Fasting

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee

Genre : Komedi enggak bener

Lenght : OneShot

Note : Berhubung lagi bulan puasa, jadi Jihoon berandai-andai bagaimana jika para member SHINee melaksanakan puasa? Pasti seru. Langsung aja deh, CEKIDOT!

$$$

Suatu pagi di hari pertama puasa.

Semua member SHINee terlihat begitu lemas, letih dan lesu di ruang tamu, meskipun waktu masih pagi. Onew, Key dan Taemin terlihat tidak bergairah duduk di atas sofa. Sedangkan Jjong dan Minho terlihat asyik berkolaborasi untuk menciptakan ngorok yang paling merdu sedunia.

“Onew hyung, om Sooman ternyata baik juga ya, memberikan kita liburan selama bulan ramadhan,” kata Taemin memecah kelesuan.

“Om Sooman? Emang dia menikah dengan tante mu?” ujar Key sengit. “Bukannya ini adalah hak kita untuk mendapatkan liburan.”

“Oh ya, dengar-dengar Mr. Sooman mau ikut pesantren kilat loh,” ujar Onew.

“JINJA?” Key dan Taemin langsung shock berat, seperti mendengar suara cempreng Jjong di siang bolong.

“Ngapain beliau ikut pesantren kilat?” tanya Key penasaran.

“Tahu ah gelap,” Onew males menjawab. “Paling juga mau tobat karena dosanya yang menggunung.”

“Hahaha, bener juga.”

“Hyung, kata pak ustad kita tidak boleh bergosip loh, apalagi sampai berprasangka buruk pada orang lain. Ntar puasa kita batal loh,” ujar Taemin ala pak ustad.

“Iya ustad Taemin,” seru Onew.

“Udah ah, dari pada duduk-duduk di sini enggak ada gunanya, mendingan aku beresin dapur biar bersih,” kata Key beranjak dari tempat duduknya.

“Aku juga mau nonton video dance yang baru aku beli kemaren, siapa tahu ada gerakan yang bagus,” Taemin pun beranjak menuju kamarnya.

Di ruang tengah hanya tertinggal Onew dan kedua namja yang doyan kolor, eh molor maksudnya, Jjong dan Minho. Onew mencoba memutar otaknya, mencari kegiatan yang mungkin menyenangkan untuk dilakukan sambil menunggu suara beduk, meskipun masih lama. Melihat kedua namja yang asyik mendengkur di karpet bawah, muncul ide iseng di otak sangtaenya untuk membangunkan kedua anak manusia tersebut.

BAK… BUK… DUAGH…

Kaki Onew langsung menghantam pantat Minho dan Jjong secara bergantian dan bertubi-tubi. Jjong membuka matanya, meskipun masih terasa kantuk yang berat menggelayut di pelupuk matanya.

“Onew hyung ada apa? Udah bedug ya?” tanya Jjong sambil membersihkan belekannya yang segede biji jagung.

“APA… UDAH BEDUG?” tiba-tiba Minho bangkit dari alam mimpi. “Perasaan baru tadi kita sahur kok sekarang udah mau buka puasa ya. Benar juga, puasa kalo dilalui dengan tidur terasa sangat enteng ya, hehehe.”

“BEDUG DARI HONGKONG,”tukas Onew.

“Waw keren, bedugnya bawa dari Hongkong. Kapan-kapan bawa yang dari Indonesia ya,” kata Jjong masih setengah hidup.

“Begini nih kalo kerjaannya tidur mulu, otak jadi pada jamuran. Ujung-ujungnya kagak nyambung kalo diajak ngomong,” Onew setengah emosi.

“Untung bukan aku, hehehe.” Minho cengengesan sambil mengelap ilernya yang meluap kemana-mana.

“Kamu sama aja,” tukas Onew.

“Onew hyung jangan emosi gitu dong, ntar puasanya batal loh,” ujar Minho.

“Kalian sih bikin emosi.”

“Onew hyung, aku tidur tuh punya tujuan khusus, beda ama Minho,” Jjong membela diri.

“Mwo?”

“Iya, aku tidur itu dalam rangka untuk meninggikan tubuhku. Karena menurut beberapa hasil penelitian, tidur yang cukup itu bisa meningkatkan tinggi badan. Nah, berhubung kemaren-kemarennya aku kurang tidur, jadi sekarang saatnya untuk mengganti waktu tidur yang kurang.”

“Emang udah ada buktinya?” tanya Onew.

“Ada, lihat aja tuh Minho! Dia kan suka molor, makanya dia tinggi.”

“Hehehe,” Minho menggaruk pantatnya yang mendadak gatal.

“Sudah ah hyung, aku mau melanjutkan tidurku,” ujar Jjong sambil berlalu menuju kamarnya.

“Ckckck, tinggi badanmu itu sudah takdir dari sononya Jjong, cepatlah sadar,” gumam Onew.

Groook… Groook…, tanpa disadari Onew, Minho sudah kembali ke dunia mimpinya. Bahkan sampai mengeluarkan suara merdunya.

DUAGH…

“Yah, malah molor lagi. Bagun…!!!”

“Apa lagi hyung, kamu mengganggu tidurku aja.”

“Omo, kamu mau tidur lagi? Apa enggak ada pekerjaan lain yang lebih bermanfaat?”

“Jiah, Onew hyung ini pasti tidak mendengarkan ceramah pak ustad tadi malam ya?” ujar Minho membuat Onew bingung. “Pak ustad bilang tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah. Jadi, hari ini aku mau menjalankan ibadah sepanjang hari dengan tidur. Kalo Onew hyung mengganggu tidurku, itu sama artinya Onew hyung menggaggu ibadahku. Dan hukumnya orang yang menggagu orang lain melakukan ibadah itu dosa.”

“Sepertinya penjelasan pak ustad tidak seperti itu tadi malam,” Onew makin bingung.

“Berarti waktu pak ustad menerangkan itu Onew hyung tidur karena kekenyangan makan ayam. Udah ah, aku mau melanjutkan ibadah di kamar.”

Minho meninggalkan Onew yang masih terdiam kebingungan. Onew berusaha mengingat ceramah yang tadi malam disampaikan, tapi yang diingatnya pak ustad tidak mengatakan seperti yang disampaikan Minho barusan.

“Aneh, kok aku malah yang pusing memikirkan perkataan si tukang molor itu ya. Tapi…, tadi malam pak ustad cuma bilang tidurnya orang puasa itu ibadah, dan kalo kebanyakan tidur hukumnya bisa makruh. Ini mana yang bener sih? Tunggu, bukannya tadi malam Minho yang molor saat pak ustad ceramah. Ah sialan, aku dikibulin sama si tukang molor, awas ya!”

Onew berusaha mengejar Minho, tapi yang dikejar sudah menghilang dibalik pintu kamarnya. Dan ruang tengah tiba-tiba mendadak sepi, hanya sang leader yang berdiam diri mematung, celingak-celinguk mirip cicak janda yang jatuh dari langit-langit.

“Mendingan aku nonton video dance sama Taemin dan sekalian minta diajari gerakan dance yang baru.” kata Onew lirih.

Kehidupan di dorm SHINee kembali berlanjut, semua penghuninya terlihat dengan kesibukannya masing-masing. Minho sibuk dengan melakukan ibadah kesukaannya, molor dot com, sampai iler beracunnya meluap kemana-mana. Jjong sibuk dengan program peninggian badannya, yaitu dengan banyak molor sampai overdosis. Onew dan Taemin sibuk dengan menonton video dance terbarunya Taemin, sesekali Onew minta diajari gerakannya. Namun saat Onew merasa letih, dia memaksa Taemin untuk memijitinnya dengan iming-iming eskrim magnum satu batang. Sedangkan Key terlihat rajin di dapur, mulai dari nyuci piring, ngepel sampai masak kue untuk buka puasa. Key memang berbakat untuk jadi pembokat (Locket siap2 mo bakar Jihoon).

Siang hari, dorm SHINee semakin sepi dari aktivitas manusia, namun semakin ramai dengan suara dengkuran yang tak tahu aturan. Minho dan Jjong masih istiqomah dengan kegiatannya, sedangkan Onew dan Taemin ikut molor dalam dunia mimpi. Onew molor saat dipijet Taemin karena kecapean ngedance, sedangkan Taemin molor karena kecapean mijetin Onew. Hanya Key seorang yang asyik di dapur sampai senyum-senyum sendiri saat membayangkan ada chef idolanya ikut menemani masak.

“Coba ada chef Juna dan Farah Quinn, pasti masak akan jauh lebih menyenangkan. Aku bisa melihat tato chef Juna yang keren, aihhhhh… aku jadi degdegan nih,” batin Key.

Key kemudian melanjutkan acara memasaknya. Semua menu buka puasa yang dipersiapkannya hampir selesai. Bahkan terakhir dia memasak menu kesukaannya yang wajib ada saat buka puasa, yaitu kolak jengkol.

Saat Key sedang asyik masak, tiba-tiba muncul mahluk yang baru bangkit dari dunia mimpi. Rambut pendeknya acak-acakan, mirip sarang burung kena badai topan dan di kedua ujung bibirnya terlukis dengan jelas bekas cairan beracun yang meliuk-liuk nan indah. Dialah si raja molor, Minho.

“Ya ampun, hari mendung gini tapi tenggorokanku rasanya kering banget. Mirip gurun shara,” ujar Minho sambil membuka lemari es.

Udara dingin yang berembus dari lemari es membuat rasa haus Minho semakin memuncak. Sedangkan Key terus sibuk dengan kolak jengkolnya, tidak berminat menanggapi si raja molor.

Glek… Glek…

Dengan tampang tanpa dosanya, Minho mengambil sebotol air dingin dan langsung menuangkan ke dalam tenggorokannya yang kering. Air yang mengalir dalam tenggorokannya terasa seperti air surga yang membanjiri padang pasir.

“Ah… nikmatnya,” glek glek, Minho kembali menuangkan air surganya.

“YAH… MINHO AH, BUKANNYA KAMU SEKARANG LAGI PUASA,”Key menjerit histeris melihat aksi Minho, mirip emak-emak kena jambret di pasar.

Glek glek glek glek glek glek. Mendengar ucapan Key, Minho mempercepat aliran airnya hingga satu botol air dingin ludes tidak tersisa. Key hanya melongo memandangi air dingin yang lenyap di kerongkongan Minho.

“Ya ampuuun… aku lupa,” ujar Minho dengan nada penuh penyesalan, lebih tepatnya pura-pura menyesal.

“Lupa…? Kalo lupa itu enggak mungkin satu botol habis. Dan pas waktu aku ingetin tadi seharusnya kamu langsung berhenti minum, tapi kamu malah meneruskannya sampek habis.”

“Namanya juga lupa, hehehe.” Minho meletakkan botol air minunya di atas meja. “Berarti aku boleh melanjutkan puasaku lagi dong.”

“Tau ah, gelap.”

“Ah, key gitu dah. Tapi kalo kamu marah tambah cantik loh,” rayu Minho.

“Benarkah?” muka Key memerah.

“Iya bener, mirip mak lampir yang baru habis luluran, wkwkwkwkwk.” Minho langsung kabur menyelamatkan diri sebelum Key ngamuk.

“DASAR TUKANG KOLOR, AWAS YA KALO BALIK KE SINI ENTAR AKAN AKU JADIIN PEPES KAU SAMA JENGKOL,” Key murka sampai mau bilang tukang molor jadi tukang kolor.

Minho kembali keperaduannya, melanjutkan ibadahnya yang tertunda. Tenggorokannya yang sudah basah membuatnya cepat mencapai dunia mimpi. Dan bahan dasar cairan beracunnya juga telah terisi penuh.

Waktu terus berlalu, langit di atas kota Seoul semakin menggelap karena gumpalan awan hitam. Semua penghuni dorm SHINee berkunjung ke dunia mimpi. Key juga jatuh terlelap setelah menyelasaikan semua menu buka puasanya. Kelelahan yang menyerang membuatnya tidur dengan lelap, seperti kebo kekenyangan.

Duk… Duk… Duk…

“BEDUUUG…!!!” Teriak Minho seperti orang dapat togel.

Suara bedug yang sayup-sayup terdengar membuat si raja molor terbangun. Semua member juga langsung bangun dari alam mimpinya saat mendengar suara sumbang Minho kecuali Taemin yang masih ngulet-ngulet di tempat tidur. Minho, Key, Jjong dan Onew langsung bergegas ke dapur.

“Alhamdulillah, akhirnya buka puasa,” ucap Onew penuh syukur.

“Puasa hari ini tidak terasa ya, tahu-tahu udah buka puasa,”ujar Minho saat mengambil semangkok kolak jengkol karya Key.

“Ya iyalah enggak terasa, kamu kan udah menghabiskan satu botol air dingin,” kata Key.

“MWOOO?” semua tatapan langsung tertuju ke Minho.

“Tadi itu kan aku lupa, hehehe.” Minho membela diri.

“Ya udah, kalo lupa kan enggak apa-apa,” bela Jjong. “Oh ya, Taemin mana?”

“Masih di kamarnya,” jawab Minho. “Tadi udah bangun sih, tapi masih ngulet-ngulet di tempat tidurnya.”

“Ya udah kita buka duluan,” ajak Onew.

Keempat namja SHINee langsung melahap menu buka puasa ala chef Key dengan bringas. Kolak jengkolnya dalam waktu singkat ludes total, tidak menyisakan sedikitpun buat Taemin.

“Hyung deul, kalian pada ngapain?” tiba-tiba Taemin datang dengan wajah  unyunya.

“Kamu dah bangun, ayo kita buka puasa bareng sekalian. Tapi kolak jengkolnya dah habis loh,” kata Key.

“Buka puasa?”

“Iya, barusan sudah terdengar suara bedug,” jawab Jjong.

“Hyung deul enggak lihat jam? Sekarang kan masih belum waktunya buka puasa. Bedug yang tadi itu beduk ashar.”

“MWOOO…?”

Keempat namja SHINee terlihat shock dan kaget. Secara reflek pandangan mereka langsung tertuju ke arah jam dinding yang terpajang di dinding ruang makan. Onew, Key, Jjong dan Minho langsung memuntahkan makanan yang masih berada di dalam mulutnya.

“Oh tidak, puasaku batal,” ratap Key ala emak tiri.

“Yah, gagal deh mendapatkan uang lebaran, gara-gara puasaku dah bolong,” Jjong tak kalah kecewanya.

“SIAPA TADI YANG TERIAK BEDUG?” tanya Onew.

“Minho.” Jjong, Key mengarahkan telunjuknya ke arah Minho.

“Yah, tadi kan aku cuma teriak bedug, bukan buka puasa, hehehe.” kilah Minho.

“Enaknya diapain nih orang yang telah membuat puasa kita batal?” tanya Key dengan nada mengancam.

“DIBAKAR,” teriak si Mr. Sangtae.

“DITELANJANGI!!!!,” usul Jjong.

“Ampun hyung, aku kan tidak sengaja.”

“Tiada maaf bagimu,” ujar Key.

Minho makin terpojok. Semua alasannya sudah tidak bisa menyelamatkan dirinya dari ketiga namja yang terlanjur geram.

“Kabuuuuurrrr,” Minho langsung mengeluarkan jurus terakhirnya, langkah seribu.

“Kejaaaaarrrrr…!!!” komando Onew.

Akhirnya Minho kabur menyelamatkan diri dari ketiga namja yang sudah menjadi liar.

“Ckckck, kayak anak kecil saja main kejar-kejaran,” gumam Taemin saat melihat hyung-hyungnya kejar-kejaran ala tom dan jerry. “Begilah akibatnya kalo kebanyakan tidur, tidak bisa membedakan waktu. Mendingan aku balik tidur aja ah.”

 The End

59 responses to “Fasting

  1. Ckckckck, jjongpa, mana mungkin banyak tidur bisa tinggi ==”
    Ngaco amat dach lakiku yang atu ini #jjongpa nyengir
    Wkwkwkwkwk, kalo gitu Cuma si taem donk yang puasa ampe magrib? Bagus3x #elus2 pala taem XDDD

  2. Lahh, taem-Taem kamu ituh gak pinter ato kurang pinter??
    Ceramah dari mulut sendiri tapi malah ngelakuin yang jeleknya, ya ampun~!!

  3. Abis ngubek2(?) ktmu ff ini
    dan ternyata
    bikin ngakak
    wkwkwk…
    Udh dh g bsa kmen bnyak cma bsa ngakak
    ktwa lg akh..
    Wkwkwk..😄

  4. hohoho ……
    aku baru tau da ff ini,

    hahah,
    dasar minho si tukang molor.

  5. kocak bngt!! lanjut yaa thor!!

  6. mereka kn gak tau kalau itu azan ashar….
    berarti puasa mereka gk batal…
    karna gk tau sama aja dg lupa…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s