Special Day

Author : Park Jihoon

Cast : Uee dan Jihoon

Lenght : OneShot

Genre : Romace Komedi

Rating : Awas ada adegan Kisu-nya…hehehehe

Note : Buat my darling Uee…HAPPY BIRTHDAY, FF ini hanya imajinasi Jihoo bukan dari kisah nyata… tapi kalo bisa berharap jadi kenyataan #PLAK.

Selamat membaca…

$$$

Masih ingatkah kalian dengan Jihoon yang berprofesi sebagai asisten photografer? Masih dong…, nah kali ini aku akan menceritakan kisah kelanjutannya, kisah sebelum Jihoon melakukan foto preweding dengan Uee versi somplak itu. Masih ingatkah dengan fotonya? Kalo ingat, jangan diketawain ya… kasihan Jihoon, sudah menanggung malu 7 turunan dan 7 tanjakan serta 7 tikungan. Waaahhh… kayaknya makin banyak bacot nih, kita lanjutkan aja ceritanya…

Ceritanya begini…

Setelah keluar dari rumah sakit, karena kehabisan darah setelah mimisan tingkat akut, Jihoon kembali kerja part-time di studio foto tersebut sebagai asisten photografer. Kerjanya Jihoon yang bagus membuat bosnya enggan untuk melepaskannya. Hubungannya dengan Uee juga semakin dekat, meskipun masih sebatas teman. Uee mengagumi Jihoon karena sifatnya yang baik hati, tidak sombong, dan tidak congkak tapi sering main congklak hingga otaknya jadi sedikit somplak. Sedangkan Jihoon mengagumi Uee dan dengan sukarela menjadi fans setianya karena kecantikannya baik luar maupun dalam.

Tapi, otak Jihoon masih belum berubah, setiap melihat Uee atau berada di dekat Uee pikirannya selalu diatas tingkat NC, hingga terkadang membuatnya kembali mimisan. Bahkan saat masih di rumah sakit, dokter sudah menyarankan untuk melatih otak Jihoon supaya ratingnya tidak NC lagi saat melihat Uee.

“Jihonn-ssi, kamu coba untuk sering melatih otakmu untuk tidak NC terus waktu melihat Uee-ssi,” kata sang dokter.

“Caranya bagaimana dok?”

“Setiap hari kamu pandangi foto Uee yang paling seksi, dengan begitu kamu akan terbiasa jika melihat Uee-ssi dengan pakaian seksi.”

“Sudah dok, tapi tetap saja tidak ada perubahan. Setiap kali melihat foto Uee-ssi yang sexy, saat itu juga aku kembali mimisan.”

“Ooo… begitu ya,” ucap sang dokter sambil manggut-manggut seolah memikirkan cara yang lain.

Kemudian kesunyian menyelimuti mereka, sang Dokter berusaha memikirkan cara yang tepat untuk menghilangkan otak NC di kepala Jihoon. Sedangkan Jihoon malah asyik memikirkan wajah Uee, hingga membuat dia senyum-senyum najong sendirian.

“Aku tahu caranya,” ujar sang Dokter mambuat Jihoon kaget setengah mampus.

“Bagaimana dok?”

“Caranya… melalui operasi. Operasi ini sangat gampang sekali, kepala anda kami belah kemudian otaknya dikeluarkan terus di cuci dengan diterjen biar nodanya hilang. Aku jamin otak anda tidak akan lagi berada di rating NC.”

“Dokter sudah sarap ya? Kalo seperti itu…, benar aku tidak akan berpikiran NC lagi, tapi dokter akan membunuhku.”

“Yah, mau bagaimana lagi. Aku saja bingung, tidak tahu caranya.”

Akhirnya sang dokter pun menyerah, Jihoon juga senang karena dokternya tidak menemukan cara untuk menghapus pikiran NCnya. Karena Jihoon selalu menikmati, apalagi Uee selalu menjenguknya di rumah sakit.

Tok… Tok… Tok…

“Selamat siang.”

Tiba-tiba Uee datang menjenguk Jihoon di rumah sakit. Berhubung dia baru pulang dari syuting, dia menggunakan pakaian seadanya. Model pakaiannya minimalis, dengan kata lain semuanya minim hingga membuat aura Sexy Uee terpancar kemana-mana.

“Oppa… bagaimana kabarnya hari ini? Sudah baikan?” Uee mendekati Jihoon dan duduk di pinggir tempat tidurnya.

Melihat Uee dan duduk di sampingnya, pikiran Jihoon kembali kumat. Tapi Jihoon berusaha sekuat mungkin untuk mengusahakan pikirannya supaya tidak NC akut, hingga membuat kepalanya cenat-cenut. Dan tanpa disadarinya, sang dokter melihat Uee dengan mata melotot hampir mau keluar sejak Uee masuk ke ruang rawat Jihoon.

“Dokter, perkenalkan ini Uee-ssi yang sering aku ceritakan pada dokter,” ujar ku.

“Oppa membicarakan aku ya? Jangan-jangan oppa bicara tentang aku yang tidak-tidak,” kata Uee dengan nada super manja.

Kemudian Uee mengulurkan tangannya ke arah sang dokter. Tangan sang dokter pun secara otomatis terjulur meskipun dengan bergetar hebat. Melihat tanda-tanda yang dialami sang dokter, Jihoon hanya tersenyum sinis karena Jihoon pernah mengalaminya.

CCCRRROOOOOOTTTTT…

Hidung si dokter langsung mengeluarkan darah segar, mimisan tingkat akut, sebelum tangannya menyentuh tangan Uee. Dan hal itu menyebakannya jatuh pingsan. Tubuh dokter langsung kejang-kejang mirip penyakit ayan. Uee dan Jihoon langsung panik.

“Dokter… dokter…,” Uee berusaha membangukan si Dokter. Tapi hal itu malah membuat darah makin deras ngocor dari hindungnya.

“Jiiaaahhhh, dasar dokter sarap. Tadinya nyuruh aku untuk mengendalikan pikiranku. Sekarang malah dia sendiri yang pikirannya NC akut, ckckckck.” Kata Jihoon dalam hatinya.

$$$

Hari ini Jihoon kembali sibuk dengan pekerjaannya. Setelah selesai kuliah dia langsung pergi ke studio foto tempatnya bekerja. Ada beberapa pemotretan yang tergolong sebagai kategori big project, sehingga dia tidak boleh telat meskipun satu menit.

“Jihoon-ssi…,” panggil si Bos setelah selesai pemotretan.

“Ne… Bos.”

“Kamu tahu kan kalo minggu depan Uee-ssi ulang tahun? Terus apa yang telah kamu siapkan untuknya. Aku lihat kamu makin dekat dengan Uee-ssi.”

“Apa bos…, minggu depan Uee ulang tahun?” Jihoon kembali bertanya dengan tampang bloon.

“Jangan bilang kamu tidak tahu.”

“Sumpah bos, aku tidak tahu.”

“Katanya kamu fans beratnya, bahkan kamu selalu mimisan saat melihat Uee-ssi. Masak kamu tidak tahu…, status kamu sebagai penggemarnya harus dipertanyakan kalau begitu.”

Dikatakan seperti itu, muka Jihoon langsung merah padam menahan rasa malu. Dia langsung memutar otak untuk menutupinya.

“Ah… aku lupa bos, karena belakangan ini banyak pekerjaan. Apa lagi tugas kuliah juga numpuk.” Ujarnya, meskipun tadi sudah terlanjur bilang tidak tahu. Kedongoannya benar-benar terlihat secara nyata. “Sialan kenapa aku bisa lupa dengan hari yang spesial itu,” rutuk Jihoon dalam hati.

“Terus apa yang telah kamu persiapkan?”

“Ehhmmm…, belum ada bos. Menurut Bos, Uee-ssi itu seperti apa?”

“Bukannya belakangan ini dia dekat dengan mu, seharusnya kamu tahu.”

“Minahe Bos, setiap kali bersamanya aku hanya berusaha mencegah otakku tidak rating NC akut dan hidug ku tidak mimisan. Jadi aku tidak sempat memperhatikan hal seperti itu.”

“Dasar… otakmu terlanjur mesum, hahahaha.”

“Sialan,” batin Jihoon.

“Katanya sih Uee-ssi itu orangnya suka yang romantis dan suka kejutan.”

“Romantis? Kejutan? Kalo seperti itu bisa-bisa aku yang mampus duluan karena mimisan tingkat akut,” pikir Jihoon.

“Aku yakin kalo kamu bisa memberikan kejutan buat Uee-ssi,” kata si Bos. “Dan satu lagi, ini rahasia ya. Sepertinya Uee-ssi mulai jatuh cinta sama kamu.”

Jleb…, tiba-tiba jantung Jihoon seperti tertancap anak panah. Sakit namun nikmat. Suara si Bos terdengar bagai nyanyian peri-peri cinta yang berterbangan di kepala Jihoon dengan diiringi musik-musik cinta ala K-pop.

“Uee-ssi… C..I…N…T…A… sama aku?” ujar Jihoon lirih.

Jiwa Jihoon langsung melayang ke dunia antah berantah, lupa akan segalanya. Kalimat yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, membuat Jihoon hampir mati terserang penyakit jantung. Sang Bos bingung melihat kondisi Jihoon yang lebih mirip orang autis tingkat akut. Dia berusaha menyadarkannya, tapi Jihoon terlanjur nge-fly.

“Jihoon-ssi… sadarlah!!!” Si Bos mengoncang-goncangkan tubuh Jihoon, tapi tetap tidak berhasil. Akhirnya muncul ide yang brilian di dalam otaknya, “Uee-ssi datang.”

“Mana..mana?”

Jihoon langsung sadar seratus persen saat mendengar ‘Uee-ssi datang.’ Si Bos langsung ngakak saat melihat perubahan wajah Jihoon, benar-benar terlihat seperti orang dongo.

“Sudah ah… aku tidak mau berbicara dengan orang aneh, entar aku juga ikutan aneh,” ujar Si bos sebelum meninggalkan Jihoon yang masih terlihat seberti orang dongo.

Sejak mengetahui hari ulang tahun Uee, Jihoon sibuk mencari cara untuk memberi kejutan buat Uee. Bahkan dia pernah seharian membuntuti Uee untuk mencari tahu benda apa yang paling diinginkannya. Rencananya benda itu akan diberikan sebagai hadiah ulang tahun, tapi hal itu gagal. Karena sewaktu mau masuk ke suatu tempat perbelanjaan, Jihoon ditangkap oleh petugas keamanan setempat karena disangka sebagai orang yang mencurigakan.

“Tampang ada sangat mencurigakan,” kata sang petugas.

“Yah… tampang saya memang seperti ini sejak lahir pak,” kata Jihoon dan efektif membuat petugas itu ngakak enggak ketulungan.

“Maaf, bukan maksud kami untuk mentertawakan anda. Tapi wajah anda benar-benar lucu… cocok kalo jadi pelawak menggantikan Kang Ho Dong.”

“Sialan, wajah gantheng seperti ini dibilang mirip wajah yang mencurigakan, dan sekarang dibilang cocok jadi pelawak. Hari ini aku benar-benar sial,” batin Jihoon.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap identitas Jihoon, akhirnya dia dilepaskan. Petugas itu kemudian minta maaf sambil menahan tawa yang ditahan. Entahlah, saat melihat wajah Jihoon si petugas langsung ngakak tanpa bisa di rem. Di hati Jihoon, sudah ada niat untuk melaporkan si petugas keamanan karena telah melakuan pencamaran nama baik dengan menyamakan dirinya dengan Kang Ho Dong dan mengatakan kalo dirinya berwajah mencurigakan. Namun setelah dipikir-pikir dia urungkan niat itu tanpa alasan yang jelas.

Gagal dengan rencana pertama, rencana kedua dijalankan. Jihoon mulai rajin datang ke sebuah toko buku untuk mecari referensi dengan kata lain mencari kiat-kiat yang tepat untuk memberi kejutan pada seseorang yang berulang tahun. Kebetulan di toko buku tersebut terdapat satu sampel buku untuk masing-masing judul buku yang bungkusnya di lepas, sehingga memberinya keleluasaan untuk membaca layaknya di perpustakaan. Padahal di beberapa sudut toko buku tersebut tertulis ‘dilarang membaca buku’.

“Maaf tuan,” Seorang pelayan menghampiri Jihoon yang sedang asyik rebahan di salah satu sudut toko tersebut.

“Ya…,” kata Jihoon tak mau mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya.

“Maaf tuan, dilarang baca buku disini, apalagi sambil rebahan.”

“Terus baca dimana dong?”

“Bacanya ya… dirumah tuan.”

“Berarti buku ini bisa dibawa pulang?”

Si pelayan mulai kesal, lebih tepatnya enek, medengar jawaban Jihoon yang seenak udelnya. Tapi dia masih berusaha menahan amarahnnya. Karena pembeli adalah raja.

“Bisa tuan, asalkan anda beli dulu buku itu.” Ujarnya sambil tersenyum.

“Lah… kenapa ada buku yang sampulnya dibuka? Kalau bukan untuk dibaca.”

“Buku itu hanya sebagai sampel.”

“Untuk dibaca kan?”

“GGrrrrrr….,” si pelayan mulai geram, kalo tidak ingat sebagai pelayan, dia sudah bersiap-siap untuk melempar Jihoon ke kandang singa. Namun dia masih berusaha untuk tersenyum dan menjawab, “Bukan…, buku itu bukan untuk dibaca tapi buat menggaplok kepala anda sampai benjol.”

Jihoon keder melihat amarah si pelayan. Dia kemudian meletakkan buku tersebut pada tempatnya dan berlalu pergi.

“Pelayan di sini galak-galak,” ujarnya.

PLETAK…

Tiba-tiba sebuah sepatu melayang ke arah Jihoon tapi untung tidak mengenainya. Kemudian Jihoon melihat ke arah datangnya sepatu, dan dia melihat si pelayan kembali siap-siap melemparkan sepatu berikutnya.

“Siapa yang galak?” tanya si pelayan dengan sepatu di tangan.

“Kabuuuurrrrr….”

Rencana kedua juga gagal total, sekarang saatnya rencana terakhir yaitu melihat adegan-adegan romantis lewat film. Jihoon kemudian meminjam beberapa DVD milik temannya yang kebetulan doyan nonton film. Selama tiga hari tiga malam, Jihoon selalu disibukkan untuk nonton film-film percintaan tersebut.

“Hiks… hiks… kenapa film ini berubah jadi tangis-tangisan?” Jihoon ikut mewek saat melihat sebuah film.

Meskipun Jihoon harus bururai air mata saat melihat adegan yang menyedihkan, akhirnya dia menemukan sebuah cara yang sangat ampuh. Cara yang mungkin tidak akan disangka oleh siapapun yang ada di muka bumi ini, *maaf lebay*.

UEE CANTIK MENELEPON

Tiba-tiba ponsel Jihoon berdering. Tanpa menunggu lama Jihoon pun menganggkatnya. Perasaan Jihoon langsung berbunga-bunga saat mendengar suara Uee, pikirannya kembali rating NC tapi masih relatif ringan.

“Oppa bisa datang enggak besok ke acara ulang tahun ku?”

“Hmmm…”

“Bisa ya…! besok akan diadakan bersama beberapa fans ku, aku akan tambah senang jika oppa juga hadir di sana.”

“Sebenarnya aku juga senang jika ada di sana, tapi ada yang harus aku kerjakan,” kata Jihoon kebingungan mencari kata yang tepat.

“Apakah pekerjaan itu lebih penting dari aku? Pekerjaan apaan sih?” Suara Uee terdengar mengancam.

Jihoon semakin bingung. Jika dikasih tahu, bukan kejutan namanya. Tapi dia juga susah untuk mencari kata yang tepat buat dijelaskan pada Uee.

“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang…, tapi pekerjaan itu sangat penting artinya buatku. Aku…,”

“Ya udah kalo memang oppa lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan dengan aku, sekalian aja kita tidak usah bertemu lagi.” Kali ini suara Uee benar-benar marah, terdengar seberti nenek lampir nginjek paku.

“Uee…”

KLEK

Sambungan telepon diputus. Jihoon pun kebingungan, namun dia meyakinkan pada dirinyan sendiri kalo hal ini akan baik-baik saja. Dan dia berharap Uee akan memaafkannya besok.

“Uee… maafkan aku. Aku tidak bisa mengatakan semuanya saat ini, karena besok malam kamu akan melihatnya sendiri.” Batin Jihoon.

Ke esokan harinya…

Sinar matahari benar-benar bersinar dengan cerahnya, seperti menyambut hari yang spesial buat sorang dewi, Uee. Awan tipis menghias langit, burung-burung melintas dengan cerianya dan angin berhembus semilir membuat cakrawala terhias begitu indahnya. Sejak pagi Uee berusaha menelepon Jihoon beberapa kali untuk memintanya datang ke acara ulang tahunnya, namun jawaban Jihoon tetap tidak bisa, hingga membuat Uee marah besar. Dan akhirnya Uee benar-benar tidak meneleponnya sama sekali. Bahkan saat acaranya selesai, Jihoon berusaha menelepon Uee tapi tidak diangkatnya.

Jihoon berusaha untuk berpikir positif dan terus menjalankan rencananya yang telah disusun sedemikian matangnya dengan baik. Namun saat menyiapkan semuanya, Jihoon sempat melirik ke arah ponselnya, berharap Uee akan meneleponnya. Setelah persiapan selesai dan matahari hampir tenggelam sempurna di ufuk barat, Jihoon berusaha menelepon Uee namun tidak ada jawaban. Perasaan Jihoon mulai khawatir dan memutuskan untuk menghampiri Uee ke asramanya.

Saat tiba di depan asrama After School, secara kebetulan Jihoon bertemu dengan Uee dan beberapa member After School yang lainnya, mereka terlihat baru pulang dari sebuah acara. Jihoon langsung menghampiri Uee, namun Uee berusaha menghindar. Melihat hal tersebut member After School yang lainnya meninggalkan Uee dan Jihoon berduaan.

“Untuk apa oppa datang kesini? Bukannya oppa ada pekerjaan?” ujar Uee ketus.

Jihoon bingung harus berkata apa. Sungguh, jika Uee marah auranya benar-benar seperti nenek lampir.

“Maaf kan aku.”

“Sudah aku maafkan kok, dan sebaiknya kita juga tidak bertemu lagi.”

Nada suara Uee tidak berubah sedikitpun, hingga membuat Jihoon hanya bisa mematung diam. Kemudian Uee berusaha melangkahkan kakinya, meninggalkan Jihoon.

“Tunggu!”

Jihoon menangkap pergelangan tangan Uee dan menggenggamnya kuat-kuat. Uee berusaha berontak, tapi genggeman Jihoon semakin kuat.

“Ada yang perlu aku jelaskan, tapi bukan disini tempatnya.”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semuanya sudah jelas. Pekerjaannya oppa lebih penting dari aku kan?”

“Anio…,” Jihoon menggelengkan kepalanya, berusaha menyakinkan Uee kalo semuanya itu tidak benar.

“Buktinya…, hari ini oppa tidak datang ke acara ulang tahunku.”

“Semuanya bisa aku jelaskan, tapi bukan disini tempatnya.”

Akhirnya Jihoon menarik Uee masuk ke dalam mobilnya, meskipun Uee sempat memberontak. Jihoon melajukan mobilnya menyusuri jalan kota Seoul yang mulai lengang. Terlihat beberpa pasang manusia yang saling bergandengan di pinggir jalan sambil memadu kasih. Udara malam yang dingin di awal musim semi tak membuat mereka kedinginan. Sedangkan di dalam mobil, Uee hanya diam membisu tidak minat untuk mengobrol dengan lelaki di sampingnya. Meskipun beberapa kali Jihoon berusaha membuka obrolan, namun tidak ada tanggapan.

Saat tiba di suatu bangunan, Jihoon langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang kosong. Susana gelap membuat suasana diantara mereka benar-benar dingin, tidak ada kehangatan cinta seperti yang diharapkan Jihoon.

“Kenapa oppa membawaku ke tempat pemotretan?”

“Aku akan menjelaskannya tapi kita masuk dulu.”

Tanpa berdebat Uee mengikuti semua kemauan Jihoon, meskipun hatinya masih sakit karena ketidak hadiran Jihoon di pesta ulang tahunnya. Uee mengikuti Jihoon dari belakang. Tangan Jihoon terus menggenggam tangan Uee dengan erat (wahhh aku mulai mimisan ^^). Setelah masuk ke studio foto tersebut, Jihoon memandu Uee untuk naik ke lantai atas.

Setibanya dilantai atas Uee terperanjat kaget dengan apa yang dilihatnya. Pemandangan yang tak pernah disangka sebelumnya, sekarang terpajang di hadapannya. Atap studio foto tersebut disulap menjadi tempat candlelight dinner yang sangat romantis. Berbagai macam bunga terpajang  dan cahanya lilin yang meliuk-liun diterpa angin membuat susananya tambah romantis. Di tengah, terdapat sebuah meja dengan sepasang kursi yang dihias dan di atas meja terdapat sebuah kue ulang tahun yang bertuliskan nama Uee. Sedangkan di samping meja tersebut beberapa lilin disusun membentuk sebuah gambar hati.

“Apa ini oppa?” Tanya Uee masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Inilah pekerjaan yang membuatku tidak bisa hadir ke pesta ulang tahunmu. Mianhe… karena menurutku ini adalah pekerjaan yang sangat penting buatku.” Ujar Jihoon dengan perasaan bersalah.

Tanpa diduga, tiba-tiba Uee langsung memeluk Jihoon dan membenamkan wajahnya di dada Jihoon. Sedangkan Jihoon seperti tertancap panah cinta yang membuat jantungnya berdetak empot-empotan.

“Uee… memelukku, Uee…. memelukku,” pikiran Jihoon langsung melayang ke duania NC. “Tidak boleh… aku tidak boleh mimisan di malam yang spesial buat Uee,” Jihoon mengerahkan kekuatannya.

Dengan segala kekuatan yang dimiliki, Jihoon berusaha menekan pikirannya supaya tidak terjerumus ke lembah NC. Dia bertekad kali ini untuk bersama Uee tanpa insiden mimisan dan pingsan.

“Ayo kita mulai,” pinta Uee sambil menarik tangan Jihoon.

Pesta perayaan pun dimulai. Jihoon menyanyikan lagu ulang tahun buat Uee dengan suara sumbangnya, tapi hal itu terdengar merdu di telinga Uee.

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA… SAENGIL CHUKKAHAMNIDA… SARANGHANEUN UEE … SAENGIL CHUKKAHAMNIDA…

Malam berjalan dengan pelannya mengiringi dua insang yang sedang dimabuk cinta. Angin yang berhembus semilir membawa aroma cinta untuk direguk oleh kedua insan yang dihembuskan oleh panah-panah dewa cinta. Langit malam yang bertaburkan bintang seolah-olah langit yang berhias untuk menyambut ke dua insan, Jihoon dan Uee.

Malam semakin larut dan pesta pun harus berhenti. Namun cinta yang tumbuh di hati keduanya tak bisa dihentikan oleh siapapun untuk terus tumbuh, meskipun waktu sekalipun. Jihoon kembali mengantarkan Uee ke asramanya.

Setibanya di asrama. Jihoon membukakan pintu mobil buat Uee, wanita yang membuat malamnya kali ini begitu indah. Senyuman selalu menghias di bibir keduanya.

“Gumawo oppa,” Ujar Uee.

“Sama-sama,” balas Jihoon dengan senyuman.

Mereka saling menunggu.

“Kok oppa masih disini?”

“Aku akan menunggu kamu masuk dulu, baru aku pulang.”

“Padahal aku mau menunggu oppa pulang dulu, baru aku masuk ke asrama,” ujar Uee dengan mimik wajah dibuat cemberut.

“Karena hari ini aku telah membuatmu bersedih dan membawamu pergi, aku harus memastikan kalo hari ini kamu pulang dengan selamat.”

“Hehehehe… ne arasseo.”

Uee langsung mengampiri Jihoon dan memberikan pelukan ‘selamat malam’, dan… CHU~~~. Uee berhasil mencium bibir Jihoon. (CCRRROOOOOTTTT…. Jihoon yang asli langsung muncrat darah)

“Omo… Uee menciumku,” batin Jihoon sambil berusaha sekuat tenaga menahan darahnya tidak keluar dari hidungnya.

“Byee…oppa,” Uee lambaikan tangannya dan berlari ke dalam asrama dengan riang gembira.

Jihoon masih tetap mematung dengan tangan terus melambai, meskipun Uee telah menghilang di balik pintu. Jantungnya berdetak dengan kencangnya dan darahnya mengalir semakin deras di dalam tubuhnya.

“Uee… menciumku, Uee menciumku…., Uee menciumku….”

Jihon menyentuh bibirnya dengan jari-jari tangannya. sentuhan bibir Uee masih jelas terasa di bibirnya. Pikiran NC yang sejak tadi ditahannya tidak bisa lagi dibendung, terlalu memuncak seperti menara monas.

CCRROOOOOOTTTTT

Hidung Jihoon langsung banjir darah.

GEDEBUK…

Jihoon jatuh pingsan.

“Tolooooonnggg…, ada orang pingsan!!!” teriak seorang pedagang nasi goreng keliling.

END

36 responses to “Special Day

  1. wah wah, kagak nyangka oppaku yang somplak ini romantis juga😀
    belajar ama siapa oppa? kagak mungkin cuma dari film. pasti dari jjongpa, ayo ngaku #DUAGGG
    WKWKWKWKWKWKWKWK, ujung2nya jihoon oppa pingsan juga, jangan2 ntar kagak bangun2 lagi, sebelum dikissue lagi ama uee unnie #emank pangeran tidur apa? XDD
    nice ff oppa ;)b
    o ya, saengil chukkae uee unnie, moga langgeng dengan oppa ku yang somplak ini #plakkk

  2. annyeong,aku reader baru,manggil authornya apa yah yg enak,hehe
    hahaha,ini ff sumpah somplak sekali,wkwkkwkw*ketawa bareng taemin*mana ada coba dokter kaya gitu,pas kuliah nyogok (?) kali >.<

    • SELAMAT DATANG…*nyodorin keset plus bakar kemenyan*
      Authornya namja… seangkatan SUJU… silahkan saja mau manggil apa… terserah…kekekekeke
      itu dokternya juga aneh… hehehe
      gumawo

  3. jovinsey 조규야

    jiahahaha… yadongers somplak mimisan!!!!
    NICE FANFIC!!!
    =D =D

  4. wahahhahaha, benarkan dari jjongpa, jjongpa emank rajanya romantis #idung jjongpa langsung ngembang, lol
    OMO O.o? dari alam kubur, mesti cepet2 kabur nich, XDDD

    cheon😉

  5. wah berarti sudah berumur yah,kalo gitu aku panggil haraboji aja yah*plakk*gapapa kan😀

  6. wah, ternyata oppa yang bisanya bikin ff somplak ini ternyata bisa romantis juga yak? hahaha piss…

  7. romatis… oh ya fotonya yang disamping Uee itu Oppa?..
    otaknya NC slalu? ckckckckc…
    kapan kapan bikin lagi yakkk…

    Nice Romance FF~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s