SHINee Swords – Part1 (Camp. Pemberontak)

Title : SHINee Swords – Part1 (Camp. Pemberontak)

Author : Park Jihoon

Cast : Onew SHINee  as Prince Onew (North Kingdom), Minho SHINee as Prince Miho (West Kingdom), Key SHINee as Prince Key (South Kingdom), Taemin SHINee as Prince Taemin (East Kingdom), Jonghyun SHINee as Peramal Jonghyun, 5 Jendral Black Murder/Black-M (Jendral GO, Jendral Seungho, Jendral Mir, Jendral Lee Joon dan Jendral Thunder)

Genre : Fiksi Fantasi

Lenght : Chapter

Note : Nama – nama naga

  1. Dark Sooman : Ra’zac, tergolong Black Dragon.
  2. Peramal Jonghyun : Eragon, Naga jantan dengan sisik berwarna hitam (Bukan Black Dragon)
  3. Prince Onew : Dubu, naga jantan dengan sisik-sisik putih seperti salju.
  4. Price Key : Lucifer, sering dipanggil Luci. Naga betina dengan warna sisik biru safir.
  5. Prince Taemin : Mushoo, naga jantan dengan sisik warna merah ruby.
  6. Prince Minho : Flacha, naga betina dengan sisik merah ruby.

Selamat Membaca…

$$$

Setelah menempuh tiga hari perjalanan dengan menunggang naga, akhirnya keempat prince dan peramal Jonghyun tiba di pegunungan Andalus. Peramal Jonghyun menghindari perjalanan malam selama pelariannya, karena kekuatan sihir Dark Sooman akan mencapai titik puncaknya saat tengah malam, saat kegelapan sempurna. Saat malam hari mereka mencari gua-gua besar untuk tempat berlindung, kemudian peramal Jonghyun membangun pelindung dengan sihirnya untuk bersembunyi dari sihir Dark Sooman. Dan ketika semburat cahaya muncul di ufuk timur, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Sekarang, di hadapan kelima penunggang naga tersebut hanya terpampang gunung-gunung sejauh mata memandang. Pepohonan yang rimbun, membuat kehidupan di bawah sana benar-benar terlindungi secara sempurna dari atas. Hanya daerah di sekitar aliran sungai yang terbuka dan terlihat dari atas. Daerah yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat persembunyian. Apalagi daratannya yang tidak rata, sulit untuk ditempuh dengan perjalanan darat.

Keempat prince terus mengikuti peramal Jonghyun dan naganya, Eragon, tanpa banyak obrolan yang terjadi meskipun di kepala mereka telah terkumpul berbagai macam pertanyaan. Keempat prince terus memperhatikan pegunungan Andalus dengan penuh curiga.

“Peramal Jonghyun, anda yakin bisa menemukan pemukiman para pemberontak itu?” Akhirnya prince Key tidak bisa menanhan pertanyaannya.

“Hehehe…, bagaimana? Daerah ini merupakan tempat yang cocok kan untuk persembunyaian?” jawab peramal Jonghyun dengan melontarkan pertanyaan balik.

Prince Key dan ketiga Prince lainnya kembali menyisirkan pandangannya kebawah, ke lebatnya hutan belantara pegunugan Andalus. Tidak ada satu tanda-tanda yang menunjukkan adanya sebuah pemukiman penduduk. Mereka hanya bisa melihat rimbunnya hutan yang hijau yang diselumiti kabut di beberapa bagian.

“Meskipun di daerah ini tidak bisa diserang melalui darat tapi bisa di serang dari udara kan, bukannya Dark Sooman memiliki pasukan penunggang naga,” komentar prince Onew.

“Para pemberontak itu tidak bodoh, mereka telah memikirkan hal itu semuanya.” Peramal Jonghyun menghentikan ucapannya dan berusaha mengambil nafas sebelum melanjutkannya kembali. “Mereka telah melindungi pemukiman mereka dengan pelindung sihir, sehingga tidak akan mudah di cari melalui sihir. Dari udara…., kalian lihat sendiri kan? Mencari orang atau pemukiman di hutan seperti ini layaknya mencari jarum dalam tumpukan jerami.”

“Bagaimana dengan asap dari pemukiman, bukannya asap tersebut tidak bisa disembunyikan dengan pelindung sihir? Pasti akan ketahuan saat seorang penunggang naga melintas di pegunungan ini.” tanya Prince Minho.

“Tidak ada asap disana,” jawab peramal Jonghyun. “Mereka menggunakan api sihir untuk keseharian mereka.”

“Waw…,” seru Prince Taemin.

“Kalian yang hidup di lingkungan kingdom pasti tidak akan pernah berpikir ke arah situ, karena kalian terlah terbiasa dengan kedamaian. Makanya Dark Sooma begitu sangat mudah saat menghancurkan keempat kingdom.”

Ucapan peramal Jonghyun membuat luka di hati keempat prince kembali terbuka. Meskipun semuanya yang di ucapkan peramal tersebut merupakan sebuah kenyataan yang tak mungkin bisa di bantah. Prince Onew menundukkan kepalanya sambil mengelus-ngelus sisik naganya, Dubu, dengan pikiran melayang ke masa lalu. Prince Key berusaha supaya raut wajahnya tidak menampakkan kesedihan sedikitpun, meskipun hatinya menderita sekalipun. Sedangkan prince Taemin dan prince Minho hanya mampu mengepalkan tanggannya kuat-kuat untuk menahan gejolak hatinya.

“Kuatkanlah hati kalian! Masa lalu telah terjadi dan tidak mungkin diulang lagi, sedangkan masa depan telah menanti kita,” ujar Peramal Jonghyun seakan bisa membaca hati keempat prince.

Ketika melihat sebuah air terjun, peramal Jonghyun mengarahkan Erago untuk turun dan diikuti oleh keempat Prince. Mereka langsung mengedarkan pandangannya mencari sebuah pemukiman penduduk, tapi tidak didapatkannya. Mereka hanya bisa melihat sebuah air terjun dan juga hutan di sebelahnya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya suatu pemukiman penduduk.

“Kita sudah sampai,” kata Peramal Jonghyun saat Eragon mendarat di tanah.

Peramal Jongyun langsung melompat dari punggung Eragon dan sedikit membenarkan jubahnya. Namun keempat prince masih enggan untuk beranjak dari punggung naganya masing-masing. Dan menyapu daerah tersebut dengan padangan penuh menyelidik.

“Tidak ada pemukiman penduduk,” ujar Prince Key.

“Kita sudah tiba di pintu masuknya. Untuk sampai ke tempat pemukiman kita masih membutuhkan satu hari lagi dengan jalan kaki.”

“Jalan kaki…?”

“Naga tidak diperbolehkan masuk ke daerah pemukiman yang biasa kita sebut sebagai Camp.”

“Kenapa?” tanya Prince Minho

“Keberadaan naga-naga tersebut akan membuat keberadaan camp mudah ditemukan, karena telepati mereka yang tak bisa dihalangi oleh sihir pelindung terkuat sekali pun.”

Keempat Prince mulai mengerti dengan penjelasan yang dipaparkan peramal Jonghyun, sehingga mereka memutuskan untuk turun dari naganya masing-masing. Mereka kemudian mendekati peramal Jonghyun yang berdiri di tepi air terjun tersebut sambil menatap ke tempat jatuhnya air dengan penuh konsentrasi.

“Luci, kamu merasakan adanya naga di sekitar sini?” Tanya prince Key penasaran pada naganya.

“Tidak ada sama sekali,” jawab Lucifer.

“Eragon, tolong kamu bawa keempat naga ini ke tempat persembunyian para naga,” perintah Peramal Jonghyun. “Oh ya, tolong jangan lakukan telepati sebelum aku menghubungi terlebih dahalu.”

“Siap, Jonghyun-ssi,” kata Eragon sebelum terbang kembali ke angkasa.

Eragon dan keempat naga lainnya langsung membumbung ke angkasa. Kepakan-kepakan sayap mereka membuat dedaunan lepas dari tangkainya seakan diterpa angin ribut. Keempat prince menatap ke arah naganya sebelum mereka menghilang di balik awan.

“Ayo kita masuk!” ajak Peramal Jonghyun.

Peramal Jonghyun kemudian membaca sebuah mantra sihir dan beberapa saat kemudian air terjun tersebut terbelah, seperti tirai yang dibuka, dan memperlihatkan sebuah lorong di baliknya. Lorong tersebut menyerupai sebuah gua yang kecil. Keempat prince hanya bisa berdecak kagum dengan pemikiran para kaum pemberontak tersebut. Mereka menciptakan jalan masuk yang begitu rumit, dan mustahil untuk ditemukan oleh orang luar.

Peramal Jonghyun dan keempat prince kemudian langsung menuju lorong yang telah terbuka tersebut. Mereka melewati bebatuan yang berada di pinggir cekungan air terjun, meskipun batunya sedikit licin. Begitu mereka masuk ke dalam lorong, air terjun kembali seperti sedia kala dan lorong mendadak gelap dan lembab.

“Fire Blade,” Prince Taemin mengeluarkan percikan api dari tangannya.

“Terimakasih,” ujar peramal Jonghyun. “Ternyata jurusmu itu tidak hanya digunakan untuk menebas leher musuh tapi bermanfaat juga sebagai lampu penerang jalan, hehehe.”

Mereka kembali melanjutkan berjalanan, menyusuri lorong yang gelap dan lembab. Hanya suara-suara tetes air yang terdengar secara jelas dan langkah kaki mereka sendiri. Sesekali hewan gua, seperti kalelawar, terbang kesana kemari merasa terusik dengan pendatang asing. Sekitar satu jam berjalan, akhirnya mereka melihat sebuah cahaya di ujung lorong tersebut, sebuah pintu di ujung lorong satunya.

“Peramal Jonghyun, apa benar Dark Sooman belum pernah mengendus keberadaan camp pemberontak ini?” tanya prince Onew.

“Yup.”

“Tapi, bisa saja kan seorang mata-mata dari Dark Kingdom membuntuti salah satu dari anggota kalian dan mengetahui jalan masuk tersebut.”

“Itu akan sangat mustahil, jalan masuk yang dibuat oleh para pemberontak itu tidak hanya jalan yang kita lewati ini. Masih banyak lagi jalan masuk yang lainnya dan mereka selalu menggunakan jalan yang berbeda-beda setiap kali keluar ataupun masuk ke camp. Dan kalian juga lihatkan, jalan masuk itu tidak langsung masuk ke camp, kita masih membutuhkan seharian untuk bisa sampai ke camp. Jadi akan sangat mustahil bagi anak buah Dark Sooman untuk mengendus lokasi camp.”

“Masih ada jalan masuk lainnya?” tanya Prince Taemin, kagum.

Peramal Jonghyun menghentikan perjalanannya dan minta keempat prince untuk istirahat di sebuah gua kecil yang mereka temui saat perjalanan. Matahari telah terbenam di ufuk barat, hingga membuat susana hutan semakin gelap. Suara-suara serangga malam semakin riuh terdengar.

“Malam ini kita akan istirhat di gua ini,” ujar peramal Jonghyun. “Kalian istirahat saja, aku akan mencari bahan-bahan yang bisa kita jadikan makan malam. Oh ya, kalian jangan sampai keluar dari gua ini, hutan pegunungan Andalus ini bisa membuat kalian tersesat.”

Kemudian peramal Jonghyun menghilang dalam gelapnya hutan. Keempat prince duduk melingkari sebuah api unggun yang dibuat prince Taemin, sehingga bisa mengusir dingin yang mulai menelusup ke kulit. Mereka duduk dengan saling diam, tak ada pembicaraan. Mereka terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing, khawatir dengan keadaan naganya, namun mereka tidak bisa menghubunginya karena peramal Jonghyun melarang mereka. Beberapa saat kemudian, peramal Jonghyun datang dengan membawa beberapa bahan makanan termasuk daging. Dan mereka langsung mengolahnya hingga membuat aroma masakan mereka seolah-olah tersebar keseluruh penjuru sudut hutan Andalus.

“Bagaimana anda bisa memperoleh bahan makanan dengan begitu mudahnya?” tanya Prince Minho.

“Hutan ini adalah rumahku, hehehe.” Jawab peramal Jonghyun sambil memeriksa daging yang dipanggangnya.

“Maksudnya?” Prince Onew memaksa meminta penjelasan lebih.

“Sebenarnya…, pegunungan Andalus ini adalah tempat ku latihan dulu bersama guru ku. Bertahun-tahun aku menjelajah daerah ini tanpa Eragon. Dan saat aku mengetahui tentang ramalan kuno tersebut dan Dark Sooma berencana untuk mengusai dunia, aku mendengar tetang keberadaan camp pemberontak ini. Saat itu juga aku langsung menghubungi mereka tanpa sepengetahuan Dark Sooman.”

“Jadi….”

“Yah… aku sudah berhubungan dengan mereka jauh sebelum aku melakukan pemberontakan, tapi sayang pemberontakan gagal,” kisah peramal Jonghyun sambil kembali membalik dagingnya yang belum matang.

Keempat prince mulai mencerna kisah yang dipaparkan peramal Jonghyun. Kehangatan api yang membakar daging untuk makan malam mereka berhasil mengusir udara dingin di dalam gua. Prince Key kemudian mulai menikmati dagingnya yang sudah matang. Rasa daging yang begitu juicy langsung meningkatkan nafsu makannya.

“Jonghyun-ssi,” ujar prince Key. “Kenapa pedang blue dragon bisa ada di tanganmu?” pertanyaan yang lama telah lama ingin ditanyakan akhirnya keluar juga dari mulut prince Key.

“Apa pedang blue dragon?” Tanya prince Onew setengah tidak percaya. “Bukannya pedang itu sudah lama hilang.”

Prince Key kemudian mengeluarkan blue dragon dari dalam sarungnya. Saat itu juga prince Onew mengeluarkan padang birunya dari dalam sarungnya. Pandangan ke kempat prince langsung tertuju pada pedang yang memiliki bentuk dan warna yang sama tersebut. Sinar dari api unggun yang berada di depan mereka membuat warna biru kedua pedang tersebut bersinar.

“Bukannya ini pedang kembar,” gumam Prince Taemin.

Peramal Jonghyun masih diam, menunggu komentar dari keempat prince tersebut. Dan menyungkingkan senyuman seakan menikmati setiap komentar yang terlontar.

“Tidak…,” kata Prince Onew memecah kebisuan. “Pedang ini tidak sama, bukan pedang kembar.”

“Hahaha… akhirnya kamu menyadarinya juga,” kata peramal Jonghyun memamerkan sederet gigi putihnya.

“Jinjja…?” Prince Taemin dan Prince Minho kembali melihat kedua pedang tersebut secara detail.

“Kedua pedang tersebut memang bukan pedang kembar. Pedang yang ini,” kata peramal Jonghyun sambil mengambil pedang yang ada di tangan prince Onew. “Pedang ini aku buat untuk menyamarkan keberadaan pedang blue dragon yang selalu dicari oleh para pemburu pedang. Sedangkan pedang blue dragon itu aku dapatkan dari seseorang yang tidak aku kenal saat aku datang ke camp untuk menyusun strategi pemberontakan. Orang itu dalam keadaan terluka parah. Dia memintaku untuk memberikan ke seorang penunggan naga biru dari South Kingdom, dan anehnya saat itu juga aku menyanggupi permintaannya.”

Keempat prince larut dalam cerita peramal Jonghyun. Tidak ada kata-kata yang memotong cerita tersebut. Peramal Jonghyun kembali mengambil daging yang telah masak dan memasukkan kembali kedalam mulutnya. Setelah daging itu hilang dalam tenggorokannya, dia kembali melanjutkan ceritanya.

“Sepertinya orang itu terluka parah saat berusaha melarikan diri dari para pemburu pedang. Dan dia meninggal tidak lama setelah memberikan pedang itu padaku. Aku menyadari pedang blue dragon tersebut saat pertama kali memegangnya. Dan aku tidak ingin bernasib sama dengan orang itu, makanya aku membuat pedang biru tersebut. Kalian tahu seungren kan? Dia juga memburu pedang ini sejak lama.”

“Siapa nama orang itu ya,” gumam prince Key penasaran.

“Oh ya, bagaimana Prince Onew bisa mengetahui perbedaan dari kedua pedang tersebut?” tanya peramal Jonghyun.

“Aku juga tidak tahu cara penjelaskannya, yang pasti aura dari kedua pedang tersebut jauh berbeda.” Jawab Prince Onew.

“Tidak sia-sia kamu dijuluki sebagai raja pedang, hehehe.”

Prince Onew langsung tertunduk malu mendengar ucapan peramal Jonghyun. Sedangkan  ketiga prince lainya terlihat terkejut, tidak percaya atas apa yang mereka dengar.

“Raja pedang?” ujar prince Minho seraya melirik ke arah prince Onew.

“Yang aku tahu orang yang mendapatkan gelar raja pedang itu memang masih mudah, tapi aku tidak menyangka semuda ini,” kata Prince Taemin mengunggkapkan kekagumannya.

“Bagaimana kamu tahu?” tanya Prince Onew pada peramal Jonghyun.

“Dari cara kamu memegang pedang,” jawab peramal Jonghyun.

Malam semakin larut, jubah kegelapan malam semakin pekat di luar gua. Suara-suara serangga malam mulai menghilang, seperti tertelan kesunyian malam. Sesekali suara burung malam menyalak, merobek keheningan malam. Api unggun terus menyala, menghabiskan kayu-kayu kering yang dimasukkan ke dalamnya. Keempat prince dan peramal Jonghyun jatuh terlelap mengililingi api unggun untuk melindungi tubuh mereka dari udara dingin malam.

Ketika sinar matahari secara sembunyi-sembunyi menyelinap diantara dedaunan hutan dan jatuh di mulut gua, peramal Jonghyun dan keempat prince yang lainnya bangun dari tidurnya. Mereka kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Perjalanan yang mereka alami terasa tidak terlalu berat meskipun tanpa naga mereka, karena tenaga mereka secara perlahan-lahan telah kembali pulih setelah beberapa malam dilalui dengan tidur nyenyak.

Di tengah perjalanan tidak ada habatan yang berarti yang dapat menghalangi perjalanan mereka. Mereka hanya sempat berhenti untuk mengisi wadah air mereka yang kosong di sungai.

Tepat saat matahari bersinar lembut di ufuk barat, mereka tiba di camp pemberontak. Mereka disambut dengan hangat oleh penjaga gerbang, karena mereka mengenali peramal Jonghyun dengan sangat baik. Bahkan salah satu dari mereka dengan sukarela menjadi pengantar ke sebuah bangunan yang perada di bawah pohon paling besar, tempat pemimpin mereka tinggal.

“Kami semua di sini sangat senang saat mendengar berita tentang kebebasan peramal Jonghyun dari penjara Dark Sooman,” ujar sang penjaga saat memandu mereka. Dan peramal Jonghyun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tapa sepatah kata pun.

Kemudian peramal Jonghyun masuk ke dalam tempat tinggal pemimpin pemberontak tersebut dan meninggalkan keempat prince di luar. Keempat prince tampak takjub dengan camp yang saat ini mereka amati. Rumah-rumah dibangun diatas pohon-pohon besar, bukan di atas tanah. Sehingga pemukiman tersebut dapat terlindungi dari kanopi-kanopi pohon dengan sempurna dan sulit untuk dilacak keberadaannya dari atas.

“Daebak…!”

Tidak berselang lama kemudian peramal Jonghyun keluar dan membuat perhatian keempat prince buyar. Mereka mengikuti langkah peramal Jonghyun dengan patuh, meskipun tanpa ada kalimat yag keluar dari mulut peramal Jonghyun. Kemudian mereka tiba di sebuah rumah pohon yang tergolong besar, jika dibandingkan dengan rumah pohon di sekitarnya.

“Kalian akan tinggal di sini, selama berada di camp ini,” ujar peramal Jonghyun saat menaiki anak tangga rumah tersebut.

“Wow… ini luar biasa, baru kali ini melihat rumah pohon yang sebesar ini,” kata Prince Taemin kagum.

Rumah pohon tersebut merupakan rumah yang dikhususkan untuk peremal Jonghyun oleh pemimpin pemberontak tersebut. Keempat prince langsung menetap kan kamar masing-masing.

“Oh ya, kalian harus mengganti pakaian kalian karena nanti malam kalian akan menghadap ke pimpinan. Pakaiannya akan aku siapkan,” kata peramal Jonghyun.

Peramal Jonghyun masuk ke dalam sebuah kamar dan kemudian keluar dengan membawa beberapa pakaian warna hitam. Keempat prince langsung mengambil pakaian masing-masing. Awalnya mereka enggan saat melihat model dari pakaiannya.

“Aku lebih nyaman dengan bajuku yang sekarang,” ujar prince Minho.

“Kalian harus menggunakan pakaian yang sama dengan para penghuni camp lainnya. Karena itu adalah syarat pertama agar kalian bisa diterima di tempat ini.” Peramal Jonghyun menjelaskan.

Kemudian keempat prince masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk berbenah diri dan istirahat. Cahaya matahari semakin melembut dan menghilang di ufuk barat. Kegelapan malam secara perlahan mulai menyelimuti dan suara-suara serangga malam mulai terdengar hampir di seluruh penjuru camp.

$$$ BERSAMBUNG $$$

27 responses to “SHINee Swords – Part1 (Camp. Pemberontak)

  1. waaaaaaaaaaaaaaaaaaa oppa……………………..
    akhirnya… akhirnya… akhirnya….
    Akhirnya oppa ngeluarin sekuelnya 5 PRISONER….
    Kyaaa senangnya hatiku…. >< #loncat2 gaje….
    Lanjut lg oppa ke next capternya… hehehehhe…..
    Ji hoon oppa mang DAEBAK…..
    Love u oppa…. #poppo Minho..
    Jihoon oppa mang daebag pluss JELEK!!! (Jeles Keren maksudnya oppa) hehehehe…. ^^ Gomawo oppa dah buat aku girang tiada terkira…

  2. Wow… @.@ *terkesima*
    HEBAAAATT!!!😄
    Ternyata otak somplak kayak oppa bisa bikin ff kayak gini *ini maksudnya ngejek atau muji?*. Penggambarannya bagus. Berasa nyata gitu. Oppa suka baca novel fantasi ya? Kok kalimatnya bagus sih? Kagak abal-abal *GS astra dong*

    Lanjutannya ditunggu lho. Terserah mau lama atau bentar, yang penting harus tamat ^o^9

  3. waaaaaaawwww :O
    DAEBAKKKK!!!!!! ^0^
    Onew oppa raja pedang uyyy :DD
    lanjut oppa ^^
    ^^b

  4. kapan part 2 NYA ada gk sabar

  5. Jd inget film eragon. Pas bca yg ada d fikiran q kebayang cuplikan film itu truz,,,

  6. sherleyesther

    DAEBAK! Chapter yang ini cukup keren! Tingkatkan trus jihoon Ahjussi !>:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s