Satu Permintaan

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee

Genre : Komedi

Lenght : OneShot

Disclaimer : SHINee bukan milik Jihoon, cerita terispirasi dari sebuah iklan rokok. Tapi semua cerita dan alurnya benar-benar milik Jihoon.

Selamat membaca…

$$$

Bulan Juni 2011 merupakan bulan tersibuk SHINee di negara matahari terbit, Jepang, karena mereka akan melakukan debut di sana. Bahkan jauh-jauh hari sebelum tanggal debut yaitu 22 Juni, SHINee telah wara-wiri bareng adul dan komeng, kekeke#PLAK. Maksudnya sudah wara-wiri dari panggung ke panggung di Jepang dan Juga telah melakukan sesi pemotretan di beberapa majalah remaja. Aura SHINee seakan telah menyebar keseluruh pelosok Jepang (Bahkan sampai Indonesia, hehehe).

“Hyung, keluar yuk. Sumpek nih tinggal di hotel mulu,” ajak Key pada sang leader, Onew.

Hari ini mereka tidak ada jadwal manggung ataupun  pemotretan, alias libur total. Manajer mereka telah hilang sejak pagi buta, dengan alasan ingin bertemu dengan teman lama. Padahal pada malam sebelumnya sang manajer telah merancang rencana untuk belanja sendirian tanpa ada anak-anak SHINee yang selalu membuatnya stress setengah mati. Alhasil semua member SHINee masih berkubang di dalam kamar hotel tanpa minat untuk jalan-jalan, secara mereka tidak tahu jalan.

“Mau keluar kemana? Terus…, emang kita tahu jalan?” tanya Onew.

“Itu masalah gampang, kalo kita tidak tahu arah… pada siapa kita bertanya?” tanya balik Key.

“PETA…,” teriak Taemin yang sedari tadi nangkring di depan tipi.

“Benar, kita bawa peta aja.”

“Kenapa aku ingat sama Dora The Explorer ya…,” batin Onew.

“Bagaimana hyung? jadi ya…,” Key memasang wajah tercutenya.

Beberapa saat kemudian Onew terlihat berpikir, menimbang-nimbang semua kemungkinan. Kemunginan tersesat, kemungkinan bertemu dengan fans ‘gila’ bahkan kemungkinan bertemu dengan musuh bebuyutannya, Jihoon #PLAK. Sebagai seorang leader yang baik hati dan tidak sombong, Onew harus memberikan keputusan terbaik.

“Baiklah,” ujarnya kemudian. “Bukankah kita juga udah bisa berbahasa Jepang, meskipun tidak terlalu lancar. Jadi kalo kita tersesat setidaknya kita bisa tanya sama orang.”

“Nah… begitu dong, Onew-hyung emang leader yang terbaik, gantheng pula,” puji Key.

Onew langsung senyum-senyum mirip orang gila kemaren sore. Sedangkan Key langsung semangat seratus persen.

BUK… BUK…. DUAGH…

“BANGUUUUUUNNNN….!!!”

Key langsung mengeluarkan jurus auman singa beranak dalam kubur part-3. Dan bantal langsung bertebaran menuju ke arah Jjong dan Minho yang sedang asoy memeluk guling dengan suara dengkuran maha dahsyat hingga mengalahkan suara teriakan mpok nori.

“Ada apa sih Key? Aku masih ngantuk nih,” ujar Jjong dengan kesadaran lima puluh persen.

Groookkkk… grroooookkk…, sedangkan mahluk yang satunya tidak terusik sedikitpun. Masih asoy dengan dengkurannya.

“Bangun Jjong… kita mau jalan-jalan,” ujar Key sumringah.

“Ahh… aku tidak ikut. Aku masih ngantuk,” kata Jjong sambil kembali meletakkan kepalanya di atas bantal.

“Baiklah kalo kamu tidak mau ikut…, aku…” Key mulai naik darah.

“Sudahlah Key, kamu jangan paksa mereka,” kata Onew sambil mengedipkan matanya pada Key, memberi Kode. “Lebih baik kita bertiga aja, aku, kamu sama Taemin yang keluar.”

“Baiklah Hyung,” Key mengikuti perintah terselubung Onew.

“Tunggu hyung, aku ikut…,” Taemin langsung mengejar Key.

Beberapa saat kemudian, Key dan Taemin langsung keluar dari kamar dan menunggu Onew di depan pintu. Mereka melihat ke dalam, penasaran dengan rencana yang ada di otak Onew. Saat Onew mulai memukul-mukul perutnya sendiri, Key dan Taemin langsung tahu apa yang ada di otak sang leader tersangtae di dunia itu.

“Kali ini mereka pasti bangun,” gumam Taemin.

Tiba-tiba…

DHUUUUUTTTT….

GUBRAK…

Hoeks… hoeks…hoeks….

Terdengar suara gaduh seketika yang disusul suara muntah berjemaah Jjong dan Minho.

Onew keluar kamar dengan sebuah senyuman khasnya, “berhasil…,” katanya sambil mengacungkan jempol. Key dan Taemin langsung tos, PLAK.

Beberapa menit kemudian….

“Aduh… kepalaku masih pusing dan perutku masih mual-mual,” keluh Minho saat menyusuri jalanan kota Tokyo.

“Iya… baunya seperti nyangkut di bulu hidungku, susah untuk hilang,” imbuh Jjong.

“Suruh sapa punya lobang hidung segede lobang sumur,” celetuk Taemin.

PLETAK…

Jjong langsung naik pitam. Menyinggung lobang idung Jjong sama saja dengan mengusik harkat dan martabat hidup orang banyak #PLAK.

“Enggak apa-apa lobang idungku gede, dari pada punya Minho… lobang hidungnya harus di gedein,” ujar Jjong.

“Yah.. hyung, aku kan enggak ikut-ikutan. Kenapa aku yang kena?” Minho bersungut-sungut.

“Udah-udah… berantem aja kayak kucing dengan emak kucing…,” lerai Onew.

“Kucing dan anjing…,” ralat Key.

“Wah udah ganti ya…? hehehe.” Si sangtae garuk-garuk lobang idung, sangtaenya kumat.

Kelima namja terebut akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan ke tempat bersejarah, untuk menghindari para shawol yang kebanyakan berkeliaran di mall-mall dan tempat nongkrong lainnya. Selain itu, tempat sejarah bisa memberikan inspirasi buat semua member dan memberi tahu bagaimana budaya Jepang itu sebenarnya. Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah kuil yang cukup sepi, tapi menurut buku sejarah yang mereka pegang, kuil tersebut memiliki nilai yang sangat luar biasa bagi masyarakat Jepang (Jangan tanya nama kuilnya ya… coz Jihoon enggak bakalan tahu…kekekeke#PLETAK).

Ketika keliling kuil tersebut, Taemin menemukan sebuah benda unik, benda yang mirip dengan lampu ajaib yang dimiliki aladin di pilem. Kemudian Taemin mengambilnya dan menunjukkan pada keempat hyungnya.

“Hyung-deul, aku menemukan lampu ajaib…,” ujarnya.

“Itu bukan lampu ajaib, tapi lampu petromak,” kata Onew sotoy mendadak.

“Kalau itu lampu ajaib beneran berarti bisa mengabulkan sebuah permintaan,” ujar Key sumringah. “Ayo coba siapa tahu itu lampu ajaib beneran.”

Kelima namja langsung mengikuti aura Key, penasaran. Mereka antusias terhadap lampu tersebut, meskipun awalnya tidak terlalu berminat. Taemin, sebagai sang penemu langsung menggosok-gosok lampu tersebut seperti yang dilakukan di pelem-pelem.

Wuuuzzzzz…

“Ho… ho…. ho….”

Tiba-tiba muncul sesosok dari dalam lampu tersebut yang didahului dengan kepulan asap tebal. Setelah asap tebalnya hilang dibawa angin, sosok yang muncul dari lampu tersebut terlihat dengan jelas. Sesosok itu mirip dengan orang yang dikenal oleh kelima member SHINee, memiliki wajah dan badan yang tambun serta potongan rambut cepak tetapi mengenakan baju khas Jepang.

“KANG… HODONG SSI..???”

Semua member SHINee kaget terperanjat.

“Daebak…, sejak kapan badan Kanghodong yang segede kuda nil bisa masuk ke dalam lampu kecil?” batin Onew.

“Hayyaaa…, Oe jin penunggu botol, bukan Kanghodong.” Kata sang Jin. “Oe… kasih satu permintaan buat kalian, ho… ho… ho….”

Semua member SHINee dibuat melongo oleh logat tionghoa yang keluar dari mulut sang Jin.

“Maaf nih Jin…, bukannya maksud untuk rasis atau sara,” kata Onew sesopan mungkin. “Bukannya di sini negara Jepang, tapi kenapa logat kamu mirip orang tionghoa yang sering jualan mie ayam di dekat dorm SHINee?”

“Hayyaaa…, Oe ini adalah Jin hasil naturalisasi. Oe sudah seratus tahun berganti kewarganegaraan. Emang si Irfan Bachdim aja yang boleh dinaturalisasi… ?”

“Daebak… ini Jin gaul abis,” batin Minho.

“Ayo… oe kasih satu permitaan buat kalian.”

Kelima namja SHINee langsung berembuk. Beberapa saat kemudian…

“Jin… bolehkan kita minta lima permintaan? Secara kita kan ada lima orang nih,” tawar Onew.

“Ooo… tidak bisa.”

“Tiga deh…,” tawar Key.

“Wani piro…?” mendadak sang Jing berbahasa Jawa.

“Hyung, kita tidak boleh KKN, nama SHINee bisa tercemar,” ujar Taemin pada Onew.

“Ne… aku mengerti. Aku juga tidak ingin berurusan dengan KPK karena KKN.”

“Baiklah Jin…, satu permintaan. Tapi beri kami kesempatan untuk diskusi terlebih dahulu,” pinta Onew.

Kelima namja tersebut langsung mengambil jarak dengan Jin untuk berdiskusi. Onew sebagai leader langsung mengambil alih pimpinan untuk menentukan siapa yang berhak untuk mendapatkan permintaan tersebut.

“Hyung-deul, aku yang berhak untuk permintaan itu. Secara aku yang menemukan lampu ajaib itu,” ujar Taemin.

“Emang apa permintaanmu?” tanya Minho.

“Mau minta eskrim yang buuuaaannnyyyaaaakkkk,” jawab Taemin.

“Dasar ulat eskrim, kalo eskrim kan bisa dibeli,” ujar Jjong.

“Berarti aku dong yang berhak, secara aku adalah leader.” Kata Onew.

“Tidak boleh, hyung pasti mau minta ayam kan?” tolak Key.

Onew langsung diam seribu bahasa. Lari kepojokan dan langsung nyanyi rintihan anak tiri.

“Aku yang paling berhak untuk mendapatkan permintaan itu,” ujar Minho dengan penuh keyakinan.

“Permintaan hyung apa?” tanya Taemin.

“Aku mau minta agar kharismaku semakin meningkat.”

“Percuma…, sifat molormu akan melunturkan semua karisma mu, apalagi ditambah dengan iler yang selalu mengalir,” Jjong tidak sepakat.

“Kalo begitu…, aku yang paling berhak,” ujar Key dengan senyuman yang menawam sampai membuat yang lainnya mau muntah. “Aku mau ketemu dengan si sexy food…”

“TIDAK SETUJU….!!!” ujar yang lainnya kompak.

Semua permintaan ditolak, tinggal satu orang yang belum mengutarakan permintaannya. Dan semua pandangan lansung tertuju pada Jjong. Jjong sempat salah tingkah dan sedikit malu-malu seperti kucing garong yang ketahuan selingkuh.

“Apa permintaanmu Jjong?” tanya Onew.

“Aku… aku…,” Jjong malu-malu. “Aku mau meminta sesuatu yang tidak bisa di lakukan maupun dibeli dengan uang sekalipun.”

“Apa itu?” tanya Key penasaran.

“Mengecilkan lobang hidung,” celetuk Taemin.

“Anio… itu bisa dilakukan dengan operasi. Tapi aku tidak akan melakukan itu.” Jawab Jjong.

“Terus apa?” desak Minho.

“Aku ingin meninggikan badan.”

Kalimat yang terlonta dari mulut Jjong membuat keempat namja tersebut langsung menahan tawa karena mereka tidak ingin Jjong tersinggung. Key, Taemin dan Minho sebenarnya ingin berkomentar tapi mereka urungkan.

“Mungkin ini adalah kesempatan satu-satunya yang dimiliki Jjong,” ujar Onew. “Kalian setuju?”

“SETUJU…?” jawab yang lainnya.

Kelima namja tersebut akhirnya kambali mendekati sang Jin. Jjong yang berhak atas permintaan tersebut langsung maju dan mengutarakan keinginannya.

“Aku ingin lebih tinggi.”

Sang Jin mendekatinya pelan-pelan dan melihat ke arah Jjong mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki secara detail. Sang Jing terlihat beberapa kali menggeleng-geleng dan sesekali menganggukan kepalanya. Jjong dan keempat namja lainnya terdiam menunggu jawaban sang Jjing.

“MUSTAHIL,” teriak Sang Jing. “Ukuran tubuhmu tidak bisa diubah, ini adalah ketetapan alam. Saranku, terimalah nasibmu apa adanya.”

CLING.., sang Jin menghilang.

WKWKWKWKWKWKWKWK…

Keempat namja, Minho, Onew, Key dan Taemin langsung ngakak berjemaah, perasaan Jjong sudah tidak mereka pikirkan lagi. Sedangkan Jjong hanya bisa tertunduk lemas tak berdaya.

“Jjong-hyung, terimalah nasib mu…,” ujar Taemin lirih namun menusuk hati.

“Jjong… kontet mu emang tidak bisa diobati,” ujar Key tak kalah sadisnya.

WKWKWKWKWKWK…, semuanya kembali ngakak.

“Jin sialan…,” umpat Jjong.

$$$ END $$$

79 responses to “Satu Permintaan

  1. hiks hiks hiks … ternyata kalian semua jahat !!! udh ah , ngadu ke mino aja … *kaburrrrrrrrrrrrrrrr

  2. hahahahahhahah
    astaga,,,, itu agent apa’an????
    pasti agen yg bekerja bwt jihoon oppa….
    hahahahahahahahha
    maka’y ikut2an somplak bang mir’y…
    #plaaaaaaakkkkkkk
    (ditampar penggermar jihoon oppa (?))
    aduuuuhhhhh,,, ajib dah si oppa…
    FF’y selalu somplak & tentu’y menghibur.. hhe

  3. Jjong… kontet? Hahahahaha😆
    oppa parah ini ff! Ngakak parah!

  4. oppa, sumpah aku ngakak gak henti-henti
    lucu baangggettt..
    Wkwkwkwkwkwkwkwk

  5. oppa,sumpah aku gak henti-henti nya ngakak
    ff oppa semua nya parah
    #plakk
    wkwkwkwkwkwkwk

  6. Okeh ini ff udah mendekam di page 2 tapi baru baca #plakk
    Nyehehe, Jjong dinistakan lagi di sini, aku senaaaaaaang *dikeplak Blingers*
    Terimalah nasibmu Jjong…

  7. Hahahaha… kasihan Jjong.
    Udah, Jjong nggak usah tinggi-tinggi. Yang penting tetap ganteng.
    Nice FF.

  8. aku reader baruuu. Salam kenal😀 *lambe2*

    kocak gila ni ff. Yg sabar ya jjong, tuhan tdk akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. *nah loh

  9. hahahaha ada kang hodong
    author kreatif banget sih, keren keren😀

  10. suamiku si onyu knapa jadi tkg kntut u,u
    wakakakakak….jjong emang harus terima nasip xD *dikeroyok blingers*

    annyeong oppa, aku new reader..eh gag dink, kmaren2 jg smpet komen. FF.a bagus2! Salam kenal ya, hehe^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s