[Picture Say] My Imagination 7-Apa (Its Hurts)

Author : Park Jihoon

Lenght : Drabble (jangan kelamaan ya hati ku terasa teriris melihat foto2 itu…hiks)… tapi kok jadinya OneShot….

Genre : Pic Story, Romance

Note : Sebenarnya FF ini seharusnya publish bersamaan dengan drama Dream High masih tayang, tapi perasaan Jihoon masih galau saat itu dan tidak memiliki kekuatan untuk itu. Jadinya baru bisa di publish sekarang setelah semuanya bisa dikendalikan dengan baik, aku dan Suzy juga kembali akur dan mesra, hehehe #PLETAK. Mianhe jika FF kali ini Jihoon tidak melawak… karena terlalu emosi. Ini juga sisi lain dari kesomplakan Jihoon… hehehe.

Selamat Membaca…

$$$

“APA INI?”

Saat melihat sebuah foto di sebuah tayangan televisi, tiba-tiba membuat jantungku seakan mau berhenti berdetak. Hormon adrenalin ku melonjak naik secara tiba-tiba dalam aliran darah yang tak mampu aku kendalikan. Muka ku terasa sangat panas dan nadi di pelipisku berdenyut kencang membuat kepala ku rasanya mau pecah. Foto itu, foto yeojachingu ku –Suzy- sedang melakukan adegan ciuman dengan namja lain, dan hal itu benar-benar membuatku bisa mati mendadak.

Sekarang ini, yeojachinguku itu memang sedang sibuk dengan film perdananya, Dream High. Hal itu memang pernah kita bicarakan sebelumnya, saat dia mau menandatangani kontraknya. Karena kita selalu mendiskusikan apapun yang akan kita kerjakan dan tidak jarang kita juga saling memberi masukan. Bagitu pun jika kita menghadapi suatu masalah, baik masalah pribadi maupun masalah hubungan antara aku dan Suzy. Namun, dia tidak pernah menyinggung akan adanya adegan ciuman itu sebelumnya. Bahkan saat aku tanya, “apakah ada adegan kissu-nya?” Dengan mantap dia menjawab, “tidak.” Tapi kenyataannya…, ah… ini benar-benar membuatku bisa mati berdiri.

Memang dua minggu terakhir ini kami jarang berkomunikasi, karena aku ingin dia bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Meskipun hal ini terasa sangat sulit buatku, karena sehari saja tidak mendengar suaranya aku merasa ada sesuatu yang kosong dalam hatiku. Namun hal itu aku tahan dan aku curahkan dalam kesibukanku di dunia kampus. Dan aku bilang pada diriku, “percayalah Suzy sekarang juga sedang berusaha sangat keras. Jadi dukunglah dia semaksimal yang kamu bisa.”

Beberapa hari yang lalu dia sempat menelponku tapi tidak aku angkat karena kebetulan aku sedang berada di kamar mandi. Kemudian dia mengirimkan sebuah pesan yang bunyinya, “Oppa, kenapa hapenya tidak diangkat? ada perubahan dalam skenario dan aku minta pendapat oppa.” Namun saat itu aku tidak berpikiran kearah situ, aku pikir itu perubahan cerita yang biasa terjadi di tengah jalan sehingga aku tidak menelponnya balik, tapi aku mengirimkan sebuah pesan balasan. “Maaf barusan oppa lagi dikamar mandi. Oppa percayakan semuanya padamu, lakukanlah yang terbaik. Hwaiting!!!” Tapi kalau yang dimaksudnya seperti ini… Oh… kau bisa membunuhku secara perlahan.

Pikiranku makin kemana-mana hingga membuat mataku berkunang-kunang. Dan aku sepertinya tidak sanggup untuk melakukan apapun, baik itu menyelesaikan tugas kuliah yang sudah menumpuk di meja belajarku atau pun yang lainnya. Akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Suzy, dan aku harap dia tidak lagi syuting.

Tuuuuttt… ttuuuutt….

“Yeoboseo…, Oppa… tumben telepon sepagi ini. Aku kangen banget loh sama oppa. Tadi malem aku  mimpi bertemu dengan oppa, dan ternyata hari ini oppa menelponku. Apakah ini menandakan adanya ikatan yang kuat diantara kita.”

Seperti biasa Suzy selalu menyambut telepon dari ku dengan sangat antusias. Suaranya yang riang dan lembut membuat hatiku semakin teriris, rasanya aku tidak tega untuk menaikkan nada suaraku di telinganya yang lembut. Oh…, apa yang harus aku lakukan. Namun hatiku sudah terlanjur panas.

“Chagiya…, kamu tidak lagi syuting kan?” aku memaksa untuk menekan suaraku.

“Ne…, oppa. Dua hari ini kami break syuting, dan akan dimulai lagi besok lusa. Kenapa oppa?”

“Aku ingin membicarakan sesuatu…”

Ada semacam ganjalan di tenggorokanku, rasanya susah untuk mengeluarkan suara. Sedangkan di seberang telepon suzy menanti dengan sabar.

“Kenapa kamu tidak menjelaskan pada ku kalau ada adegan ciuman?”

Aku berusaha untuk bertanya setenang mungkin. Atau mungkin malah terdengar sangat dingin di telinga Suzy, tapi aku tidak berpikir ke arah situ. Suzy tidak langsung menjawab. Aku dengar di seberang telepon suara Suzy sepertinya kebingungan untuk menjelaskan.

“Anu… oppa, itu….”

“WAE…???” Suaraku mulai meninggi saat mendengar suara Suzy yang tak kunjung menjawab. “Kenapa kamu tega membohongiku? Kalau seperti ini caranya, kamu bisa membunuhku secara pelan-pelan.”

Aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku. Dan tiba-tiba aku mendengar suara isak tangis Suzy yang ditahan di seberang telepon.

“Bukannya… Oppa telah… telah mengizinkan lewat pesan yang oppa kirim.” Ujar Suzy dengan diiringin suara isak tangisnya.

“Kapan…?”

“Saat…”

“Tapi kamu hanya bilang ada perubahan, dan kamu tidak bilang mengenai adegan ciuman itu kan?”

“Mianhe… oppa,”

“Kamu masih ingat dengan komitmen kita waktu kita jadian kan? Jangan ada suatu kebohongan antara kita, satu pun tidak boleh. Dan kamu sediri kan yang memintanya?”

“Ne…”

“Kalo seperti ini…, apa ini bukan suatu kebohongan? Aku merasa dibohongi mentah-mentah oleh yeojachinguku sendiri.”

“Oppa… aku…”

“Sudah lah aku tidak lagi ingin berdebat, hari ini aku terlalu lelah dan capek.”

“Oppa.. aku…ak…”

KLEK..

Aku langsung mematikan telepon genggamku sebelum Suzy mengatakan sesuatu. Hatiku hancur karena merasa dibohongi oleh orang yang sangat aku cintai, atau kah ini hanya rasa cemburu yang keterlaluan. Aku juga merasa sangat menyesal karena telah melontarkan beberapa kata ‘pedas’ yang mungkin menyakitkan hati Suzy. Tapi aku sudah terlalu lelah untuk berfikir ke arah situ.

Setelah sambungan telepon aku putus secara sepihak, Suzy beberapa kalo menelepon balik tapi tak pernah aku angkat. Aku biarkan hape ku meraung-raung sendirian. Hatiku terlalu sakit untuk saat ini. Kemudian terdengar sebuah pesan masuk dari Suzy yang bunyinya, “Oppa mianhe, tapi tolong berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya.” Namun pesan itu tidak aku balas.

Aku membaringkan tubuh di atas tempat tidur, tidak semangat untuk mengikuti perkuliahan. Bahkan untuk makan pun rasanya tidak bernafsu sama sekali.

$$$

Di tempat Suzy

“Oppa… tolong bales pesanku,” ujar Suzy penuh harap.

Sejak telepon yang dipitus secara sepihak, Suzy terus berusaha menghubungi Jihoon tapi tak pernah diterima. Bahkan pesan yang barusan dikirimnya pun tidak dibalasnya. Air mata Suzy semakin membanjiri pipinya yang lembut dan halus. Dia tidak menyangka bakal menanggung resiko seperti ini karena telah menerima tawaran dari sang sutradara yang memintanya untuk melakukan adegan ciuman yang tak pernah di singgung di awal perjanjian.

“Sebesar ini kah kemarahan oppa…,” batin Suzy semakin teriris. Bahkan ucapan Jihoon yang menyatakan dirinya telah membohonginya membuat air matanya semakin sulit untuk dibendung.

“Suzy-ssi, kamu kenapa?” tanya seorang kru yang kebetulan berpapasan.

“Ah… anio, aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa perasaanku sedikit tidak enak.” Suzy langsug menghapus air matanya dan memaksakan sebuah senyuman di bibirnya.

“Kamu sakit?”

“Anio… aku hanya perlu sedikit menghirup udara segar dan mencari suasana baru.”

“Ya udah kalo memang tidak apa-apa, aku harap suasana hatimu kembali seperti sebelumnya.” Ujar sang kru sebelum meninggalkan Suzy.

Setelah kru itu pergi, Suzy kembali ke dalam kamarnya. Dia mengambil baju hangatnya yang berwana merah muda dan sempat mengepang rambut panjangnya yang indah. Kemudian dia memasukkan beberapa barang pribadinya ke sebuah tas berwarna coklat. Kesedihan masih menyelimuti wajanya yang cantik.

Suasana begitu cerah, tapi udara musim dingin masih bisa membuat tulang menggigil. Matahari bersinar terang dan membuat udara sedikit hangat, namun kehangatan itu seakan tidak bisa menjangkau ke hati Suzy yang sedang bermuram. Dengan tujuan yang tidak jelas dia terus berjalan diantara orang yang berlalu lalang. Dia tidak perduli dengan tatapan orang yang melihatnya dengan perasaan iba saat melihat kondisinya.

Ucapan Jihoon yang mengatakan dirinya berbohong selalu terngiang di dalam kepalanya. Dan membuat ulu hatinya terasa sakit. Tiba-tiba air mata yang tak diundangnya kembali tumpah. Seluruh anggota tubuhnya tidak mampu untuk bergerak sehingga dia memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan di sebuah tempat penyebrangan.

“Oppa mianhe, tidak ada niat sedikitpun di hati ku untuk membohongi oppa.” Ujarnya lirih.

Seharian Suzy berjalan menyusuri pusat kota untuk menenangkan perasaannya, tapi tak ada satu tempat pun yang bisa menenangkannya. Perasaannya membuat hari seakan mendung dengan awan kelabu, meskipun saat itu matahari bersinar dengan terangnya.

Namun saat malam hari, ada pesan yang diterimanya dan membuat awan kelabu di dalam hatinya sedikit tersingkap. Dia membaca pesan itu berulang-ulang kali.

“Chagiya…, hari ini hatiku sakit, jiwaku juga seakan lepas dari jasad ini. Melihat foto itu benar-benar membuatku tak bisa menahan perasaanku untuk marah. Kecemburuan ini benar-benar membuatku lupa diri. Mianhe… jika kata-kata ku tadi pagi membuat hatimu yang lembut terluka. Chagiya…, aku masih membutuhkan waktu untuk menenangkan hati ini karena aku tidak ingin melukai hatimu untuk kedua kalinya dengan mulut ku ini. Sungguh aku tak sanggup untuk melihatmu bersedih. Aku juga tidak ingin menjadi orang yang selalu tertutup hatinya, karena hati ini tak bisa bertahan tanpa dirimu. Kita bicara besok jam 7 malam di tempat biasa.”

Setelah membaca berulang-ulang kali, kantuk langsung melanda Suzy. Perasaannya membuat tubuhnya benar-benar letih.

$$$

Sinar matahari telah tenggelam beberapa jam yang lalu dan kegelapan telah menyelimuti seluruh Korea. Udara musim dingin membuat tulang kulitku yang tak telindungi ikut mengigil. Beberapa kali aku meniupkan nafasku ke tangan untuk memberi sedikit kehangatan. Aku menunggu kedatangan yeojachinguku di sebuah taman dekat tempat syuting dream high.

Dan tak berselang waktu lama, Suzy terlihat dari kejauhan yang disinari oleh temaran lampu taman. Wajahnya yang putih dengan bibir kemerahan membuat semua penghuni di bumi ini pasti akan memuji kecantikannya. Aku berdiri dari tempat duduk ku saat Suzy berada di hadapanku.

“Selamat malam oppa…,” sapanya dengan nada parau.

Suasana diantara kami tiba-tiba terasa sangat asing, lebih tepatnya aneh. Wajah Suzy terlihat seperti manahan sebuah kesedihan, dan membuatku ingin memeluknya dan menghapus semua kesedihannya. Tapi aku tidak bisa, perasaan asing di dalam hatiku yang mencegahnya.

“Selamat malam…,” ujarku canggung.

“Oppa mianhe…” kata Suzy saat masih berdiri. “Mianhe karena aku tidak mengatakan tentang adegan itu.”

Suzy sejenak melihat kearahku, matanya kembali berkaca-kaca dan sebuah bulir air mata tiba-tiba jatuh dan meleleh di pipinya. Hati ku tidak sanggup untuk melihatnya, perih. Kemudian dia menghirup udara segar sebelum melanjutkan perkataannya.

“Memang adegan itu tidak ada dalam perjanjian awal saat skenario itu diberikan. Sehingga aku menjawab pertanyaan oppa saat itu dengan kata ‘tidak’. Aku berusaha untuk tidak ada kebohongan. Namun ditengah perjalan syuting, sutradara meminta adanya adegan itu dan hal itu karena benar-benar tuntutan cerita, makanya saat itu juga aku telepon oppa tapi tidak ada jawaban. Sebenarnya saat itu, aku menunggu telepon oppa karena aku yakin oppa bakalan membaca pesanku. Tapi oppa malah mengirimi ku sebuah pesan, dan aku pikir oppa telah mempercayakan semuanya padaku. Karena saat itu sutradara mendesakku untuk memutuskannya, dan pihak manajemenku juga telah menyetujuinya makanya ku juga menyetujuinya.”

Suzy benar-benar menjelaskan semuanya secara terperinci dengan sesekali air matanya berurai. Aku sungguh tak sanggup melihat pemandangan ini, hatiku semakin perih saat melihat air mata itu jatuh. Tapi tubuhku seakan sulit untuk aku gerakkan begitu juga dengan mulutku, sulit untuk mengeluarkan suara.

“Oppa…, mianhe jika keputusan ini membuat hati oppa sakit. Mianhe jika keputusan ini membuat oppa merasa dibohongi. Mianhe…hiks..hiks…”

Kali ini hati ku benar-benar tidak kuat untuk membiarkan air mata itu jatuh lagi. Aku langsung memeluk tubuh dan membiarkan kepalanya jatuh di pundakku. Aku merasa air matanya merembes dan menyentuh kulit bahu ku.

“Chagiya…,” ujar ku sambil menatap wajah sembab Suzy. “Oppa juga minta maaf karena telah membuat hatimu terluka dengan kata-kata yang keluar dari mulut oppa. Aku terlalu cemburu saat melihat foto itu, karena aku takut akan kehilanganmu. Aku tidak siap seandainya kamu meninggalkan aku.” Tanpa terasa ada lelehan air hangat yang aku rasakan di pipiku.

“Aku tidak akan meninggalkan oppa,” sergah Suzy.

“Cheongmal mianhe chagiya…,” ujarku sambil merebahkan kepalaku ke pundaknya. “Mianhe karena telah mengatakan kamu seorang pembohong, mianhe. Semua ini adalah salahku karena telah meciptakan kesalah pahaman ini.”

“Ne oppa, aku juga minta maaf.”

Malam semakin larut. Udara malam semakin dingin dan membuat kulitku semakin kedinginan. Kata seorang yang bijak, air mata yang jatuh diantara dua insan yang saling mencinta merupakan ujian untuk membuat hubungan mereka semakin erat. Masalah dan kesalahpahaman antara dua insan tersebut adalah untuk diselesaikan bukan untuk diperdebatkan dan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Chagiya… Saranghe.”

$$$ END $$$

Adakah yang sudi memberiku tissue…??? uang juga boleh #PLAK

60 responses to “[Picture Say] My Imagination 7-Apa (Its Hurts)

  1. dasaarr . . katanya oppa lagi emosi pas bikin ni ef2 . tapi tetep aja yang keluar malah eff dengan genre komedi . .aku ngakak teruss bacanya. .*hahaha . .#gag nahan . .

  2. it`s hurt?? benarkaha?? dasaarr . . katanya oppa lagi emosi pas bikin ni ef2 . tapi tetep aja yang keluar malah eff dengan genre komedi . .aku ngakak teruss bacanya. .*hahaha . .#gag nahan . .

  3. ada2 ajah lah oppa yg satu ni… Hehehehe….

  4. aq ngerti kok gmana emosinya jihoon pas nulis ne..
    mank susah ya punya pacar aktris
    hahhahhahhahhah

  5. jeeYa jung(SuShi)

    awal-awal bacanya serius. .
    tapi makin kebawa apalagi ada foto dengan tanda Jihoon lngsung ngakak gak karuan. .
    komedinya msih ikut nyantol oppa walopun scara gk lngsung*lirik foto kmbli ngakak. .ekekekekek

  6. hahaha oppa itu kan yang pelukan ma suzy bukannya taecheyon?? gara2 cemburu jadi ganti nama haha

    jyaah oppa kayaknya sakit banget
    sabar ya oppa, ni aku lagi nonton lagi wkwk #tandukoppakeluar

    tapi seneng ya oppa(?) kayaknya suzy nya yang bersalah banget disini
    serasa oppa gak da gantinya buat suzy haha

  7. hiks.. hiks..
    ya ampun oppa.. aku nangis 7 sumur (lebbe)
    hehehee~.. 4 jempol gajah buat poto e…
    ^^

  8. KYAAHH..
    jangan… ntar gajahnya tidak indah (apasi)

  9. ff’y romance kn???
    tp knapa aq ktawa yah bacany???
    wkwkwkwk😄

  10. ngahahaha, romance sihh. tapi entah kenapa pas bayangin Om ahjussi jadi namjachingu nya suzy aku malah ngakak😄 #plakkkk
    *piss😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s