Don’t Call ‘Baby Taemin’ Anymore…

Author : Park Jihoon

Cast : Taemin and SHINee

Genre : Komedi

Lenght : OneShot

Selamat Membaca…

$$$

Malam kembali menggelayut di negeri sakura, Jepang. SHINee kembali ke hotel setelah seharian penuh melaksanakan semua kagiatan yang telah dijadwalkan oleh manajemennya. Wajah suntuk dan lelah yang tidak pernah terlihat diatas panggung langsung terlihat diwajah mereka saat masuk ke dalam kamar hotel.

Disaat mereka berempat -Onew, Key, Jjong dan Minho- sedang asyik-asyik istirahat sambil menggelepar (baca : tidur-tiduran) di depan TV, tiba-tiba Taemin datang dengan membawa netbooknya. Dan membuat istirahat keempat namja tersebut sedikit terganggu.

“Hyung-deul, lihat ini…!!!”

“Apaan sih, paling berita tidak penting lagi,” desah Jjong yang merasa terusik.

“Jjong-hyung, ini berita penting dan perlu disimak dengan seksama. Emang beritanya Jjong-hyung yang putus ama Sekyung-nuna…,” kilah Taemin.

“Iya… kalo berita Jjong yang putus dengan Sekyung emang enggak penting, apalagi alasan putusnya klasik sekali,” imbuh Key.

“Klasik…? karena tidak cocok?” tanya Minho.

“Anio… mereka putus kan gara-gara Jjong kontet,” jawab Key sadis tanpa perasaan.

WKWKWKWKWKWKWK… semuanya langsung ngakak guling-guling.

“Ehhmmm…, kalian seneng ya kalo aku menderita.”

“Bukan seneng Jjong…,” ralat Onew. “Tapi B-A-H-A-G-I-A…”

WKWKWKWKWKWK… mereka kembali ngakak jumpalitan.

“Udah ah…, aku enggak ikutan,” rajuk Jjong.

“Yah… jangan hyung, baru begitu aja langsung ngambek. Contoh tuh Minho-hyung, meskipun dikatain tukang molor akut dan ileran parah… dia tetap senyam-senyum penuh bahagia,” ujar Taemin.

“Hehehe…,” senyum Minho langsung mengembang selebar bibir Omas.

“Yah… itu namanya tidak punya harga diri,” ujar Jjong saat melihat senyum najong di wajah Minho.

“Emang harga dirimu berapa Jjong? Entar aku beli deh,” celetuk Onew. “Paling… lebih murah dari ayam goreng, hehehe.”

“Udah ah hyung, jangan pojokkan Jjong terus… entar dia malah gantung diri di pohon toge,” lerai Key. “Oh ya, Taemin–ah tadi kamu mau menyampaikan apa?” tanya Key.

“Oh ya…, hampir lupa,” Taemin kembali menunjukkan netbooknya. “Lihat tuh…!”

Perhatian keempat namja SHINee tersebut langsung tertuju pada layar netbook. Raut wajah mereka mendadak masam tingkat akut, terutama Jjong.

“Tuh kan, apa aku bilang. Beritanya tidak bermutu.”

“Ini beritanya tentang Taemin semuanya…, kok enggak ada tentang aku sama sekali,” protes Minho.

“Coba lihat judulnya,” ujar Onew. “Artikel pertama judulnya… Taemin tampil Manly, artikel Kedua… Taemin tumbuh dengan baik, artikel ketiga… bulu ketek Taemin sudah tumbuh. Apa-apaan ini… kenapa semuanya tentang Taemin?”

“Terus maksudnya ini apa?” tanya Key penuh selidik.

“Kekeke…,” Taemin menunjukkan senyumnya yang mematikan. “Hyung-deul… para shawol, terutama taemints sudah menyadari perubahanku yang semakin Manly dan semakin ganteng ini. Jadi…, mulai sekarang jangan panggil aku baby Taemin lagi, panggil aku… si Manly Taemin!” pinta Taemin sambil menunjukkan otot lengannya.

“Tidak bisa…,” tolak Key. “Emang buktinya apa kalo kamu udah dewasa?”

“Udah… baby Taemin aja,” ujar Jjong.

Taemin sempat bingung untuk membuktikan bahwa dirinya sudah dewasa, namun saat melihat artikel di dalam netbooknya sebuah ide langsung muncul. Sebuah senyum langsung terlukis dengan jelas.

“Buktinya adalah…,” kata Taemin penuh dengan teka-teki. “Taraaaa…, nih… bulu ketekku udah tumbuh,” ujar Taemin dengan mengangkat lengannya tinggi-tinggi hingga memperlihatkan bulu keteknya yang baru bersemi.

PLETAK…!

“Jangan diangkat tinggi-tinggi…, bau.” Ujar Minho.

“Tapi kan masih lebih bau punya Minho-hyung,” sanggah Taemin sambil mengusap-ngusap bekas jitakan Minho.

“Iya…, aku setuju. Katek Minho emang lebih bau,” kata Onew manggut-manggut.

“Cuman bulu ketek yang tumbuh?” Tanya Key belum puas.

“Iya… kalo cuma bulu ketek yang tumbuh itu belum bisa dikatakan dewasa,” imbuh Jjong.

“Ada kok bulu lainnya yang udah tumbuh, nih….”

SREEEEETTTT…

“STOOOPPPPP,” teriak Key. “Apa yang akan kamu lakukan dengan membuka retsleting celana? Kamu ingin membuat mataku terkontaminasi dengan pemandangan NC.”

Keempat namja SHINee dibuat shock seketika saat melihat gerakan tangan Taemin terhadap retsleting celananya.

“Aku ingin menunjukkan pada hyung-deul bulu lainnya yang juga udah tumbuh,” ujar Taemin polos.

“Dasar… baby Taemin,” seru Jjong.

“Bukan bulu yang disitu,” kata Key sambil menunjuk ke arah tangan Taemin yang berhenti bergerak. “Maksud bulu yang lainnya itu seperti kumis, bulu kaki atau jenggot.”

“Ooo… aku kira bulu yang itu,” seru Taemin dengan tampang polosnya. “Kalo bulu-bulu yang itu tidak lama lagi juga bakalan tumbuh.”

“Jadi untuk sementara kamu tetap baby Taemin dong,” ujar Onew.

“Ani… pokoknya mulai saat ini, jangan panggil aku baby Taemin lagi, titik.”

Key menarik ketiga namja lainnya menjauh dari Taemin. Kemudian mereka terlihat sibuk mendiskusikan suatu hal. Sesekali wajah key terlihat serius memaparkan pendapatnya yang disambut serius juga oleh namja yang lainnya. Beberapa menit kemudian mereka selesai berdiskusi.

“Baiklah…, dengan satu syarat,” ujar Key mewakili ketiga namja lainnya.

“Apa?”

“Kamu tidak boleh bertingkahlaku seperti anak kecil dan apapun yang ada hubungannya dengan anak kecil.”

“Baik aku setuju,” terima Taemin dengan wajah ceria.

Onew, Key, Jjong dan Minho menjabat tangan Taemin sebagai tanda sepakat dengan perjanjian yang telah mereka buat. Taemin tersenyum puas, title baby yang selalu tersemat bersama namanya akhirnya tanggal juga. “Don’t call me baby Taemin anymore…,” batinnya.

$$$

Keesokan harinya…

Semua member SHINee terlihat sibuk menyiapkan semua barang-barangnya sebelum berangkat ke tempat syuting. Hari ini mereka akan kembali melanjutkan syuting, sesuai dengan jadwalnya. Onew, Minho, Jjong dan Key terlihat duduk-duduk santai di sofa sambil melahap roti panggang yang telah disiapkan Key.

“Minho-hyung…,” panggil Taemin dari kamarnya.

“Mwo…?”

“Kamu lihat CD ku…?”

“CD yang mana?”

“Yang gambar spongebob…”

“Enggak tahu…, tanya aja Key-hyung, biasanya kan dia yang selalu beres-beres kamar.”

Taemin kemudian keluar dari kamarnya dan menghampiri Key yang sedang asyik menyantap roti panggangnya.

“Key-hyung lihat CD spongebobku? Aku tidak bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa memakai itu.”

“Enggak tahu, aku tidak melihatnya.” Jawab Key. “Oh ya, bukannya kamu udah janji tidak akan bertingkah laku atau melakukan apapun yang berhubungan dengan anak kecil. Memakai CD Spongebob merupakan salah satu perilaku anak kecil.” Ujar key.

Taemin langsung diam membisu, tanpa bisa berkata apapun lagi.

“Iya.. kamu udah janjikan… Manly Taemin,” ujar Minho.

“Iya deh,” kata Taemin pasrah.

Akhirnya Taemin memenuhi janjinya dengan tidak menggunakan CD favoritnya yang bergambar spongebob. Padahal CD tersebut bagi Taemin layaknya sebuah jimat yang membuat harinya nyaman dan penuh dengan keberuntungan. Lebih tepatnya dia akan merasa nyaman dan penuh percaya diri dalam melakukan hal apapun jika menggunakan CD tersebut.

Sore harinya, semua member SHINee kembali ke hotel. Semuanya terlihat segar meskipun telah melakukan banyak aktivitas, kecual si magnae Taemin. Minho dan Jjong langsung beraksi di depan TV, tanding game, melanjutkan pertandingan yang sempat tertunda di lokasi syuting. Onew menemani Key yang sedang berselancar di dunia maya.

“Ya… ampun, hari ini aku bener-bener sial. Syuting harus diulang-ulang gara-gara tarianku yang berantakan. Coba ada CD spongebob, pasti semuanya akan lancar,” pikir Taemin saat rabahan di sofa.

Tidak ingin larut dalam kepenatan lebih lama, Taemin akhirnya memutuskan untuk menyantap makanan kesukaannya. Namun saat membuka lemari es, makanannya tidak ada.

“Aduh, aku lupa kalo habis. Jangan-jangan hari ini benar-benar hari tersialku,” batin Taemin. “Hyung, aku keluar dulu mau membeli sesuatu.”

“Hati-hati,” jawab Onew.

Beberapa menit kemudian Taemin datang dengan membawa semangkok besar eskrim. Taemin kemudian duduk di sofa favoritnya, tempat yang paling enak untuk menikmati eskrim. Senyumnya langsung mengembang lebar saat membuka tutup eskrim tersebut.

“Heemmm…, semoga semua kesialan hari ini lenyap dengan menyantap eskrim yang lezat ini,” batinnya.

“Yah… Taemin-ah, apa yang kamu makan?” tanya Minho saat Taemin mengaduk-ngaduk eksrimnya.

“Eskrim,” jawab Taemin.

“MWO… ESKRIM???”

Mendengar Minho meneriakkan kata Eskrim, Key, Onew dan Jjong langsung menghampiri Taemin. Mereka berdiri mengitari Taemin, mirip sekelompok brandalan yang lagi minta ‘jatahnya’.

“Manly Taemin, apa yang kamu lakukan?” tanya Key memastikan.

“Mau makan eskrim.”

“Kamu tahu, makan eskrim itu termasuk perbuatan anak kecil.”

“Kata siapa? Orang dewasa juga sering makan eskrim kok,” kilah Taemin

“Tapi kan yang lebih senang makan eskrim itu kebanyakan anak kecil,” ujar Minho.

“Iya…, biasanya kalo anak kecil ngambek dirayunya pake eskrim,” imbuh Jjong.

“Jadi…,” ujar Taemin ragu.

“Sudah tahukan, kalau mau dipanggil si Manly Taemin tidak boleh makan eskrim.” Key mengambil semangkok eskrim yang ada di hadapan Taemin dengan paksa.

“Eskrim ku….,” rengek Taemin.

“Mau dipanggil baby Taemin?” ancam Onew.

Taemin menggelengkan kepalanya. Raut wajah Taemin langsung buram seratus persen. Keempat namja lainnya langsung membawa eskrim hasil rampokannya.

“Hyung, eskrimku mau diapakan. Jangan dibuang!”

“Siapa yang mau membuangnya, mubazir.” Ujar Key.

“Jadi…”

“Kita akan memakannya,” jawab Onew.

“Bukannya kata kalian orang dewasa tidak suka eskrim?”

“Kita juga tidak suka eskrim, tapi kalo ada eskrim gratis… masak dilewatkan,” ujar Minho.

Keempat namja SHINee langsung membawa eskrim gratisnya dan langsung berpesta eskrim di depan TV. Taemin melihat keempat hyungnya seperti ratapan anak tiri yang habis disiksa. Sesekali jakunnya bergerak naik turun saat melihat yang lainnya melahap eskrimnya dengan brutal. Tiba-tiba tangis Taemin pecah.

“HYUNG…, KEMBALIKAN ESKRIM KU… AKU TIDAK MAU DIPANGGIL SI MANLY TAEMIN LAGI….”

Taemin langsung menghambur ke tempat member SHINee lainnya berpesta eskrim dan merampas sisa eskrimnya. Sedangkan Key, Onew, Jjong dan Minho tersenyum puas.

“Yeah…, rencana kita berhasil,” ujar key.

“Sekali baby Taemin… selamanya Baby Taemin,” imbuh sang Leader.

$$$ END $$$

62 responses to “Don’t Call ‘Baby Taemin’ Anymore…

  1. bwahahahhahaa telat ketawanya

  2. Lol !
    taem dan es krim tidak terpisahkan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s