The Molor King

Author : Park Jihoon

Cast : Minho, SHINee

Genre : Komedi

Lenght : OneShot

Warning : Just for fun… Ok!!!

Selamat Membaca…

$$$

Kegelapan malam semakin membekap kota Seoul. Kabut malam tipis melayang-layang bagai jubah sutra sang dewi malam. Udara dingin malam yang mengigit membuat semua orang merasa lebih nyaman berada di balik selimut hangat mereka. Begitu juga dengan penghuni asrama SHINee, mereka lebih nyaman berada di dalam ruangan yang hangat dibandingkan berkeliaran mirip kucing garong atau keong racun. Musim semi yang tak kunjung datang membuat malam semakin dingin.

Kita ngintip ke kamar SHINee yuk!!!

Di kamar Onew, susana begitu sepi karena penghuninya sudah molor. Onew sudah melayang ke alam mimpi sejak beberapa jam yang lalu, sekarang Onew sedang berjuang keras melawan ipin dalam pertempuran Chikin-warrior season2, dengan hadiah satu potong ayam goreng . Maklum pada mimpi sebelumnya dia ditaklukkan oleh Ipin dan hanya memperoleh tulangnya saja. “Dasar lo botak, jangan ambil ayamku,” igau Onew.

Di kamar Key, seperti biasa member SHINee yang satu ini selalu  tidur dengan style baju yang modis. Sekarang dia menggunakan baju tidur warna pink dengan corak polkadot. Karena slogan Key, dimanapun dan kapanpun harus tampil modis. Gaya tidur pun selalu dipilih yang paling modis, contohnya sekarang dia sedang bergaya ala ulat bulu melungker. Dipilihnya gaya ala ulat bulu melungker bukan tanpa alasan, alasanya karena belakangan ini nama ulat bulu lagi naik daun karena sering masuk tipi dan sempat menyaingi popularitas si pak Norman chaiya-chaiya.

Di kamar Jjong, “Sumeul gotdo chatji motae naneun piharyeogo aesseobwado. Geobujocha hal su eomneun nege gatyeobeorin na. Sarangieotdamyeon jeongmal saranghaetdeon georamyeon naege ireojineun mara. Her whisper is the LUCIFER. Her whisper is the LUCIFER…” Si raja Bling-bling kembali mengadakan konser di dunia mimpinya. Hampir setiap malam dia selalu melakukan konser tunggal, kemaren malam dia konser album Romeo dan malam ini kebetulan album Lucifer yang dipilihnya.

Di kamar Minho, Kosong. Kemana gerangan?

Di kamar Taemin, juga kosong. Gerangan kemana?

Kita cari di tempat yang lain…!

Ternyata mereka berdua sedang berada di ruang tengah, Minho sedang asyik bermain game, sedangkan Taemin sedang asyik dengan eskrim di tangannya.

“Hyung, kok belum tidur sih? Besok ada pelajarannya Park Seonsengnim loh di jam terakhir. Kalo entar hyung tidur lagi, urusannya bisa berabe,” Taemin mengingatkan Minho.

“Tenang aja, besok aku tidak akan tidur,” kata Minho sambil main game.

“Sekarang ngomong gitu, tapi besok tetap molor di kelas. Buktinya sekarang di sekolah hyung kan dijuluki The Molor King.”

“Biarin aja, kamu sendiri juga belum tidur.”

“Kalo aku mau menghabiskan jatah eskrimku dulu untuk hari ini, kalo enggak dihabiskan aku enggak bisa tidur.”

“Dasar ulat eskrim.”

“Biarin…, dari pada The Molor King.”

Tiba-tiba Minho tertegun dengan pandangan kosong menatap ke arah layar LCD di depannya. Seperti ulat bulu dibakar massa. Taemin pun melihat dengan tatatpan ‘ada apa gerangan yang terjadi’ karena susana mendadak sepi.

“WKWKWKWKWK… hyung kalah.” Tawa Taemin langsung meledak.

“Ini gara-gara kamu ngajak ngomong terus,” Minho membela diri.

“Kalah mah, kalah aja… jangan pake alasan.”

“Sudah sana tidur jangan ganggu, anak kecil sudah waktunya tidur.”

“Jiahhh… kalah ni ye…”

“Kalo ngejek lagi entar eskrim mu aku makan,” ancam Minho.

Taemin diam mendadak dan langsung memasukkan semua eskrim kedalam mulutnya. Eskrim terakhir untuk hari ini telah habis dan saatnya untuk bobok buat Taemin.

“Hyung…, aku tidur duluanya… entar kalo kalah lagi kasih tahu aku ya…kekekeke. Kabuuuuurrr…”

Taemin langsung kabur sebelum Minho naik darah karena konsentrasinya bunyar. Setelah Taemin masuk ke dalam kamarnya, Minho terus berjuang untuk menuntaskan game yang baru dibelinya kamaren siang.

$$$

Suasana pagi di Seoul begitu damai, udara segar berhembus semilir siap mengisi relung-relung paru yang haus oksigen. Onew, Key, Jjong dan Teamin duduk mengitari meja makan sambil menyantap sarapan yang telah disiapkan Key. Mereka juga telah menggunakan seragam sekolah lengkap. Hanya satu anggota SHINee yang belum terlihat, Minho.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…”

GEDEBUK… GUBRAK…. PRANG… DUAGHHH…..

Tiba-tiba terdengar suara teriakan kucing minta kawin yang disusul suara gaduh dari kamar Minho. Namun keempat namja yang lainnya tak ada yang menunjukkan wajah terkejut sedikit pun, mereka terus melanjutkan sarapannya tanpa merasa ada sesuatu yang harus dikhawatirkan.

“Hyung, kenapa aku tidak dibangunkan?” Minho keluar dari kamarnya dengan baju tidurnya masih melekat di tubuhnya. Bekas air liurnya pun masih jelas terlihat.

“Tidak dibangunkan? Kami sudah membangunkanmu beberapa kali, tapi kamunya aja tidur menyerupai kebo mati. Aku membangunkanmu lima kali, Taemin sepuluh kali dan Jjong lima kali. Kecuali Key yang tidak mau membangunkamu,” jawab Onew.

“Daripada membangunkan kebo tidur, mendingan masak.” Ujar Key sambil melahap sarapannya.

“Begadang jangan begadang kalau tiada artinya, begadang boleh sajaaa… kalau ada perlunya. Kekekeke,”Jjong mendendangkan lagu bang haji.

“Minho-hyung, dari pada berdebat mendingan cepatan mandi karena sebentar lagi mobil jemputan akan datang. Sekalian tuh bersihkan iler yang blebotan…, kekekeke.” Ujar Taemin sambil menunjuk ke arah tempat iler Minho menempel.

Akhirnya Minho lari ke kamar mandi. Waktu yang sangat singkat tidak memungkinkannya mandi dengan sempurna, dia hanya gosok gigi, mencuci muka dan membersihkan tubuhnya dengan handuk basah. Selesai ‘mandi’, mobil jemputan datang dan membuat Minho melewatkan meja sarapannya. Untung ada Key, yang telah mempersiapkan roti panggang lengkap dengan susu sehingga Minho bisa sarapan di dalam mobil.

“Hyung kalah lagi ya?” tanya Taemin.

“Huks… huks.. huks… sialan, masih ingat aja ni bocah.” gumam Minho lirih.

“APA…? MINHO MAIN GAME SEMALAMAN… DAN KALAH?” Onew sangtae mendadak kumat.

“Enggak usah kencang-kencang napa, aku kan malu.”

WKWKWKWKWKWK… semua member SHINee tertawa lepas. Mobil yang mereka tumpangi membawa mereka menyusuri jalanan kota Seoul yang mulai padat merayap. Para member SHINee pun sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Onew membaca buku sedangkan Taemin, Jjong dan Key sibuk dengan Ipod-nya, mendengarkan lagu kesukaannya. Dan Minho…

Grrroookkkk…. grroookkkk…. gggrrrooookkkk….

Kembali molor.

$$$

Di sekolah.

Para member SHINee mengikuti setiap pelajaran dengan baik, kecuali Minho. Mulai dari jam pelajaran pertama, ngantuk selalu menyerang Minho secara bertubi-tubi hingga membuatnya menguap beberapa kali. Semua pelajaran yang disampaikan oleh guru tidak ada satupun yang menempel di dalam kepalanya. Namun saat pelajara ketiga, Lee Seongsengnim kebetulan berhalangan hadir. Beliau hanya memberikan tugas untuk dikerjakan di dalam kelas sehingga membuat Minho leluasa untuk molor kembali.

“Minho-ah… molor aja kerjaannya. Ingat! Kita kesini untuk sekolah bukan untuk tidur,” ujar Onew.

“Aaaa…,” kata Minho sambil membenarkan posisi kepalanya.

“Ck.. dasar tukang molor alias The Molor King,” umpat Onew saat melihat Minho tidak mendengarkan perkataannya.

“Raja kolor… eh raja molor, kalo mau tidur pindah gih ke mejamu sendiri,” usir Key yang baru balik dari toilet.

Akhirnya Minho pindah meskipun dengan suasana hati gedek karena mau tidur aja banyak cobaannya.

“Ya ampun…, kamu mengileri mejaku. Oh no…,” Key langsung histeris ketika melihat sebuah cairan kental menggenang, mirip danau toba.

“Hehehe… mianhe,” ujar Minho tanpa merasa berdosa.

Key terpaksa membersihkan mejanya dari genangan tersebut. Sedangkan Minho kembali melanjutkan molornya yang tertunda. Dan yang lainnya sibuk mengerjakan tugas yang diberikan Lee seonsengnim.

“Minho-ah…, tugasmu udah selesai?” tanya Jjong.

“Aaaa… entar aku kerjakan kalo Jjong-hyung sudah selesai, tinggal nyontek kan beres.” Ujar Minho tanpa mau sedikitpun mengangkat kepalanya.

“Minho-ah….”

“Hyung…, jangan ganggu dong. Aku ngantuk banget nih.”

Jjong akhirnya tidak tega untuk mengganggu Minho, padahal tadi dia sempat mau menolak saat Minho bilang mau mencontek. Jjong merupakan member yang tidak tegaan terhadap member yang lainnya. Dan Minho mulai berusaha masuk kembali ke dunia mimpinya.

“Minho-hyung…,” panggil Taemin.

“Ne…,” jawab Minho yang telah berada di antara dua dunia, dunia nyata dan dunia mimpi.

“Katanya Hyung mau tidur ya? Hehehe.”

“Geerrrrrr…, sialan loh.”

Beberapa saat kemudian.

“Hyung… Hyung…,” Taemin kembali memanggil Minho dari dunia mimpi.

“Sekali lagi kamu menggangguku akan aku cium kau!” ancam Minho.

“Iiiiihhhh… Minho-hyung kok jadi labil gini.” Bulu kuduk Taemin langsung merinding. “Hyung… kali ini serius nih.”

“Tanya tentang apa?”

“Tapi janji…, Minho-Hyung tidak akan marah!”

“Ne…”

“Tadi malam Minho-hyung kalah lagi ya… hehehe. Kabuuuurrrrr….”

“Geeerrrrr…, YAH… DASAR ULAT ESKRIM. SEKALI LAGI BERANI MENGGANGGU TIDURKU SEMUA ESKRIM MU AKAN AKU SITA.”

Minho hanya bisa berteriak-teriak sambil berkacak pinggang di tempat duduknya, karena Taemin telah hilang ke luar kelas. Rasa kesal di hati Minho sudah mencapai ubun-ubun karena dari tadi mau tidur selalu mendapatk cobaan. Namun akhirnya Minho bisa merajut mimpi-mipinya di dalam kelas.

Ketika jam pelajaran terakhir, pelajaran Park seonsengnim yang terkenal super disiplin, ngantuk kembali menyerang Minho. Beberapa kali Minho menguap, berusaha melawan rasa kantuknya karena dia tidak berani untuk tidur di jam pelajarnya Park seonsengnim. Taemin, Key, Onew dan Jjong yang melihat ekspresi wajah Minho hanya tersenyum-senyum gaje berusaha menahan tawanya.

Tidak ada suara yang berani muncul ketika pelajaran Park seonsengnim berlangsung. Siswa yang mau kentut pun harus mengurungkan niatnya, karena suara kentut yang paling rendah sekali pun pasti akan kedengaran olehnya.

Ggroookkkk…. groookkkkk…. groookkk…

“Siapa yang tidur?”

Park seonsengnim langsung mengalihkan pandangannya dari papan tulis. Semua siswa tidak ada yang berani mengeluarkan suara, mereka hanya menunjukkan tangannya ke arah Minho yang sedang asyik mendengkur. Minho duduk layaknya sedang menerima pelajaran, hanya saja kepalanya tertunduk dengan mata terpejam.

“MINHO-AH…,” bentak Park seonsengnim.

“Ne… ne… Park seonsengnim,” Minho kaget dan secara reflek dia langsung berdiri dari tempat duduknya. “Srrrruuuttt…,” dan berhasil menyelamatkan ilernya yang hampir menetes.

“Kenapa kamu tidur di jam pelajaran saya, kamu begadang tadi malam?”

“Ne…,” jawab Minho pelan.

“Apa alasannya kamu sampai begadang?”

Minho langsung pucat, dibenaknya langsung berpikir antara jujur dan tidak. Kalo jujur, maka tamatlah riwayatnya. Kalo bohong, maka kemungkinan selamat masih ada.

“Main game,Park seosengnim,” celetuk Taemin.

“Mampus dah,” Minho menggeplak jidatnya sendiri. “Sialan nih si ulat eskrim.”

“Ooo… begitu ya. Berdiri di depan kelas!”

Minho pun maju dengan perasaan kesal pada Taemin yang telah membongkar aibnya dan berdiri di depan kelas. Park seonsengnim kembali melanjutkan pelajarannya. Taemin, Jjong, Key dan Onew manahan tawa saat melihat wajah ‘kasihan’ Minho di depan kelas.

Beberapa detik berlalu, menit pun ikut berlalu…

Ggroookkkk…. groookkkkk…. groookkk…

“Siapa yang tidur lagi?”

Semua siswa dengan kompak menunjuk ke salah satu siswa yang berdiri di depan kelas, Minho. Semua siswa menahan tawanya hingga membuat mereka mules mendadak saat melihat si The Molor King tidur sambil berndiri.

“Ckckckckck…,” Park seonsengnim hanya bisa menggeleng-geleng kepala. “Dasar anak jaman sekarang, berdiri aja masih bisa tidur.”

Kemudian pelajaran dilanjutkan, Park seonsengnim sudah tidak tahu harus memberi hukuman seperti apa lagi supaya Minho tidak tidur kembali. Susana kelas yang sepi membuat Minho tidur semakin tentram dan lebih dalam.

Bel pulang berdering, tapi Minho masih belum bangun.

“Ssstttt…, semuanya harap tenang. Tidak boleh ada yang membangunakan Minho-ssi, atau kalian akan medapatkan PR yang lebih banyak,” ancam Park seonsengnim.

Semua siswa keluar dari kelas dengan tertib dan mereka memegangi perutnya masing-masing karena menahan tawa saat membayangkan wajah Minho beberapa menit kedepan. Member SHINee yang lainnya pun kompak, mereka meninggalkan Minho.

Beberapa saat kemudian, matahari pun tenggelam sempurna di ufuk barat.

PLAK

Tangan Minho secara reflek menampar pipinya sendiri karena merasa ada nyamuk yang mencuri darahnya. Suara dengungan nyamuk terdengar keras di telinganya. Dan hal itu membuatnya terbangun dari tidur panjangnya. Minho begitu kaget saat melihat kondisi kelas yang kosong, sepi dan gelap.

Krik… krik… krik… krik….

“Onew-hyung… Jjong-hyung… Key-hyung… Taemin-ah….,” panggil Minho. “Orang-orang pada kemana? Apa mungkin aku diculik alien saat tidur tadi?” pikir Minho.

KLEK

Terdengar knop pintu dibuka. Dan terlihat sesosok manusia, namun wajahnya tidak terlihat karena gelap.

“ALIEEEENNNN,” jerit Minho.

“Yah.. akhirnya kamu bangun. Semuanya sudah pulang beberapa jam yang lalu. Ini pesan dari Park seosengnim, beliau bilang supaya kamu jangan begadang lagi.”

Setelah lampu di ruang kelas itu dinyalakan ternyata yang dilihat Minho dalah petugas kebersihan sekolah. Dia mendapatkan tugas dari Park seosengnim untuk menjaga Minho sampai bangun, dan tidak boleh dibangunkan.

“Mianhe…,” ujar Minho sambil membungkukkan badannya beberapa kali.

Akhirnya Minho keluar dari ruang kelasnya sambil berlari. Susana gelap dan sepi di lingkungan sekolah membuat bulu kuduknya berdiri.

$$$

“SELAMAT DATANG… THE MOLOR KING.”

WKWKWKWKWKWK….

Semua member SHINee menyambut kedatangan Minho dengan heboh dan diiringin dengan tawa nyaring has milik miss soom plak. Bahkan mereka guling-gulingan saat melihat wajah Minho yang kuyu, jauh dari kata kharisma.

“Sialan… kenapa kalian tidak membangunkan aku!!!” Minho langsung menyerbu ke empat namja lainnya.

“Kabuuurrrr…”

END

89 responses to “The Molor King

  1. minho keren deeh~~ masa dikasi hukuman malah tidur~~ *maksa bkin minho keren*

  2. Bwakakakakakakakkaa!!!!
    aduhhh,,, chagiya!!!!! *plakkkkkkkkk!!!*
    bang min ho knapa tdur ampe sgitu’y yakkk????
    hadeh2!!!! #geleng2 kpla
    lucu dahhh!!!!
    aQ suka..🙂🙂🙂

  3. huakakakakkakaak!! xD
    ngakak bacanya!!
    minppa tidur mulu nii xD

  4. dasar tukang molor, kemana karismamu yang selalu kamu bawa kemana2 minho? ketinggalan di mana? suruh key nyari sono *dorong minho ke key*
    buah minho ditinggal di kelas sampe malem, kasian sekali kau nak ckck .__.
    taemin doyan godain minho ah, nakal (?) hoho

  5. wow, minho keren,,
    masih bisa tidur walaupun lagi berdiri di dpan kelas,,
    oppa daebak^^,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s