Rayuan Gombal Cap Oscar (Kadal)

Auhtor : Park Jihoon

Main Cast : Jongkey Couple, Jonhyun (namja) dan Key (yeoja).

Other Cast : Onew dan Taemin

Genre : Komedi

Length : FICLET

Disclaimer : Sebenarnya inti dari cerita ini bukan asli buah pemikiran Jihoon, Sumpah! Kekeke. Cerita ini aku pernah baca di salah satu situs komedi/cerita humor, tapi aku lupa namanya, mianhe. Akan tetapi, alur dalam cerita ini dan bahasa yang digunakan adalah hasil otak Jihoon, semoga kalian bisa terhibur.

Warning : Cerita ini bukan Yaoi, karena di sini Key berperan sebagai yeoja hehehe. Entahlah Jihoon kurang terlalu suka dengan cerita-cerita yang menceritakan hubungan antar sejenis. Pendapatku sih aneh, tapi kalo ada yang berpandangan berbeda, itu hak kalian. Oke.

Selamat Membaca…

$$$

Pagi menjelang siang di rumah Key, semua anggota kaluarganya terlihat begitu sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Mulai dari menyapu halaman rumah, nyuci baju, nyuci piring, memasak, berkebun,dan yang lainnya. Jadi tidak mengherankan jika Key jago banget dalam hal pekerjaan pembokat, sudah turunan dari nenek moyangnya. Sang adik, Taemin, dan kakaknya, Onew, juga tidak luput dari tugas-tugas rumah, hanya saja mereka tidak berbakat dalam urusan tersebut seperti Key.

Sayangnya sepagi ini Key terlihat bengong dan tidak bergairah, hanya duduk-duduk di teras rumah. Dia terlihat melamun dan menerawang jauh ke awang-awang, mirip mama Lauren yang sedang menerawang masa depan. Bukan hanya itu, sensivitasya juga tidak terlalu baik. Tidak ada satu anggota keluargapun yang berani mengganggunya, jika hal itu terjadi urusannya bisa panjang, sepanjang tembok besar China. Karena Key akan mengomelinya abis-abisan. Dan malangnya, sang adik yang baru berumur sepuluh tahun, Taemin, pagi ini kena semprot abis-abisan padahal Taemin hanya beriniat nawarinnya eskrim. Akhirnya Taemin nangis dan Onew lah yang bertugas menenangkannya, sebagai saudara tertua.

“Jangan nangis, sebenarnya Key-noona itu baik. Hanya saja, sekarang mungkin lagi datang bulan jadi perasaannya sangat sensitiv,” kata Onew saat mendiamkan Taemin.

“Hiks… hiks…, hyung bohong.”

“Anio, hyung jujur kok. Lihat saja…, kemaren dia membelikanmu eskrim kan? Itu tandanya kalo Key-noona itu baik,” Onew menjelaskan.

“Bukan itu maksudku…, tadi hyung bilang kalo Key-noona itu datang dari bulan kan? Padahal sepagi ini Key-noona enggak kemana-mana. Dan lagi… masak orang datang dari bulan perasaannya jadi sensitif? Apa di bulan dia kena virus alien seperti di tipi-tipi itu?”

Akhirnya Onew paham apa yang ada di otak dongsaengnya itu, otak yang sangat polos. Ibarat kertas, masih polos tanpa ada coretannya sama sekali. Dan hal itu membuat Onew demen banget menjitak kepala Taemin.

“Hahaha… bukan datang dari bulan, tapi datang bulan. Dasar otak polos.”

PLETAK

“Sakit hyung…, hobi banget sih jitak kepalaku. Entar kalo otakku jadi oon hyung harus bertanggung jawab,” ujar Taemin sambil mengelus-ngelus kepalanya.

“Suruh siapa kamu punya otak enggak ada isinya…”

“Emang datang bulan apaan sih hyung? Kalo bukan datang dari bulan.” Taemin masih penasaran.

“Itu adalah siklus kaum yeoja yang datangnya tiap bulan. Saat siklus itu datang, setiap yeoja akan mengeluarkan darah,” Onew menjelaskan seadanya.

“Hahaha… hyung bohong lagi ya? Lihat tuh, Key-noona mananya yang berdarah?”

Kepala Onew mendadak gatal setengah akut, bingung mencari kata yang tepat untuk menjelaskan pada dongsaengnya yang polosnya setengah mati. Namun semakin berpikir, kepala Onew malah semakin konslet.

“Aihhh…, bukan seperti itu. Pokoknya entar kalo kamu udah gede bakalan mengerti tentang hal itu.”

“Ahh… hyung ternyata pabo juga ya, tidak bisa menjelaskan dengan baik.”

PLETAK

“Bukan tidak bisa menjelaskan, tapi otakmu itu yang susah dikasih penjelasan,” Onew mulai kesal.

“Aw…aw…,” seru Taemin.

TING TONG…. TING TONG… TING TONG…, tiba-tiba suara bel rumah berbunyi, tandanya ada tamu yang datang. Taemin langsung lari ke pintu depan untuk membukakan pintu. Setiap kali ada tamu yang datang, pasti Taemin akan mengajukan dirinya untuk membukakan pintu, ini hobinya yang sedikit aneh. Ketika pintu dibuka, Taemin terlihat senang karena yang datang adalah namjachingunya Key, Jonghyun.

“Hai… Taemin-gun, Noona mu yang cantik ada?” tanya Jjong dengan melemparkan senyuman manisnya.

“Hyung, bawa coklat enggak? Kalo enggak bawa, berarti Key-noona enggak ada,” ujar Taemin dengan gaya preman pasar yang sedang minta jatah keamanan.

“Bawa dong,” jawab Jjong sambil memamerkan sebatang coklat di depan wajah Taemin. “Dasar kecil-kecil udah suka malak,” batin Jjong kemudian.

“Asyiiikkkk…kalo gitu Key-noona ada,” ujar Taemin sambil meraih coklat dari tangan Jjong. “Oh ya… hyung harus hati-hati karena Key-noona sepagi ini datang bulan loh, entar hyung kena semprot kayak aku tadi.”

“Tenang aja…, hyung ini jago loh untuk menaklukkan hati noonamu yang terkadang liar itu,” ucap Jjong penuh percaya diri.

“Hyung duduk dulu, akan aku panggilkan Key-noona.” Ujar Taemin sebelum meninggalkan Jjong. “Oh ya satu lagi, Jjong-hyung jangan sering-sering memamerkan senyum mesumnya seperti tadi dihadapanku. Aku mau muntah melihatnya.”

“Sialan…,” gumam Jjong.

Beberapa menit kemudian Key datang dengan raut muka tidak berubah, masih masam. Rambut panjangnya yang hitam dibiarkan terurai sehingga membuat wajah putinya terlihat seperti hantu sadako yang siap menerkam mangsa.  Jjong sedikit keder saat melihat wajah Key. Kesalahan pada hari sebelumnya terbayang dengan jelas diotaknya. Key kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Jjong.

“Chagiya…,” ujar Jjong memulai percakapan.

Key masih diam, mulutnya terkunci rapat.

“Kamu sariawan ya?” Tanya Jjong dengan melemparkan senyumannya.

Key masih terdiam.

“Kalo kamu terus diam membisu, dunia ini terasa sunyi dan tidak lagi menarik.”

Key tetap diam.

“Maafkan aku atas kejadian kemaren,” ujar Jjong penuh penyesalan, menyadari kesalahannya. “Ayolah chagiya…, masak kamu tega membiarkan dunia ini tanpa mendangar suaramu yang indah itu,” rayuan gombal Jjong mengudara.

“Dasar gombal,” ujar Key lirih, masih dengan nada ketus.

“Aihhh… akhirnya suara yang lembut bisa aku dengar kembali.” Senyum Jjong makin lebar.

Di dalam ruangan sebelah, Taemin memegang perutnya yang terasa mual setiap kali mendengar kalimat gombal Jjong. Taemin suka sekali nguping terutama saat Key dan Jjong sedang pacaran di ruang tamu. Tujuanya tidak lain, mencari kelemahan Jjong untuk mendapatkan coklat yang lebih banyak lagi. Jiwa premannya mulai tumbuh.

“Taemin-ah, tidak baik nguping pembicaraan orang lain,” ujar Onew bijak.

“Bukannya hyung sendiri yang mengajariku untuk mencari kelemahan orang lain dengan cara nguping.”

Jawaban Taemin membuat Onew menelan perkatannya sendiri. Onew pun berlalu, tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Sedangkan Taemin kembali melanjutkan acara mengupingnya.

“Sumpah Key, aku sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini.” Jjong kembali mengudarakan rayuan cap kadalnya. “Kejadian kemaren itu memang di luar perkiraanku.”

“Itu artinya cintamu masih patut untuk dipertanyakan.”

Jjong tak berkutik mendengar perkataan Key. Tapi bukan Jjong namanya kalau langsung menyerah.

“Chagiya…, cintaku pada mu tidak patut lagi untuk dipertanyakan. Aku akan melakukan apapun untuk membuktikan cintaku ini pada mu, walaupun harus mempertaruhkan nyawaku.”

“Hoeks…,” Taemin semakin mual di ruang sebelah.

“Terus…?” tanya Key.

“Walaupun aku harus menyeberangi lautan yang berombak dan bersunami, akan aku lakukan untuk menjumpaimu.”

“Terus…”

“Meskipun gunung meletus, bumi terbelah menjadi dua aku akan tetap datang untuk mendengarkan suaramu yang merdu.” Mulut Jjong mulai berbusa.

“Terus…”

“WALAUPUN HUJAN BADAI, TOPAN, ANGIN KENCANG, BADAI EL NINO, BAHKAN BADAI CATERINA SEKALIPUN… AKAN TETAP AKU SEBERANGI UNTUK MENEMUIMU DAN MENDENGARKAN SUARA LEMBUTMU,” Jjong makin bersemangat hingga busa dimulutnya berguguran.

“Terus kenapa kamu kemaren tidak datang, padahal kan sudah janji?” tanya key lembut namun menusuk ulu hati terdalam.

“Hehehe…. anu…kemaren…,” Jjong langsung gelagapan, mirip maling ayam kepergok satpam. “Kemaren… GERIMIIIIIISSSSS…,” ujarnya kemudian dengan cengengesan .

WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK…, Taemin langsung ngakak enggak ketululang.

“KATANYA CINTA… TIDAK TAKUT SAMA BADAI, TOPAN, ANGIN KENCANG. TAPI SAMA GERIMIS AJA… KEOK, DASAR GOMBAL CAP KADAL.” Semprot Key dengan tenaga penuh dan langsung meninggalkan Jjong.

“WKWKWKWK… gombal cap KADAL.” Taemin makin ngakak.

$$$END$$$

NB : Mianhe… karena dah lama Jihoon menelantarkan Z-Per, Cheongmal Minahe. Semoga kedepannya lebih bersemangat lagi… dan menyelesaikan hutang FF yang sempat tertunda…HWAITING!!!

66 responses to “Rayuan Gombal Cap Oscar (Kadal)

  1. Author,, ff yg “SHINEE SWORD” Belum ada krlanjutannya ya,, aku nyari2 kok baru nyampe part 2., hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s