Save SHINee

Auhtor : Park Jihoon

Main Cast : SHINee (Onew, Key, Jonghyung, Minho dan Taemin); MANJA (KA-Jjong(bias), Inu-Key, Giga-Taemin, Dhini-Minho dan Rani-Onew)

Other Cast : Shailov (Berlian, Niku, Hana, Hanna, Joanna, dan Fefe)

Lenght : Part

Genre : Komedi, Mistery, Action dikit.

Disclaimer : Aku hanya punya cerita ini dan duit yang banyak *mimpi*, sedangkan semua cast punya orang lain. Yang punya nama, silahkan kenalin nama kalian masing-masing ya… hehehehe.

Selamat membaca….

$$$

Matahari baru naik se-upil. Cahaya hangatnya perlahan mengusir kabut yang sejak semalam menyelimuti kota Bogor, namun udara dingin masih terasa menusuk tulang. Embun-embun di ujung dedaunan, hasil respirasi semalam suntuk, juga ikut melenyap ke udara. Suara-suara deru mobil angkot terdengar dari kejauhan, saling berburu penumpang.

Pagi yang dingin merupakan cobaan terberat bagi seorang mahasiswa untuk bangun pagi, apa lagi jika malam sebelumnya begadang untuk menyelesaikan tugas kuliah, atau sekedar begadang nonton bola. Jadi, jam kuliah pagi terlihat seperti monster yang selalu membuat mata mereka merah membara. Dan bagi mahasiswa yang tidak tahan, ruang kuliah bisa berubah menjadi tempat tidur yang paling enak, meskipun terkadang harus bermusuhan dengan dosen yang tergolong ‘disiplin’.

Di salah satu kos-kosan putri yang bernama K-Lov (dibaca Kilov), juga mengalami hal yang serupa, susah untuk bangun pagi. Apalagi bagi yang tidak ada jadwal kuliah pagi.

K-Lov merupakan kos-kosan putri yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama (bawah) dihuni oleh lima cewek yang menamakan dirinya grup MANJA alias mandi jarang, terdiri atas KA sebagai leader, Dhini, Rani, Inu dan Giga. Sedangkan di lantai dua dihuni oleh enam cewek yang menamakan dirinya Shailov (SHINee lover) yaitu Berlian, si kembar Hana dan Hanna, Fefe, Niku dan Joanna. Dan kebetulan mereka semuanya Shawol alias fannya SHINee, namun tidak jarang ‘perang urat saraf’ sering terjadi antara dua kelompok itu saat menyangkut masalah yang berhubungan dengan SHINee. Mereka mengklaim kalau SHINee hanya milik mereka masing-masing.

Nama kos-kosannya sendiri diambil dari nama K-pop lover yang disingkat menjadi K-Lov. Maklum sang ibu kost yang sering dipanggil Ahjumma, adalah penggemar berat drama korea. Idolanya adalah Jeremy alias Lee Hongki di drama You Are Beautifull. Koleksi DVD bajakan drama koreanya pun sudah bejibun, menggunung. Sehingga tak jarang, DVDnya dipinjam KA yang merupakan kaki tangannya dalam menagih uang kos-kosan, dan terkadang juga dipinjam penghuni yang lain saat hatinya baik terutama setelah membayar uang kosan.

Pagi itu KA dan Giga sudah sibuk di dapur, mereka kebagian piket masak, sedangkan yang lainnya asik melungker mirip ulat bulu di depan televisi sambil mengamati berita gosip yang tayang pagi buta. Mereka berharap ada berita SHINee yang masuk ke acara Infotaiment, tapi sayang yang ditunggu enggak pernah datang. Malah beritanya tentang “RINDU” band yang kena razia polisi.

“Yaahhh…, kalian malah asyik melungker di depan TV, emang kalian enggak ada kuliah pagi? Cepat mandi duluan, entar kalo udah mau jam delapan pada rebutan mandinya,” kata KA dari arah dapur.

Para ulat bulu (baca : yang berada di depan TV) hanya menggeliat sebentar membenarkan posisi selimutnya kemudian khusuk kembali dengan acara gosip. Suara KA seperti masuk telinga kanan dan keluar lagi lewat telinga kiri.

“Rani…, mandi duluan gih. Entar kalo enggak ada yang mandi si Kereta Api (KA) itu bakalan ngamuk-ngamuk loh,” ujar Inu pada Rani yang melungker di dekatnya.

“Ahhh… males, masih dingin. Lagian aku juga enggak ada kuliah pagi.” Rani kembali membenarkan selimutnya.

“Dhin… kamu mandi duluan gih,” Inu beralih pada Dhini.

“Minho oppa… saranghaeyo. Oppa benar-benar terlihat tampan, ayo kita menikah!!!”

Rani dan Inu langsung kaget mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Dhini. Mereka kemudian bangkit dan memeriksan keadaan Dhini, siapa tahu dia stress mendadak.

“Yaaa… ampun, pagi-pagi gini masih sempet ngigau, ckckckck.” Gumam Inu lirih.

Mata Inu dan Rani tiba-tiba saling bertatap penuh dengan kode rahasia. Ada rencana busuk yang terangkai secara simultan di dalamnya. Ingat pesan bang napi? Kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Nah kali ini kayaknya ‘kesempatan’ itu yang mendukung timbulnya kejahatan.

“MINHO DATAAAANNGGG… MINHO DATANG… MINHO DATANG…!!!”

Inu dan Rani kompak berteriak sekencang-kencangnya hingga membuat kucing tetangga yang hamil brojol mendadak. KA dan Giga juga sempat kaget dibuatnya, sampai meninggalkan tumis kangkungnya sendiran di dapur.

“MINHO..OPPA..??? MANA…MANA… MANA???”

Dhini langsung bangun saat mendengar teriakan ‘Minho datang’ (karya Inu dan Rani), bahkan tanpa malu dia langsung keluar kos-kosannya dengan menggunakan baju tidur lengkap dengan rambut singanya. Maksud hati ingin menyambut kedatangan Minho-oppa(nya). Namun di luar, dia hanya melongo bengong saat tidak mendapatkan sosok seorang Minho. Yang didapatnya hanya tatapan –cewek aneh, sumpah aneh buanget– dari para cowok yang sempat lewat di depan kos-kosannya. Tiba-tiba Dhini merasa jadi keledai dungu… ngooookkkk. Dia langsung lari ke dalam kos-kosannya lagi sebelum ketahuan reporter koran kampus bagian gosip.

WKWKWKWKWKWKWKWKWKWWKWKWKWK….

Rani, Inu, Giga dan KA langsung ngakak berjemaah. Rani dan Inu guling-gulingan di depan TV ampek bulunya rontok semuanya (ulat bulunya berubah jadi ulat gundul). Giga memukul-mukulkan spatula ke mukanya sediri, bahkan KA langsung mengeluarkan tawa khasnya yang tidak dimiliki oleh orang lain di dunia ini, “TUUUUUTTTT…TTTUUUUUTTTTT”, mirip suara peluit kereta api jadul. Dhini masuk dengan muka bersungut-sungut, rasa kantuknya berganti dengan rasa malu tingkat akut.

“Kalian seneng banget ngerjain orang, awas ya…!”

Dhini langsung mengambil bantal kemudian menyerang Rani dan Inu yang masih guling-gulingan secara membabi buta. Susana pagi yang sepi tiba-tiba berubah menjadi heboh setingkat pasar impres.

“Huhhh… bau apa ini?” ujar Dhini saat hindungnya mencium sesuatu yang gosong.

“TUMIS KANGKUNG KU…. GOSOOOONG,” KA langsung histeris.

KA dan Giga langsung berhambur ke dapur untuk menyelamatkan si tumis kangkung, sedangkan Inu dan Rani makin ngakak ketika melihat ekpresi KA yang mirip Kereta Api kebakaran. Dhini pun ikut ngakak bareng, kesempatan yang jarang didapatnya karena dia selalu jadi korban ‘penganiayaan’, hingga membuatnya lupa kalo tadi dia telah jadi korban ‘penganiayaan’.

$$$

Kondisi di lantai dua…

Krik… krik… krik….

Di lantai dua terlihat seperti tidak ada kehidupan. Cahaya matahari pagi tak bisa masuk karena korden jendela masih menutup rapat. Tak ada suara, kecuali suara dengkuran yang saling menyahut dari kamar satu dengan kamar yang lainnya. Bahkan suara Rani dan Inu tadi seperti suara nyanyian dari alam baka saja, tidak bisa membangunkan mereka.

KRIIINNNGGG… KRIIINNNGGG… KRIIINNNGGG…

“Ah sialan, sekarang udah jam setengah delapan,” gumam Berlian saat melihat jam weakernya.

Berlian langsung bangun dari tempat tidurnya dan mendapati suasana yang masih sunyi senyap. Semua penghuninya masih pada molor.

“BANGUNNNN!!!”

Berlian berteriak seperti suasana gawat darurat, hingga membuat kucing tetangga yang baru brojol itu langsung mendadak almarhum saat mendengar suara sumbangnya. Berlian langsung membangunkan yang lainnya.

“Niku… bangun, katanya kamu ada kuliah jam delapan, sekarang udah setengah delapan nih.”

Setelah membangunkan Niku, teman sekamarnya, Berlian kemudian keluar kamarnya dan membangunkan yang lainnya. Dia ingat kalau yang lainnya juga ada kuliah pagi.

Tok…Tok… Tok…

“Hana… Hanna… bangun, dah jam setengah delapan. Katanya ada kuliah pagi.”

“Ah sialan… aku telat lagi,” terdengar suara dari dalam kamar.

“Joanna… Fefe… bangun!!!” Berlian berganti pada pintu yang lainnya.

Tiba-tiba lantai dua mendadak heboh tingkat akut. Mereka terlihat sibuk-sibuk enggak jelas.

“Ingat mandinya jangan kelamaan! Jangan  mandi aja sekalian, cukup cuci muka,” ujar Niku saat melihat Berlian hendak masuk ke kamar mandi.

“Aduh… tugas kuliahku belum selesai, gimana ini?” Fefe langsung histeris mendadak hingga membuat ketombenya jatuh berguguran.

“AAAAA… bulu ketekku numbuh lagi, padahal kemaren udah aku cabutin.” Joanna ikut-ikutan heboh super enggak jelas.

“Onew oppa, mianhe… hari ini aku telat lagi. Bukan maksud hati untuk telat, tapi keadaan yang memaksa. Oppa enggak akan marah kan?” ujar Hanna pada sebuah poster Onew yang nempel di dinding kamarnya. Hana pun ikut-ikutan melakukan apa yang diucapkan saudara kembarnya.

Jam delapan kurang lima menit mereka semuanya sudah siap untuk berangkat kuliah. Dan dipastikan, tidak ada satupun diatara mereka yang mandi dengan ‘benar’, cukup gosok gigi dan cuci muka. Maklum lagi keadaan darurat ‘militer’. Masalah sarapan? Sudah pasti belum. Mereka langsung berangkat ke kampus dengan tergesa-gesa, mirip pasukan RI dikejar oleh tentara Belanda pada jaman penjajahan tempo doeloe.

$$$

Di tempat latihan SHINee

“Onew-hyung, bagaimana berita tentang konser yang akan kita lakukan di Indonesia? Aku begitu gugup sejak kejadian yang dulu,” tanya Taemin di sela-sela waktu istrirahat latihan.

“Taemin-ah, kamu jangan parnoan gitu dong. Shawol Indonesia baik-baik kok. Kejadian yang dulu itu cuma reaksi yang terlalu berlabihan dari shawol Indonesia karena kita baru pertama kali ke sana. Jadi kalo konser kali ini, aku yakin mereka akan menyambut kita dengan lebih baik. Oh ya… semua tiket untuk konser katanya sudah sold out pada hari pertama penjualan.”

“Iya hyung, aku juga yakin kalo shawol Indonesia itu baik-baik,” sambung Jjong.

“Jjong-hyun aja yang lemah, makanya sering olah raga dong,” ujar Minho.

“Jiaahhh…, sesama pernah cedera dilarang saling menjatuhkan,” kata Taemin menyindir Minho.

“Key, kamu kenapa?” tanya Onew. “Aku lihat dari awal latihan, mukamu selalu bermuram durja. Kamu lagi datang bulan ya? Hehehe.”

“Omo…, Key-hyung datang bulan?” Taemin langsung shock.

“Udah hyung abaikan saja orang polos yang satu itu,” kata Minho.

“Kamu tidak setuju dengan konser kita di Indonesia?” tanya Jjong.

“Anio…,” Key menggelengkan kepala.

“Trus…”

“Aku… aku… aku hanya kecewa sama pihak panitia dan manajemen kita,” suara Key lemah. “Aku tidak dikasih waktu kosong selama di Indonesia…”

“Aku juga sama hyung, jadi tidak bisa jalan-jalan deh. Dan tidak bisa lihat yeoja-yeoja Indonesia… hehehe.” Celetuk Taemin.

PLETAK

“Aku belum selesai ngomong,” Key mulai kesal sama Taemin. “Padahal, sejak pertama kali kita dikasih tahu bakalan mengadakan konser tunggal di Indonesia aku sudah senang banget. Dan aku juga sudah merencanakan akan bertemu dengan idolaku di sana yaitu Farah Quinn noonna, si sexy food.”

“Yah… aku kirain apaan. Kalo masalah itu sih gampang, bisa diatur,” ujar Onew.

“Ahhh…, benarkah hyung?”

Onew mengangguk mantap. Key kembali ceria seketika.

“Kalo begitu, ayo kita latihan lagi.”

$$$

“Ahhh… hari ini benar-benar melelahkan,” Rani merebahkan tubuhnya di sofa.

Giga dan Inu sedang asyik dengan laptopnya, mereka sedang berkolaborasi untuk membuat fanfiction terbaru tentang SHINee. Dan juga memantau keberadaan FF karya penghuni atas (Shailov) yang selalu menjadikan mereka, penghuni bawah, sebagai cast ‘teraniaya’. Dhini terlihat asyik di depan televisi sambil mengerjakan tugas kuliahnya, sedangkan sang leader belum terlihat batang hidungnya.

“Ga… ada FF bagus enggak? yang bikin ngocol perut. Aku lagi bete nih, masak dosen ngasih tugas yang aneh-aneh,” tanya Rani.

Giga masih sibuk dengan laptopnya, bahkan sesekali dia terlihat sibuk berdiskusi dengan Inu. Lebih tepatnya pura-pura tidak mendengar pertanyaan Rani. Padahal Rani berada pas disamping Giga.

“Ga…,” panggil Rani.

Giga masih diam.

“Ga…”

“Ga… Ga… emang namaku O-L-G-A? Kalo manggil nama itu yang lengkap G-I-G-A, ingat itu.”

Giga mulai terpancing emosinya, dia selalu kesal enggak ketulungan jika ada orang yang memanggilnya dengan panggilan ‘GA’. Mungkin dia merasa dipanggil sebagai Olga, si manusia abal-abal yang sering muncul di tipi-tipi.

“Jiaahhh… malah ngambek, baik Giga sayang…. ada FF baru enggak yang bikin ngocol?”

“Enggak ada,” jawab Giga pendek.

“Kita lagi ngebales FF dari Niku yang kemaren dipublish, masak kita ditolak oleh member SHINee gara-gara suka molor disembarang tempat. Sumpah FFnya tidak sesuai dengan fakta. Kali ini akan aku bikin balesan yang lebih menyakitkan.” Ujar Inu, menjelaskan meskipun tanpa ditanya.

“Iya tuh…, tapi hati-hati dengan muridnya Nurdi M Top yang satu itu, bahaya, bisa-bisa petasan meledak di sembarang tempat.”

“Aku akan tetap lawan, aku enggak mau dilecehkan, apalagi berhubungan dengan SHINee.” Kata Giga mantap.

Memang begitulah keadaan jika menyangkut dengan nama SHINee, para penghuni K-Lov langsung gelap mata. Para penghuni bawah –grup MANJA- dan penghuni atas –Shailov- selalu terlibat pertarungan yang sengit di dunia FF. Bahkan para reader setia mereka selalu menyebutnya sebagai perang dunia FF. Inu pernah membuat FF dengan member Shailov sebagai cast yang menjadi korban pembataian oleh anggota SHINee. Hal itu membuat semua member Shailov meradang, dan membuat FF balasen yang tak kalah sadisnya.

“Oh ya, KA kemana?” Rani melihat ke sekeliling dan tidak mendapatkan yang dicarinya, sang leader.

“Biasa, lagi malakin uang kosan anak-anak atas. Sekarang kan tanggal 2,” ujar Dhini.

“Oh ya, besok kalo KA nyetorin uang kosan pada Ahjumma, bilangin sekalian minjam DVD yang baru. Aku dengar kemaren Ahjumma shopping ke glodok tuh.”

“Enggak usah dibilang, KA pasti minjam kok. Bukannya dari dulu alasan KA mau jadi tangan kanan Ahjumma itu biar bisa minjam DVDnya secara gratis kan,” ujar Inu.

“Iya juga ya,” Rani manggut-manggut.

Tiba-tiba KA masuk ke dalam kosan dengan wajah pucat, nafasnya memburu seperti dikejar mbak kunti dari dalam kubur. KA langsung duduk ditengah-tengah Rani dan Giga. Semua yang berada di dalam kosan menatap KA dengan penuh tanda tanya besar.

“Ada apa KA? Tumben preman K-Lov ketakutan, biasanya anjing galak juga kalah, hehehehe.” Tanya Dhini saat berada di depan KA.

“Iya tuh, biasanya juga…”

PLETAK, Inu tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena jitakan KA langsung mendarat di kepalanya. Dan Inu hanya bisa mengelus-ngelus bekas jitakannya yang terasa panas dan nyeri.

“Jangan nambahin yang macem-macem, aku lagi ketakutan nih.” KA mengepalkan tangannya.

“Iya… iya…, tapi kenapa?” tanya Giga.

“Kalian tahu si muridnya Nurdin M TOP? Si Niku. Enggak ada hujan, enggak ada apa, tahu-tahu dia mau ngelemparin aku dengan petasannya yang segede badak. Ngelihat petasannya aja bikin aku ketakutan setengah mati.” KA menjelaskan dengan kalimat hiperbolnya, yang lainnya langsung paham.

“Iya tuh… si Niku emang aneh, kalo dia marah pasti petasan meledak di sembarang tempat.” Inu menimpali.

“Jangan-jangan kamu punya salah sama Niku?” Ujar Dhini.

“Salah dari hongkong,” bantah KA. “Padahal sebelumnya aku sempat minta uang kosan dan dia ngasih baik-baik kok. Tapi setelah aku selesai minta uang kosan semuanya, aku lihat dia asyik membaca sesuatu di  laptopnya dan langsung melihatku dengan tatapan ingin membunuhku hidup-hidup. Tak berselang beberapa detik dia masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengeluarkan petasannya yang segede badak itu. Aku langsung kabur, untungnya dia di cegah oleh member Shailov yang lainnya. Sumpah baru kali ini aku melihat petasan segede itu.”

KA menjelaskan kronologis kejadiannya dan tanpa disadari air ludahnya muncrat kemana-mana, menciptakan hujan asam lokal. Dhini yang berada persis di depan KA sibuk mengelak dari lontaran cairan asam yang keluar dari mulut KA. Sedangkan Giga dan Inu saling tatap seolah-olah telah menemukan pangkal permasalahannya.

“Sepertinya ini gara-gara FF yang barusan aku publish deh,” ujar Inu.

“Maksudnya?”

“Barusan aku sama Giga memposting FF dengan cast teraniaya Niku, sebagai balasan FFnya yang kemaren. Intinya di FF itu si Niku di tolak sama Jjong mentah-mentah dan memilih KA sebagai pacarnya.” Inu menjelaskan.

“Pantesan,” kata Rani.

DOOORRRRR…..

Tiba-tiba terdengar suara petasan yang memekakan telinga. KA langsung bersembunyi di balik punggung Rani.

“KA… JANGAN HARAP KAMU BISA MENDAPATKAN JJONG DENGAN MUDAH. LANGKAHI DULU MAYATKU!!!” Suara Niku terdengar lantang dari lantai dua.

“KA musuhmu berat banget, suruh siapa bersaing sama muridnya Nurdin M TOP,” ujar Rani pelan.

“Sialan, beraninya main petasan,” gumam KA dari balik punggung Rani.

“NIKUUUUU…!!! SEKALI LAGI BUNYIIN PETASAN, KAMU YANG AKAN AKU BIKIN PETASAN.” Tiba-tiba terdengar suara lantang Ahjumma.

Di lantai dua langsung sunyi senyap, tak terdengar seorangpun yang berbicara. KA langsung merasa aman dari mara bahaya. Jika suara Ahjumma sudah terdengar, tidak ada yang berani mengeluarkan suara karena bisa-bisa langsung di depak mentah-mentah dari K-Lov.

“Mengganggu orang nonton saja, padahal tadi aku hampir saja nangis,” gerutu sang ibu kos sebelum terdengar suara pintu di tutup.

“Aman… aman…,” ujar KA sambil mengelus dada.

$$$

Di salah satu sudut di pulau jawa.

Di sebuah rumah yang terletak di komplek perumahan mewah, beberapa orang menggelar sebuah pertemuan yang begitu rahasia. Ruangan yang digunakannya pun berupa sebuah ruangan bawah tanah yang menjamin percakapan mereka tidak akan terdengar oleh orang luar. Di ujung meja, duduk seorang yang berusia sekitar empat puluh tahunan, wajahnya mencerminkan kalao dia orang yang jenius dan sadis. Namun kali ini dia terlihat sangat serius memikirkan sesuatu.

“Bos, anggota kita sudah banyak yang ditangkap oleh pihak densus88, bahkan tempat latihan kita yang berada di Aceh sudah diobrak-abrik oleh antek-antek Amerika itu.” Ujar salah satu peserta rapat yang berkumis tipis.

Si bos hanya melihat kearah si kumis tipis sebentar, kemudian kembali larut dalam pikirannya. Ruangan itu kembali sunyi.

“Saatnya kita harus bertindak Bos,” kata salah satu peserta yang paling muda.

“Apa? Bertindak? Dalam kondisi yang tidak menguntungkan ini.” Si kumis tipis langsung menolak. “Bos, jangan dengarkan dia. Jiwa mudanya masih labil.”

“Kalo kita terus diam maka kita akan diciduk satu persatu oleh antek-antek Amerika itu. Aku berencana untuk memecahkan konsentrasi mereka sehingga rencana besar kita di tahun depan tidak tercium oleh mereka. Aku siap berkorban untuk tujuan itu.” Si peserta paling muda berusaha meyakinkan bosnya.

Sebuah senyuman terlukis di bibir lelaki jenius itu, sepertinya sebuah keputusan besar telah ia dapatkan.

“Sepertinya kita memang harus bertindak untuk memecah konsentrasi para penegak hukum itu. Tapi kali ini harus melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan kita.”

“Aku sudah memiliki rencana yang jitu bos,” si peserta yang paling muda itu terlihat begitu antusias.

Semua peserta mau tidak mau ikut mendengarkan penjelasan si peserta paling muda, termasuk si kumis tipis. Mereka begitu khusuk mendengarkan kata demi kata yang terlontar.

“Dalam waktu dekat ini ada sebuah konser besar yang akan dilaksanakan di Jakarta. Konser itu dilaksanakan oleh orang-orang yang berasal dari sekutu dekat Amerika yaitu Korea Selatan. Dan jika kita berhasil meledakkan tempat itu, maka balas dendam kita sedikit terbalaskan. Selain itu, ledakan tersebut juga berarti sebuah pesan yang mengerikan buat Amerika dan sekutu-sekutunya.”

“Tapi, hal itu malah akan membuat korban besar dari pihak pribumi.”

“Apa boleh buat, itu merupakan sebuah pengorbanan untuk mencapai tujuan terbesar kita.”

“Terus…, perkiraan keberhasilan kita berapa persen?” Tanya si bos.

“90%, ada anggota kita yang mejadi salah satu panitia di sana. Jadi akan sangat memudahkan kita melaksanakan semua tugas itu. Dan aku yakin pengamanan konser itu tidak akan terlalu ketat karena hal itu di luar kebiasaan kelompok kita.”

“Oke…, aku restui rencana kamu dan pastikan keberhasilannya 100%. Tapi kamu tahu konsekuesinya jika gagal?”

“Siap bos!”

>>> Bersambung

Haiiii… Mian aku posting FFnya kelamaan… ada yang udah berlumutan ka? Hahahaha…

Beberapa hari yang lalu aku males untuk menulis… #PLAK <<< contoh yang tidak patut untuk ditiru. Dan Semangatnya menurun drastis. Tapi ke depannya mungkin akan lebih sering lagi… sayang, banyak Ide yang udah menyendap hingga jadi kerak…. hehehe.

Ayo kita sama-sama berjuang untuk semangat kembali… Hwaiting!!!

66 responses to “Save SHINee

  1. haha…si oppa ada ada aja…masa pake bunga kamboja, horor dong…kkkk

  2. antyy.elfshawol

    Oppa!
    *nunjuktangan*
    bknny nurdin m top udah mati?
    *yaallahsadisamatkatakatague*
    yg sisa kan tinggal nurdin halim,,
    *gaknyambung*
    btw,,
    si ahjumma nnton pilem apa sampe mau nangis??,,
    *pertanyaangakpenting*
    sklian tnyain sma si niku,,
    gmna bkin cara bikin petasan segede jihoon oppa??,,
    *kabursebelumditangkepjihoonoppa*

    • Nurdin kan emang dah mati…., iya tuh tinggal nurdin ex-PSSI… yang kemaren enggak mau turun…
      aduh… aku lupa nanyak sama si Ahjumma…. kekeke #PLAK
      wahhh… kalo masalah petasan… itu hanya Niku yang tahu… petasan segede Jihoon????? berarti Jihoon = badak dong…..hiks

  3. Wah kelakuan si hanna mrip bgt am q.tiap kali ngmg sndri am poster keyop yg nempl di pintu kmar hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s