Night Story

Author : Park Jihoon

Cast : B1A4

Genre : Light Comedy (Komedi Ringan)

Lenght : Ficlet

Selamat Membaca…

$$$

Langit gelap membungkus kota Seoul dengan kesunyian, hanya sesekali terdengar suara deru mobil dari kejahuan. Di asrama B1A4, atau lebih tepatnya sebuah apartemen yang dijadikan asrama, semua member telah siap-siap menuju ke dunia mimpi. Kelima member tersebut menempati sebuah kamar yang cukup besar diisi dengan dua tempat tidur susun dan satu tempat tidur biasa. Satu tempat tidur susun ditempati Gongchan dan Jinyoung, satu lagi Sandeul dan CNU, sedangkan Baro menempati tempat tidur yang biasa.

Sementara yang lainnya hampir melayang ke dunia mimpi, Jinyoung masih asyik dengan laptopnya, berselancar di dunia maya. Suasana begitu sepi, hingga suara tarian jemari Jinyoung di atas tombol-tombol laptopnya terdengar begitu jelas.

“Jinyoung-hyung, belum tidur?” tanya Gongchan memecah kesunyian.

Jinyoung sempat kaget saat mendengar suara si Magnae, jangan-jangan dia ngelindur, seperti yang sering dialami CNU.

“Kamu ngelindur?”

“Ani…, aku masih belum tidur.” jawab Gongchan.

“Hyung lagi ngapain?”

“Lagi main internet.”

“Searching video yadong ya? Besok aku aduin sama manajer hyung loh.”

“Video yadong dari hongkong, aku lagi main twitter.”

“Ooo….”

“Siapa yang nyari video yadong?” tiba-tiba suara CNU ikut nimbrung.

“Jiah… Kalo denger kata yadong, langsung bangun. Dasar sodaranya dvd player, otak mesum,” seru Sandeul ikut nimbrung.

Buk… Buk…

Kaki CNU langsung melancarkan tendangannya ke tempat tidur Sandeul yang berada tepat di atasnya.

“Udah…, anak kecil tidur aja,” ujar CNU dongkol.

“Kalo aku anak kecil, si Gongchan anak apa dong?”

“Anak monyet…,” jawab Baro.

Buk…, bantal Gongchan melayang dan jatuh pas di kepala Baro. “Enak aja aku dibilang anak monyet,” seru Gongchan.

“Udah, sesama dilarang berantem,” lerai Jinyoung sebagai sang leader. “Loh…, kalian belum pada tidur? Bukannya besok jadwal kita lumayan sibuk.”

Jinyoung baru menyadari kalau keempat membernya belum tidur. Kemudian keempat member lainnya kembali dalam dunia pikirannya masing-masing, berharap sebentar lagi kantuk menghinggapi mereka.

“Jinyoung-hyung pernah pacaran ya?” tanya Gongchan.

Mendengar pertanyaan yang meluncur dari mulut Gongcha, Sandeul  dan Baro kembali memusatkan pendengarannya  meskipun mata mereka sudah tertutup rapat. Jinyoung sempat berhenti memandangi laptopnya sejenak, mencari jawaban.

“Pernah…, kenapa?”

“Enggak, aku hanya tanya. Rasanya gimana hyung?” Gongchan makin penasaran.

“Perasaannya ya…? Susah untuk dilukiskan dengan kata-kata,” jawab Jinyoung.

“Jangan dilukiskan hyung, diceritakan aja.”

GUBRAK…, jari Jingyoung keseleo mendadak saat mendengar perkataan si magne.

“Dasar flower Gongchan,” batin Sandeul.

“Maksudku, perasaannya itu susah untuk diceritakan. Yang pasti… saat kamu jatuh cinta, hatimu akan bahagia dan berbunga-bunga. Kalo tidak percaya, tanya aja sama CNU. Dia juga pernah pacaran.” Jinyoung menjelaskan.

“CNU hyung…,” panggil Gongchan.

Groookkkk… Grooookkk…

“CNU hyung dah molor,” jawab Baro.

“Dasar sodaranya dvd player, meleknya cuma pas dengar kata yadong doang.” gerutu Sandeul.

“Waaahhh… Cantiknya,” seru Gongchan tiba-tiba.

“Mana yang cantik?” tiba-tiba suara CNU bangkit dari alam kubur.

“Tuh kan kalo denger kata plus-plus pasti bangun,” kata Sandeul.

“Ah sialan, aku dikerjain situkang kembang,” seru CNU.

“Hehehe….” Gongchan cengengesan.

CNU merasa dikadali, dan berusaha kembali ke dunia mimpinya dengan menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Jinyoung hanya senyam-senyum melihat tingkah kedua membernya yang selalu berantem itu.

“CNU hyung, gimana rasanya jatuh cinta?”

Grooookkkk… Grooookkkk…

“Ya ampum… gampang banget molornya, padahal barusan masih melek,” seru Gongchan tidak percaya.

Malam makin larut, tapi kantuk seakan tidak mau menyentuh Gongchan. Sandeul dan Baro telah menyusul CNU dengan suara ngorok yang tak mau kalah. Bahkan baro ngorok sambil ngerap tingkat profesional.

“Chanie, tumben kamu belum tidur?” tanya Jinyoung. “Awas kalo besok kamu susah dibangunin.”

“Aku belum ngantuk hyung,” jawab gongchan. “Hyung…, ceritain dong masa-masa hyung pacaran dulu.”

“Enggak ah, malu,” tolak Jinyoung.

“Ayolah hyung…, aku kan pengen mendengar cerita orang yang lagi jatuh cinta.”

“Suatu saat nanti kamu juga akan merasakannya kok, santai aja.”

“Ah… Jinyoung-hyung enggak seru,” ujar Gongchan kecewa.

“Wae neoeui sumsoriga kkok jumun cheoreom deullilkka
Neol pihal giri eopseo eome ijinghan sarama”

Tiba-tiba terdengar sepenggal lagu O.K, Jinyoung dan Gongchan langsung mencari sumber suara. Meskipun mereka sudah akrab dengan suara tersebut.

“Ya ampun si Multiplayer ngigau lagi…,” seru Gongchan.

“Hehehe,” tawa Jingyoung.

Sebuah ide cemerlang tiba-tiba muncul di otak Gongchan. Sebuah ide yang muncul dari petuah neneknya di kampung, neneknya penah bilang bahwa orang yang paling jujur adalah orang yang ngigau karena jika orang yang ngigau diajak bicara, maka dia akan berkata jujur seratus persen. Akhirnya Gongchan turun dari tempat tidurnya.

“Kamu mau ngapain chanie?” tanya Jinyoung.

Gongchan tidak menjawab, dia hanya menyunggingkan senyum evilnya.

“Yeah
I don’t wanna leave you girl baby
This one is for you
I’ll give you only one

CNU kembali ngigau. Tanpa menunda lagi, Gongchan memulai aksinya.

“CNU hyung… pernah pacaran ya?”

Gongchan melancarkan pertanyaannya dengan suara dalam dan berat. Jinyoung memperhatikan ulah si magne dengan perasaan geli tapi ikut menikmati, dan ikut menunggu reaksi si CNU.

“Ya iyalah, masak ya iya dong…,” jawab CNU dengan mata masih tertutup rapat.

“Berapa kali hyung ditolak yeoja?” lanjut Gongchan.

“Sebenarnya sudah ratusan…, mereka bilang aku seperti anak brandalan. Padahal…., meskipun tampangku kayak preman gini tapi kan hatiku seperti putri salju yang lemah lembut, baik hati, suka menolong cucian tetangga dan rajin menabung.”

“Hoeks…,” tiba-tiba perut Gongchan mau muntah.

“Kekekeke…,” Jinyoung mulai tidak bisa menahan tawanya karena ulah si Gongchan. “Chanie…, sudah kasihan CNU.”

“Bentar lagi hyung…, lagi seru nih.”

Kemudian Gongchan melanjutkan aksinya lagi.

“Apa pengalaman CNU hyung yang paling buruk?”

“Di kejar bencong.”

“Benarkah…, kekeke. Ceritanya gimana hyung?” Gongchan memegang perutnya yang terasa geli.

Dengan mata masih tertutup rapat, CNU memulai ceritanya. “Dulu waktu aku malam mingguan bersama yeojachinguku di taman kota, tiba-tiba datang seorang cewek yang memiliki jakun dan mengaku hamil. Parahnya lagi, dia bilang aku yang menghamilinya. Mana ada orang bencong hamil? Tidak masuk akal. Dan saat itu juga yeojachinguku minta putus. Sial banget aku. Tidak sampai disitu, si bencong itu terus mengejar-ngejar ku sampai aku nyungsep di selokan.”

WKWKWKWKWKWKWKWK…

Gongchan dan Jinyoung langsung guling-guling mendengar cerita si CNU. Sedangkan Baro dan Sandeul masih berlomba mencari ngorok yang paling syahdu, dan melewatkan cerita seru CNU.

“WKWKWKWK… Chanie…, sudahlah kasihan CNU.” Ujar Jinyoung sambil memegang perutnya.

“Bentar lagi hyung…,” jawab Gongchan tidak ingin menyudahi permainannya.

Gongchan kembali memusatkan konsentrasinya ke arah CNU.

“CNU hyung…, sifat hyung yang paling buruk apa?”

“Suka kentut sembarangan,” jawab CNU patuh.

“Ada pengalaman buruk dengan kentut?”

“Ada…,” CNU dengan patuhnya menjawab setiap pertanyaan Gongchan dengan jujur, sejujur jujur nya. “Waktu aku ngapel ke rumah yeojachingu ku, aku mengaluarkan kebiasaanku itu. Ditambah lagi pada pagi harinya aku mengkonsumsi banyak ubi bakar, jadilah persiapan amunisiku penuh, alias full teng. Saat itu aku kentut hingga ratusan kali dan membuat yeojachinguku pingsan karena keracunan gas berbahaya, sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Sejak saat itu, orang tuanya melarang aku datang lagi kerumahnya dan hubungan kita putus.”

WKWKWKWKWKWKWK…, Gongchan dan Jingyoung makin ngakak enggak ketulungan.

“CNU…, betapa malang nasibmu,” ujar Jinyoung lirih.

“Kentutnya seperti ini nih….,” lanjut CNU, masih dengan mata tertutupnya.

Mendengar kalimat CNU yang terakhir, membuat tawa Gongchan lenyap seketika, begitu juga dengan Jinyoung. Ekspresi muka kedua namja itu langsung berubah masam.

DHUUUUUTTTTTT….

BUK…

“Ah sialan…,” seru Gongchan sambil melempar bantal ke arah CNU. Gongchan dan Jinyoung lari keluar kamar untuk menyelamatkan diri.

WKWKWKWKWKWK…, Jinyoung malah makin ngakak saat berada di luar kamar.

“Apa aku bilang, jangan dilanjutkan… kena batunya kan.”

“Iya… sialan tuh si Multiplayer-hyung, bisa-bisanya tidur sambil kentut,” gerutu Gongchan.

Di dalam kamar,

CNU kembali membenarkan selimutnya dan melanjutkan tidurnya dengan aman dan damai sentosa. Sedangkan duo member, Baro dan Sandeul masih berlomba ngorok sambil menghirup gas beracun CNU dengan begitu damainya.

$$$ END $$$

61 responses to “Night Story

  1. wkwk xD
    ngakak deh beneran pas si cenu kentut xD

  2. Oke.. BIAS GUE DIANIAYA…!
    CNU OPPA! Gwaenchana… Aku akan suka sbrapapun racun yg trkandung dlm kentutmu…/kipas2 kentun CNU/

  3. aduh CNUuuuuuuuuuuuuuuuu…
    sodaranya DVDplayer
    kwakakakakakkakaka

  4. ngakak parah ahjussi!
    Gongchan nakaaaal xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s