum dimulai.” Taemin agak sedikit terkejut.

“Ada dong…. hehehe. Tanya sama pihak resepsionis. Aku bilang disuruh oleh kapten Jihoon.” Onew menyeringai.

“Taemin-ah coba lihat foto yang itu. Foto dying message.” Pinta Jjong.

“Ini kok mirip dengan angka ya, 3012. Artinya apa? Kok nggak memiliki pola sama sekali. Kalau diubah ke huruf 3=C, 0=kosong, 1=A dan 2=B, jadinya C-AB. Apa maksudnya?” Key bergumam sendiri.

“Kalo dibaca sebagai huruf gimana, mungkin yang depan itu adalah huruf B tapi si korban menulisnya tidak lengkap. Jadi di baca BOIZ, Boiz? Tapi ketiga tersangka tidak ada yang bernama BOIZ.” Onew ikut mengeluarkan analisanya.

“Atau ini nomer kamar yaitu B012?” Ujar Minho.

“Bisa aja, tapi untuk hotel ini seharusnya ditulis B-12 bukan B012, lihat kamar kita F-15. Tapi penghuni kamar B-12 harus kita cari tahu siapa dia.” Kata Jjong.

“Hyung, kok aku melihatnya 30/2 ya. Kalau tanggal itu nggak mungkin, kan nggak ada tanggal 30 di bulan februari. Tapi kalo angka 30 dibagi dengan 2 hasilnya 15, apa artinya? Kok makin membingungkan.” Taemin menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak gatal.

“Kita harus mencari semua kemungkinan itu setelah kita mendengarkan hasil interogasi terlebih dahulu.” Ujar Key.

“Gambarnya di lanjut!” pinta Jjong.

Taemin pun kembali melanjutkan Fotonya. Tempat TKP kembali terbayang di benak mereka.

“Sebentar,” ujar Minho membut Taemin menghentikan fotonya. “Bukannya tadi Onew Hyung bilang korbannya bernama Jisoon, tapi di ballpoin itu kok namanya Jesoo.” Minho menunjuk ke arah bolpen yang ada di atas meja.

“Coba diperbesar!” Pinta Onew.

Yang lainnya terlihat kaget karena nama Jesoo. Mereka seakan tidak bercaya dengan apa yang dilihatnya.

“Nama korban Jisoon bukan Jesoo. Dan tidak ada nama Jesoo dalam posnel korban yang dihubungi pada malam kejadian. Jadi, ini bolpen siapa? Apakah ada tersangka lain selain ketiga orang itu.” Onew berusaha menggabungkan semua data yang ada.

“Masih membingungkan,” Ujar Jjong.

“Lajut!” pinta Key.

Taemin berhenti pada gambar bercak darah di sekitar korban

Sebentar, darah ini kok rusak. Kamu yang menginjak ya Taemin-ah?” tanya Key.

“Anio…, enggak mungkin aku merusak TKP. Aku kapok, aku tak akan mengulangi kejadian yang dulu.” Ujar Taemin.

“kamu takut dimarahin lagi ya. Padahal wajahmu kalo sedang kena marah lucu loh.” Minho mengoda Taemin, membuat yang lainnya tertawa.

Tiba-tiba di earphone yang dipakai di telinga masing-masing member SHINee terdengar suara Kapten Jihoon mulai menginterogasi. Suara Kapten Jihoon terlihat begitu tegas dan cekatan, padahal sebelumnya terlihat begitu bodoh.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengintrogasi sekitar lima belas menit masing-masing orang. Mereka ditanya hunbungan dengan korban dan juga ditanyakan tentang hubungan tersangka yang lainnya dengan korban.

Akhirnya member SHINee mengambil keputusan, sedasarkan hasil interogasi, para tersangka tidak memiliki alibi yang kuat. Karena mereka mengaku berada di dalam kamar saat malam kejadian, kecuali saat mereka ke kamar korban.

Tersangka pertama, Kang Jiwon dia berada di dalam kamarnya kecuali saat dipanggil ke kamar Park Jisoon sekitar jam 21.15-21.20. Dia mengaku balik lagi ke kamarnya karena saat tiba di kamar korban pintunya terkunci. Korban kemungkinan tidak ada di kamarnya.  Kan Jiwon adalah staf bagian keuangan. Namun diketahui dari Park Miyoung, kalau Kang Jiwon sering dimarahi oleh korban. Jadi bisa aja itu dijadikan motif untuk membunuh korban.

Tersangka kedua, Park Miyoung mengaku selalu berada dikamar kecuali saat menuju ke kamar park Jisoon sekita jam 21.45-21.55. Dia mengaku tidak sempat mengetuk pintunya karena dia memutuskan untuk tidak menemuinya. Dia mengatakan kalo Park Jisoon sebelumnya tidak pernah mengirim SMS padanya, dia biasanya langsung di telepon. Park Miyoung adalah bekas pacar korban dan juga sekretarisnya. Sakit hati karena diputuskan bisa jadi motif untuk menghabisi nyawa korban.

Tersangka ketiga, Lee Seungren mengaku ada di kamar sampai SMS dari Park Jisoon masuk. Namun saat dia datang kekamarnya, Pak Jisoon tidak membukakan pintunya sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Lee Seungren adalah teman korban sekaligus bawahannya, dia memiliki hutang yang lumayan banyak. Dan Jisoon selalu menagihnya. Motifnya cukup untuk membunuh korban.

“Ternyata ketiga tersangka memiliki motif yang cukup untuk membunuh korban dan juga alibi mereka tidak kuat.” Ujar Taemin.

“Tapi ada yang masih mengganjal di otakku yaitu Jesoo. Mungkin Park Miyuong tahu nama itu, dia kan bekas pacar korban. Siapa tahu nama di ballpoin itu nama dia sebagai panggilan sayang.” Ujar key.

“Mungkin,” Jjong berusaha meyakinkan Key.

“Taemin-ah kamu ikut aku!” Pinta Key.

Kemudian Key dan Taemin pergi untuk menemui Park Miyoung. Sedangkan Minho, Jjong dan Onew melanjutkan analisa dari data yang diperolehnya baik itu foto, maupun hasil interogasi barusan.

Untungnya para tersangka masih ditahan untuk tidak pulang sama kapten Jihoon untuk menunggu hasil analisa dari kantor pusat. Sehingga menguntungkan buat kelompok SHINee untuk mencari Informasi yang lebih dari para tersangka.

“Park Minyoung-Ssi, kamu kenal dengan nama Jesoo?” Tanya Key langsung pada intinya.

“Apa? Siapa kalian?” Park Miyoung terlihat terkejut.

“Kami kelompok detektif SHINee yang sedang membantu kapten Jihoon.” Jawab Taemin.

“Ooo…,” Park Miyoung mulai menurunkan intonasinya. “Jesoo…, Jesoo adalah nama yang sering di pakai oleh Jisoon untuk nama aliasnya.”

“Maksud anda?” Key mulai bingung.

“Yah, kalo dia lagi online atau membuat akun di internet dia sering memakai nama itu. Bahkan barang-barang seperti pensil, ballpoin, dan yang lainnya sering ditempelin nama Jesoo sebagai tanda kepemilikannya.”

“O… ternyata nama Jesoo itu nama Jisoon ya. Kok bisa?” Key masih penasaran.

“Nama itu dia ambil dari internet berdasarkan tanggal lahir. Sebetulnya itu diperuntukkan buat orang yang bukan asli korea. Tapi dia malah menyukainya. Dia kan lahirnya tanggal 15 Maret, jadi berdasarkan cara itu dia bernama Jesoo. Begitu.” Park Miyoung mengakhiri penjelasannya.

“Yah, aku pikir itu ballpoin punya si pelaku yang ketinggalan di TKP karena dia terlalu panik.” Key terlihat kecewa.

Akhirnya key memutuskan untuk kembali.

“Sepertinya Park Miyoung itu bukan pelakunya deh. Dia itu baik dan cantik.” Ujar Taemin saat menuju ke tempat Jjong dan yang lainnya.

“Apa? Taemin-ah, kamu jangan sering menilai orang itu dari luarnya. Kamu ingat kasus sebelum ini. Pelakunya adalah seorang gadis remaja yang cantik bahkan teman-temannya bilang dia adalah orang yang baik, namu kenyataannya dialah pelaku pembunuhan berantai di sekolahnya.” Key berusaha memberikan pengertian pada Taemin.

“Benar juga ya.”

“Key, sepertinya tulisan itu benar-benar dying message. Kamar B-12 ternyata dihuni oleh salah satu dari tersangka. Onew hyung barusan menanyakan pada pihak resepsionis.” Ujar Jjong saat Key tiba. Onew mengangguk mantap.

“Terus Jesoo itu nama siapa?” Tanya Minho.

“Jesoo itu nama aliasnya Jisoon yang diperoleh dari internet.” Ujar Key. “Taemin-ah, coba kita lihat lagi foto dying message itu.” Pinta Key.

Kemudian Taemin kembali menampilkan tulisan dari darah itu. Semuanya terihat fokus terhadap tulisan itu.

Coba kita lihat internet untuk memastikan perkataan Park Miyoung.” Ujar Minho.

“Boleh juga tuh.” Onew setuju.

Akhirnya mereka langsung masuk ke internet dan mecari yang dimaksud.

“Berarti ini….,” Key terlihat menemukan titik terang.

“Bener juga, ini memang dying message yang sempurna.” Kata Jjong.

“Tapi kalo berdasarkan catatan di ponsel korban ini terlihat tidak mungkin.” Taemin berusaha menyelidik.

“Aku tahu… itu bisa di mentahkan dengan gampang.” Kata Onew.

“Terus buktinya apa dong? Kalo kita hanya menuduh tanpa bukti, bisa aja dia menghidar dari tuduhan.” Kata Minho.

“Kalau memang dia pelakunya aku yakin dua barang bukti pasti masih ada dia. Berdasarkan foto dan barang bukti yang aku temukan di tempat sampah di belakang hotel.” Ujar Jjong.

Kemudian keempat namja itu berusaha membahas kasus tersebut lebih dalam dan mencari bukti yang tak bisa di bantah oleh sang pelaku kejahatan. Mereka terlihat tersenyum penuh dengan kebahagiaan. Saatnya kasus untuk diungkap.

“Saatnya sinar SHINee untuk mengungkap kejahatan yang terselubung.” Ucap sang leader, Onew.

>>> Lanjutannya<<<

Akhirnya kelompok detektif SHINee menemui Kapten Jihoon dan mengatakan kalau mereka telah berhasil memecahkan kasusnya. Kapten Jihoon terlihat kaget dengan apa yang didengarnya, namun di hatinya ada semacam rasa kagum pada kelima namja yang berada di depannya.

“Baiklah akan aku kumpulkan semua tersangka.” Ujar kapten Jihoon.

Beberapa saat kemudian ketiga tersangka akhirnya dikumpulkan di TKP. Kapten Jihoon terlihat cemas, mungkin takut analisa dari kelima namja itu meleset. Sedangkan anak buahnya berada di belakangnya, ikut mengawasi.

Onew memulai aksi kelompok Detektif SHINee

“Saat kami mulai melakukan olah TKP, kami menemukan ponsel korban tergeletak di dekat tangan korban. Kami pikir hal itu sedikit aneh, karena si pelaku tidak merasa terancam dengan keberadaan ponsel itu sehingga kami sempat berpikir apakah ponsel ini memang disediakan oleh pelaku untuk menggiring analisa kita dan menjauhkan si pelaku dari tuduhan. Dan saat kami berpikir seperti itu, titik terang mulai terungkap. Bahkan hal tersebut menuju pada orang pertama yang dihubungi sebagai tersangka yaitu Kang Jiwon.” Onew menunjukkan jarinya pada sosok Kang Jiwon yang duduk di kursi.

“Apa? Kamu jangan mengarang cerita.” Kang Jiwon terkejut mendengar penjelasan Onew. “Bagaimana dengan SMS yang dikirim setelahnya? Bukankah hal itu menunjukkan kalo Park Jisoon masih hidup?”

“SMS? Siapa yang disini bilang kalo korban menghubungi dua orang setelah anda melalui SMS. Saat interogasi pun pihak polisi tidak menyebutkan SMS.” Ujar Onew.

Kang Jiwon terlihat terkejut setengah mati. Kapten Jihoon pun tak kalah terkejutnya, dari mana mereka bisa mengetahui hasil interogasi.

“Jawaban tadi menyebutkan bahwa andalah pelakunya. Anda membunuh korban, dan untuk menutupi hal tersebut anda menghubungi kedua orang lainnya melalui SMS untuk menunjukkan bahwa Park Jisoon masih hidup. Namun anda mengirim SMS pada orang yang salah karena Park Miyoung tidak pernah menerima SMS dari park Jisoon sebelumnya dan hal itu menimbulkan kecurigaan pada kami. Jangan-jangan pada saat itu yang mengirim SMS pada Park Miyoung adalah si pelaku.”

“Jangan mengarang yang bukan-bukan.” Kang Jiwon mulai emosi.

“Selain itu,” ujar Key. “Dying message yang ada di TKP juga menunjukkan kalau andalah pelakunya. Sebelumnya kami cukup bingung dengan dying message tersebut karena tersusun dari angka yang acak. Kami pikir hal itu adalah sebuah nomer kamar B-12 yang dihuni oleh Park Miyoung. Tapi setalah kami mengetahui kalau nama alias Jisoon adalah Jesoo yang diperoleh dari internet dengan kombinasi tanggal lahir. Akhirnya kami mencarinya di internet dan mendapatkan dying message itu diterjemahkan sebagai 30/2 atau 30 februari dan kalau diterjemahkan ke dalam nama maka nama Jiwon yang muncul. Tanggal 30 = Won dan bulan 2 = Ji, jadi kalau dirangkai menjadi Jiwon yaitu nama anda.”

“KALIAN JANGAN COBA MENGARANG CERITA. EMANG KALIAN PUNYA BUKTI.” Emosi Kang Jiwon mulai memuncak.

“Ada.” Ujar Jjong. “Saat kami menemukan baju pelaku yang berlumuran darah dan pisau yang digunakan untuk membunuh korban, kemungkinan saat itu pelaku keluar dari kamar korban dengan menggunakan baju korban. Tidak mungkin si pelaku keluar kamar dengan baju yang berlumuran darah. Dan baju itu tidak aku temukan dimanapun. Aku yakin kalau baju itu masih ada di dalam kamar anda. Untuk mengeceknya Park Minyoung-Ssi bisa dijadikan saksi karena dia mantan pacar dari korban.”

“KALIAN PASTI SUDAH BERSEKONGKOL INGIN MENJEBAKKU.” Kang Jiwon mulai bertingkah, namun polisi segera menenangkannya.

“Kalau anda masih mau mengelak,” Taemin memulai aksinya. “Saat di TKP kami menemukan bercak darah yang rusak karena diinjak oleh seseorang sampai Key-hyung sempat menuduhku yang merusaknya. Padahal sebelum itu tidak ada orang yang masuk ke dalam kamar korban. Berarti itu adalah bekas diinjak oleh si pelaku sendiri. Jadi kalau diperiksa sepatu anda, aku yakin masih ada bekas darah korban di sana. Meskipun terhapus, tapi masih bisa di deteksi dengan reaksi luminol.”

“Ini aku menemukan baju di tempat sampah di dalam kamarnya.” Minho tadi langsung keluar untuk mencari bukti yang diutarakan oleh Jjong.

“Iya itu baju kesayangan Jisoon,” ujar Park Miyoung.

Kang Jiwon tak berkutik. Dia tertunduk lemas.

“Dia…, dia telah memaksaku untuk menggelapkan uang perusahaan selama bertahun-tahun. Dan hal itu membuatku tertekan. Aku ingin berhenti dari perusahaan ini dan mencari pekerjaan lain, tapi dia malah berkata akan melaporkanku pada polisi. Dia terus memaksaku untuk melakukan kejahatan. Selama ada dia aku tidak bisa berhenti dari pekerjaan ini.” Akhirnya Kang Jiwon mengakui kejahatannya.

Kang Jiwon langsung di bawa oleh anak buah Kapten Jihoon. Semua member SHINee terlihat bahagia karena telah mengungkap suatu kejahatan. Kapten Jihoon terlihat bangga pada mereka.

“Kalian memang luar biasa. Ini kalo kalian butuh bantuanku, jangan sungkan-sungkan.” Kapten Jihoon menyerahkan kartu namanya.

“Gamsahamnida,” Ucap semua member SHINee kompak.

Kapten Jihoon kemudian pamit undur diri. Dan TKP mulai dibersihkan

“Hyung…, kayaknya ada yang kita lupakan?” Taemin berusaha mengingat sesuatu.

“Apa?” Tanya Key.

“SUJU…!!!” Ujar Minho. Dan membuat yang lainnya tak kalah kagetnya.

Akhirnya mereka lari dengan kecepatan penuh menuju tempat geladi resik buat fan meeting keesokan harinya.

“Sialan kenapa kasus selalu muncul disaat yang tidak tepat,”gerutu Onew.

End

Siapa yang menebak pelaku dan buktinya dengan benar???

Nama pemenangnya akan aku umumkan maksimal jam 12.oo WIB Oke!!!

SELAMAT!!!!!! / CHUKKAE…!!!!

123 responses to “Detective SHINee (Full Version)

  1. aku bingung nihh. 30 februari? emang ada bulan februari smpe tgl 30 -___-
    aku kira 30 desmber wkkekeke.
    jadi melesat deh perkiraannya.

  2. garagara liatin jawaban yg di kuis aku jadi nyangkut kesini..
    baru baca eh.. wah, oppa bakat yaa bikin ff detektif kaya gini..
    haha..
    tapi clue’a gak biasa.. unsur korea banget, jadinya rada susah ditebak org biasa..

  3. Waahh,,
    bener” tak terduga,,
    hebaatt FF nya,,🙂

  4. Keyeeeeeennn, selain somplak
    om jihoon ahjussi juga jago biki FF genre lainnya😀

  5. wahh… seru dan luar biasa, aku kra bklan ngebahas kalau SHINee itu sbgai artis tp mlh detektiff,, wakwak..tp bagus lh… SHINee Hwaiting…
    buat author chukae…….

  6. Wow fantastic,, amazing #lebay
    crtax bgus bgt.. Ak suka, ak prtma x ngira mantanx it pelakux, eh tp mlh slah.
    Oh iy Jihoon namja kan??
    Keep writting oppa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s