Maniak Ayam Vs Juragan Ayam

Author : Park Jihoon

Main Cast : Se7en, Onew

Other Cast : SHINee, BigBang (TOP, Seungri, G-Dragon, Taeyang, Daesung) , 2NE1 (CL, Park Bom, Minzi dan Sandara Park)

Genre : Komedi

Lenght : OneShot

Selamat Membaca…

$$$

Di dorm SHINee.

Matahari telah lama terbenam di ufuk barat dan kegelapan telah menyelimuti kota Seoul. Namun  aktivitas para penduduknya tak terpengaruh sedikitpun. Para anggota SHINee yang seharian beraktifitas juga telah kembali ke dorm untuk melepaskan penat. Meskipun tak jarang, mereka menginap di lokasi syuting.

Semua member SHINee terlihat bersantai di depan TV kecuali sang leader, Onew. Dia terlihat mondar-mandir keluar masuk kamarnya, seperti dilanda suatu masalah besar. Atau lebih tepatnya mirip anak ayam yang kehilangan induknya. Jangan tanya induknya pergi kemana? Mungkin dia masih hidup atau sudah menjadi korban kebrutalan Onew, si maniak ayam. Terus apakah yang terjadi pada Onew? Apakah sang leader SHINee itu sedang jatuh cinta? Kan kata pepatah, orang yang jatuh cinta itu terlihat seperti orang aneh.

“Onew-hyung, kamu kenapa sih? Dari tadi aku lihat mondar-mandir aja kayak setrikaan enggak ada kerjaan,” tanya Key.

“Iya, kalo aku perhatikan mirip orang yang sedang jatuh cinta,” Jjong menimpali.

“Jangan-jangan…,” ujar Minho

“Jinjja hyung? Onew-hyung jatuh cinta sama ayam? Sadarlah hyung, ayam itu beda dunia dengan kita. Hyung enggak cocok hidup berumah tangga dengan ayam-ayam yang polos itu. Entar malah sering terjadi KDRT karena ayam-ayam itu akan dimakan oleh hyung satu persatu.” Taemin mengambil kesimpulan seenak udelnya.

PLETAK

“Bukan arti cinta seperti itu,” ujar Onew setelah melayangkan jitakannya di kepala Taemin. “Aku hanya mencintai ayam sebagai makanan terlezat di muka bumi ini.”

“Dasar maniak ayam,” seru Taemin sambil mengelus-ngelus bekas jitakan Onew.

“Terus kenapa Onew-hyung sampai mondar-mandir seperti itu?” tanya Key kembali.

“Bayang kan…,” kata Onew mendramatisasi. Keempat namja lainnya mencondongkan kepalanya. “Besok…, si juragan ayam –Seven hyung- akan membuka restoran ayamnya –Restoran Yeolbong- di dekat dorm kita, hanya berjarak dua ratus meter dari sini. Kalian tahu??? Semua menu di restoran itu berbahan dasar ayam, bayangkan… A-Y-A-M. Waaahhhhh… berarti setiap hari aku akan kesana untuk menikmati kelezatan ayamnya Seven hyung yang telah terkenal di seantero korea.”

“Yahhh… aku kirain apaan,” Minho dan yang lainnya kecewa, “ kalo berita itu kami sudah tahu. Spanduknya aja sudah terpampang lebar tuh di depan restorannya.”

“Aku kirain ada gosip baru,” ujar Key tak kalah kecewanya.

“Yahhhh…, restoran ayam aja sampai segitunya. Kalo restoran khusus untuk eskrim, aku bisa memakluminya.” Taemin menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Bukannya Onew-hyung udah makan ayam tiap hari. Mulai dari sarapan, makan siang, makan malam bahkan camilannya pun berupa olahan ayam, apa hyung enggak bosan?” Tanya Jjong penasaran.

“Yah… begitulah kalo berlandaskan rasa cinta pada ayam,” jawab Onew dengan senyum mengembang lebar.

“Itu bukan cinta sama ayam, tapi maniak ayam.” Taemin meralat.

“Biarin…, dari pada ulat eskrim.” Ujar Onew pada Taemin. Kemudian Onew melanjutkan, “Jjong-ie… kamu cinta sama Sekyung enggak?”

Jjong mengangguk mantap.

“Yup… sama itu. Kalo kamu cinta sama Sekyung, meskipun kamu teleponan sama dia pagi, siang, malam kamu tidak pernah bosan kan? Kasus ku dengan ayam itu sama seperti itu. Aku tidak akan pernah bosan dengan ayam.”

“Betulkan maniak ayam,” celetuk Taemin.

“Diam lo ulat eskrim, entar aku makan tuh cadangan eskrimmu.”

Taemin langsung diam membisu.

“Jadi… besok hyung akan datang ke acara pembukaan restoran itu?” Tanya Minho.

“Pasti dong, aku harus menjadi pelanggan pertama,” jawab Onew dengan kobaran api semangat di dalam bola matanya.

“Ya udah besok kita datang aja kesana, toh SHINee enggak ada kegiatan.” Ujar Key.

Semua member sepakat. Onew semakin bersemangat karena teman-temannya juga akan datang bersamanya. Persahabatan mereka memang begitu mengagumkan.

“Tapi ingat… yang masuk pertama ke restoran itu harus  aku,” kata Onew.

$$$

Beberapa minggu sebelum restoran Yeolbong cabang baru itu resmi akan di buka, sang juragan –Seven- telah melakukan interview untuk mencari karyawan restorannya. Dia mencari lima namja dan empat yeoja. Dan tidak boleh lebih, karena kebanyakan karyawan akan meningkatkan cost yang harus di keluarkannya. Seven, sang juragan ayam, telah memperhitungkan secara detail kebutuhan jumlah karyawan yang pas untuk restorannya.

Setelah dilakukan tes tulis dan tes fisik pada hari sebelumnya, akhirnya terpilih beberapa peserta yang lolos seleksi. Mereka kemudian menghadap langsung pada sang juragan untuk melakukan beberapa interview ringan. Interview pertama yaitu antara sang juragan dengan kelima namja. Kelima namja itu duduk di sebuah sofa panjang yang berada di dalam ruangan kantor sang juragan ayam itu. Sedangkan sang juragan modar-mandir di depan kelima namja itu sambil memegang sebuah kertas yang berisi data dan juga hasil ujian sebelumnya.

“Sebelumnya aku ucapkan selamat kepada kalian karena telah berhasil lolos dalam ujian kemaren. Aku yakin kalian memang namja pilihan, ay… ay… ay…!”

Kelima namja itu diam tertunduk mendengarkan ucapan sang juragan penuh dengan hidmat. Di dalam hatinya membuncah kebanggaan yang luar biasa karena mendapatkan sanjungan dari juragan ayam yang terkenal di seantero korea, Seven.

“Kali ini aku hanya ingin berbincang-bincang ringan dengan kalian. Oh ya, aku akan memperkenalkan diri dulu. Nama ku Seven, kalian panggil aku Bos saja ya biar terdengar keren.”

Seven kemudian serius melihat ke arah kertas yang berada di tangannya. Dia terlihat mengerutkan keningnya dan menganggukkan kepalanya beberapa kali.

“TOP…, siapa yang bernama TOP?”

“Saya bos,” ujar TOP dengan kalimat sopan.

Seven melihat wajah TOP dengan seksama, “nama panjangmu siapa? TOP mar gotop?”

“Saya tahu bos,” Salah satu namja mengacungkan tangan. Dia melanjutkan setelah mendapat tanda izin dari Seven, “nama panjangnya, TOOOOOOOOOOOOOOOOOOOPPPPPPP.”

PLETAK

TOP tidak terima, “maaf Bos namaku TOP aja enggak usah ada nama panjangnya.”

“Hahaha…, baik lah TOP aja ya. Kalo dilihat dari wajahmu, kamu cocok untuk mengurusi keuangan di kasir. Wajahmu akan menakutkan para pelanggan untuk meminta uang kembalian. Aku suka wajah seperti ini duduk di belakang mesin kasir. Uang ku pasti akan cepat berlipat ganda, hahaha.”

TOP membusungkan dada karena langsung mendapatkan pujian dari sang juragan. Seven kemudian pindah pada nama lainnya.

“G-Dragon..?”

G-Dragon mengacungkan tangan.

“Ahh… aku enggak salah lihat nih?”

“Kenapa bos?” tanya G-Dragon.

“Dragon itu kan berarti naga, dan naga itu identik dengan hewan legenda yang menyeramkan. Sedangkan tubuh dan wajahmu…,” mata Seven meneliti tubuh G-Dragon dengan seksama. Seven menggelengkan kepala.

“Itu cita-cita aku dari kecil bos untuk menjadi kekar seperti naga. Tapi nasib berkata lain, jadi namanya aja yang di samain dengan naga, hehehe.”

“Oooo…, bagus… bagus.. bagus… otakmu ternyata jalan juga,” Seven manggut-manggut.

Kemudian Seven melanjutkan.

“Seungri…?”

Seungri mengacungkan tangan. Namun seven tidak melontarkan pertanyaan satupun, dia kemudian melanjutkan.

“Daesung…?”

“Taeyang…?”

Ketiga namja itu saling bertatap heran karena tidak ada pertanyaan untuknya. Seven kemudian menutup kertas yang ada di tangannya.

“Aku yakin kalian bertiga juga sama berkualitasnya dengan TOP dan G-Dragon. Dan aku minta pada kalian untuk bekerja dengan baik. Keberhasilan restoran ini akan sangat bergantung pada kalian. Untuk itu kalian akan di training selama satu minggu terlebih dahulu.”

Kemudian interview itu diakhiri. Kelima namja itu langsung keluar dari ruangan seven. Wajah kelima namja itu terlihat penuh dengan semangat. Setelah kelima namja itu keluar, kemudia empat orang yoeja yang telah menunggu di luar ruangan langsung masuk menggantikan kelima namja itu.

“Silahkan duduk,” Seven mempersilahkan keempat yeoja itu duduk.

Seven kemudian mengambil kertas yang berada di mejanya, kertas yang berisi data dan hasil ujian para yeoja yang berada di depannya. Keempat yeoja itu terlihat cantik-cantik dan duduk dengan manis. Kemudian Seven kembali memperkenalkan dirinya sebelum melakukan interview ringannya.

“Park Bom…?”

Salah satu yeoja yang dipanggil itu mengacungkan tangannya.

“Wah… kamu cantik sekali.”

“Terimakasih.”

“Tapi kamu jangan dekat-dekat dengan aku, bahaya.”

“Kenapa bos?”

“Karena kamu bisa menge-Bom hatiku…. hahaha.”

Park Bom langsung menundukkan kepalanya, malu. Sedangkan ketiga Yeoja lainnya menahan tawa karena geli mendengar kegombalan si juragan ayam.

“CL…?”

CL mengacungkan tangan.

“Benarkah nama kamu CL? Singkat banget. Apa hubunganmu dengan BCL dari negara seberang itu. Masih kah ada hubungan keluarga.”

“Benar bos nama ku CL, tapi tidak ada hubungannya dengan BCL. Itu hanya kebetulan aja Bos.”

“Aneh juga ya, tapi tidak apa-apa lah.”

Kemudian Seve melanjutkan.

“Minzy…?”

“Sandara Park?”

Kedua yeoja itu mengacungkan tangan.

“Kalian juga cantik…, wah karyawanku kali ini cantik-cantik. Restoran ku ini pasti akan sukses besar. Kalian harus bekerja keras ok! Kalo restoran ini sukses, kalian akan aku ajak liburan ke Bali. Hahaha.”

Keempat yeoja itu kemudian keluar dari ruangan seven, mereka telihat tak kalah antusiasnya dari kelima namja sebelumnya. Semangat berkobar-kobar di bola mata mereka. Apalagi setelah mendapatkan iming-iming untuk liburan ke Bali.

“Selamat bekerja…!!!”

$$$

Hari H.

Pembukaan restoran itu akan dilakukan tepat jam 10.00 waktu setempat, sesuai dengan jam buka restoran Yeolbong yang lainnya. Namun semua orang yang penasaran dengan nama restoran yeolbong yang terkenal itu telah mengantri mulai dari pagi. Kebanyakan yang mengantri adalah para yeoja, karena si juragan ayam itu terkenal juga dengan parasnya yang menawan. Bahkan nenek-nenek yang udah uzur pun tak mau ketinggalan.

Di barisan depan terdapat lima orang namja, yang telah menanti dengan setia toko itu untuk dibuka. Salah satu dari namja itu terlihat begitu antusias dan meneriakkan yel-yel agar restoran itu lebih cepat dibuka.

“BUKA…. BUKA… BUKA…!!!”

Onew berteriak sekencang-kencangnya hingga membuat telinga keempat namja lainnya mendadak budek. Bahkan keempat namja itu pura-pura tidak mengenal Onew yang terlanjur gila dan menjadi perhatian para pengunjung lainnya.

“Onew-hyung, jangan teriak-teriak dong! Malu tuh dilihatin orang-orang,” pinta Minho lirih.

“Percuma…, maniak ayam emang seperti itu tingkahnya,” sergah Taemin.

“Aduh, kalo para shawol tahu kita memiliki leader seperti ini bisa-bisa mereka langsung…, aduh aku tidak bisa membayangkannya,” kata Jjong.

“Hyung, udah dong teriak-teriaknya!” pinta Key.

“Yaaahhh…, kalian kenapa diam? Ayo kita teriak-teriak biar restorannya cepat dibuka,” kata Onew tak memperhatikan perkataan yang lainnya.

“Hyung mau teriak sekeras apapun restoran ini bakalan dibuka jam 10 pas, tuh lihat di spanduknya!” ujar Key.

“Kamu tidak tahu ya, kalo kita teriak-teriak siapa tahu restorannya di buka lebih awal. Bayangkan saja, preseden Mesir aja bisa turun gara-gara di demo. Hanya ketua PSSI saja yang bandel dan tetap mencalonkan lagi untuk jadi ketua meskipun telah di demo ratusan rakyat. Jadi ayo kita teriak, BUKA!”

“Hyung udah gila ya…, kan yang teriak-teriak mirip orang gila itu cuman hyung sendirian. Lihat tuh yang lainnya, mereka pada diam,” ujar Jjong.

Onew mengitarkan pandangannya.

Krik… krik… krik…

Semuanya terlihat asyik mengobrol dengan temannya masing-masing dan sempat melihat ke arah Onew dengan tatapan –dasar orang gila. Namun hal itu tak berpengaruh buat Onew.

“BUKA… BUKA… BUKA…!!!”

“Jiah, dasar maniak ayam, enggak punya kemaluan,” seru Key.

“Omo…, Onew-hyung enggak punya kemaluan?” Taemin langsung histeris mendengar ucapan Key.

“Maksudnya tidak punya rasa malu. Nih anak pikirannya terlalu polos, sekali-kali kamu perlu dinodain kayaknya.” Key melirik ke arah Taemin.

“Hyung…, aku ini namja tulen. Jadi jangan macam-macam.”

“Hahahaha…,” Key, Minho dan Jjong langsung tertawa melihat sikap Taemin.

Sedangkan Onew masih sibuk dengan “orasi”nya.

“BUKA… BUKA… BUKA…!!!”

>>>Di dalam restoran<<<

Sang juragan ayam dan para kayawannya telah selesai mempersiapkan restorannya untuk menampung pelanggan sebanyak-banyaknya. Bahkan si juragan sendiri telah mempersiapkan brangkas uangnya yang berukuran paling besar. Setelah semuanya siap mereka tinggal menunggu jarum jam menunjuk ke angka jam 10 pas.

Seven dan karyawannya terlihat sangat puas ketika melihat antrian di luar yang semakin panjang. Dan ini merupakan pembukaan yang paling sukses diantara cabang restoran yang lainnya.

“Bos, lihat tuh… !!! Ada yang teriak-teriak mirip orang gila.” Seungri menunjuk ke arah Onew di luar restoran.

“Iya tuh… mirip orang gila. Aku enggak mau punya teman seperti itu,” G-Dragon menimpali.

Yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Onew di luar restoran.

“Kalian jangan menertawakan orang itu, karena orang seperti itulah yang akan menjadi lumbung uang untuk kita, para juragan ayam,” Ujar Seven.

Yang lainnya langsung diam dan fokus pada ucapan bosnya.

Setelah mengambil nafas, Seven melanjutkan, “kalau dilihat dari ciri-cirinya dia adalah seorang maniak ayam sejati. Bagi para juragan ayam, keberadaan seorang maniak ayam sejati itu merupakan suatu tantangan terbesar.”

“Maksudnya…, Bos?” tanya CL.

“Maniak ayam itu bukan orang sembarangan, catat itu. Jadi kita harus memperlakukannya dengan baik agar mereka menjadi pelanggan setia dari restoran ini. Selain itu, dia juga bisa mengetahui dengan mudah jika menu ayam kita tidak tergolong istimiwa. Kalo kita bisa mengalahkannya, berarti restoran ini bisa di jamin akan sukses besar. Jadi itulah tantangan maniak ayam sejati bagi juragan ayam. Dengan kata lain, maniak ayam itu adalah musuh sejatinya juragan ayam.”

“Ooo…,” seru yang lainnya kompak.

“Wah…, tidak salah kalau Bos ini dikenal di seantero korea dengan julukan juragan ayam sejati,” kata G-Dragon. “Berarti, promosi 25porsi itu dalam rangka untuk mengalahkan para maniak ayam itu ya…?”

“Hahaha… ternyata kamu jeli juga ya,” puji Seven. “Promosi 25porsi itu memang taktik yang tak pernah terkalahkan sebelumnya untuk melawan para maniak ayam. Siapapun yang ikut promosi 25porsi itu akan membayar uang sebesar harga 25 porsi ayam, tapi jika mereka berhasil makan 25 porsi ayam tanpa dibawa pulang maka mereka akan mendapatkannya secara cuma-cuma. Dan selama ini belum ada yang mengalahkan tantangan itu, bahkan maniak ayam yang ada di restoran utama hanya berhasil menghabis kan 20 porsi.”

“Dengan kata lain, tidak akan ada orang yang akan berhasil dengan tantangan itu. Sungguh rencana yang licik,” ujar TOP dengan muka dinginnya.

“Itu bukan rencana licik, tapi rencan yang cerdik, hahahaha.”

Jam sepuluh kurang lima menit, Seven dan para karyawan lainnya keluar dari dalam restorannya dan memulai prosesi untuk upacara pembukaan. Mulai dari kata sambutan sampai acara menggunting pita. Setelah selesai semuanya, Seven kemudian menjelaskan tentang restorannya yang akan beroperasi itu secara singkat dan juga menjelaskan promosi khusus yang dimiliki restoran Yeolbong, yaitu promosi 25porsi. Dan membuat para pengunjung berteriak histeris.

“Aku akan ikut promosi 25porsi setiap hari,” kata seorang namja. Kalau dilihat dari dekat mungkin dia adalah mahasiswa yang selalu mendambakan gratisan.

“Seven Oppa… kau begitu tampan, pasti ayam-ayam di restoranmu juga sama tampannya dengan oppa. Aku akan jadi pelanggan setianya oppa.” Kata seorang yeoja yang masih muda.

“Seven itu yang mana sih? Katanya dia tampan ya?” tanya seorang nenek yang berada di antrian belakang. “Aduh… kenapa aku bisa pikun begini, kacamataku ketinggalan di rumah jadi tidak bisa melihat wajah ganteng si juragan ayam,” wajah nenek itu langsung dirundung derita.

“AKU JUGA IKUT…,” kata Onew lantang.

“Hyung jangan kenceng-kenceng napa? Telingku jadi budek nih,” seru Key yang tepat berada di damping Onew.

“Hahaha…, maaf aku lagi semangat empat lima nih.”

Jam sepuluh pas, restoran itu resmi dibuka. Para pengunjung langsung menyerbu masuk ke dalam restoran dan menempati meja-meja yang telah disediakan. Dan yang menjadi pelangkan pertama adalah Onew, dengan susah payah dan penuh perjuangan dia berhasil menjejakkan kakinya di dalam restoran. Dan dalam waktu singkat kesibukan terlihat di dalam restoran.

Kelima namja SHINee menempati meja khusus untuk lima orang, mereka terlihat asyik dengan menu pesanannya.

“Hmmm…, benar-bener nikmat kan?” ujar Onew sambil memasukkan daging ayam kedalam mulutnya.

“Ho oh,” Key setuju.

Mereka kemudian kembali larut dengan hidangannya masing-masing. Tak ada yang mengeluarkan suara selain kata “hmmm.”

“Onew-hyung katanya mau ikut promosi 25porsi?” tanya Jjong.

“Ahh… sial, kenapa aku bisa lupa.”

“Apa hyung yakin akan menang? Kalau kita kalah kan sia-sia,” tanya Key.

“Aku pasti menang.”

Kemudian Onew langsung ke kasir untuk mendaftar tantangan promosi 25porsi. Dan Onew kembali kemejanya dengan membawa kertas yang bertuliskan nomer urut 8.

“Kali ini aku akan berhasil, lihat aja ini angka keberuntungan.”

Yang lainnya hanya melihat Onew dengan tatapan heran. Mereka tidak bisa membayangkan Onew bakalan bisa menelan 25porsi ayam.

Untuk tantangan 25porsi, hasilnya selalu diumumkan melalui sebuah pengeras suara. Dan sampai urutan nomer lima, tidak ada yang berhasil melampaui lima belas porsi. Mereka menyerah. Sang juragan, Seven, ayam langsung tersenyum licik di ruangannya dan bayangan brangkasnya yang penuh dengan uang langsung mewarnai pikirannya.

“Hahahaha… kalian masuk ke dalam perangkapku. Dasar maniak ayam yang enggak punya otak,” batin Seven.

“Nomer urut 8, Onew-ssi. Silahkan menuju tempat tantangan 25porsi!”

“Hyung, saatnya giliranmu,” ujar Minho. “Jangan sampai kalah!”

Kemudian Onew beranjak dari tempat duduknya. Senyumnya langsung terpancar dengan cerahnya. Dan keempat namja lainnya ikut beranjak dari tempat duduknya.

“Onew-hyung, kamu marus menang. Jangan sampai membuat nama SHINee tercemar,” Ujar Jjong.

“Tercemar?” seru Onew tidak paham.

“Ya iyalah, bayangkan kalo hyung kalah. Terus besok di media cetak dan elektronik akan tersebar berita dengan judul ‘LEADER SHINee YANG MENGAKU PALING TAMPAN KALAH DALAM TANTANGAN 25PORSI DI RESTORAN YEOLBONG.’ Apa kata dunia?” Jjong menjelaskan.

“Bener juga, aku tidak boleh kalah.”

Kemudian Onew berjalan menuju ke tempat tantangan.

“HYUNG…HWAITING!!!” seru member SHINee kompak.

Beberapa saat kemudian karyawan yang berada di balik pengeras suara itu mengumumkan kalo tantangan telah dimulai. Semua pelanggan di restoran itu bersikap acuh dan terus menyantap hidangannya, mungkin karena peserta sebelumnya selalu menemui kegagalan. Sedangkan Seven semakin mengembangkan senyumannya.

“Lima porsi kedua telah ludes dihabiskan, sekarang akan masuk pada lima porsi ke tiga. Ini adalah perserta ketiga yang bisa melampaui lima porsi kedua, dengan kata lain melewati porsi ke sepuluh,” ujar si karyawan, G-Dragon, dari balik pengeras suara.

Para member SHINee terlihat cemas dan khawatir, seperti menunggu pengumuman hasil ujian nasional. Sedangkan para pengunjung lainnya mulai memperhatikan suara G-Dragon dengan seksama. Tapi sang juragan ayam masih santai-santai aja, karena menurut perhitungannya tidak akan ada yang melampaui 20porsi.

“Ya tuhan bantulah Onew-hyung agar bisa makan lebih banyak,” ujar Taemin lirih.

“Yaaaahhhh…., lima porsi keempat ludes dan sekarang langsung menuju kelima porsi terakhir. Namja yang satu ini benar-benar luar biasa, mungkin perutnya terbuat dari karet.” Suara G-Dragon kembali terdengar.

“YEEEAAAAHHHH…!!!”

Semua pengunjung berteriak histeris. Mereka berdiri dari tempat duduknya sambil berloncatan dan memfokuskan pendengarannya pada pengeras suara. Para member SHINee yang lainnya tak kalah girangnya. Mereka berteriak memberikan semangat pada Onew.

“HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN…!!!”

Di tempat tantangan Onew semakin bringas melahap setiap porsinya. Sedangkan si juragan ayam langsung khawatir tingkat akut, sampai tanganya gemetaran.

“Ini tidak akan mungkin, dia pasti akan gagal,” ujar Seven untuk menyakinkan pada dirinya sendiri.

“Porsi ke-23 telah habis. Yaaaa Ammmpuuunnnn… namja ini memang benar-banar maniak ayam sejati, bahkan tulang-tulangnya juga habis tak tersisa. DAEBAK. Sekarang dia beralih pada porsi yang ke-24, namun tidak ada tanda-tanda kalo dia mulai kekenyangan. Bahkan dia semakin bringas melahap setiap potongan daging ayamnya.” G-Dragon melaporkan dari balik pengeras suara.

“Onew-hyung dilawan,” batin Key.

“HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN…!!!”

“HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN… HABISKAN…!!!”

Suara teriakan para pengunjung yang lainnya semakin bergemuruh di dalam restoran. Member SHINee juga semakin menggila, ikut meneriakkan semangat untuk leadernya. Sedangkan Seven sudah jantungan di ruangannya, karena kekalahan langsung terbayang dibenakknya.

“Sekarang dia mengambil porsi yang ke-25, apakah Onew-ssi akan berhasil melahap porsi terakhir ini dan mendapatkan ke-25 porsi tersebut dengan cuma-cuma? Kita akan menyaksikan bersama-sama. Yak, Onew-ssi mulai memasukkan potongan ayam pertamanya untuk porsi yang ke-25 ini, dia masih menunjukkan kebringasannya. Ini luar biasa… unbeliveable. Potongan demi potongan daging ayam telah masuk ke dalam mulutnya yang tak memiliki ujung ini… dan sekarang Onew-ssi memegang potongan daging ayam terakhirnya. Dan… oh… dia tidak melahapnya langsung tapi menjilatinya terlebih dahulu, kemudian diputar…, lalu dicelupin… dan… dan… akhirnya potongan daging ayam yang terakhir masuk kedalam kerongkongan Onew-ssi. DIA BERHASIL, BENAR-BENAR MANIAK AYAM SEJATI.”

“HOREEEEEEEEE…. HORRREEEEEE….!!!”

Semua pengunjung berteriak penuh suka cita dan langsung menyerbu Onew yang berada di tempat tantangan. Para member SHINee yang lainnya saling berpelukan merayakan keberhasilan sang leader. Onew diangkat tinggi-tinggi oleh para pengunjung. Dan Onew benar-benar merasakan sebuah kemenangan yang sangat luar biasa.

Sedangkan sang juragan ayam langsung nangis guling-gulingan di ruangannya. Para karyawan lainnya berusaha untuk menenangkan Seven tapi tidak berhasil. Seven semakin larut dalam tangisannya.

“Yah… uang ku melayang….,” ujar Seven dengan air mata masih tetap membanjir.

$$$

Setelah Onew behasil menaklukan tantangan dari restoran Yeolbong, predikatnya sebagai maniak ayam semakin terkenal. Dan Onew rajin mengunjungi restoran Seven setiap harinya untuk melakukan tantangan 25porsi karena promosi itu berlaku untuk 3bulan. Dengan kata lain, Onew hanya ingin makan ayam gratis. Sedangkan Seven, si juragan ayam terus mencari cara untuk mengalahkan Onew. Dia bahkan sampai melakukan studi banding ke Eropa dan Amerika untuk mencari cara tersebut, namun belum menemukannya.

“Bos, lapor! Si maniak ayam datang lagi,” kata TOP pada Seven melalui telepon.

“Bagus, kamu laporkan setiap si maniak itu datang ke restoran. Aku akan mencari cara untuk mengalahkannya.”

Kemudian Seven menutup teleponnya. Baru kali ini dia dikalahkan oleh maniak ayam. Dan membuatnya pusing tujuh keliling.

“Sialan,  si maniak ayam yang satu ini benar-benar akan membuatku bangkrut.” Batin Seven.

END

65 responses to “Maniak Ayam Vs Juragan Ayam

  1. Onew Dilawaaan Gak Ada Yang Bisa Ngalahkan Temen Duet Gue! (?)

  2. Lee Seung Joon

    wahahahaha ngakak bacanya !! onew-oppa emang paling mantap dah urusan keayaman (?)😄

  3. *tepok jidat* astaga… bg ondubu …. ckckck untung kau belum jadi lakiku ya… kalo udah bisa” bangkrut aku -____-

  4. Kirakira nambah brp kilo yak ? *memeface*

  5. hahaha~:D
    bner2 maniak ayam sejati😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s