No Birthday Party – Part2

Title : No Birthday Party – Part 2

Author : Park Jihoon

Cast : Key, Kim Eun Young (seorang Z-Per)

Other Cast : Onew, Minho, Jonghyun dan Taemin

Cast Tambahan : Jihoon, Jieun

Genre : Romance Komedi

Note : Mian… kelamaan, hehehe…

$$$

Ke esokan harinya, sepulang sekolah aku langsung pergi ke asrama SHINee. Semua kegiatan sehabis pulang sekolah yang sering aku lakukan dengan kedua sahabatku, Jieun dan Jihoon, dibatalkan semuanya. Selain itu Jieun dan Jihoon juga telah mengetahui semua alasannya. Bahkan mereka sempat mengucapkan rasa belasungkawa atas nasib yang sedang menimpaku, tentunya dengan wajah tersenyum yang membuatku ingin menggamparnya satu-satu. Kegiatan yang sering kami lakukan saat pulang sekolah biasanya nongkrong sambil makan eskrim di salah satu tempat favorit kami, karaoke bareng dan juga nge-mall bareng.

Rasanya setiap kaki ku melangkah, ada sebuah beban berat yang menggelayutinya. Sangat berat. Rasa takut tiba-tiba muncul dalam hati ku, rasa takut yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya, takut bertemu dengan Key-oppa. Sempat aku berpikir untuk lari dari situasi seperti ini, namun aku tidak punya pilihan karena Key-oppa menyandera HP ku. Key-oppa benar-benar membuatku tidak punya pilihan lagi.

Saat tiba di depan asrama SHINee, matahari telah bergeser ke arah barat sehingga semua bayangan berpindah ke arah yang berlawanan. Bulir-bulir keringat mulai mengalir dari pelipis ku dan jatuh meninggalkan bekas di seragam yang aku kenakan. Suhu tubuhku terasa meningkat beberapa derajat, mungkin karena tadi aku setengah berlari saat menuju halte bus. Aku tidak ingin telat, lebih tepatnya tidak ingin mendengar omelan Key-oppa apalagi melihat wajahnya yang menyeramkan saat ia marah.

Di depan asrama SHINee, aku melihat ada beberapa shawol yang setia menunggu kemunculan para member dari dalam asrama. Mereka menunggu tanpa kepastian dan berharap sebuah keajaiban yaitu salah satu member SHINee membuka jendela dan menyapa, “Hai…”. Aku tahu apa harapan mereka, karena sebelum kejadian ini aku juga sering melakukan hal yang sama dengan mereka. Bahkan dulu aku pernah berteriak-teriak mirip orang gila tingkat dewa, “Key oppa ayolah menikah dengan ku. Aku masih single loh. Aku janji akan membuat Key-oppa menjadi namja yang sangat beruntung di dunia ini.” Ujung-ujungnya aku diusir oleh pihak kemanan.

Aku terus berjalan melewati beberapa shawol yang sedang menunggu tanpa kepastian itu. Mereka melihatku dengan tatapan selidik, aku menundukkan pandangan.

“Aku mau bertemu dengan Key-oppa,” kataku pada pihak security dengan menyodorkan kartu identitasku.

“Kim Eunyoung…,” gumam seorang security dengan wajah putih bersih dan mata segaris, berusaha mengigat sesuatu. “Oh ya…, Dia telah menunggu mu. Silahkan!!!”

“Kamsahamnida…”

Aku kembali melangkahkan kaki ku menuju pintu asrama SHINee setelah mengambil kembali kartu identitasku. Rasanya kaki ku semakin berat. Semakin dekat dengan pintu asrama, kaki ku terasa semakin berat. Jantung ku kembali berdetak tak beraturan.

“Kim Eunyoung… ayo kamu pasti bisa,” kata ku menyemangati diri ku sendiri.

Aku berhenti sejenak di depan pintu, berusaha menata semua perasaanku. Menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya keras-keras, berharap tidak ada lagi kesialan yang akan menimpaku. Ting tong… aku memencet bel pintu asrama SHINee dengan sisa-sisa keberanian ku. Tidak aku seorang pun yang keluar. Kemudian aku mengulanginya kembali.

Klek…, tiba-tiba kenop pintu bergerak. Jantung ku berdetak hebat secara simultan, seperti hendak mau berhenti. Di dalam benakku muncul bayangan wajah Key-oppa dari balik pintu dengan senyuman yang merekah menyambut kedatangan ku. Ah, aku seperti punguk merindukan rembulan…, karena jika mengingat kejadian kemaren, pasti tidak akan ada senyuman seperti yang aku impikan itu.

“Selamat siang…,” sapa Jonghyun-oppa dari balik pintu dengan senyuman lebar, memamerkan deretan gigi putihnya. Aku bernafas lega, setidaknya bukan wajah cemberut Key-oppa yang aku lihat pertama kali saat tiba di asrama SHINee. Jonghyun-oppa terlihat lebih cakep aslinya, meskipun lubang hidungnya tidak berubah sama sekali, tetap sexy. “Duguseo…?” tanya nya.

“Ah… Mianhe. Nama ku Kim Eunyoung, aku ada janji dengan Key-oppa,” jawabku.

“Aishh… Key ternyata punya yeojachingu cantik. Kenapa dia tidak pernah cerita.”

“Anio…, aku….”

“Ayo masuk, enggak usah sungkan-sungkan,” kata Jonghyun-oppa sambil menarik pergelangan tanganku.

Tadi saat Jonghyun-oppa bilang ‘Key ternyata punya yeojachingu cantik’, jantungku rasanya mau melompat keluar. Jika hal itu menjadi kenyataan, rasanya aku akan mengadakan syukuran tujuh hari tujuh malam dan mengundang orang-orang sekampung. Tapi kenyataannya… aku datang ke sini bukan sebagai yeojachingunya Key-oppa, melaikan ‘tahanannya’.

Aku dipersilahkan duduk  di sebuah ruangan tamu yang tersekat dari ruang tengah. Di ruangan itu terpajang foto-foto para member SHINee, termasuk foto Key-oppa. Di dalam foto itu, Key-oppa terlihat cakep luar biasa. Senyumannya membuat senyumku merekah tanpa aku komando.

“Key…, ada yeoja cantik yang mencari mu tuh,” teriak Jonghyun-oppa. “Punya yeojachingu tapi enggak pernah cerita sama kita.”

Senyumku kembali merekah.

“Apa? Key-umma punya yeojachingu? Wah… ini mustahil, sebentar lagi dunia akan kiamat,” kata Taemin dengan suara tidak kalah cempreng dari saura Jonghyun oppa.

PLETAK

“Berisik….”

Beberapa saat kemudian Key datang dengan wajah datar dan tanpa ekspresi. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan foto yang terpajang di ruangan tersebut. Suasana di ruangan itu mendadak berubah seperti suasana kamar mayat, sangat menyeramkan.

“Kamu sudah datang ya, aku kira kamu akan melarikan diri…,” katanya mengambil posisi duduk di depanku.

“Yah…,” kataku tanpa berani menatap wajahnya.

“Jas ku mana?”

Ya ampun, bagaimana aku bisa jatuh hati pada namja yang kayak begini? Namja yang tidak punya perasaan dan dingin. Rasanya aku ingin mengunyahnya mentah-mentah.

“Nih…,” ujarku.

“Aku harap nodanya sudah hilang,” katanya sambil menilik jasnya dengan sangat teliti. “Syukurlah sudah hilang.”

“Ehmm… HP ku mana?” tanyaku memberanikan diri.

“H-A-P-E…?” katanya seolah tidak pernah mengetahui apa yang aku maksud.

“HP yang kamu sita kemaren.”

“Ooo… HP itu, sudah aku buang,” ujarnya tanpa beban.

“Apa…? sudah dibuang?” emosiku mendadak tak terkendali. HP yang aku dapat dengan perjuangan sejuta air mata. Bahkan aku juga harus merayu appa siang malam untuk mendapatkannya. “Kembalikan HP ku…!” pinta ku dengan berdiri di depannya, seperti mayat hidup atau malah terlihat seperti pocong minta amal.

“Hahaha.. HP jelek aja,” gumamnya.

“Apa kamu bilang?”

“Duduk lah… duduk dulu, HP kamu tidak aku buang kok,” ujarnya. “Aku akan mengembalikan HP itu setelah kamu menandatangi kontrak ini.”

Key menyodorkan sebuah draft kontrak yang terdiri atas beberapa lembar. Aku duduk kembali mengambil draft kontrak yang ada di tangan Key.

“Draft ini aku buat sesuai dengan statusmu sebagai pelajar,” ujarnya. “Kalo masih tidak percaya, dibaca aja dulu sebelum tanda tangan.”

 Aku membaca poin-poin yang ada di dalam kontrak tersebut dengan teliti, karena aku tidak ingin menyesal dikemudian hari. Semua isi kontrak tersebut memang tidak ada yang bertentangan dengan status ku sebagai pelajar, misalnya aku boleh libur saat ujian. Namun di luar itu, aku diwajibkan untuk memenuhi semua tugas sebagai seorang asisten selama satu tahun.

“Oke aku setuju,” ujar ku.

Kemudian aku menandatangani kontrak tersebut, begitu juga dengan Key-oppa. Dan masing-masing dari kami memegang kontrak yang telah ditanda tangani supaya tidak ada yang berani melanggarnya.

“Mulai saat ini kamu adalah asisten pribadi ku,” ujar Key-oppa dengan senyum liciknya.

Asisten pribadi? Kontrak? Tiba-tiba semua kata-kata itu melayang dibenakku dan berputar-putar tanpa mau berhenti. Kenapa aku menandatangi kontrak ini? Karena aku menumpahkan minuman di jas Key-oppa. Tapi jas itu sudah aku cuci dan aku serahkan padanya… terus siapa yang dirugikan di sini?

“Ini HPnya…,” Key-oppa meyodorkan HP ku.

“Sebentar…, kenapa aku harus menandatangani kontrak ini?” tanyaku.

“Kenapa kamu tanyakan itu, sudah jelas kan. Kamu tidak bisa mengganti Jas ku.”

“Mengganti apa? Bukannya jas oppa sudah aku cuci dan aku kembalikan.”

“Benar juga…, hehehe.” Senyum licik Key-oppa kembali melebar.

“Ah sialan. Key-oppa… kamu menipuku. Ini namanya penipuan,” teriaku.

“Hahaha…, siapa yang menipu mu. Lihatlah kontraknya baik-baik. Di dalam kontrak, isinya tidak ada yang menjelaskan kalo kontrak ini dibuat karena masalah jas. Selain itu, di kontrak ini aku juga ngasih kamu gaji. Jadi tidak ada pihak yang dirugikan, kamu bekerja sebagai asistenku dan aku memberikan kamu gaji yang sepadan.”

“Tapi….”

“Ini adalah hukuman karena kamu telah berani merebut gaun yang seharusnya menjadi punya ku, hahaha. Makanya kalau punya otak itu dipake, jangan dijadikan pajangan.”

Ngek…

“Sialan… sialan… kenapa aku harus tertipu mentah-mentah seperti ini?” umpatku.

Hukuman? Aku tidak pernah nyangka kalao Key-oppa itu seorang pendendam. Dengan menjadikan aku sebagai asistennya, dia bisa menyiksaku secara perlahan-lahan dan sesuai dengan keinginannya, selain itu hal tersebut tidak bisa dituntut di mata hukum. Key-oppa benar-benar membuat ku tidak berkutik. Cara balas dendam yang sangat cerdas.

“Omo… noona begitu cantik,” tiba-tiba suara Taemin menyeruak di dalam kebingungan ku. “Apa benar noona itu yeojachingunya Key-umma?”

“Dasar anak kecil…, berisik tahu,” Key-oppa berusaha membumkam mulut Taemin dan menggiringnya masuk.

“Noona siapa namanya?”

“Hehehe…,” tiba-tiba senyum ku kembali merekah saat melihat tingkah laku Taemin.

“Hei… Asisten, kontrak itu mulai aktiv besok, jangan lupa!” kata Key-oppa membuyarkan senyumanku.

***

Setibanya di rumah, aku langsung masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhku di atas kasur. Parasaan ‘dikadali’ masih terngiang-ngian di kepala ku. Seumur-umur aku baru kali ini dikadali oleh orang lain, apalagi oleh orang yang aku idolakan. Sangat menyakitkan. Aku mengutuk diriku sendiri, kenapa aku terlihat begitu bodoh di depan Key-oppa.

Ring… Ding… Dong… Ding…

Tiba-tiba ringtone ponselku berbunyi, ku lihat di layar yang muncul nama Jihoon, sahabat ku yang aneh. Dia selalu menelpon ku saat aku sedang galau atau sedang sedih, selalu. Sepertinya dia punya indra ke enam, atau jangan-jangan dia memang punya bakat untuk jadi dukun.

“Yeoboseo…,” sapaku.

“Aish… Eunyoung-ie, kenapa suaramu terdengar sangat menyedihkan. Mirip suara mak lampir frustasi.”

“Kamu menelepon ku hanya untuk bilang kalo aku mirip mak lampir?”

“Ya ampun… lagi datang bulan jeng, sensi amat,” kata Jihoon dengan suara ala tante-tante maniak arisan. “Aku hanya mau tanya hasil pertemuan mu dengan sang idola, Key tersayang.”

Pertanyaan Jihoon membuat ku kembali teringat dengan kata yang ingin aku lupakan, ‘dikadalin’. Aku menarik nafas panjang  dan menghembuskannya pelan-pelan. Rasanya masih susah untuk menceritakannya pada orang lain, kalau aku dikaladin oleh idolaku sendiri.

“Aku ceritain besok aja ya di sekolah.”

“Sekarang aja,” pinta Jihoon. “Kalo besok ceritanya sudah basi, tidak up to date lagi.”

“Baiklah,” jawab ku mengiyakan, karena aku tidak mau Jihoon semalaman meneror ku hanya untuk mendengarkan cerita ‘aku dikaladalin oleh Key’.

Jihoon dan Jieun termasuk orang-orang yang tidak mau ketinggalan sebuah berita, terutama berita-berita gosip di sekolah. Kalau bisa, mereka harus mendapatkan berita itu pertama kali. Sehingga cara apapun akan mereka lakukan. Itu salah satu sifat mereka yang aneh.

Aku kemudian menceritakan semuanya pada Jihoon, tidak ada satu pun yang ketinggalan. Termasuk ciri-ciri security yang ada di depan asrama SHINee, ahjussi yang berawajah putih bersih dengan mata segaris. Aku juga menceritakan, kalo aku sudah dikadalin mentah-mentah oleh Key-oppa. Namun Jihoon bukannya bersimpati, dia malah tertawa terbahak-bahak hingga membuat gendang telingaku mau pecah.

“Hahaha… ternyata Key pintar juga ya, bisa menaklukkan Kim Eunyoung yang jago bersilat lidah dan goyang ngebor.”

“Ya…, kamu ini ngebela aku apa Key?”

“Iya… ya…, sudah pasti dong aku akan membela mu.”

“Jadi…, maaf jika kelak aku jarang nongkrong bareng lagi dengan kamu dan Jieun.”

“Enggak apa-apa kok, kami bisa mengerti. Selain itu, Jieun pasti seneng karena bisa ikut mengunjungi asrama SHINee dan bertemu dengan idolanya si maniak bola itu.”

“Iya juga…, Jieun pasti akan bersuka cita jika mendengar berita ini. Bersuka cita di atas penderitaan orang lain.”

“Dan aku… siapa tahu kalo begaul dengan SHINee, aku juga bisa menjadi seorang bintang, hehehe.”

“Mwo… bintang? paling kamu jadi bintang di mata om-om jablai, secara wajah mu kan cantik, hahaha.” Ujarku dengan ngakak setengah menghina.

“Ah, sialan…” Jihoon tak berkutik.

Suasana kamar kembali sunyi setelah Jihoon menutup teleponnya. Bayangan Key dengan senyum liciknya kembali terbayang sangat jelas. Tapi anehnya, aku tidak bisa membencinya. Tidak Bisa.

Ring… Ding… Dong… Ding…

Kini giliran nama Jieun yang muncul di layar HP ku. Rasa capek dan lelah menjalar di setiap nadi ku. Akhirnya aku hanya mengirimi Jieun sebuah pesan.

“Jieun…, hari ini pikiran ku capek banget. Besok akan aku ceritakan semuanya.”

Aku berharap Jieun bisa mengerti. Dan selama ini, dia selalu pengertian. Meskipun sifatnya kayak namja tulen, tapi perasaannya yang lembut masih mewakili sisi sifat yeojanya.

Jien membalas SMS ku.

“Horeee… kata Jihoon kamu jadi asistennya Key? Akhirnya aku bisa ketemu dengan namja idolaku yang perkasa… Minho-oppa aku datang….”

Aku hanya melongo saat membaca SMSnya. Ternyata Jihoon sudah bercerita pada Jieun. Dasar, namja tukang gosip. Tapi aku masih bersyukur, karena Jieun ternyata masih normal.

***

Malam semakin menghitam. Deru angin malam bagai suara malaikat kematian yang menggema di langit kota seoul. Key masih terlihat sibuk di depan meja kerjanya, sedangkan member SHINee yang lainnya telah berasyik ria dengan guling dan bantal. Sesekali senyuman terlukis di bibir Key.

“Akhirnya aku mendapatkan mu,” gumamnya.

Key kembali membuka lembar demi lembar kontrak yang tadi siang telah ditandatangani bersama dengan Kim Eunyoung. Kontrak yang akan mengikat mereka berdua sebagai seorang artis dan asisten pribadinya selama satu tahun. Poin demi poin yang ada dalam kontrak tersebut telah di rencanakan secara matang oleh Key supaya menguntungkan dirinya, namun hal tersebut disembunyikan dalam kalimat yang sangat rapi. Orang biasa tidak akan bisa mengetahuinya.

 “Hyung…, senyum-senyum sendiri kayak orang gila.”

Tiba-tiba suara Taemin menyeruak dari balik pintu. Senyum Key mendadak lenyap.

“Aish… kamu datang kayak jelangkung aja. Ketok pintu dulu kek sebelum masuk.”

“Hehehe… mianhe, habisnya tadi saat ke dapur aku lihat lampu di kamar Key-hyung masih nyala. Emang hyung lagi ngapain sih? Sampai senyum-senyum sendirian.” Kata Taemin saat berdiri di belakang Key.

“Rahasia…, anak kecil enggak boleh tahu.”

“Yah… hyung, aku kan udah gede.”

“Sudah ah… aku mau tidur, besok masih banyak pekerjaan.” Ujar Key sambil membereskan meja kerjanya.

“Key hyung pelit,” kata Taemin sebelum keluar dari kamar Key.

Malam semakin menebar jubah kegelapan dan kesunyiannya. Suara-suara serangga malam terus merapalkan mantra puji-pujiannya, menyeruak dalam kesunyian. Asrama SHINee menjelma seperti rumah hantu, sepi.

Nun jauh di sana, masih di kota Seoul, Kim Eunyoung jatuh terlelap karena terlalu capek dengan pikirannya. Perlakuan Key, mulai dari mimik mukanya hingga kata-katanya yang dingin serta membuat hati panas selalu terngiang dan berputar-putar dalam kepalanya. Hingga terbawa ke dalam mimpinya.

“Key-oppa… kenapa kau membuatku seperti ini. Kenapa kau dingin padaku…,” teriak Kim Eunyoung dalam igauannya.

“Euyoung-ah… sudah malam, jangan teriak-teriak kaya orang gila. Malu ama tetangga,” teriak Umma Kim dari kamar seberang.

“Sssttt…, umma jangan ikut teriak-teriak,” tegur Appa Kim yang sedang asyik membaca buku di samping umma Kim.

“Hehehe…, Mianhe.”

“Anak dan umma sama aja,” batin appa Kim.

$$$TBC…$$$

8 responses to “No Birthday Party – Part2

  1. Hahahaha… Ji Hoon oppa berbakat jadi dukuuun….
    untung bukan dukun beranak../Plak!

    This is so funny… Lanjutannya jangan lama-lama.. jangan bikin air ketuban tetangga saya pecah duluan sebelum muncul cerita berikutnya..
    #komenapaini?gaknyambung# Pletak!

  2. siiplah kudoain ji hoon bisa jd asisten jjong byar diajarin nyanyi dgn suara bak lebah merindu siiiplah
    duh key kok geto seh . Eunyoung juga .. serasa ada udang dibalik iwak peyek iwak peyek
    taem sini aja tak critain panjang X lebar X tinggi

  3. jiaah…key jdi genius gitu…

  4. Minho saranghae

    Taemiiinnn…Ih,lg2 bikin gemes,deh,ni dedek satu! Wkwk. Byngin pas Taemin blg cntik n pas tny nama,pasti ekspresinya cute :3
    Wah,ak ngiri. Pngen jg dong msk dorm SHINee,ktmu smua member,tp mo jd asisten pribadinya Minho aja =p eh,jd babysit nya Taemin jg blh dah xD *ngarep*

  5. kyaaaaa aku kok gatau ya lanjutan ini udah ada.
    makin seru nih oppa! key ada maunya ternyata hahaha kocak

  6. LOL
    Zoomplak bingit nih hahaha
    Ampe keram perut >< gmana nih QAQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s