Broken Heart

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee

Lenght : OneShot

Genre : Komedi rada enggak bener

Selamat Membaca…

$$$

London…

SHINee membuat sebuah gebrakan baru untuk debut mereka di Jepang dengan menggelar pertunjukan mereka secara live di Abbey road, London. Dan hal itu memaksa kelima namja SHINee harus menetap di sebuah hotel di London untuk beberapa hari. Waktu itu, saat matahari baru tenggelam di ufuk barat dan masih meninggalkan berkas cahaya jingganya di langit London, keempat namja SHINee –Onew, Key, Minho dan Taemin- kembali dari jalan-jalan sore mereka. Sedangkan Jjong memutuskan untuk tinggal di kamar hotel, dengan beralasan kurang berminat untuk jalan-jalan dan merasa kurang enak badan.

Sejak masuk ke hotel, keempat namja itu sudah berisik membahas sesuatu dengan menggunakan bahasa Korea. Hal tersebut membuat para pengunjung hotel hanya terbengong melihat tingkah mereka tanpa bisa mengerti apa yang mereka bicarakan. Bahkan tidak sedikit yang bergumam… “Crazy boys.”

“Hyung, aku baru sadar kalo di London ini ternyata orang-orangnya lebih menyukai fashion ya.” Ujar Taemin.

“Emang kenapa?” tanya Key.

“Tadi aku lihat hampir semua orang rambutnya di warnai, apalagi ada anak kecil dengan rambut di cat blonde. Kalo di Korea kan jarang seperti itu.”

“Taemin pabo,” seru Minho. “Itu yang namanya rambut pirang atau blonde asli, bukan di cat. Secara genetik mereka memang berambut pirang.”

“Ooo… begitu ya?”

“Makanya kalo pelajaran Biologi jangan sering bolos,” seru Key.

Taemin manggut-manggut pura-pura mengerti.

“Tadi sayang Jjong-ie enggak ikut,” kata Onew.

“Emang kenapa hyung?” tanya Minho.

“Kalo dia ikut pasti suasana hatinya bakalan berbunga-bunga…,”

“Kok bisa?” kata Taemin memotong penjelasan Onew.

“Lihat… hampir semua orang disini memiliki hidung yang besar-besar mirip hidungnya Jjong, jadi dia bakalan senang karena di dunia ini dia tidak sendirian yang memiliki hidung plus lobang idung yang segede lobang sumur.”

“Hahaha… bener juga,” kata Minho manggut-manggut.

“Anio…, orang disini itu hidungnya mancung tapi lobang hidungnya kecil, lihat tuh!” ujar Key tidak setuju dengan pendapat Onew.

“Oh iya ya…, aku tidak memperhatikan lobang hidungnya tadi,” kata Onew setelah melihat lobang hidung orang yang barusan melewati mereka. “Aku kira orang yang hidungnya besar, pasti memiliki lobang hidung yang besar juga.”

“Tapi hyung,” kata Minho. “Kalo menurutku sih, aku seneng Jjong-hyung tidak ikut kita jalan-jalan karena aku takut dia akan semakin tertekan.”

“Tertekan kenapa Hyung?” tanya Taemin.

“Lihatlah tinggi badan orang-orang di sini!”

WKWKKWKWKWKWK…, semuanya langsung ngakak tanpa Minho jelaskan apa yang ia maksud.

“Iya bener,” Key sepakat. “Kalo Jjong ikut, aku yakin dia bakalan langsung frustasi tingkat akut karena dia merasa menjadi orang kontet sendirian di dunia ini, hahaha.”

*hatchiiii…. Jjong bersin di kamar hotel.”

“Key…, bukan kontet,” ralat Onew. “tapi cebol.”

WKWKWKWKWKWK.

“Sama aja hyung,” ujar Taemin.

Tanpa mereka sadari, akhirnya mereka tiba di depan kamar hotel. Klek, pintu kamar hotel terbuka setelah Key memasukkan kartu elektronik yang berfungsi sebagai kunci. Pembicaraan tentang Jjong masih terus mangalir hangat hingga mereka masuk ke dalam kamar hotel, namun pembicaraan itu lenyap seketika saat mereka melihat kedalam kamar. Lebih tepatnya saat melihat kondisi Jjong.

“HYUNG…,” teriak Taemin dan Minho histeris dengan mata terbelalak.

“JJONG…,” suara Key dan Onew juga tak kalah nyaringnya.

“Oh tidak…, Jjong jangan kau tunjukkan pose itu,” ujar Key dengan kedua tangan berusaha menutup kedua bola matanya.

Keempat namja SHINee melihat pose Jjong yang telah lama tidak pernah dilihatnya lagi. Pose yang akan muncul disaat Jjong depresi berat atau mengalami kesedihan tingkat akut. Pose Jjong itu…, Jjong duduk di atas sofa dengan kedua kaki di atas, seperti orang kedinginan. Kedua tangannya memeluk lututnya kuat-kuat dengan ujung  jari telunjuk kanannya tenggelam dalam lobang hidungnya (baca : ngupil.com). Sedangkan wajahnya pucat seperti tidak memiliki semangat untuk hidup. Key, Onew, Minho dan Taemin langsung menghampiri Jjong.

“Jjong-ie, kamu kenapa?” tanya Key.

“Jangan-jangan Jjong-hyung depresi karena tinggi badannya,” bisik Taemin di telinga Minho.

“Hussss…, jangan ngomong itu, entar malah kedengaran ama Jjong-hyung,” ujar Minho lirih.

Jjong masih diam membisu dengan telunjuknya terus bergerilya dalam lobang hidungnya. Tatapan matanya kosong, seperti orang yang baru kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Sedangkan keempat temannya terus berusaha menyadarkan Jjong dari dunianya.

“Onew-hyung…,” ujar Jjong lirih.

“Akhirya kamu sadar Jjong… syukurlah. Aku kira kamu tidak akan sadar selama-lamanya…, kalo itu terjadi kami akan sangat sedih sekali karena kehilangan orang yang bisa kami cela.” Onew memeluk Jjong kuat-kuat.

“Mwo…??? hyung tega…, masak mengharapkan kehadiranku hanya untuk dicela,” kata Jjong dengan nada semakin sedih.

“Anio…,” Onew langsung meralat jawabannya. “Maksudku… ehm… ehm…, dunia ini terasa sepi tanpa dirimu.” Sangtae Onew kumat.

“Iya… Jjong-hyung, suara cempreng hyung kan tidak ada yang menyaingi di dunia ini,” celetuk Taemin.

PLETAK…

“Enggak usah diperjelas napa? Entar kalo Jjong-hyung tambah stress gimana?” Minho gregetan mendengar celetukan si Magne.

Jjong terlihat semakin sedih, jari telunjuknya makin gencar di dalam lobang hidungnya. Keempat namja lainnya mulai berusaha serius memperhatikan Jjong.

“Jjong-ie…, apa sebenarnya yang telah terjadi?” tanya Key.

Jjong menghela nafa panjang dan patah-patah, mirip orang kelelep.

“Aku… aku… aku…,” suara Jjong seperti tertahan di dalam tenggorokannya. Emosi kembali menguasai dirinya, “Aku… putus dengan Sekyung.”

“WAAAADDDDDD….. PUTUUUUUUUSSSSS,” teriak keempat namja SHINee kompak.

Pengakuan Jjong membuat keempat namja lainnya seperti mendengar geledek di siang yang ada bolongannya (siang bolong maksunya… hehehe). Bahkan kedua bola mata Key hendak mau melompat keluar saking kagetnya. Air liur Minho juga mendadak berproduksi melimpah (apa hubungannya ya?#PLAK).

“Beneran Jjong…, kamu putus dengan Sekyung?” tanya Onew memastikan

“Ho oh,” kepala Jjong mengangguk pelan.

“HOOOOORRRREEEE….”

Onew, Key, dan Taemin langsung berteriak gembira kecuali Minho. Mereka tidak melihat wajah Jjong yang berubah Shock saat mendengar teriakan bahagia diatas penderitaannya.

“Yesss.. yesss… Jjong putus dengan Sekyung. Couple JongKey akan hidup kembali, hahaha.” Ujar Key bahagia.

“Akhirnya…, aku memiliki kesempatan untuk mendekati Sekyung,” kata Onew sambil melirik kearah Jjong dengan lirikan ala Sinetron.

“YAH…, KENAPA KALIAN MALAH BERSENANG-SENANG DIATAS PENDERITAAN ORANG LAIN?” teriakan Jjong membuat ketiga namja yang tak tahu diri itu langsung diam seribu bahasa. “Haya Minho yang mengerti perasaanku, Gumawo Minho-ah.” Kata Jjong pada Minho.

“Mwo…?” Minho bingung dengan ucapan Jjong.

“Hanya kamu yang ngerti perasaanku, saat aku sedih kamu juga ikut sedih. Tidak seperti ketiga namja itu…, mereka malah bersenang-senang diatas penderitaanku,” kata jjong menjelaskan.

“Anio…, hyung jangan salah sangka. Aku bersedih bukan karena hyung kok,” jawab Minho jujur. “Aku sedih karena aku kalah taruhan sama Taemin. Dulu, saat Jjong-hyung jadian dengan Sekyung noona aku dan Taemin membuat taruhan, berapa lama hubungan Jjog-hyung dengan Sekyung-noona akan berlangsung. Taemin menjawab kurang dari satu tahun, sedangkan aku memilih lebih dari satu tahun. Tapi keyataannya…, hyung malah putus sebelum menginjak satu tahun… ah hyung payah. Aku jadi kalah deh,” seru Minho kecewa.

WKWKWKWKWKWKWKWK….

Onew, Key dan Taemin langsung ngakak enggak karuan saat mendengar jawaban Minho. Sedangkan Jjong…, amarahnya semakin memuncak bahkan kepalanya mengeluarkan asap tebal.

“TERNYATA KALIAN SEMUANYA SAMA…,” teriak Jjong kesal. “TERIMA INI… !!!”

Tiba-tiba dalam waktu sekejap butiran hitam lengket dan beracun beterbangan ke arah Key, Onew, Minho dan Taemin. Jentikan telunjuk Jjong membuat butiran yang segede kelereng itu memiliki kecepatan luar biasa.

“KABUUUUUUURRRR….,” teriap Key spontan. “Ada serangan upil beracun.”

Keempat namja SHINee itu langsung menyelamatkan diri. Namun kecepatan Upil Jjong jauh dari perkiraan mereka, dan membuat beberapa upil bersarang di tubuh Onew, Key, Minho dan Taemin dengan cantiknya #PLAK.

“KYAAAA…., UPIIILLLLL.”

$$$

Keesokan paginya…

Semua anggota SHINee telah bersiap-siap untuk berangkat ke tempat konser mereka, kecuali Jjong yang masih melungker di dalam selimutnya. Tidak ada satu pun diantara keempat namja lainnya yang berani untuk membangunkan Jjong setelah kejadian tadi malam.

“Key…, bangunkan Jjong dong, kamukan couplenya,” pinta Onew.

“Hyung aja…, bukannya Onew-hyung leadernya,” ujar Key.

“Jangan-jangan Jjong-hyung ngambek gara-gara yang tadi malem,” kata Taemin menduga-duga.

“Iya…, sepertinya candaan kita yang tadi malam keterlaluan,” imbuh Minho.

“Ya udah…, aku yang akan membangunkannya,” kata Key.

Kemudian Key menghampiri tempat tidur Jjong. Meskipun Key sedikit ragu dan perasaan tidak nyaman atas perbuatannya tadi malam yang keterlaluan. Ketiga namja lainnya memperhatikan Key dengan seksama.

“Jjong… bangun! Bukannya kita akan mengadakan konser hari ini,” ujar Key lembut.

Jjong tidak bergerak, diam.

“Jjong…!”

Jjong masih tetap tidak bergerak, hingga membuat Key curiga. Tidak seperti biasanya Jjong seperti ini. Meskipun tadi malam mereka telah memperlakukan Jjong secara keterlaluan, biasanya Jjong tidak pernah marah besar atau bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Key, meyingkap selimut yang membalut tubuh Jjong dan membuat Key terkejut setengah mati.

“JJONG-IE….,” teriak Key. “Onew-hyung….!!!”panggil Key.

Jjong meringkuk dengan suhu tubuhnya panas luar biasa dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Bahkan tubuhnya sampai menggigil, giginya menyeluarkan suara gemeletuk hebat.

“Ada apa Key?” tanya Onew.

“Suhu tubuh Jjong panas,” jawab Key. “Tolong panggilkan dokter,” kata Key panik.

Onew langsug bergerak cepat, mencari sang manajer.

“Jjong-hyung…, jangan mati… Taemin janji tidak akan ngejek hyung lagi,” Taemin menggenggam tangan Jjong yang panas. “Jjong-hyung… jangan mati, hiks…hiks….” bulir-bulir air mata Taemin mulai berjatuhan.

“Pabo…, apa yang kamu katakan. Jjong-hyung tidak akan mati, dia adalah orang yang paling kuat,” sergah Minho.

Beberapa saat kemudian Sang manajer datang dan membawa Jjong ke rumah sakit dengan ambulan. Keempat namja SHINee tersebut sempat memaksa untuk menemani Jjong kerumah sakit sebelum dicegah oleh manajernya.

“Key-hyung…, Jjong-hyung baik-baik saja kan? Dia bakalan sembuh kan?” tanya Taemin dengan air mata yang tak mau berhenti mengalir.

“Jjong akan baik-baik saja,” jawab Onew tegas.

Onew mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk tidak lemah saat semua membernya membutuhkan kekuatan dan dorongan semangat. Onew menahan air matanya sekuat mungkin untuk tidak sampai jatuh, supaya menjadi sandaran bagi para membernya yang membutuhkan kekuatan.

“SHINee…, mana sinar kalian???” tiba-tiba suara sang manajer menyeruak diantara kebisuan. “Mana sinar kalian? Saat ini para Shawol telah menunggu kalian, untuk melihat kalian yang penuh dengan sinar kebahagian dan harapan. Jika kalian seperti ini, bukan hanya kalian yang akan bersedih, semua shawol pun akan bersedih. Kalian mau shawol yang selalu memberi kalian semangat, ikut bersedih?”

“Key… Taemin… Minho…,” ujar Onew lirih. “Bener kata manajer hyung, Shawol telah menunggu kita, menunggu SHINee yang penuh dengan sinar kebahagiaan dan harapan. Ayo… kita jaga sinar SHINee sampai Jjong kembali bersama kita. SHINee…!!!” teriak Onew di akhir ucapannya, teriakan yang penuh kepiluan.

“SHINee…” teriak ketiga namja lainnya mengikuti Onew.

Key, Taemin dan Minho mulai mengusap air matanya. Perasaan sedih, mereka sembunyikan dalam hati mereka dalam-dalam supaya tidak diketahui oleh para shawol. Akhirnya, SHINee berangkat ke tempat konser tanpa Jjong.

Selama konser belangsung, tidak ada sebuah kesedihan di dalamnya, mereka telah memberikan shawol sinar kebahagian dan penuh harapan, seperti biasanya. SHINee tampil memukau, meskipun di benak para shawol diliputi berjuta pertanyaan atas ketidakhadiran Jjong. Tapi keempat namja SHINee tersebut memberikan sebuah hiburan yang sangat luar biasa sehingga para shawol merasakan sebuah pertujukan SHINee yang lengkap, SHINee dengan Jjong.

Sore hari, setelah konser selesai, mereka langsung menuju ke rumah sakit tempat Jjong di rawat. Perasaan hawatir yang mereka pendam jauh-jauh selama diatas panggung mulai menyeruak kembali. Air muka keempat namja SHINee berubah seratus delapan puluh derajat jika dibandingkan saat berada di atas panggung.

“Onew-hyung, aku takut…,” kata Taemin lirih.

“Jjong akan baik-baik saja.”

“Tapi…,” ujar Taemin sambil mengepalkan tangannya yang terus gemetaran.

Sedangkan Key dan Minho memilih untuk diam selama perjalan, meskipun pikiran dan hati mereka diliputi kehawatiran yang sama besarnya dengan Taemin dan Onew. Setibanya di rumah sakit, keempat member SHINee itu langsung berjalan cepat mengikuti sang manajernya menuju ruang Jjong dirawat. Tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulut mereka, kehawatiran terhadap Jjong benar-benar telah membungkam mulut keempat namja SHINee tersebut.

“Jjong-hyung…,” ujar Taemin saat mereka masuk ke ruang rawat Jjong.

Saat keempat namja SHINee masuk, Jjong telah siuman dan berbaring dengan setengah duduk ditemani oleh salah satu staf SM. Senyuman langsung mengembang dibibir Jjong. Dan keempat member lainnya langsung menghabur ke arah Jjong. Staf SM dan manajer SHINee langsung keluar agar kelima namja SHINee lebih nyaman berbicara.

“Jongie…, syukurlah kamu masih hidup,” lebay Onew kumat.

“Iya, syukurlah Jjong-hyung enggak jadi almarhum,” imbuh Taemin.

“Yah…, kalian mau benar-benar melihat aku mati?” Jjong mulai naih darah.

“Tenang Jjong… tenang…., kamu kan lagi sakit jangan terlalu emosi,” pinta Key.

“Habisnya…, dari tadi yang dibicarakan mati… mulu.”

“Hehehe… Mianhe,” ujar Onew sambil garuk-garuk pantat.

Taemin juga ikut minta maaf.

“Oh ya, Jjong-hyung… kami minta maaf karena tekah membuat Jjong-hyung sampai seperti ini,” kata Minho dengan penuh penyesalan.

“Minta maaf??? Minta maaf tentang apa?”

“Bukannya Jjong-hyung sakit gara-gara kami,” ujar Taemin. “Tadi malam kami telah membuat Jjong-hyung semakin stress dan depresi, padahal seharusnya kami membantu Jjong-hyung.”

Taemin menyampaikan permintaan maafnya dengan penuh penyesalan, sedangkan Onew, Key dan Minho diam membisu, membenarkan semua yang diucapkan Taemin. Sedangkan Jjong malah mengembangkan senyuman khasnya.

“Anio…, aku sakit bukan karena kalian kok, karena infeksi,” ujar Jjong tidak ingin membuat keempat namja di depannya merasa bersalah. “Itu kata dokternya tadi.”

“Benarkah???” tanya keempat member SHINee kompak.

“Ho oh.”

“Syukurlah….,” ujar Key sambil mengelus dadanya.

“Emangnya kenapa Key-hyung?” tanya Taemin.

“Aku takut kalo Jjong sakit gara-gara kita…”

“Wah, Key… kamu memang couple sejatinya Jjong,” puji Onew.

“Anio hyung…, aku takut karena doa orang teraniaya itu manjur kan, mudah dikabulkan oleh tuhan. Terus bagaimana kalo Jjong mendoakan aku memiliki hidung yang super gede seperti punya Jjong?”

Kekekeke…, Minho dan Taemin langsung menahan tawa mereka agar tidak pecah, untuk menjaga perasaan Jjong. Sedangkan kepala Jjong langsung mulai berasap.

“Key…, jangan kenceng-kenceng entar kedengaran Jjong,” pinta Onew dengan setengah berbisik.

“Telat… hyung, aku udah denger,” seru Jjong dongkol.

“Jjong-hyung kena infeksi apa?” tanya Minho berusaha mengalihkan pembicaraan, supaya Jjong tidak semakin emosi.

“Infeksi biasa…,” ujar Jjong.

“Masak infeksi biasa bisa sampek masuk rumah sakit?” desak Key.

“Yah begitu lah….”

“Temanmu ini kena infeksi lobang hidung,” tiba-tiba terdengar suara dokter dari arah pintu.

Keempat member SHINee itu langsung mengarahkan pandangannya pada datangnya suara. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Sang dokter langsung menuju ke arah Jjong dan mulai melakukan pemeriksaan kecil.

“Infeksi lobang hidung?” tanya Onew. “Itu penyakit baru dok?”

“Bukan penyakit baru,” ralat sang dokter. “Dia kena infeksi karena memiliki kebiasaan ngupil sembarangan, jadi bagian dalam lobang hidungnya luka dan terkena infeksi.”

“Pantesan…,” ujar Key.

“Pantesan kenapa Key?” tanya Onew.

“Aku perhatikan dari tadi hidung Jjong terlihat lebih besar.”

“Iya…, lebih besar,” kata Taemin polos.

“Tapi dok…,” ujar Key. “hidung Jjong enggak bakalan diamputasi kan?”

“Hahaha…., enggak lah. Mana ada hidung yang diamputasi.” Jawab sang dokter.

“Jangan-jangan ini adalah karma,” kata Minho tiba-tiba. “Karma karena Jjong-hyung telah menghujani kita dengan upil beracunnya tadi malam.”

“Iya… ini pasti karma,” imbuh Onew manggut-manggut.

“Karma karena buang upil sembarangan,” sambung Key.

“YAH…,” bentak Jjong. “Kalian mau aku kasih upil lagi.”

“Jonghyun-ssi bisa diem dikit! Kalo kamu emosi, entar lobang hidungmu makin tambah gede,” ujar sang dokter setengah marah saat memeriksa lobang hidung Jjong.

WKWKWKWKWKWK…, keempat member lainnya langsung ngakak.

“Yaampun, lobang hidung Jjong masih bisa gede lagi?” seru Key.

“Entar malah mirip lobang sumur dong.” Ujar Taemin.

WKWKWKWKWK…, sang dokter ikutan ngakak.

“Sialan nih…, dokter edan… malah ikut ngetawain,” batin Jjong.

$$$

SEMOGA TIDAK KEPANJANGAN….

80 responses to “Broken Heart

  1. Haduh, dari judulnya, kupikir genre romance, taunya komedi hebat tentang penistaan upil dan lubang hidung jjong! Hahaha, daebak! Jjong harus selalu keluarin jurus upil seribu bayangan *digampar naruto* kalo sedang ditindas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s