The Stage Names

Author : Park Jihoon

Cast : Personel B1A4

Jung Jin Young (Jinyoung),

Lee Jung Hwan (Sandeul),

Shin Dong Woo (CNU),

Cha Sun Woo (Baro), dan

Gong Chan Shik (Gong Chan)

Lenght : OneShot

Genre : Komedi Ringan

Lenght : OneShot

Selamat Membaca…

$$$

Di asrama B1A4

Pagi-pagi sekali, sekitar jam tujuh, sang manajer datang ke asrama, namun sang penghuni masih asik masgul di dalam kamar bergulat dengan kasur dan bantal. Sebenarnya hari ini tidak ada jadwal latihan untuk mereka alias libur, jadi waktunya untuk ‘balas dendam’, mengistirahatkan tubuh mereka setelah beberapa hari latihan dan latihan. Sang manajer langsung menuju ke sebuah kamar, tempat kelima namja itu molor. Yah, namanya masih belum debut jadi semua fasilitas masih jauh dari kata sejahtera. Mereka harus nyaman tidur berlima dalam satu kamar.

“Ya ampun mereka masih molor, mentang-mentang libur…, ckckckck,” gumam sang manajer saat melihat kelima member dengan posisi tidur malang melintang kemana-mana, tanpa arah dan tujuan.

Mereka tidur dengan begitu damainya hinggal suara dengkuran mereka begitu syahdu terdengar, groookkk… groookkk, terutama Dongwoo. Bahkan Chanshik berani menaruh kakinya di kepala hyungnya, Jinyoung dan hidung Jinyoung hanya kembang kempis saat mencium bau jempol Chanshik. Sedangkan Junghwan dan Sunwoo tidur melungker ala ulat bulu kribo.

“BANGUUUUN…!!!”

Si manajer berteriak sekuat tenaga untuk membangunkan kelima namja tersebut hingga membuat kerongkongannya hampir putus. Dan suara sumbang itu ternyata berhasil membangunkan semua member.

“Yah… hyung, kenapa kamu membangunkan kami? Hari ini kan libur,” protes Jinyoung dengan nyawa masih setengah.

“Iya hyung, padahal kami masih ngantuk banget,” sambung si magne, Chanshik.

“Hehehe… mianhe,” ujar sang manajer dengan senyum kudanya. “Ada yang terlupakan, debut kalian kan sekitar bulan depan dan pihak manajemen memintaku untuk mencarikan kalian nama panggung.”

GEDEBUGH…

Tiba-tiba terdengar sebuah bongkahan daging jatuh ke lantai. Tatapan semua mata tertuju pada asal suara tersebut dan mendapatkan Dongwoo meringkuk dilantai dengan wajah meringis kesakitan.

“Dongwoo-ssi, kamu kenapa?”

“Ini gara-gara manajer-hyung yang membangunkan kami secara mendadak, dan membuat kepalaku pusing, cenut-cenut,” ujar Dongwoo.

“Sering olah raga tapi kayak orang penyakitan,” gumam Chanshik.

PLETAK

“Bukan penyakitan…,” sanggah Dongwoo tidak terima.

“Sudah… sudah jangan berantem. Cepat mandi sana, aku tunggu di ruang tengah ya.”

“OH TIDAAAAKKK… SANDAL JEPITKU HILANG,”tiba-tiba Junghwan berteriak mirip nenek-nenek datang bulan.

“Sandal jepit? Apa itu?” tanya sang manajer heran.

“Itu hyung, alas kaki yang sering aku pake. Itu sandal satu-satunya kesayanganku yang aku dapat dari temanku yang berasal dari negeri seberang.”

“Kamu naruhnya dimana tadi malam?” tanya Jingyoung

“Itu dia aku lupa,” ujar Sunghwan.

“Jiah… masih muda udah pikun,” ujar Dongwoo lirih.

“Itu apa…?” kata Chanshik sambil menunjuk ke bawah tempat tidur.

“Waahhhh… syukurlah, akhirnya harta karunku yang berharga ketemu juga,” lebay Junghwan kumat.

“Sudah sana mandi duluan, kan sekarang jadwal kamu mandi duluan,” ujar Jingyoung pada Junghwan.

Kemudian mereka langsung bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju kekamar mandi satu-satunya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadwal mandi telah mereka buat saat pertama kali mereka menempati asrama tersebut supaya tidak berebutan dan terjadi perang saudara.

Beberapa saat kemudian, keempat namja, Jingyoung, Junghwan, Dongwoo dan Chanshik telah berada di ruang tengah bersama sang manajer. Tinggal Sunwoo yang masih asyik di kamar mandi. Lima belas menit berlalu, tapi belum ada tanda-tanda kalo Sunwoo akan selesai mandinya. Bahkan dendangan lagu yang aneh di telingan sang manajer terus mengalun dari kamar mandi.

“Sunwoo emang lama mandinya, paling cepat setengah jam,” ujar Jinyoung pada sang manajer.

“Dia nyanyi lagu apaan sih? Kok bahasanya aneh,” tanya sang manajer.

“Oh… itu lagu dangdut, lagu yang terkenal di negara seberang. Sunwoo ngefans banget sama raja dangdut dan dia memanggilnya dengan nama Bang Rhoma. Bahkan dia juga mengoleksi hampir semua kaset dan CDnya.”Jawab Dongwoo, menjelaskan.

“Yah sudah kalo gitu, kita mulai duluan untuk mencari nama panggung kalian,” kata sang manajer.

“Kenapa sih hyung, kita harus memiliki nama panggung? Pake nama asli aja…,” usul Chanshik.

“Maaf ya, bukannya mau menghina nih. Tapi nama kalian tidak ada yang bisa menjual.”

Semua member tertunduk saat menyadari nama mereka tidak layak jual, alias nama jadul, alias nama kampungan.

“Hanya mana Jinyoung yang bagus,” sang manajer melihat kearah Jingyoung dengan tersenyum.

“Makasih hyung, memang nama itu sesuai dengan tampangnya ya. Kalau namanya keren berarti orangnya juga keren,” Jinyoung menyombongkan diri.

“Keren dari mana? Dari hongkong,” bantah Junghwan. “Kalo menurut bahasa seberang nih, Jinyoung itu berarti dedemit muda, Jin artinya dedemit alias setan dan Young artinya muda. Jadi Jinyoung adalah dedemit muda.”

HAHAHAHAHA…

Semua member langsung tertawa sadis.

“Biarin…,” ujar Jinyoung.

“Tapi benar loh itu mirip dengan sifat hyung yang selalu muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Seperti itu tuh… yang mantranya ‘datang tak dijemput pulang tak diantar…,” ujar Chanshik.

“Jelangkung…,” tabak Dongwoo.

“Biarin dari pada nama kalian, enggak laku,” Jinyoung membela diri.

“Sudah… sudah… berantem aja mirip kucing dan anjing,” lerai sang manajer. “Coba kita otak-atik nama kalian siapa tahu masih bisa dipake.”

Kemudian sang manajer mulai mengutak-ngatik semua nama member. Nama depan diganti jadi nama belakang dan nama belakang diganti nama depan. Saat lagi mengutak-ngatik nama, Sunwoo selesai mandi dan ikut bergabung.

“Yang bisa diotak-atik hanya nama Chanshik,” kata sang manajer beberapa saat kemudian. “Chanshik pake nama Gongchan aja, diambil dari nama depan dan nama tengahmu.”

“Gongchan…,” gumam lirih chanshik. “Hehehe… keren juga.”

“Terus nama kita gimana hyung?” tanya Dongwoo.

“Gimana ya? Kalian ada usul tidak, nama yang kalian sukai misalnya,” tanya sang manajer.

“Tidak…,” kata kelima namaja kompak.

“Kalian tidak kreatip banget sih.”

Kemudian sang manajer kembali memutar otaknya. Setelah beberapa menit otaknya berputar, ada beberapa memori yang tersangkut di sana dan merasa bisa dijadikan sebagai nama panggung.

“Baiklah sepertinya aku ada beberapa ide dan semoga kalian juga suka.”

“Apa itu hyung?” tanya Dongwoo antusias.

“Tadi saat aku membangunkan kamu secara mendadak, kamu pasti pusingkan dan merasakan kepalamu cenut-cenut? Dan itu menjadi kebiasaan kamu kan?”

“Ho oh…” Dongwoo manggut-manggut ala dugem.

“Gimana kalo nama panggung kamu CENUT aja?” kata sang manajer.

“Cenut…? kok rasanya aneh ya…,” ujar Jinyoung. “Bagaimana kalo nama itu disingkat dan menjadi CNU aja, tapi dibacanya sinu?”

“Wah.. bagus itu, ternyata otak kamu encer juga,” puji sang manajer.

“Iya hyung CNU kayaknya lebih keren dibandingkan dengan CENUT.” Dongwoo setuju.

“Nama ku hyung?” pinta Junghwan.

“Kalo kamu…,” sang manajer mulai mencari ide yang tadi sempat ditemukannya. “Oh ya… kamu kan punya barang kesayangan kan yaitu sandal jepit, jadi pake nama panggung kamu SANDAL aja…”

“Tapi hyung… kalo sandal ntar bisa ketukar dengan pelafalan scandal, artinya kan jelek. dan sandal juga tidak familiar dengan lidah orang korea, gimana kalo sandeul?” usul Jinyoung kembali.

“Sandeul? Aku suka…,” ujar Junghwan antusias tanpa pikir panjang.

“Tinggal namaku sekarang,” kata Sunwoo.

“Kalo kamu kan hobinya dengerin lagu dangdut tuh dan ngefan banget sama raja dangdut yang namanya…,” sang manajer berusaha mengingat-ingat.

“Bang Rhoma Irama,” ujar Sunwoo.

“Iya Bang Rhoma…, jadi untuk nama panggungmu pake nama itu aja tapi disingkat yaitu BARHO, dan biar lebih gampang dilafalkan pake nama BARO aja. Baro, singkatan dari Bang Rhoma.”

“Wow… manajer hyung pintar sekali, aku suka sekali namanya…,” kata Sunwoo sambil memeluk sang manajer.

“Sudah… sudah… jangan lebay gitu,” sang manajer berusaha melepas pelukan Sunwoo.

***Dari sini, aku juga akan menggunakan nama panggung mereka***

“Mulai saat ini kalian harus menggunakan nama panggung itu yaitu Jinyoung, Sandeul, Baro, CNU dan Gongchan. Siapa yang memanggil dengan nama selain itu akan kena hukuman.” Kata sang manajer.

“Baik hyung,” jawab kelima namja.

“Dan sekarang saatnya untuk mencari nama untuk perkenalan kalian.”

Keempat namja tersebut langsung berpikir keras.

“Manajer hyung, nama perkenalan ku ‘sang leader Jinyoung’ aja,” usul Jinyoung.

“Boleh,” sang manajer setuju.

“Aku ‘smiling Sandeul’.”

“Sip”

“Aku si ‘raper cute Baro.’”

“Keren.”

“Aku si ‘magne Gongchan.’”

“Anio…,” tolak sang manajer. “Nama perkenalan itu udah sering dipakai.

“Si ‘cungkring Gongchan.’” Usul CNU tanpa perasaan.

“Enak aja… anio, aku kan enggak cungkring, hanya kurang gemuk.”

“Flower boy Gongchan,” usul Baro.

“Itu dia…,” sang manajer langsung setuju.

“Tapi hyung, aku kan bukan tukang bunga,” rengek Gongchan.

“Wkwkwkwkwk… iya tuh cocok banget, muka kamu kan mirip wajah penjual bunga yang ada di pinggir-pinggir jalan,” ejek CNU makin sadis.

Gongchan langsung merajuk sambil ngorek-ngorek lobang idung.

“Flower boy Gongchan itu maksudnya bukan tukang bunga, tapi karena kamu memiliki wajah yang muda, bersinar, fresh dan beauty,” jelas Baro.

“Jinjja hyung?” mata Gongchan langsung bersinar.

“Oh ya, kamu udah ada nama panggilan?” tanya sang manajer pada CNU

“Belum…,” CNU menggeleng koprol.

“Kalian ada saran untuk nama CNU?” tanya sang manajer pada yang lainnya.

Semua langsung memusatkan pikiran untuk mancari nama banggilan buat CNU.

“Aku ada usul…,” ujar Gongchan.

“Apa…?”

“Gimana kalo ‘si tua CNU’, hyung kan anggota paling tua tuh.” CNU langsung manatap Gongchan dengan tatapan psikopat tingkat akut. Gongchan mengkerut, “atau… ‘si penyakitan CNU’ hyungkan sering pusing mendadak noh.”

PLETAK…

“Kenapa namanya jelek-jelek semuanya, kamu mau mati ya?”CNU emosi.

“Aduh…sakit-hyung, aku kan cuma ngusulin,” seru Gongchan lirih.

“Ah.. aku dapat,” kata Sandeul. “CNU hyung itu kan pintar olahraga terutama basket, pintar nari, pintar nyanyi dan ngerap, gimana kalo namanya ‘si multiplayer CNU’?”

“Setuju…”

Semuanya langsung setuju kecuali Gongchan yang langsung ngakak hingga membuat yang lainnya terbengong.

WKWKWKWKWK…

“Kenapa kamu tertawa?” tanya sang manajer.

“Anio hyung, nama panggilan untuk CNU-hyung lucu aja, si Multiplayer CNU. Kenapa enggak sekalian DVDplayer CNU atau MP3player CNU… wkwkwkwkwk.”

Penjelasan Gongchan membuat yang lainnya menahan tawa, mereka tidak tega tertawa di depan CNU apalagi Sandeul yang mengusulkan namanya. CNU langsung cemberut bebek.

“Tapi namanya bagus kok,” bela sang manajer.

“Bagus sih bagus hyung, tapi kalo ada fans entar tanya, kamu apanya DVDplayer dan MP3player…?” ujar CNU kecut.

“Yah… gampang aja, Hyung tinggal jawab aja… DVDplayer adalah sepupuku dan MP3player adalah saudara tiriku. Gitu aja kok repot,” celetuk Gongchan.

WKWKWKWKWKWKWK… yang lainnya langsung ngakak tanpa bisa ditahan, bahkan Sandeul –sang pengusul nama- tertawa paling lebar. CNU langsung terpojokkan.

“Sudah, kamu jangan pikirkan kata-kata Gongchan. Nama multiplayer itu bagus kok dan artinya juga keren,” bela sang manajer.

“Ne hyung,” jawab CNU lemas.

“Nah… berhubung nama panggung dan nama panggilan kalian udah dapat, saat nya kita sarapan. Kita makan di luar yuk!” ajak sang manajer.

“Ayooo…!” jawab ke lima namja tersebut dengan suara lantang.

$$$ END $$$

59 responses to “The Stage Names

  1. Lucu biut thor. Apalagi pas bagian sandal ma dvdplayer, ampe sakit perut aku

  2. Huahahaha lucu, lucu, sumpah! Somplak kyahaha😄 yg paling bikin ngakak ya asal usul nama BARO, BAng RhOma😀 Baro dangdut mania nih yee *digergaji Baro*
    Sandeul jg apaan dah, punya sendal favorit wkwkwk~ Manager nya ngasih saran CENUT? Pernah nonton pelem (?) cinte cenat-cenut ye?😄
    Sukses author nya bikin ff komedi, ^^d keren!

  3. hahahahahahahhaha
    lucu semuaaaaaaaaaa….
    JinYoung = dedemit muda hahahahahaha
    hirarki keluarga Multiplayer, DVDplayer, de el el
    bahkan sampek ke Bang Rhoma
    kwakakakakakaka…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s