In Barcelona (Onew Vers – Teaser)

BARCELONA… BARCELONA… BARCELONA…., yes… akhirnya aku bisa pergi ke Barcelona. Aku sangat senang sekali bisa pergi ke Barcelona. Jantung ku bergetar hebat saat pertama kali mendengar kata Barcelona yang diucapkan manajer-hyung dari seberang telepon. Tadinya aku kira sedang bermimpi, ternyata tidak. ini sebuah kenyataan, kenyataan yang sangat membahagiakan. Rasanya aku ingin mencium manajer-hyung saat itu juga, menciumnya sampai bibirku jontor.

Aku bahagia bukan karena pergi ke Barcelona, karena itu bukan cita-cita ku sejak kecil. Aku bahagia karena cita-cita untuk menikmati ayam di seluruh dunia akan segera terwujud. Beberapa waktu yang lalu aku telah merasakan ayam London, ayam Paris, Ayam New York, Ayam Jepang, Ayam Indonesia, dan sekarang gilirannya Ayam Barcelona. Barcelona merupakan salah kota di Spayol yang sangat luar biasa. Kalian tahu kan Spanyol? Kalo enggak tahu…, kasian deh lu. Jadi, aku sangat yakin kalo di kota Barcelona pasti terdapat makanan khas dengan bahan dasar ayam. Heemmm…, membayangkannya saja sudah membuatku ngiler setengah mati. Ayaaaaammmm… aku pada mu.

Dulu waktu ke Indonesia, aku pernah ditawari Ayam kampus. Pertamanya aku kirain makanan… tapi…. ya ampun… ah tidak usah aku ceritakan dech, karena ceritanya 17plus dan rating NC21. Intinya aku kabur dan kapok dengan yang namanya ayam kampus.

Kembali ke cerita, Agar petualanganku di Barcelona bersama ayam berjalan dengan baik, maka aku harus mempersiapkan semuanya dengan baik. Untuk itu, saat masih di korea aku mencari sebuah rumah makan ayam yang terkenal di Barcelona melalui internet. Dan aku pun menemukannya, rumah makan tersebut menyediakan masakan khas Barcelona. Alamat rumah makan tersebut langsung aku catat dalam sebuah kertas kecil. “Ah… persiapan yang sempurna.”

Saat tiba di Barcelona, kata yang pertama keluar dari mulutku adalah ‘waw’. Aku begitu terpesona dengan bangunan-bangunannya yang bernuansa Eropa banget, sangat luar biasa. Kekagumanku tersebut hampir membuatku lupa dengan tujuan utamaku yaitu berburu ayam. Namun saat membayangkan bagunan-bangunan kuno tersebut, di dalam otakku juga terbayang masakan ayam asli Barcelona dengan resep kuno yang umurnya sudah ratusan tahun. Dan rasanya…. hemmm pasti luar biasa. Ya ampun… aku kembali ngeces.

“Heeemmmm…. aku bisa merasakan aroma ayam yang begitu kuat. Haruuummmnya….,” gumamku saat berada di dalam mobil, saat itu kami sedang menuju ke penginapan.

“Benarkah hyung?” tanya Minho.

“Ho oh…,” jawabku mengangguk mantap dengan mata terpejam, merasakan aroma yang begitu kuat.

“Masak sih hyung? aku tidak percaya… ternyata kentut ku beraroma ayam, hehehe. Aromanya… ayam goreng apa ayam bakar?” Ujar Minho sambil garuk-garuk pantat tanpa rasa berdosa.

“WAADDDDDD…”

HOEKS… HOEKS… HOEKS…

Aku, Jjonghyun, Taemin dan Key berhasil jekpot di dalam mobil.

Keesokan paginya, kami tidak diizinkan pergi kemana-mana oleh manajer hyung. Katanya sih takut tersesat, maklumlah si menajer kami itu sangat over protectiv apalagi kalo berhubungan dengan keselamatan kami. Namun terkadang kami tidak menghiraukannya, sehingga kadang-kadang manajer-hyung memanggil kami ‘brandal SHINee’. Pagi itu aku hanya izin untuk menghirup udara pagi di sekitar penginapan, jadi manajer-hyung mengizinkanku. Tapi izin tersebut  keluar setelah manajer-hyung menceramahiku panjang lebar, “Ingat…!!! jangan keluyuran kemana-mana. Di sini bukan korea,” itulah kalimat penutup dari ceramahnya.

Udara pagi yang segar langsung mengisi paru-paru ku saat aku baru keluar dari penginapan. Sangat menyegarkan. Tadinya aku sempat ngajak member yang lainnya, tapi mereka lebih memilih molor di tempat tidur apalagi si Minho. Mungkin mereka masih capek setelah perjalanan kemaren yang melelahkan dari Korea ke Spanyol. Tapi bagiku, udara pagi seperti ini seperti obat penyembuh yang dapat menghilangkan semua rasa capek.

Ketika aku jalan beberapa langkah, aku mencium aroma ayam yang begitu kuat hingga membuatku sedikit terlena. Baunya harum banget, bau ayam goreng.Tapi kali ini aku dapat pastikan bukan bau kentutnya si Minho sialan itu, kemaren hidungku rada error sedikit mungkin karena kecapean sehabis perjalanan jauh.

“Ahhh… aroma ayam goreng di pagi yang dingin membuatku merasa berada di surga. Heeemmm… aroma surga.”

Setelah kami menyelesaikan kegiatan kami, syuting, pemotretan dan wawancara dengan salah satu majalah di sana, kami memiliki waktu luang satu hari. Dan saat itu manajer-hyung memberi kami kelonggaran untuk jalan-jalan. “Ini adalah kesempatan emas,” gumam ku sambil mengeluarkan sebuah kertas kecil dari dalam saku ku. Yup, aku memutuskan untuk mencari rumah makan yang alamatnya ada di kertas tersebut. Saatnya untuk ‘berburu ayam.”

Hari itu aku keluar sendirian, karena aku tidak ingin perburuan ayam ini terganggu dengan kehadiran keempat member yang lainnya. Dengan tas gendong hitam dan pakaian casual aku memulai perburuan ini. Tapi setelah berjalan cukup jauh dari penginapan, aku langsung dilanda kebingungan. Aku tidak bisa membaca petunjuk arah yang tersedia karena bukan huruf hanggul, dan lebih kacaunya lagi aku tidak bisa ngomong bahasa inggris seperti Key. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke penginapan sebelum nyasar dan minta untuk privat kursus bahasa inggris pada Key.

Sore harinya, aku telah mengusai sedikit bahasa inggris hasil privat dengan Key. Kepalaku masih terasa pusing tujuh keliling karena harus menghapal beberapa kalimat dalam bahasa inggris yang bisa digunakan untuk menanyakan alamat. Supaya perjalanannya lebih cepat, aku menyewa sebuah sepeda, karena aku yakin alamat yang aku bawa ini tidak terlalu jauh, itu firasatku. Aku mengayuh sepeda dengan mantap.

Setelah hampir satu jam aku mengayuh sepeda, aku belum menemukan alamat yang aku cari. Setidaknya tidak ada petunjuk jalan yang tulisannya sama dengan alamat yang ada di kertas tersebut. Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada orang lain. Keringat dingin langsung keluar dari pori-pori kulitku, karena aku harus menggunakan bahasa Inggris.

“Excuse me sir…,” kataku pada seorang bule dengan keringat dingin terus bercucuran.

“Ya…,” jawab si bule dan membuatku makin berkeringat dingin.

“This address…, do you know?” tanyaku dengan suara bergetar sambil menyodorkan kertas yang berisi alamat tersebut.

Syukurlah si bule itu mengerti apa yang aku tanyakan, meskipun bahasa inggris ku amburadul enggak jelas bin ancur.

“Oh…. #$%@^@&@*@*@@&#^$%%@@&@*, ^#%#$@^&#*#*#(&^%$#.” Kata si Bule.

Mampus…, aku tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakannya. Si bule itu terus ngoceh dan aku hanya tersenyum kecut karena tidak mengerti sama sekali apa yang diucapkannya. Sumpah, aku yakin saat itu wajahku pasti benar-benar terlihat bodoh bin super pabo. Sehingga aku memutuskan untuk berpura-pura mengerti dan cepat pergi dari hadapan si bule tersebut biar tidak terlihat tambah bodoh.

“Thank you,” ujarku sambil senyum-senyum enggak jelas.

Aku langsung mengayuh sepedaku secepat mungkin. Sumpah aku benar-benar malu. Jadi aku memutuskan untuk kembali ke penginapan. Perburuan akhirnya dinyatakan gagal.

Malam harinya, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada Key mengenai alamat yang aku tulis di kertas tersebut. Sebelumnya aku juga menceritakan apa yang telah aku lakukan untuk menemukan alamat tersebut termasuk percakapanku dengan si bule, alhasil membuat Jonghyun, Minho, Key dan Taemin ngakak guling-gulingan di tempat tidur.

 “Hyung, aku yakin tuh orang bule shock berat saat mengetahui bahwa di dunia ini masih ada orang dengan tampang super pabo kayak hyung,” kata Taemin sadis.

Minho, Key dan Jonghyun makin ngakak parah.

BUKKK…

“Sialan lu…”

“Onew hyung, sepertinya hyung salah alamat deh,” ujar Key sambil memperhatikan kertas tersebut.

“Maksudnya?”

“Ini nama rumah makannya sudah benar ‘BARCELONA RESTAURANT’, tapi alamatnya menunjukkan kalo retoran ini ada di Belanda, nih alamat terakhirnya… Holland.”

“Mwo…???”

WKWKWKWKWKWKWKWK… Jonghyun, Minho dan Taemin kembali ngakak.

“Salah alamat…,” batinku kecewa berat.

Tiba-tiba, sebuah lagu terngiang di benakku…

Kemana kemana kemana ku harus mencari kemana
Ayaaaammmm tercinta tak tahu rimbanya
Lama tak datang ke rumah
Dimana dimana dimana tinggalnya sekarang dimana

Ke sana kemari membawa alamat
Namun yang ku temui bukan dirinya
Ayam…, yang ku terima alamat palsu

Ku tanya sama teman-teman semua
Tetapi mereka bilang tidak tahu
Ayam…, mungkin diriku tlah tertipu
Membuat aku frustrasi dibuatnya

Untuk mengobati kekecewaanku, pagi harinya aku langsung memesan ayam goreng 10 porsi, pokoknya aku makan ayam sampai rasa kesalku hilang. Ini adalah cara balas dendam yang baik, hehehe. Selesai makan ayam, dan tentunya dendam ku juga sudah terbalaskan, aku mengakhirinya dengan makan eskrim. Hemmm… rasanya terasa bagai di surga. Bener apa kata Taemin, eskrim bisa membuat hati siapapun yang lagi panas bisa dingin seketika. Perasaan ku kembali bergairah.

Satu kisah lagi di Barcelona yang tidak mungkin aku lupakan. Sumpah pocong, kisah itu tidak akan bisa aku lupakan. Kisah konyol yang sempat membuatku stress setengah hidup, kisah yang membuatku hampir menjadi kriminal. Kalian mau tahu ceritanya??? Tunggu tanggal mainnya… IN BARCELONA.

$$$END$$$

42 responses to “In Barcelona (Onew Vers – Teaser)

  1. kirain ini ngulas ttg The Son of The Sun beneran, eh ternyata di plesetin. Ngakak sumpah deh xD. dan predikat yg tidak bisa dihilangkan dari Onew adalah ‘Maniak Ayam’😀

  2. hahaha kasian onew oppa salah alamat , #onew oppa duet sama ayu ting-ting xD
    oppa memang maniak ayam deh! gak di ragukan lagi😀

  3. sik-asik? itu lagu siapa oppa? ._. -pabo face-

  4. hahahah…
    oppa.. oppa…
    saking maniaknya sampe kentut minho berbau ayam
    wkkkk~
    hduh smpe cpe ktwa mulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s