Sherlock – Part2

Title : Sherlock

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee

Genre : Misteri Somplak

Lenght : 2Shot

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari MV SHINee yang berjudul sama yaitu Sherlock.

Selamat Membaca

$$$

Kegelapan malam telah menyelimuti kota ketika para personel Sherlock tiba di museum princess Jessica. Awan jingga yang tadi terus menggantung di langit kota telah hilang tak berbekas. Angin malam berhembus kian dingin, membuat kulit menggigil tanpa baju yang tebal. Museum tua itu terlihat menyeramkan dari luar, hanya disinari oleh cahaya lampu yang telah meredup, sehingga membuat bulu kuduk Minho langsung berdiri tegak. Garis polisi telah melingkar di sekitar museum untuk mensterilkan area tersebut dari orang-orang yang tidak berkepentingan. Di depan pintu, sepasang polisi berjaga dengan mata sangat waspada.

“Onew hyung, kamu yakin kita akan masuk?” Tanya Minho ragu-ragu.

“Pasti dong.”

Minho mulai ketakutan, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Matanya selalu waspada terhadap daerah di sekitarnya.

“Hyung, sepertinya di sana ada bayangan hitam,” bisik Taemin dengan suara rendah dan dalam.

“Dimana… dimana…?” Minho langsung ngumpet di belakang Onew.

“Hahaha… dasar penakut,” ujar Key.

“Guk… guk… guk…”

“Kata Bling-Bling, dia juga mencium aroma hantu,” kata Taemin.

“TAEMIN-AH…,” teriak Minho untuk menghentikan Taemin membicarakan hantu.

Taemin langsung ngakak di tempat, saat melihat wajah Minho di balik punggung Onew. Mirip anak kecil yang ketakutan sama badut. Kemudian kelima namja tersebut menuju ke museum, Minho terus mengedarkan pandanganya dengan waspada. Di depan pintu, kedua polisi penjaga itu memperhatikan mereka berlima dengan tatapan curiga.

“Maaf daerah terlarang, tidak boleh ada yang masuk,” kata sang polisi yang berkumis tipis, menghentikan langkah para member Sherlock.

“Kami dari team kelompok detektiv Sherlock ingin masuk ke dalam museum,” kata Onew mengungkapkan maksudnya. “Dan kami telah mendapatkan izin dari kapten Ji.”

Kedua polisi tersebut masih tampak tidak percaya, mereka saling pandang untuk meyakinkan satu sama lainnya. Tapi keduanya masih tampak tidak bisa mempercayainya. Wajah kelima member Sherlock memang lebih cocok untuk jadi seorang idola dibandingkan menjadi seorang detektiv. Wajah mereka yang terlalu unyu memang bisa membuat seorang produser tertarik untuk mengorbitkannya ke atas gentheng.

“Kapten Jihoon ingin bicara dengan anda,” kata Key kepada polisi penjaga sambil menyerahkan HPnya.

Si polisi berkumis tipis mengambil HP dari tangan Key dengan sedikit ragu. Sedangkan polisi yang satunya terlihat membisikkan sesuatu. Si polisi berkumis tipis kemudian menempelkan HP ke telinganya dan dalam hitungan detik dia terlihat berkali-kali membungkukkan badan seperti sedang berbicara dengan seorang atasan secara langsung. Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya, kecuali kata ‘iya pak’ dan kata ‘siap’.

“Maaf kan kami karena tidak percaya dengan kalian,” kata si polisi berkumis tipis sambil menyerahkan kembali HP Key. “Silahkan…!” katanya. Kemudian kedua polisi penjaga tersebut membantu mengangkat garis polisi.

“Terimakasih,” kata kelima namja Sherlock sambil sedikit membungkukkan badannya.

Semua member Sherlock langsung menuju ke arah museum Princess Jesica. Di depan pintu mereka sempat berhenti sejenak, memperhatikan pintu tersebut dengan seksama. Pintu tersebut berukuran besar dari kayu dengan ukiran-ukiran kuno menghiasi bagian atasnya. Saat Onew membuka pintu tersebut, terdengar deritan yang begitu nyaring seperti suara jeritan arwah dari alam kubur. Dan udara lembab nan pengap dari dalam museum langsung menampar wajah kelima namja tersebut.

“Hyung, kita batalin aja yuk,” pinta Minho.

Tidak ada yang menggubris permintaan Minho. Semua member telihat terpesona dengan keadaan di dalam museum. Kemudian mereka semua masuk dengan langkah tampa ragu kecuali Minho yang terus menguntit di delakang Onew. Sebuah patung seorang wanita dengan rambut panjang menyambut kedatangan mereka. Patung tersebut terlihat menyunggingkan sebuah senyuman.

“Cantik…,” gumam Key.

“Iya cantik,” setuju Jjong.

Tidak ingin membuang-buang waktu, Onew sebagai leader langsung meminta semua member untuk berkumpul. Ruangan depan museum tersebut memang terlihat luas.

“Museum ini terdiri dari tiga lantai, dan kita hanya memiliki waktu 12 jam untuk menemukan berlian tersebut sebelum jadwal penghancuran museum ini besok pagi,” papar Onew.

“Selain itu kita tidak memiliki satu pun petunjuk tentang keberadaan berlian tersebut di museum ini,” timpal  Key.

“Kalau kita hitung-hitung dalam waktu 12 jam tampa satu pun petunjuk rasanya sangat mustahil untuk menemukan berlian tersebut. Ini sama seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami,” kata Jonghyun.

“Bagaimana kalau kita langsung berpencar untuk mencari petunjuk,” usul Onew.

“Guk… guk… guk…”

“Aku juga setuju,” ucap Taemin.

“APA…? BERPENCAR???” Minho terperanjat dengan usulan Onew.

“Minho-hyung, di sini enggak ada hantu kok,” ujar Taemin.

“Jinjja…???”

“Buktinya Bling-Bling tidak merasakan keberadaannya. Tadi itu aku hanya bercanda kok. Bukannya penciuman anjing itu lebih tajam dari pada manusia, meskipun lobang hidungnya tidak sebesar….,” Taemin menghentikan kalimatnya dan melirik ke arah Jonghyun.

PLETAK…

“Lobang hidung ku ini tidak besar kok…, hanya kurang kecil,” ralat Jonghyun.

“Hyung… aku kan enggak bilang kalo lobang hidung Jonghyun itu gede,” sungut Taemin sambil mengelus-ngelus kepalanya.

“Terus kenapa kamu melirik ke arah ku?”

“Sudah-sudah jangan berkelamin mulu, kayak anjing sama kucing. Malu tuh ama Bling-Bling,” lerai Onew.

“Onew-hyung, maaf nih… bukan niatku untuk membantah perkataan hyung,” ujar Key. “Yang bener itu berkelahi bukan berkelamin.”

“Hehehe…, maaf lidahku encok.” Onew hanya cengengesan.

Kelima member Sherlock kembali larut dalam diskusi mengenai  rencana pencarian. Beberapa saat kemudian mereka selesai, Onew sebagai leader kembali mengingat kan semuanya. “Kita berpencar untuk mencari petunjuk keberadaan berlian Rose Diamond. Jam 12 tepat kita kembali berkumpul di tempat ini, baik dapat petunjuk maupun tidak. Jonghyun dan Taemin memeriksa lantai tiga, Key dan Minho di lantai dua dan aku akan memeriksa lantai satu.”

“Oke…,” seru keempat member lainnya.

Kemudian semua member Sherlock langsung berpencar sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Jonghyun, Taemin dan Bling-Bling langsung menuju ke bagian atas bangunan. Key dan Minho juga langsung menuju ke lantai dua. Kamera kesayangannya tergantung di leher Minho, tidak terpisahkan. Setelah semuanya berpencar, Onew kemudian mulai mencari petunjuk di lantai satu.

Di lantai satu…

Suasana di lantai satu kembali sunyi saat keempat member lainnya pergi ke lantai dua dan tiga. Onew mulai larut dalam pencarian petunjuk keberadaan berlian Rose Diamond. Lantai satu merupakan tempat pameran lukisan-lukisan kuno dan juga patung-patung, meskipun sebagiannya telah hilang dari tempatnya dan hanya menyisakan warna tembok yang berbeda.

“Tidak ada satu pun yang bisa dijadikan petunjuk,” gumam Onew setelah satu jam berlalu.

Onew memeriksa setiap lukisan dan patung yang masih tersisa. Onew sempat berpikir, apakah lukisan yang masih terpajang ini akan ikut dihancurkan bersama gedung ini atau baru akan di amankan besok pagi sebelum acara penghancuran dilaksanakan? Tiba-tiba…

Wuuuzzzz….

“Heemmm…. wangi,” kata Onew lirih. “Seperti wangi parfum mewah.”

Onew mengedarkan pandangannya, tetapi tidak mendapatkan apapun. Sepi. Onew kembali memperhatikan lukisan yang menempel di dinding dengan seksama. Tiba-tiba, Onew kembali merasakan kehadiran seseorang. Dan saat melihat kebelakang, berdiri seorang yeoja cantik dengan rambut panjang yang indah. Yeoja itu menyunggingkan sebuah senyuman yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik.

“Yeppo…,” gumam Onew.

Yeoja cantik itu kemudian manaiki tangga menuju ke lantai dua tanpa memperhatikan wajah Onew yang mulai mesum mendadak, seperti wajah Jonghyun. Merasa penarasan, Onew mengejar yeoja tersebut, namun saat di ujung tangga atas dia tidak menemukan keberadaan Yeoja tersebut. Yeoja itu hilang seperti ditelan kesunyian malam.

“Apakah tadi itu hantu? Atau hanya hayalanku saja?” pikir Onew.

Onew kembali menuruni tangga menuju lantai satu. Namun saat di berada di tengah tangga, Onew menemukan sebuah kertas kecil, bertuliskan ‘A221-07’, tergeletak di anak tangga. Karena penasaran Onew mengambilnya, siapa tahu bisa menjadi petunjuk penting.

“Sepertinya tadi…, ini tidak ada saat aku menaiki tangga.”

&&&

Di lantai dua…

Key dan Minho berpisah setelah sampai di lantai dua. Key berjalan ke sebelah kiri dari tangga sedangkan Minho ke arah sebaliknya. Key berjalan tanpa ragu sedikit pun, sedangkan Minho berjalan dengan mata penuh waspada. Di lantai dua, tempat peninggalan Princess Jesica terpajang, termasuk benda-benda pribadinya.

Dengan senter di tangannya, key memperhatikan semua benda yang terpajang di lantai dua dengan sangat teliti. Dan dengan kemampuan khususnya, ingatan fotografis, key tidak membutuhkan pengamatan dua kali untuk masing-masing benda, cukup hanya sekali.

“Lukisan bunga krisan putih,” gumam Key saat memperhatikan lukisan yang terpajang di depannya. “Di sini tertulis, lukisan pertama Princess Jesica. Selain cantik, ternyata Princess Jesica sangat berbakat.”

Key kembali melanjutkan pencarian petujuknya. Kini giliran deretan patung-patung, karena di foto yang ada di dalam amplop tersebut juga terlihat bahwa berlian tersebut terletak di sebuah patung tangan. Mungkin deratan patung-patung tersebut bisa memberikan sebuah petunjuk. Tiba-tiba…

Wuuzzzz…

“Wangi parfum mewah,” gumam Key sambil mengedarkan pandangannya.

Saat pandangan Key tiba di sebuah patung seorang yeoja, ia melihat seorang yeoja dengan wajah manis dan rambut pirang panjang tersenyum ke arahnya. Namun yeoja itu langsung memalingkan wajahnya dan pergi. Key berusaha mengejarnya, namun yeoja itu hilang tak berbekas di balik patung tersebut. Saat hendak kembali, Key melihat sebuat pin mawar merah bekelopak sembilan jatuh di dekat kakinya.

“Ini sama dengan segel yang ada di amplop itu,” gumamnya. “Apakah yang tadi itu arwah Princess Jesica?” bulu kuduk Key mulai merinding.

Masih di lantai dua…

Dengan keberanian yang tinggal seupil, Minho memaksakan dirinya untuk menjalankan tugasnya. Sejak kasus hantu sekolah, dia sudah berjanji untuk tidak bersinggungan dengan kasus-kasus yang berbau hantu lagi. Kenyataannya…, sekarang dia malah berkeliaran malam-malam di sebuah museum tua yang kemungkinan di huni oleh hatu-hantu yang sangat menyeramkan.

“Kenapa sih Onew-hyung dan yang lainnya tertarik dengan kasus-kasus seperti ini?” keluh Minho.

Minho kemudian mulai beraksi dengan kameranya, supaya semuanya bisa diselesaikan secepat mungkin. Pekerjaan cepat selesai sama artinya dengan kesempatan untuk bertemu dengan mahluk halus juga semakin kecil.

Tiba-tiba….

Wuuzzz…..

“Hemmm… wangi parfum yeoja,” batin Minho.

Bulu kuduk Minho langsung merinding disko. Bibir Minho mendadak komat-kamit melantukan doa-doa pengusir hantu, namun wangi parfum tersebut tidak hilang juga. Keringat dingin mulai mengalir di dahi Minho. “Jangan menoleh…!!!” gumamnya dalam hati. Tapi kepala Minho bergerak tidak sesuai dengan keinginannya, rasa penasaran yang besar membuatnya menoleh ke arah belakang.

Saat melihat ke belakang, seorang yeoja yang berparas cantik dengan rambut tergerai bergelombang tersenyum ke arahnya. Rasa takut mendadak hilang, tergantikan dengan perasaan dag dig dug kembang kuncup. Senyuman yeoja itu membuat hati Minho mendadak damai dunia akhirat. Secara refleks, Minho mengangkat kameranya dan, JEPRET.

“Asyik dapat foto yeoja cantik, ini namanya dapat durian runtuh,” batinnya.

Namun saat Minho menurunkan kameranya, Yeoja cantik tersebut memudar secara perlahan. Seperti bayangan yang diterpa cahaya secara perlahan-lahan, hingga bayangan itu hilang. Bulu kuduk Minho kembali mendadak merinding disko, bahkan sampek merinding goyang patah-patah. Jantung Minho juga berdetak semakin kencang, mulutnya ingin berteriak tapi seperti tercekat di kerongkongannya. Begitu juga dengan kakinya, susah untuk di gerakkan.

“EMAAAAKKKKKK… ADA HANTUUUUUUUUUUU….,” Minho lari tunggang langgang saat bayangan yeoja itu menghilang sempurna.

“LONTOOOOONGGGGGG… EH… TOLOOOONGGGGGG!!!!”

&&&

Di lantai tiga…

“Min-ah, kamu ke sebelah sana ya!” pinta Jonghyun.

“Oke hyung,” sahut Taemin.

Taemin berjalan menyusuri lorong yang sebelumnya dijadikan tempat pajangan lukisan bersama anjingnya, Bling-Bling. Untuk mengilangkan rasa bosan, Taemin terus mengajak bicara Bling-Bling. Selain itu Taemin selalu mengandalkan kemapuan Bling-Bling yang memiliki daya penciuman dan pendengaran yang sangat tinggi dibandingkan manusian.

“Guk… guk… guk…”

“Yeoja? Dimana…?”

Tiba-tiba Taemin mencium aroma wangi parfum yeoja. Bling-Bling terus menggongong. Taemin mengikuti arah gonggongan Bling-Bling. Kemudian Taemin melihat seorang yeoja cantik tersenyum ke arahnya. Yeoja itu berjalan menuju ke arah Taemin, dan ia kembali tersenyum manis saat berpapasan, Taemin tidak bisa berbicara sedikit pun karena kecantikannya. Namun Yeoja itu hilang saat Taemin menolehkan wajahnya. Tidak ada suara langkah yang terdengar sedikit pun.

“Guk… guk… guk…” Bling-Bling menggonggung ke suatu benda yang terletak di lantai.

“Bunga krisan putih,” gumam Taemin saat memungut bunga yang tergeletak di lantai. “Masih segar.”

Di tempat lain di lantai tiga…

Jonghyun memperhatikan semua lukisan yang masih tersisa, kemudian memasukkan ke dalam netbooknya sebagai informasi tambahan. Tapi tak ada satu pun lukisan yang terpajang tersebut memiliki hubungan dengan Rose Diamond.

“Wah… sepertinya pencarian ini akan terasa sangat sulit,” gumamnya.

Tiba-tiba…

Wuuuzzz…..

“Hemm… wangi,” gumamnya, membuat bulu kuduknya merinding.

Kemudian Jonghyun melihat seorang Yeoja berparas cantik senyum ke arahnya. Rambut panjangnya yang tergerai rapi membuatnya terlihat sempurna. Wajah jonghyun mendadak yadong tingkat tinggi.

“Wah ada yeoja cantik,” gumamnya dengan pikiran super yadong.

Yeoja tersebut terlihat menuruni tangga menuju ke lantai dua. Jonghyun langsung mengejarnya. Namun saat tiba di lantai dua, Jonghyun tidak mendapati keberadaan yeoja tersebut, ia menghilang seperti tertelan kesunyian malam.

“Jangan-jangan dia hantu,” batin Jonghyun. “Enggak apa-apalah meskipun hantu, yang penting cantik.”

&&&

Empat jam berlalu, dan tepat jam 12 malam semua member Sherlock kembali berkumpul di lantai satu. Semuanya terlihat begitu antusias kecuali Minho yang masih pucat pasi karena melihat hantu. Tanpa banyak diskusi lagi, mereka langsung memaparkan apa yang meraka temukan. Mereka juga menceritakan pertemuannya dengan sang hantu wanita cantik.

“Apa….? jadi hantu wanita cantik itu memperlihatkan diri pada kalian juga.” Ujar Key setelah mendengar cerita dari masing-masing member.

“Yup,” angguk Taemin. “Bahkan aku menemukan bunga krisan putih ini. Dan anehnya lagi, bunganya masih segar.” Ungkap Taemin.

“Aku juga menemukan benda ini, saat setelah hantu itu hilang,” kata Onew dan Key berbarengan.

“Aku tidak menemukan apa-apa, karena aku langsung lari ketakutan,” ujar Minho dengan suara bergetar.

“Aku juga, hantu itu menghilang saat aku kejar. Rencananya mau aku jadikan yeojachingu ku, hehehe.”

PLETAK

“Ini serius…, jangan main-main.” Kata Onew.

“Iya… iya, aku kan hanya bercanda.”

Semua member Sherlock akhirnya memperhatikan ketiga benda tersebut dengan seksama. Potongan kertas dengan sebuah tulisan, bunga krisan yang masih segar dan juga pin bunga mawar merah berkelopak sembilan. Onew memperhatikan ketiga benda itu lekat-lekat. Minho berusaha mendokumentasikan sebaik mungkin. Sedangkan Jonghyun berusaha mencari informasi lebih dari netbooknya.

“Sepertinya ketiga benda ini adalah petunjuk yang ingin diberikan oleh hantu tersebut agar kita bisa menemukan keberadaan Rose Diamond,” ujar Onew.

“Bagaima bisa kita menemukan sebuah tempat dengan tiga benda ini?” tanya Taemin mulai buntu.

“Jangan-jangan….,” tiba-tiba Key mengingat sesuatu.

“Kamu tahu sesuatu Key?” tanya Jonghyun.

“Kalau ketiga benda tersebut merupakan petunjuk untuk menemukan keberadaan Rose Diamond, aku tahu tempatnya. Potongan kertas ini, bunga kirsan segar dan juga pin mawar merah.” Key menghela nafas panjang sebelum kembali melanjutkan, “Lihat…! potongan kertas ini berisi dengan dengan nomer lukisan yang dipajang di museum ini, bunga krisan adalah bunga kesukaan Princess Jesica sedangkan pin mawar merah…,”

“Dengan kata lain, Rose Diamond berada di lukisan bunga krisan?” tanya Onew memastikan.

“Yup, benar.”

“Kalau begitu kita harus mencari lukisan bunga krisan,” kata Onew.

“Tidak perlu hyung, karena aku sudah tahu tempatnya. Tapi saat di lantai dua aku melihatnya sendiri.”

Kelima namja tersebut kemudian langsung menuju ke lantai dua, tempat lukisan bunga krisan berada. Key terlihat sangat optimis dengan kesimpulannya begitu juga dengan Onew. Namun saat tiba di depan lukisan tersebut, kesimpulan mereka seakan kembali mentah.

“Dimana letak Rose Diamond?” tanya Jonghyun

“Mungkin ada di belang lukisan tersebut,” kata Key. Namun saat diperiksa, di belakang lukisan tersebut hanya tembok kosong. Tidak ada kotak tersembunyi.

“Guk… guk… guk…”

“Hyung…, Bling-Bling bilang dia merasakan ada aliran udara dari balik lukisan tersebut. Mungkin ada ruangan rahasia,” ujar Taemin.

Semua kembali bersemangat, key dan Onew langsung mencari cara untuk membuka ruangan tersebut. Meraba setiap tembok, merasakan keganjilan dari susunan batanya yang kemungkinan dijadikan tombol untuk membuka ruangan tersebut.

“Ini dia tombol pembukanya,” ujar Key semangat.

Sreeeettt…

Tembok di balik luksan tersebut bergerak dan memperlihatkan sebuah ruangan di dalamnya. Kelima member Sherlock terlihat begitu sumringah dengan senyum mengembang lebar, termasuk Minho. Perasaan takutnya berubah menjadi sebuah kepuasan yang tidak ternilai, kepuasan setelah menyelesaikan sebuah kasus. Rose Diamond terletak di sebuah patung tangan dengan pelindung kaca, seperti yang ada dalam foto tersebut.

“KITA BERHASIL…,” teriak Onew penuh kemenangan.

“Yah… kita berhasil,” sambung Key.

&&&

Epiloge :
Penemuan kembali Rose Diamond membuat warga kota gempar, bahkan berita tersebut menjadi berita utama di beberapa media cetak maupun elektronik. Selain  itu juga, penemuan Rose Diamond juga menjadi trading topik di twitter lokal. Nama kelompok Detektiv sekolah, Sherlock, semakin melambung dan membuat kelima namja tersebut memperoleh penghargaan dari Kapten Ji. Rose Diamond akhirnya dipindahkan ke museum nasional dengan pengamanan super ketat.

“Terimakasih atas bantuan kalian,” kata Princess Jesica saat menemui kelima member Sherlock di dalam mimpi.

$$$ END $$$

Akhirnya selesai, Bagaimana ceritanya? Seru??? hehehe…

Oh ya, seperti yang aku janjikan… Kita akan mengadakan KUISSSSS…. Langsung aja ya. Silahkan jawab 3 pertanyaan di bawah ini :

1. Selain muncul sebagai Kapten Ji, Author Park Jihoon muncul sebagai karakter apa di FF ini??? (kalau kalian teliti pasti tahu…) ???

2. Karakter Kapten Ji (Kapten Jihoon) dulu pernah muncul di FF Park Jihoon lainnya, Apa nama judul FFnya? (yang mengaku Z-Per sejati pasti tahu…. hehehe)

3. Sebutkan 3 petunjuk yang digunakan kelompok detektiv Sherlock untuk menemukan Rose Diamond???

Gampang kan????

Selamat menjawab.

FF kuis ini akan saya tutup dalam waktu 2 x 24jam (2hari), Dua orang yang beruntung akan mendapatkan pulsa @ Rp. 50.000,-

1 orang yang menjawab pertama kali dan benar

1 orang lagi akan diundi dari semua Z-Per yang menjawab benar (tidak termasuk yang menjawab pertama)

Pengumuman pemenang akan diumukan hari senin jam 19:00WIB.

SEMOGA BERHASIL!!!!!

39 responses to “Sherlock – Part2

  1. 1. Kalo ngga salah PJ deh,nama lama nya si Bling Bling,artinya Park Jihoon kan. . .
    2. Detective Shinee,
    is that true. . .
    3. Kertas berkode A221-07,Pin mawar merah,Bunga krisan putih yg masih segar. .
    Masalah menang / kalah,dapet pulsa / ngga,no problem,pengen jwb” aja,tp kalo dpt juga alhamdullillah. . .
    Hehe. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s