Save SHINee – Part2

Auhtor : Park Jihoon

Cast :

SHINee : Onew, Key, Jonghyung, Minho dan Taemin

MANJA : KA-Jjong(bias), Inu-Key, Giga-Taemin, Dhini-Minho dan Rani-Onew

Shailov : Berlian-Key, Niku-Jonghyun, Hana-Onew, Hanna-Onew, Joanna-Key, dan Fefe-Minho

Cameo : Sari, Ayu dan Ririn (Maaf ya hanya jadi cameo, kalo kebanyakan cast aku bingung)

Lenght : Part

Genre : Komedi, Mistery, Action dikit (bukan di part ini).

Disclaimer : Aku hanya punya cerita ini dan duit yang banyak *mimpi >>> semoga jadi kenyataa, AMIN*, sedangkan semua cast punya orang lain. Yang punya nama, silahkan kenalin nama kalian masing-masing ya… hehehehe.

Note : Maaf untuk semua cast karena aku tidak menepati janjiku, tadinya aku berencana akan ngambil 5 cast terpilih tapi nyatanya aku malah ngambil 11 cast >>> karena intimidasi (enggak deng, ini murni jalan cerita yang membutuhkannya…). Mian atas ketidak konsistenan ini. Selain itu… ternyata FF ini tidak bisa dibuat 3part, kemungkinan 4-5part… padahal janji di awal kan 3 part. Hal ini juga dikarenakan bertambahnya cast yang dipakai. Mianhe…

Selamat membaca….

$$$

Di dorm SHINee

“Hyung…, coba lihat ini deh!”

Tiba-tiba Taemin keluar dari kamar dengan membawa laptopnya dan menghampiri member SHINee yang lainnya di ruang tengah. Mereka sedang istirahat setelah seharian latihan persiapan konser sambil melihat hasil video latihan tadi sebagai bahan untuk evaluasi. Taemin langsung duduk di tengah-tengah mereka.

“Aku menemukan sesuatu yang menarik di internet,” Taemin menunjukkan layar laptopnya pada member yang lainnya. “Saat tadi aku iseng googling, aku menemukan ini. Salah satu sponsor konser kita yang berasal dari Indonesia mengadakan semacam poling pendapat menganai apa yang akan mereka lakukan jika bertemu dengan member SHINee, untungnya pake bahasa inggris.”

“Aku mau lihat dong,” Onew yang tadinya kurang berminat langsung merangsek ditengah-tengah Minho dan Jjong.

Dan semua konsentrasi mereka langsung tertuju pada layar monitor laptop yang dibawa Taemin. Video yang diputar di layar LCD di depannya tidak lagi menarik perhatian mereka. Mulut mereka pun komat-kamit membaca setiap baris kalimat yang ditulis oleh Shawol Indonesia.

Nama : Sari
Bias : Jonhyun
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo bertemu dengan Jjong-oppa, aku bakalan peluk dia terus cubit-cubit pipinya kemudian aku cium tuh pipinya sampek habis tak tersisa.

“Wahhh pipiku bakalan habis nih, untungnya dia tidak bilang mau mencium punggungku yang seksoy ini bisa-bisa punggungku juga habis,” ujar Jjong lirih sambil mengelus-ngelus pipinya.

Nama : Ririn
Bias : Minho
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo ketemu dengan Minho-Oppa aku akan ngasih dia CD terbaru yang bergambar Spongebob, Dora, Hello Kitty dan Upin-Ipin. Selain itu aku ingin menghipnotisnya dan mengorek semua informasi dari sumbernya langsung.

WKWKWKWKWKWK…, semua member SHINee langsung ngakak berjemaah. Sedangkan Minho hanya bisa menggerutu dalah hati. “Sialan kenapa aku lagi yang kena,” ratap Minho.

“Bagus nih, ini namanya Fans yang baik hati. Minho-hyung kan belum punya tuh koleksi CD yang gambarnya begituan, dia kan hanya punya yang bergambar Micky mouse dan pokemon.”

PLETAK

“Enggak usah diperjelas…,” muka Minho makin merah padam karena aibnya terbongkar.

WWKWKWKWKWKWKW…, Jjong, Key dan Onew langsung guling-gulingan.

Beberapa saat kemudian suasana kembali terkendali. Semuanya kembali ke laptop.

Nama : Ayu
Bias : Taemin
Jika bertemu dengan SHINee : Aku ingin ketemu sama Taemin-Oppa dan Aku bawa pulang ke rumah untuk minta di NIKAHIN.

“Yaaahhh… aku kan belum cukup umur, masak dipaksa untuk menikah sih.” Kata taemin lirih.

“Jangan-jangan kamu menghamili anak orang ya?” ujar Jjong bercanda.

“Emang kalo menghamili anak orang itu gimana caranya?” Taemin balik tanya dengan wajah tampolnya (tampang polos).

GUBRAK….

“Dasar anak di bawah umur…,” Key hanya bisa mengelus kepala botaknya dan menggeleng kepala, ngedugem.

Nama : Dhini
Bias : Minho
Jika bertemu dengan SHINee : Minho-Oppa saranghe…, Kalo ketemu bakal langsung tak geret tuh orang yang cakepnya na’udzubilah ke KUA terus tak dudukin di depan penghulu buat ngucapin ijab qobul.

“Tuh kan… katampanan ku ini emang tersebar kemana-mana hingga ke pelosok Indonesia, hahahaha.” Minho menunjuk pada pesan yang dimaksudnya dengan bangga.

~  ~  ~  ~  s  i  n  g  ~  ~  ~  ~

Tidak ada yang menanggapinya.

“Perasaan tadi ada yang ngomong ya???” Tanya Key.

“Nggak ada….,” jawab Jjong, Taemin dan Onew kompak.

Minho lari kepojokan sambil ngorek-ngorek lobang idungnya.

Nama : KA
Bias : Jonghyun
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo ketemu dengan si seksoy… bakalan aku karungin dan dibawa pulang.

“HAHAHAHAHAHAHAHA…., emang Jjong-hyung kucing, pake dikarungin segala.”

Tawa Taemin langsung pecah mendadak, diikuti oleh yang lainnya. Jjong langsung kecut diketawain oleh member yang lainnya.

Nama : Rani
Bias : Onew
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo ketemu dengan simaniak chikin, aku bakalan ngasih ayam idup buat dimakan bareng denganku.

“Waaahhh, aku makin enggak sabar nih pengen cepet ke Indonesia,” kata Onew.

“Dasar maniak ayam,” ujar Jjong.

Nama : Giga
Bias : Taemin
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo Taemin-oppa ada di hadapanku, aku akan bersujud syukur, terus bakalan nyolek-nyolek badannya, trus minta foto bareng dan terakhir membawanya ke KUA buat nikahin aku.

“Minta dinikahin lagi…., apa di Indonesia enggak ada cowok ya?” Taemin mulai melayangkan pikirannya kemana-mana. **Ada… Jihoon… cowok tergantheng se kampung nun jauh di mato**

Nama : Inu
Bias : Key
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo ketemu Key-oppa aku bakalan teriak, lompat-lompat terus bilang “Sarangheyo”, minta tanda tangan, minta cium terus dibawa pulang ke rumah.

“Wah… Lockets, emang baik beda dengan fans yang lainnya, hahahaha.” Key mengeluarkan suara tawa nenek sihirnya.

Nama : Berlian
Bias : Key
Jika bertemu dengan SHINee : Aku ingin menculik Key dan dipaksa untuk nikahin aku.

“Kata siapa Locket baik2, tuh lihat ada yang udah niat menculikmu,” Jjong menunjuk pada pesan yang barusan dibacanya.

“Hahaha…, aku juga ingin tuh Key-hyung diculik, biar di dorm enggak ada yang marahin aku lagi,” celetuk Taemin.

“Sialan…,” gerutu Key.

Nama : Niku
Bias : Jonghyun
Jika bertemu dengan SHINee : Jika  ketemu Jonghyun aku akan membiusnya kemudian dibawa pulang dan dikunciin di kamar terus minta pin ATM, kalo enggak dikasih aku akan nyalain petasan yang gede.

“Jjong… fansmu ternyata ganas-ganas ya, ckckck. Kalo yang ini mungkin keturunan teroris kayaknya, mainannya petasan. Entar bisa-bisa mainannya bom, ih serem.” Kata Onew.

Bulu kuduk Jjong langsung berdiri.

Nama : Hanna
Bias : Onew
Jika bertemu dengan SHINee : Aku mau ngajarin Onew-oppa untuk ngegedein mata biar bisa ngelihat aku yang cantik ini.

“Ooo… pantesan selama ini yang dilihatnya cuma ayam, ternyata ini efek samping dari mata segaris itu ya,” Minho mencoba menganalisis.

“Enak aja, mata segaris ini yang bikin aku tambah gantheng dan Seksi loh,” Onew mengedip-ngedipkan bulu matanya.

HOEKS…

Semuanya langsung jekpot (baca : muntah) mendadak.

Nama : Hana
Bias : Onew
Jika bertemu dengan SHINee : Just wanna say sarangheyo Onew-oppa

“Ini yang namanya MVP sejati,” ujar Onew bangga.

Nama : Joanna
Bias : Key
Jika bertemu dengan SHINee : Kalo ketemu Key, aku akan kasih hadiah kunci sama boneka spongebob, kemudian ngajak key pulang minta diajarin masak. Kasih key poster farrah queen yang mukanya udah di edit jadi mukaku. Dan yang terakhir minta nomor telpon, pin bb, alamat rumah. Pokonya harus ngasih.

“Wah, aku mau posternya Farah Quinn yang asli, tapi kok ujung-ujungnya malah kayak penjahat sih,” ujar Key.

“Locket emang brutal,” kata Taemin.

PLETAK

“Awww…, sakit Key-hyung,” seru Taemin.

“Sekali lagi bilang Locket brutal, kamu akan mendapatkan ini,” Key memperlihatkan kepalan tangannya.

Taemin langsung mengkerut. “Key-hyung aja udah brutal, gimana dengan locket,” seru Taemin dalam hati.

Nama : Fefe
Bias : Minho
Jika bertemu dengan SHINee : Aku ingin berlomba dengan Minho-oppa untuk bikin peta dunia, kalo Minho-oppa dari iler dan aku dari ketombe ku.

~  ~  ~  s   i   n   g  ~  ~  ~

Semua tatapan langsung mengarah pada Minho. Tiba-tiba…

WKWKKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWWKWKWKWK…

Semuanya kembali ngakak berjemaah sampe guling-gulingan saat membaca pesan yang terakhir. Minho makin tersudutkan dan kembali kepojongan sambil ngorek-ngorek lobang idungnya yang tambah gede.

“Ternyata Flames sama Minho-hyung enggak ada bedanya, sama-sama jorok.” Ujar Taemin sambil memegang perutnya yang sakit saking kebanyakan ngakak.

“Kena lagi… kena lagi…. kena lagi,” ratap Minho.

$$$

Kembali ke Indonesia

“Inu, gimana? Kita dapat tiketnya?” tanya KA penasaran.

Dalam rangka mendapatkan tiket konser SHINee, Inu ditugaskan sebagai ‘pemburu’ tiket karena Inu tinggal di jakarta dan juga memiliki teman yang terlibat sebagai panitia konser. Jadi sejak jauh-jauh hari Inu telah menghubungi temannya tersebut dan telah ‘mengancam’nya dengan berbagai ancaman jika gagal medapatkan tiket konser SHINee. Sesuai dengan kesepakatan, malam ini Inu kembali menelpon temannya itu untuk menanyakan masalah tiket. Para member MANJA –KA, Dhini, Giga, dan Rani- mengelili Inu yang sedang menelepon dengan penuh harap.

“Yah… tiket nya…tiket nya…,” ujar Inu dengan semangat yang telah menguap.

“Tiketnya kenapa? Kita dapat kan?” tanya Giga dengan jantung berdegup kencang saat melihat ekspresi Inu.

“Inu… tiketnya?” tanya Dhini tidak sabar.

“Kamu jangan main-main Nu…, kita udah mencurahkan semua emosi, harapan dan konsentrasi kita untuk konser SHINee ini. Jangan bilang kita tidak dapat tiket!” Rani mulai emosi.

“Tiketnya gimana?” KA kembali menanyakan pada Inu yang hanya diam dengan ekspresi muka kecut.

“Tiketnya… tiketnya… kita dapat.”

“HUAAAAAAAAAAAAA… HUAAAAAAAA,” semuanya langsung nangis histeris.

KA, Giga, Rani dan Dhini menangis sejadi-jadinya, bahkan KA nangis sekenceng-kencengnya sampek mengalahkan suara ketera api. Yang terdengar di telinga mereka berempat adalah ‘tiketnya tidak dapat.’ Entahlah kesalahan itu datangnya dari mana. Dan yang pasti orang yang dipenjara itu salah semuanya **#PLAK,maap nggak nyambung**. Sedangkan Inu yang ngasih tahu kalo ‘tiketnya dapat’ ikut cengo melihat tingkah para sahabatnya. Inu pikir semua sahabatnya itu bakalan jingkrak-jingkrak kegirangan karena berhasil mendapatkan tiket konser SHINee.

“Kalian kenapa pada nangis?”

“Gimana enggak nangis, tiket yang kita usahakan berbulan-bulan ternyata enggak dapat, hiks.” Ujar Giga dengan linangan air matanya yang terus mengalir bagai sungai Kapuas.

“Kata siapa? Tanya Inu.

“Yah.. kata kamu lah.”

“Aku?” Inu menunjuk diri sendiri. “Aku enggak bilang gitu, tadi aku bilang ‘tiketnya kita dapat’.”

KA, Giga, Dhini dan Rani langsung diam mendadak, sembuh dari tangisan anak tirinya. Mereka kemudian memasang telinganya pada chanel yang benar. Bahkan mereka ngambil cuttonbud terlebih dahulu agar mendapatkan sinyal yang lebih kuat.

“Coba ulangi sekali lagi!” pinta Dhini.

“Kita dapat tiket konser SHINee.”

“YEEEEEEAAAAAAA……”

Semuanya langsung jingkrak-jingkrak kegirangan, lupa dengan air mata yang telah mereka keluarkan barusan. KA, Giga, Rani dan Dhini langsung ambil formasi, mereka langsung joget-joget enggak jelas, mulai dari joget Nuna neomo Yeoppo, Ring Ring Dong, ampe Hello, lengkap enggak ada yang ketinggalan. Bahkan ditutup dengan aksi joget keong keracunan.

“YEEE… YEEE… kita dapat tiket… kita dapat tiket… kita dapat tiket….”

Kehebohan mereka masih tetap berlanjut. Mereka menari sambil mengelilingi Inu yang kembali dibuat cengo oleh ke empat sahabatnya itu.

“Ckckck, barusan mewek ampek air mata mirip bajir bandang, sekarang malah mirip orang setress tingkat akut.” Inu menggeleng-geleng kepala.

DOR…

DOR… DOR…

DOR…DOR… DOR…

“Miho-oppa gantheng… Minho-oppa gantheng… Minho oppa gantheng,” latah Dhini.

“Tiarap… ada kompor meleduk,” ujar KA ikut latah.

Ketika para member MANJA sedang merayakan tiketnya, tiba-tiba terdengar beberapa ledakan petasan dari lantai dua. Kontan mereka kaget dan langsung bersembunyi di balik selimut Inu.

“Jiah… dasar flames maniak, latahnya aja pake milih ‘Minho-oppa gantheng’,” ujar Giga lirih.

“Hehehe…,” Dhini cengengesan.

“Si muridnya Nurdi M TOP marah lagi kayaknya,” ujar Rani.

“Marah kenapa? Beberapa hari ini kita lagi genjatan senjata kok, enggak ada FF yang kita publish.” Kata Inu dan diamini oleh Giga.

“Terus kenapa?” Dhini penarasan.

“Putus cinta kali,” celetuk giga.

“APA… Murid Nurdin M TOP bisa jatuh cinta?” Tanya KA dengan suara nyaring.

WKWKWKWKWKWKW…, semuanya langsung pada ngakak, enggak bisa ditahan. Bahkan mereka sampek berjatuhan dari tempat tidur.

“Hus… jangan kencang-kencang ntar kedengaran sama Niku. Bisa-bisa kita di bom hidup-hidup,” ujar Rani.

Semua member MANJA langsung diam tak bersuara. Bayangan Niku dengan membawa petasan segede badak langsung menghantui pikiran mereka.

“Hiks… hiks… hiks…”

Tiba-tiba terdengar suara tangisan yang ditahan. Tidak seperti member MANJA kalo nangis, yang mengeluarkan nada suara setinggi-tinggi hingga embuat orang budek bisa mendengar mendadak.

“Loh… sepertinya aku mendengar ada seseorang yang menangis?” Ujar Inu, kemudian memusatkan pendengarannya.

“Sepertinya dari lantai atas.” Kata Dhini.

“Jangan-jangan terjadi perang saudara diantara member Shailov, seperti yang terjadi di timur tengah.” Dhini menduga-duga.

“Kita coba lihat ke atas yuk!” ajak KA.

“Enggak mau, entar nyampek di sana kita di suguhi petasan sama Niku.” Kata Rani.

“Iya… kalo ada petasan meledak gimana?” Dhini menambahi.

“Tapi sepertinya tadi di atas tidak terdengar suara pertengkeran. Tadi Cuma terdengar suara petasannya Niku dan suara tangisan…” ujar Giga.

“Ya udah, dari pada kita menduga-duga lebih baik kita ke atas yuk, untuk memastikannya. Siapa tahu mereka lagi ada masalah.” Kata KA berusaha untuk membujuk member yang lainnya.

Setelah dipikir matang-matang, akhirnya semua member MANJA pergi kelantai dua, tempat kelompok Shailov bersarang. Mereka ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi di atas, perang saudara kah atau apa. Rani dan Giga yang trauma dengan petasan Niku berada di posisi paling belakang, bersembunyi di balik punggung Inu.

Sesampainya di lantai dua mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya, semua member Shailov bergerombol di lantai sambil bergandengan pundak dan menangis berjemaah. KA dan yang lainnya tidak ingin melanjutkan karena takut mengganggu mereka, tapi kedatangannya telah di ketahui Berlian.

“Hehehe… malam…,” ujar KA saat bertatapan dengan mata Berlian yang sembab dengan air mata. “Kami datang ke sini hanya ingin memastikan keadaan kalian, karena kami dengar ada suara tangisan.”

Semua member Shailov menghentikan tangis berjamaahnya, dan mengalihkan pandangannya ke arah grup MANJA. Mereka melihat dengan tatapan menyelidik maksud kedatangan mereka yang tidak diundang. Sedangkan para member MANJA merasa risih dilihat dengan tatapan curiga seperti itu.

“Nu, balik yuk! Tatapan mereka membuat kakiku merinding nih. Jangan-jangan bentar lagi petasannya Niku meledak,” bisik Rani di telinga Inu.

“Kalian kesini mau memastikan kalo kami emang menangis, terus mau ngeledek kami kan?” Niku langsung menuduh tanpa bukti.

Rani dan Giga udah siap-siap ambil jurus langkah seribu, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. KA tidak tahu harus berkata apa, mulutnya terkunci rapat dan pikirannya langsung dipenuhi oleh bayangan Niku dengan petasannya yang segede badak.

“Niku… kami kesini bukan untuk hal seperti itu, meskipun kita selalu musuhan di dunia FF, tapi kita masih saudara sesama Shawol kan? Bukannya kita sudah melakukan genjatan senjata dalam beberapa hari ini. Mendengar tangisan kalian, kami tahu kalo kalian dalam kesulitan besar. Dan kami juga tidak akan membiarkan saudara kami, sesama shawol, berada dalam kesulitan.”

Tiba-tiba suara Inu memecah kebekuan yang sempat tercipta diantara dua kubu itu. Perkataan Inu membuat member MANJA terperanjat, begitu juga para member Shailov. Inu yang terkenal cerewet enggak ketulungan bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu, mirip kata-katanya om Mario Teguh.

“Iya… kami akan membantu kalian,” ujar Dhini.

“Yup,” Giga dan Rani menganguk kompak.

Kemudian para member MANJA ikut duduk di dekat member Shailov nangis berjemaah tadi. Mereka merangkul member Shailov, memberikan pundak mereka untuk berbagi kesedihan.

“Oke, sekarang kita damai kan. Kalo kalian menganggap kami juga saudara, tolong ceritakan masalah kalian,” kata KA, mewakili member MANJA yang lainnya.

Para member Shailove saling tatap, mengharap ada yang bersedia untuk mengungkapkan kesedihanyya. Dan Fefe yang paling siap.

“Maaf, karena kami telah salah duga terhadap kalian. Kami… hiks,” air mata Fefe kembali jatuh.

Dhini dan Giga yang berada di sampinya langsung berusaha menenangkan Fefe. Fefe kemudian menghapus air matanya dan mengirup udara untuk menguatkan hatinya.

“Kami… tidak mendapatkan tiket SHINee yang telah kami dambakan berbulan-bulan. Bahkan kami datang langsung ke tempat penjualan tiketnya, tapi kami tidak kebagian.”

“Tapi kalian kan masih bisa menjemput mereka di bandara,” kata Rani, berusaha membesarkan hati mereka.

“Benar, tapi jiwa kami tidak bisa menerimanya. Sebagai seorang Shawol hal itu merupakan pukulan telak buat kami,” ujar Hana.

“Iya benar,” sang saudara kembar, Hanna, membenarkan.

“Kalau kami tidak bisa menonton mereka kali ini, kapan lagi ada kesempatan seperti ini?” Joanna ikut angkat suara.

Mendengar pengakuan member Shailov hati para member MANJA ikut merasa sedih. Sebagai sesama Shawol, mereka tahu seberapa besar kesedihan mereka saat ini. Bahkan tadi mereka juga sempat nangis meraung-raung karena salah dengar informasi dari Inu. Para member MANJA berusaha untuk menenangkan member Shailov.

Tiba-tiba Inu keluar ke beranda sambil berusaha menelepon seseorang. Dia terlihat berbicara serius dengan seseorang di seberang telepon. Tak lama kemudian dia masuk dengan raut wajah ceria.

“Entah ini karena kalian beruntung atau apalah namanya, yang pasti barusan aku telepon temanku di Jakarta dan dia bilang dia memiliki 6 tiket yang gagal diambil oleh pemesannya karena mereka berhalangan untuk hadir. Tapi tiket ini 20% lebih besar dari tiket biasanya, untuk biaya pindah tangan.”

“BENARKAH?” Berlian, Fefe, Niku, Joanna, Hana dan Hanna langsung berdiri dan mengelilingi Inu.

“Benar,” Inu mengangguk mantap.

“Terimakasih Inu,” semua member Shailov langsung memeluk Inu, dan tumpahlah air mata kebahagian mereka.

Member MANJA yang lainnya juga ikut menitikkan air mata. Mereka benar-benar merasakan arti kebahagiaan sesama Shawol. Meskipun mereka sering terlibat perang dingin di dunia FF tapi saat ini perasaan mereka saling dekat satu sama lainnya.

“Untuk merayakan kebahagian ini, aku akan menyalakan petasan spesialku.”

Niku langsung lari ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa puluhan petasan kecil-kecil yang dirangkai jadi satu. Mirip peluru senjata yang biasanya melilit di tubuh rambo. Para member Shailov langsung menyambut kedatang petasan Niku dengan senyum lebar, mereka benar-benar sesama pengikut teroris. Sedangan para member MANJA langsung jantungan setengah mati.

“PETASAN….!!! kaburrr.”

Giga dan Rani langsung ngibrit duluan, mirip orang dikejar anjing galak. KA dengan langkah pelan tapi pasti juga ikut ngibrit diikuti oleh Inu. Sedangkan Dhini, kakinya gemetaran susah untuk di gerakkan.

“Minho-oppa gantheng… Minho-oppa gantheng… Minho-oppa gantheng…,” Dhini komat-kamit melafalkan mantra saktinya.

DAR… DOR… DAR… DOR…

DAR… DOR… DAR… DOR…

DAR… DOR… DAR… DOR…

Tidak butuh waktu lama, ledakan petasan terdengar saling saut-menyaut seakan mewakili kebahagian yang dirasakan semua member Shailov. Namun tidak bagi grup MANJA, petasan itu bisa membuat mereka mati muda karena jantungan.

$$$

Di sebuah bangun di Jakarta, sekelompok orang yang tak dikenal sedang mengadakan rapat koordinasi. Rapat terakhir sebelum mereka terjun kelapang. Mereka terdiri dari lima orang, dan yang memimpin rapat merupakan anggota yang paling muda namun karena kecerdasannya dia menempati posisi paling tinggi diantara mereka.

“Karena bos telah memberi restu terhadap tugas ini, aku yang akan langsung terjun ke lapang untuk memastikan keberhasilannya.” Kata si pemimpin. Kemudian dia menatap ke anak buahnya satu persatu sebelum melanjutkan perkatannya. “Bagamana persiapan di lapangan?”

“Semuanya berjalan lancar Kang, bahan-bahan yang kita butuhkan sudah masuk ke dalam sasaran. Dan aku pastikan tidak akan ada intelejen yang bisa mengendusnya.” Seorang anak buahnya yang berwajah tampan dengan kulit putih memberi laporan.

Kang, adalah panggilan untuk orang yang memimpin suatu misi karena selama misi berlangsung tidak boleh, lebih tepatnya diharamkan, untuk menyebutkan nama asli. Dan mereka juga memiliki sandi untuk masing-masing nama.

“Bagus…, kerjamu memang luar biasa.  Jangan sampai teman-tamanmu di sana curiga terhadap gerak-gerik mu.”

“Baik Kang.”

“Buat yang lainnya, setelah semua persiapan beres kalian tidak boleh kelihatan berkeliaran di sana. Minimal tiga hari sebelum hari H kalian sudah menghilang supaya tidak ada yang bisa mencium gerak-gerik kalian.”

“Baik kang,” jawab ketiga anggota lainnya.

“Aku yakin, misi kali ini akan berjalan dengan lancar karena menurut informan kita, para intelejen masih berusaha mengendus tempat kita yang lainnya di Aceh.”

“Benar Kang, aku juga merasa tugas ini terlalu mudah, hahaha.”

“Iya…, tapi kalian jangan sampai lengah. Kesalahan kalian sedikit saja bisa membuat semuanya bisa berantakan.”

Mereka memastikan semua persiapan dan perencanaan berjalan sempurna, karena sang ketua misi kali ini memang ahli dalam perencanaan. Beberapa kasus bom yang sempat menghebohkan Indonesia dulu juga salah satu hasil perencanaannya.

$$$

Seminggu sebelum konser, susana kosan K-lov begitu sibuk dengan persiapan. Semua member MANJA dan Shailov bersatu, bahu-membahu membuat persiapan, mulai dari spaduk, poster, bahkan boneka yang berisi pesan-pesan mereka untuk member SHINee yang rencananya akan di lempar ke atas panggung. Mereka benar-benar sibuk.

Bahkan Ahjumma pemilik kosan pun ikut-ikutan sibuk setelah dikasih tahu kalo para penghuni K-lov akan mengadiri konser SHINee. Sebagai penggemar drama Korea, dia juga membantu anak-anak kosannya menyiapkan persiapan. Bahkan saking bahagianya, Ahjumma membuat nasi tumpeng untuk merayakan keberhasilan mereka memperoleh tiket.

“Entar kalo ketemu SHINee, bilangin salam untuk Jeremy ya! Hehehe…,” Ahjumma mengutarakan niat terselubungnya.

“Ahjumma ternyata masih doyan ama brondong, entar kayak Nunung loh. Mobil ilang,” ujar KA.

“Kalo brondongnya Jeremy, Ahjumma akan membelikan mobil apapun yang dia minta.”

“Terus Ahjussi mau dikemanain?” tanya Fefe.

“Ah iya, aku lupa tuh… hahaha.”

Jeremy yang dimaksud tidak lain dan tak bukan alah Lee Hongki. Bahkan suaminya sendiri ngalah supanya tidak terjadi perang dunia. Ahjumma benar-benar sudah buta kalo berhubungan dengan Korea. Dia tergolong sebagai makor, maniak korea.

Selain persiapan untuk konser, mereka juga berunding untuk acara penyambutan SHINee, mulai dari bandara hingga pulang lagi di bandara. Dan semuanya sepakat akan bolos kuliah demi SHINee. Kesepakatan yang aneh, gila dan tergolong somplak.

Untuk memperlancar semua rencana, dibentuk pula penanggung jawab untuk masing-masing tugas. Dokumentasi diserahkan pada Inu dan Berlian karena hasil jepretan mereka tergolong paling oke, dan mereka berdua sedikit banyak tahu tentang photografi. Sedangkan Joanna dan Dhini bertugas untuk mewawancara colongan member SHINee jika ada kesempatan karena mereka jago bahasa korea. Sedangkan KA bertugas sebagai ketua team dan yang lainnya bagian bersorak-sorak gembira mencangkup bagian logistik. Dan team ini mereka namakan team Ekspedisi SHINee.

Semua jadwal kedatangan SHINee, dan jadwalnya selama di Indonesia telah berada di tangan mereka. Hal ini juga berkat teman Inu yang menjadi salah satu panitia, semuanya berjalan dengan sempurna.

Tepat sehari sebelum hari kedatangan SHINee, semua persiapan mereka telah selesai seratus persen. Sesuai rencana, mereka akan berangkat dari rumah Inu ke Soekarno-Hatta dan akan bergabung dengan para shawol Indonesia lainnya di sana. Setelah itu mereka berencana untuk menginap di pelataran hotel tempat SHINee menginap dan juga di tempat SHINee akan menggelar konser, Senayan.

“Semua persiapan sudah siap, saatnya kita akan menyambut kedatangan SHINee,” ujar KA sebagai ketua team ekspedisi SHINee.

“SHINee WELCOME TO INDONESIA…,” teriak semua member sambil menyatukan tangan kanan mereka.

>>> Bersambung

35 responses to “Save SHINee – Part2

  1. hhhuaaaa… senangnya jadi cast… *dance lucifer*
    jadi MANJA sma shailov udah rujuk nih,,,
    aku memang mvp sejati se-jati jatinya loh onyu-ssi… hahaha
    yesss berarti shailov bakal ketemu shinee donk..
    request donk, aku pengen cubit pipinya onyu…….>.<
    ayolah.. ayolah… pengen nyubit….

  2. telat baca ff-nya😥 hiks..hiks..hiks *nangis di pelukan MinHo oppa #plakkk di gampar sama flames xD

    “Jika bertemu dengan SHINee : Aku ingin berlomba dengan Minho-oppa untuk bikin peta dunia, kalo Minho-oppa dari iler dan aku dari ketombe ku”
    kekekekeke~ oppa ide somplak’y ngk prnh abis🙂
    like it ^^b

  3. taemin… awas y.. klo bilang locket brutal, d tonjok tuuh ama keyeobo ku hahaha…

    manja dn shailov udh baikan niihh.. bagus lah.
    .

    pnasaran ama lanjutanny..
    dtunggu scepetny oppa..

  4. taemin… awas y.. klo bilang locket brutal, d tonjok tuuh ama keyeobo ku hahaha…
    dan SEMUA SHAWOL ITU BAIK..

    manja dn shailov udh baikan niihh.. bagus lah.
    pnasaran ama lanjutanny..
    dtunggu scepetny oppa..

  5. numpang lewat……………misi mas, misi mba

  6. sesama Shawol mank harus rukun, sling m’dukung, saling m’bantu..
    walau b’beda qta tetap 1 jua , SHAWOL (nah,,apa pula ni kok Bhineka tunggal ika di bawa2//keberatan.)hihihi…

  7. antyy.elfshawol

    Smga SHINee beneran konser di Indo,,
    AMINNNNN!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s