I AM. Story – Part4

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee, Super Junor, DBSK

Genre : Comedy Somplak

Lenght : Series  (Ini bakalan bikin kepala tambah botak… kekeke; PART1, PART2, PART3)

Warning : Mohon untuk tidak percaya dengan isi cerita ini, karena bisa jadi sebagian merupakan kisah “asli” dengan cara penuturan Jihoon, namun bisa jadi 100% bohong belaka hanya untuk kepentingan dunia persomplakan.

I AM. Story, berisi kisah-kisah artis SME di belakang kamera yang bisa di luar daya nalar kita (kita? elu aja kaleeee…#PLAK) sebagai orang normal, karena tingkat kesomplakannya yang begitu tinggi. Bahkan bisa membuat kalian hanya berdecak kagum dan menggeleng disko. Dan bergumam… “Oh Tuhan, ampunilah dosa mereka.” #PLAK

Semoga Part ini tidak kepanjangan…. hehehe

$$$

(Masih Flash Back)

Di Kamar Jonghyun…

Eunhyuk langsung merebahkan tubuhnya di kasur begitu memasuki kamar Jonghyun, serasa kamarnya sendiri. Sedangkan Jonghyun langsung menata kembali baju yang dibawanya ke dalam lemari dan langsung mengganti bajunya dengan baju santai, maklum bajunya sudah bau acem.

“Jjongie, kamu ada koleksi baru?” tanya Eunhyuk.

“Enggak hyung, aku mana sempat berburu yang kayak begituan. Belakangan ini jadwal ku padat, bahkan mau ke kamar mandi aja enggak punya waktu, saking padatnya.”

“Ah lu… sok sibuk aja.”

“Hehehe,” Jonghyun hanya cengengesan. “Katanya hyung bawa koleksi baru?”

“Pastinya…,” Eunhyuk langsung mengambil sesuatu dari dalam tasnya dengan senyum mesum yang mengembang lebar. “Berhubung aku adalah sunbae yang tidak sombong, baik hati dan yang paling gantheng makanya aku rela berbagi koleksi ku ini dengan mu.”

“Satu lagi hyung…, sunbae yang mukanya paling mesum, hehehe.”

PLAK, bantal langsung melayang bebas.

“Kamu mau enggak?”

“Mau dong,” jawab Jonghyun dengan semangat empat lima.

“Ini adalah koleksi ku yang terbaru,” Eunhyuk mengacungkan sebuah DVD polos, tidak ada gambar maupun judul, DVD misterius. “Dijamin 100% akan membuat kamu mimisan tingkat dewa,” tambahnya.

“Wow,” Jonghyung berdecak kagum sambil goyang koprol.

Eunhyuk langsung membawa DVD polos tersebut menuju ke sebuah DVD player yang terpasang pada sebuah layar LCD TV berukuran 21inch yang menempel di tembok kamar. Jonghyun langsung mengambil posisi yang enak. Namun ketika Eunhyuk menekan tombol ‘on’ pada remot, layar LCD TV di depannya tetap gelap.

PLETAK, Jonghyun menggeplak jidatnya sendiri. “Maaf hyung, LCD TV ku rusak sejak kemaren, hehehe.”

“Yaaahhhh,” Eunhyuk melenguh panjang, kecewa berat. “Jadi aku bawa ini sia-sia dong. Oh ya, laptop mu mana?”

“Anu…, semua laptop kemaren dibawa manajer-hyung dan belum sempat kami ambil. Aku dan yang lainnya hanya bawa netbook doang yang ada di tas.”

“Bagaimana kalau pinjam LCD TV member SHINee lainnya?” usul Eunhyuk, masih belum mau menyerah.

“LCD TV di kamar Key kemungkinan tidak dipakai, soalnya dia belakangan ini asyik streaming, enggak tahu streamin apaan. LCD TV di kamanya Taemin…, paling sedang dipakai nonton kartun. Sedangkan LCD TV di kamar Minho dan Onew-hyung juga rusak. Kalau LCD yang di kamar tengah lagi dipakai untuk main game.”

“Kalau bagitu kita pinjam LCD TV yang ada di kamarnya Key aja,” usul Eunhyuk

“Enggak mau,” jawab Jonghyun. “Key bisa marah besar kalo tahu LCD TVnya di pake buat nonton kayak gituan. Hyung tahu sendiri kan kalo Key marah itu kayak apa, semua alat dapur bisa-bisa melayang. Aku enggak mau jidat ku yang sexy ini benjol tujuh turunan.”

“Terus bagaimana?” Eunhyuk mendesah kecewa.

Jonghyun langsung memutar otaknya yang sudah terinfeksi virus Eunhyuk.Tidak butuh waktu lama, akhirnya ide jahat menghampiri otaknya.

“Kita nonton di kamarnya Taemin aja,” usulnya.

“Tapi….”

Jonghyun langsung membisikkan rencana busuknya ke telinga Eunhyuk, dan membuat senyum mesum Eunhyuk kembali berkibar. Sesekali senyum Eunhyuk dan Jonghyun mengembang bersamaan, lebih tepatnya senyum setengah mesum, penuh keyakinan bahwa rencananya akan berhasil 100%.

“Hehehe… ide yang bagus,” sanjung Eunhyuk setelah mendengar semua rencana busuk Jonghyun.

Tanpa menunda-nunda, Eunhyuk dan Jonghyun langsung menuju ke kamar Taemin.

Taemin sedang ngakak guling-guling sendirian melihat tingkah spogebob dan patrick si bintang laut saat Jonghyun dan Eunhyuk masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetok pintu. Mereka berdua duduk di samping Taemin yang sedang merapikan duduknya sambil mengumbar senyum setengah mesumnya. Jonghyun langsung memberi kode pada Eunhyuk.

“Taemin-ah, aku ada film spongebob baru,” kata Eunhyuk sambil menunjukkan sebuah DVD polos.

“Jinjja…,” Taemin senang bukan kepalang. “Wooowww.”

Taemin mengambil DVD polos itu dari tangan Eunhyuk dan melihatnya dengan mata berbinar. Seperti mendapatkan sebatang eskrim magnum gold.

“Bagaimana kalo kita lihat sama-sama?” usul Jonghyun.

“Ide yang bagus,” Taemin setuju.

Jonghyun langsung memberikan kode pada Eunhyuk dengan sebuah kedipan mata mesum. Eunhyuk kemudian mengambil DVD polos tersebut dari tangan Taemin. Sebuah senyum kemenangan berkibar-kibar di bibir Eunhyuk dan jonghyun. Sedangkan Taemin menunggu Eunhyuk memasukkan DVD polos, yang kata Eunhyuk adalah DVD spongebob, dengan jantung yang berdebar hebat. Bayangan Spongebob dan Patrick yang sedang mengejar ubur-ubur langsung melintas di benak Taemin. Begitu juga bayangan saat Planton berusaha mencuri resep tuan krab yang pelitnya tidak akan habis tujuh turunan juga terlintas dalam benaknya. Taemin tersenyum lebar.

Klik, DVD player dinyalakan. Eunhyuk dan Jonghyun tidak lagi tersenyum setengah mesum, tapi full mesum, tapi Taemin tidak menyadarinya, maklum masih polos. Senyum Taemin juga tambah semakin lebar.

“Mwo…,” Taemin langsung melongo dengan mulut menganga lebar saat layar LCD TV di depannya menyala dengan tampilan gambar bukan Spongebob. “Katanya film Sponge…”

“Sebentar lagi… Taemin-ah, kamu pasti suka,” bisik Eunhyuk di telinga Taemin dengan nada mendesah. Hembusan nafas Eunhyuk di telinga Taemin membuat bulu roma irama Taemin merinding disco.

Jonghyun tersenyum melihat ekspresi wajah Taemin.

“EMAAAAAKKKKKKKKK….”

Taemin langsung berteriak histeris ketika melihat sebuah adegan XXX muncul di layar LCD di depannya. Bukannya adegan spongebob dan patrick di padang ubur-ubur, atau bukan adegan plangton dengan tuan krab yang sedang memperebutkan resep Craby patty yang muncul. Secara refleks, Taemin menutup mata dengan kedua tangannya dan langsung berlari ke luar kamarnya, menyelamatkan diri. Taemin lari terbirit-birit seperti namja abal-abal di kejar satpol PP.

“EMAAAAKKKKK TOLOOOOOOOOOONGGGGG….”

WKWKWKWKWKWKWK…

Jonghyun dan Eunhyuk langsung ngakak guling-guling melihat reaksi Taemin.

“Dasar anak polos,” kata Jonghyun sambil memegang perutnya.

“Masih ada ya anak yang polosnya kayak Taemin di abad ini,” Eunhyuk masih menahan kontraksi perutnya akibat ngakak berlebihan.

Kedua pasangan super yadong itu akhirnya berhasil menjajah kamar Taemin, dengan kata lain rencana Jonghyun berjalan sesuai dengan keinginannya. Mereka berdua terlihat bahagia dengan hasil yang memuaskan. Jonghyun, dengan rasa puas langsung mengambil posisi yang paling enak. Sedangkan untuk mengamankan daerah jajahannya, Eunhyuk kembali menutup pintu yang tadi di dobrak Taemin dengan brutal, tanpa menutupnya kembali. Setelah semuanya terasa aman, Eunhyuk kembali ke posisinya.

BRAAAKKKK…

Tidak sampai satu menit, tiba-tiba pintu kamar Taemin kembali terbuka dengan paksa, seperti drama penggerebekan sepasang kekasih yang sedang berbuat mesum oleh aparat desa terkait. Suara pintu itu membuat Jonghyun dan Eunhyuk kaget setengah mati. Di depan pintu, berdiri sesosok namja dengan wajan anti lengket tujuh turunan terhunus ke arah Jonghyun dan Eunhyuk, di belakangnya berdiri sesosok najma yang tadi kabur terbirit-birit dari kamarnya. Sorot mata namja dengan wajannya itu begitu tajam, seperti sorot mata seorang pembunuh bayaran yang siap menghabisi targetnya.

“Ampun… Key,” Jonghyun langsung mengibarkan bendera putih.

“Ampun… Key, ini bukan rancana ku. Ini rencananya Jonghyun,” Eunhyuk juga mengibarkan kolor putihnya.

“Enak aja menyalahkan aku, tadi kan hyung yang membohongi Taemin dan bilang kalo DVD itu adalah DVD Spongebob,” Jonghyun tidak terima.

“Iya.. tapi ini kan ide mu.”

Key berjalan menuju ke arah kedua namja mesum yang ketakutan itu. Setiap Key melangkah, kedua namja tersebut juga ngesot mundur hingga tersudut di pojokan kamar. Mereka tidak berkutik.

“Umma…, mereka berdua telah menodai aku,” adu Taemin.

“Itu kan bagus, kalo enggak ada noda kan gak belajar,” kata Jonghyun lirih.

PLETAK… PLETAK…

Pantat wajan anti lengket tujuh turunan langsung nemplok di jidat Jonghyun dan Eunhyuk, membuat wajah keduanya semakin abstrak menahan rasa sakit. Taemin tersenyum bahagia melihat keduanya menerima pembalasan atas apa yang telah mereka lakukan padanya.

“Beraninya kalian menodai Taemin,” Ujar Key dengan suara berat.

“Ampun Key…,” pinta Eunhyuk.

“Aku tidak akan mengulanginya lagi kok, sumpah,” Jonghyun mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.

Melihat kedua namja telah minta ampun, Key langsung menuju ke layar LCD yang masih menayangkan adegan xxx dan mematikannya dengan paksa, DVD dikeluarkan dan langsung di sita oleh Key. Wajah Eunhyuk dan Jonghyun menunjukkan kekecewaan yang luar biasa, tapi apa daya wajah Key sangat menyeramkan.

“Key… DVDnya mau dibawa kemana?” tanya Jonghyun lirih.

“Di sita dan dimusnahkan.”

“APA…??? tapi…” Eunhyuk kaget meratapi koleksi terbarunya.

“Tidak ada tapi-tapi, DVD ini akan aku musnahkan,” Ujar Key tegas ala petugas satpol pp. “Kalian tahu, film-film seperti ini yang bisa merusak moral anak muda sebagai generasi penerus bangsa ini. Apa jadinya jika pemudanya pada mesum kayak kalian ini.”

“Wow… umma, bicara mu sudah kayak bapak presiden aja,” decak kagum Taemin dengan mata berbinar.

Akhirnya Key membawa DVD polos alias tanpa judul itu keluar dari kamar Taemin untuk dimusnahkan. Eunhyuk dan Jonghyun sebenarnya tidak terima, apalagi Eunhyuk karena DVD tersebut adalah koleksi terbarunya, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian Eunhyuk dan Jonghyun di usir keluar dari kamar Taemin secara tidak terhormat. Dengan senyum terkembang lebar, akhirnya Taemin kembali menguasai kamarnya dan melanjutkan acara nonton spongebobnya yang tadi sempat tertunda.

“Jjongie… hari ini aku apes banget, tidak bisa nonton… koleksi hilang…. Benar-benar apes,” keluh Eunhyuk.

“Sabar hyung, file aslinya masih tersimpan rapi dalam laptop hyung kan?” kaya Jonghyun.

“Oh ya… aku lupa, hehehe.”

“Ya udah kalo gitu kita nonton pertandingannya Kyuhyun sama Minho aja yuk!!!” kata Jonghyun untuk menghibur Eunhyuk.

“Ayukkk…”

$$$

Setelah selesai makan ubi, Minho dan Kyuhyun langsung menuju ke medan pertempuran, dalam rangka pembalasan dendam, versi Kyuhyun. Dalam kamus Kyu, seorang sunbae tidak boleh kalah oleh seorang heobae apalagi dalam permaianan game, itu hukumnya haram kuadrat. Kyuhyun didampingi oleh Changmin sebagai suppoter, awalnya Changmin sempat menolak ikut tapi Kyu mengancam akan mengeluarkannya dari keanggotaan Kyuline jika tidak ikut, dan akhirnya Changmin pun takluk. Sedangkan Onew, dengan sukarela dan senang hati menjadi supporter Minho, meskipun Minho berharap hal itu tidak terjadi.

“Kali ini kamu akan keok di tangan ku,” Kyu memulai psy wars.

“Enak aja, kita lihat saja siapa yang akan keok duluan. Kemaren aja 3-0…, tanpa balas.”

“Sialan nih bocah, menang sekali aja dah sok jago,” batin Kyu membara.

“Ayo Minho… kamu pasti menang,” kata Onew memberi semangat. “Saatnya membuktikan kalo SHINee lebih unggul dibandingkan dengan Super Junior. Hidup SHINee…,” Onew mengacungkan ayam gorengnya tinggi-tinggi.

“Kyu yang akan menang…,” Changmin tidak mau kalah. Lebih tepatnya takut dikeluarkan dari Kyuline.

“Maaf nih…, anda ini siapa?” tanya Onew pada Changmin. “Bukan anggota Super Junior kan? Terus kenapa dukung Kyu… jangan-jangan kamu naksir ya sama Kyu. Ayo ngaku…!!!”

PLETAK…

Kyuhyun dan Minho Gubrak mendadak, sedangkan Changmin hanya melongo melihat sifat sangtae Onew kumat.

“Ehem…,” Changmin langsung membenarkan suaranya, lebih tepatnya dibuat mirip dengan suaranya Yunho, layaknya suara seorang sunbae yang sadis. Sang leader SHINee ini harus dikasih pelajaran, pikirnya. “Perkenalkan…! nama ku Max Changmin, anggota DBSK… sunbae dari Super Junior dan SHINee,” ujar Changmin dengan suara berat.

Onew langsung terdiam.

Kemudian Changmin melanjutkan, masih dengan suara yang dibuat mirip dengan Yunho, “Kalo kamu masih belum kenal dengan ku, sebagai member DBSK, entar aku akan sarankan pada Mr. Lee Sooman supaya masa trainee kamu diperpanjang lagi.”

GUBRAK…

Penyakit sangtae Onew langsung sembuh begitu mendengar kata ‘Lee Sooman’ dan ‘trainee’. Minho dan Kyuhyun langsung cekikikan menahan tawa melihat wajah Onew yang mendadak serius, mirip tikus kecemplung got. Bayangan-bayangan masa suram selama masa trainee langsung berseliweran di kepala Onew yang rada somplak. Masa dimana porsi latihan menggunung hingga harus latihan siang malam sampai badan encok kuadrat. Masa dimana seporsi ayam goreng terasa sangat mahal karena gaji masih sangat minim, seminin otak Lee Joon. Intinya… masa trainee adalah masa yang sangat sengsara buat Onew. Dan Onew tidak ingin kembali ke masa-masa suram itu.

“Changmin-hyung yang baik hati…,” Onew langsung menggelayut di lengan Changmin, mirip kucing yang minta dimanja. “Tadi itu hanya bercanda, masak aku enggak kenal dengan member BDSK yang bibirnya seksoy abis… bahkan mengalahkan keseksoyan hidungnya Jonghyun.”

“Jangan dengarkan… laporkan aja sama Mr. Sooman,” kata Minho seperti provokator ulung.

“Hyung… sebenarnya aku ini pendukung Kyu-hyung loh, secara dia kan memiliki suara yang bagus dan tehnik bernyanyi yang luar biasa. Beda dengan Minho yang hanya jago olah raga doang,” Onew melirik tajam ke arah Minho, Minho lansung merasa dihianati mentah-mentah. “Gimana kalo kita sama-sama dukung Kyu.”

“Dasar penghinat….,” batin Minho.

Beberapa menit kemudian pertandingan dimulai. Berhubung Changmin adalah anak yang baik dan suka menabung, jadi dia memaafkan kesalahan yang dibuat Onew, apalagi keseksoyan bibirnya -kata Onew- mengalahkan keseksoyan hidungnya Jonghyun. Itulah poin terpentingnya. Onew kembali menjadi supporter Minho, meskipun –sekali lagi- tidak diharapkan.

“Minho… Minho… Minho…,” Onew mulai berkoar-koar.

“GameKyu… GameKyu… GameKyu…,” Changmin tidak mau kalah. Semangat Kyu semakin membara.

Minho dan Kyu langsung mengambil posisi yang paling enak. Layar LCD TV di depan mereka langsung menyuguhkan tampilan yang sarat dengan persaingan. Masing-masing dari mereka memilih team kesayangannya, setelah itu mereka saling mangatur taktik dan siasat. Sesekali Minho melirik taktik yang akan dimainkan Kyu, begitu juga sebaliknya. Suasana ruangan semakin memanas.

“Hidup Minho… Hidup Minho yang suka molor, Hidup Minho yang punya CD ultraman, Hidup Minho yang masih suka ileran…,” Onew semangat empat lima.

Hahahah… Kyuhyun dan Changmin langsung ngakak mendadak.

PLETAK

“YAH… Onew hyung mau mendukung ku apa mau membuka aib ku?” Minho meradang.

“Hehehe…,” Onew garuk-garuk pantatnya yang mendadak gatal seperti dicipok tomcat.

“Onew hyung… dengan ikhlas aku menerima hyung sebagai supporter, jadi aku mohon dengan sangat, jangan sampai mengganggu konsentrasiku selama pertandingan.” Kata Minho memperingatkan.

Onew menatap Minho dengan penuh tanda tanya, belum paham maksud dan tujuan dari perkataan Minho. Maklum, kebanyakan makan ayam membuat otaknya rada karatan.

“Maksud ku, selama pertandingan hyung tidak boleh ribut. Hyung duduk manis aja di situ sambil makan ayam. Jangan sampai ayam itu aku habiskan sendirian.”

Onew langsung paham begitu ayamnya disinggung oleh Minho. Dan Onew langsung duduk manis.

Pertandingan pun dimulai…

Begitu pluit dibunyikan, sebagai tanda dimulainya pertandingan, Minho langsung menyerang hingga membuat permainan Kyu tidak berkembang seperti yang diharapkannya. Semua taktik dan pola penyerangan yang telah dirancang Kyuhyun sebelumnya tidak bisa berjalan dengan baik,  Kyu hanya mampu bertahan. Senyum tipis mengembang di bibir Minho, membuat Kyu makin panas. Duo supporter, Changmin dan Onew, larut dalam diam meskipun mulut Onew terasa gatal karena tidak bisa teriak lantang, memberikan dukungan pada Minho. Untuk menutupinya, Onew memenuhi mulutnya dengan ayam goreng, sehingga Onew bisa bertahan dengan diam-nya.

Pertandingan semakin sengit, serangan demi serangan yang dilancarkan Minho tidak bisa menembus pertahanan Kyuhyun yang kuat bagai tembok China. Minho terus menyerang, tidak memberi kesempatan pada Kyuhyun untuk mengembangkan permainannya.

“Yah..Sit, itu pelanggaran,” teriak Minho saat pemainnya dijatuhkan oleh pemain Kyuhyun, tapi wasit hanya memberikan tendangan bebas. “Itu seharusnya kartu kuning,” lanjutnya.

“Enak aja kartu kuning, itu bersih…,” bela Kyuhyun. “Pemain mu aja yang gak bisa lari.”

Pertandingan semakin panas.

Kyuhyun merubah taktiknya, tidak mau terus-terusan berada dibawah tekanan Minho, dengan menerapkan pola serang yang lebih tajam. Dan taktik baru yang dimainkan Kyu ternyata cukup manjur, beberapa kali bola berhasil melayang ke arah gawang Minho, tapi masih belum cukup untuk membuat gol. Kini Kyu yang tersenyum tipis ke arah Minho.

“Ah… segitu aja, kecil.” Ujar Minho lirih.

Tanpa disadari, pola permainan menyerang yang dikembangkan Kyu sedikit memperlemah sisi pertahanannya. Dan hal itu disadari oleh Minho dengan sangat baik. Kyuhyun terus menekan ke jantung pertahanan Minho, bahkan Minho dengan sengaja membuka sedikit pertahanannya untuk menarik sebanyak mungkin pemain Kyuhyun maju ke daerah depan.

“Ayo terus serang…, dan masuk ke dalam perangkap ku,” batin Minho.

Kyuhyun terus menyerang hingga melupakan daerah pertahanannya. Bahkan Kyu tidak menyadari taktik yang sedang diterapkan Minho, counter attack. Begitu pemain Kyu banyak yang maju, pemain Minho langsung mengambil alih bola dengan begitu mudahnya dan langsung melancarkan serangan. Kyuhyun kaget ketika melihat aksi serangan Minho, sedangkan pemain belakangnya banyak yang belum kembali ke posisinya. Bola terus digiring ke arah gawang Kyuhyun tanpa banyak rintangan. Dan…

“GOOOOLLLLL….!!!” teriak Minho sambil mengacungkan sticknya.

Kyuhyun baru menyadari taktik jebakan yang dilancarkan Minho saat gawangnya sudah kebobolan. “Ah sialan,” umpat Kyu saat menyadari kelalaiannya. Senyum Minho semakin merakah.

“GOOOLLLL….,” teriak kembali Minho hingga membuat telinga Kyu memerah.

“Baru aja satu…,” Kyuhyun tidak terima. “Entar pasti akan aku balas.”

“Iya… baru satu…, bentar lagi jadi dua, hahaha…” Minho kembali melontarkan psy war hingga membuat Kyu semakin meradang. “GOOOLLL……”

Changmin sebagai supporter Kyuhyun semakin terbungkam dengan gol yang baru disarangkan Minho. Namun yang anehnya Onew juga ikut bungkam, tidak ada kata-kata ataupun teriakan yang keluar dari mulutnya. Mulut Onew penuh dengan daging ayam.

“Yah, Onew hyung… katanya mau jadi supporter ku? Kok diam…?”

“Loh… bukannya tadi aku diminta untuk diam, yah aku diam,” jawab Onew dengan mulut masih penuh dengan ayam.

“Maksud ku, kalo saat pertandingan hyung tidak boleh berisik karena dapat mengganggu konsentrasi ku. Tapi kalo aku mencetak gol… Onew hyung boleh teriak atau apa aja.” Minho menjelaskan.

“Ooo… begitu, jadi sekarang aku boleh teriak?”

“Iya…, Onew-hyung yang aneh,” Minho mengangguk pelan.

“YEEEEE…. GOOOOLLLLL… GOOOLLLL….,”Onew langsung jingkrak-jingkrak di atas kasur. “YEAHHH… AYO KALAHKAN SUPER JUNIOR… KALAHKAN DBSK!!!” Onew makin menjadi-jadi.

GUBRAK

“Ampun dah… nyesel tadi aku bilang boleh teriak,” kata Minho lirih.

Pertandingan kembali dilanjutkan. Rasa percaya diri Minho kembali membuncah, seperti saat mengalahkan Kyuhyun 3-0 tanpa balas. Sedangkan Kyuhyun kembali membangun semangatnya yang sempat down gara-gara kebobolan satu gol. Tidak ingin kebobolan lagi, Kyu kembali pada taktiknya yang pertama sehingga membuat Minho kembali kesulitan untuk menembus pertahanan Kyu.

“Aduh… aku tidak tahan nih,” batin seseorang. “Gak apa-apa lah, yang pentingkan tidak mengeluarkan suara syahdu,” pikirnya.

SSSSSSTTTTT…

Pertandingan antara Minho dan Kyuhyun kembali sengit, beberapa kali Minho mencoba menyerang tapi gagal, begitu juga sebaliknya. Duo supporter juga dilanda ketegangan tingkat akut. Changmin, tidak mau Kyu kalah karena hal itu bisa merusak citra seorang Sunbae. Intinya Kyu harus menang kali ini.

Di tengah-tengah serunya pertandingan, tiba-tiba Minho mencium sesuatu yang sangat luar biasa busuk. Pertamanya aroma busuk itu hanya tercium seperti bau sampah dari kejahuan, tapi lama kelamaan seperti aroma bangkai yang sangat menusuk hidung, apalagi hidung Minho sangat sensitif. Alhasil… konsentrasi Minho langsung bubar jalan.

“Hoeks…,” Minho sudah tidak tahan.

Kejadian ini tidak disia-siakan oleh Kyuhyun, meskipun dia juga mencium aroma busuk tapi masih bisa bertahan. Maklum, bau itu masih berada di level bawah jika dibandingkan dengan bau kentutnya yang sempat membuat para member Super Junior keracunan gas hingga harus mendapatkan pertolongan medis.

“GOOOOLLLLLL….,” teriak Kyuhyun saat menyarangkan bola ke gawang Minho.

Minho hanya bisa bengong sambil menutup lobang hidungnya.

“Hoeks…”

“GOOOLLL…..,” changmin tidak mau kalah. “HOEKS…,” langsung jekpot.

“Siapa yang kentut…???” tanya Minho penuh selidik.

Tiba-tiba semua tatapan penuh tuduhan terarah pada Onew yang dari tadi diam membisu. Onew mendadak salah tingkah.

“Hehehe…,” Onew garuk-garuk lobang hidung. “Tapi kan suaranya tidak bikin ribut,” belanya.

PLETAK… PLETOK… BLEDUK… DHUAR…

Reaksi kekerasan tidak bisa di elak kan lagi. Minho, Kyuhyun dan Changmin langsung menyerang Onew dengan brutal.

“DASAR TUKANG KENTUT…,” umpat Minho sambil melayangkan bantal pada tubuh Onew.

“Ammppuuunnn…”

Beberapa saat kemudian, kedamaian kembali tercipta setelah aroma nan busuk itu lenyap meskipun kontraksi perut sesekali masih dialami Minho. Onew kembali duduk dan sesekali meringis menahan sakit akibat korban kekerasan.

“Mendingan Onew hyung nonton bareng Taemin sana, dari pada entar malah kentut lagi,” kata Minho.

“Aku kan ingin ngasih dukungan ama kamu.”

“Bukan dukungan yang aku terima kalo entar Hyung kentut lagi.” Minho masih ngotot supaya Onew pergi.

“Aku janji tidak akan kentut lagi,” Onew memohon.

“Tidak percaya.”

Onew terus berusaha meyakinkan Minho. Bukannya dia tidak mau nonton sama Taemin, tapi Onew takut membunuh Taemin dengan aroma syahdunya itu. Dan ujung-ujungnya Taemin akan mengadu pada Key, dan selanjutnya… hanya Tuhan yang tahu. Melihat kesungguhan Onew, hati Kyu sedikit kasihan. Meskipun aroma kentutnya cukup busuk, menurutnya, tapi aroma itu tadi sempat memberikannya sebuah gol.

“Kalo gitu… aku akan bersumpah biar kamu percaya,” Onew mengangkat kedua jarinya dan membentuk huruf V. “Sebagai leader SHINee…, aku –Onew- bersumpah tidak akan mengeluarkan ken….”

DHUUUUUTTTTTTT…..

“Ups… kelepasan lagi.”

“DASAR… LEADER TUKANG KENTUT,” Minho berang.

PLETAK… PLAK.. DUAGH…

“Kabuuurrrr….”

Onew kabur, menyelamatkan diri sebelum acara kekerasan part-2 dimulai. Aroma yang dikeluarkan memang tidak sebusuk yang pertama, tapi membuat otak Minho mendadak kriting kuadrat hingga tidak bisa konsentrasi. Setelah Onew menghilang dari pandangan Minho, pertandingan kembali dimulai.

“Wah sekornya dah berapa nih?” tiba-tiba Jonghyun datang bareng sama monyetnya, eh salah bareng sama Eunhyuk.

“Pastinya Kyu menang dong,” jawab Eunhyuk sok tahu.

“Enak aja…, Minho yang menang,” Jonghyun tidak terima.

“Yah… kalo kalian mau berantem jangan di sini,” kata Changmin risih melihat kedua mahluk yadong itu.

“Hehehe… jangan marah dong,” kata Eunhyuk. “Kita kan kesini juga mau nonton.”

“Silah kan saja, tapi kalo kalian ribut… AWAS!!!” ujar Minho sambil menunjukkan kepalan tangannya.

Pertandingan kembali dilanjutkan. Kedudukan masih imbang, 1-1.             Pola yang diterapkan Kyuhyun membuat Minho semakin frustasi karena tidak bisa menembus pertahanan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun mulai bersabar menunggu saat yang tepat untuk menyerang, karena dia tidak ingin kecerobohannya terulang kembali. Duo supporter baru, Jonghyun dan Eunhyuk begitu patuh untuk tidak berbuat keramaian, mereka diam membisu. Mereka tidak ingin menjadi korban kekerasan untuk kedua kalinya, cukup hanya wajan Key yang telah membuat muka mereka terlihat tambah abstrak.

Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Minho, namun kembali gagal. Tembok pertahanan Kyuhyun masih kokoh. Namun sekeras kerasnya batu kalo setiap hari ditetesi air pasti akan bolong juga, sama halnya dengan tembok pertahanan Kyuhyun. Akhirnya Minho mengetahui titik kelemahan dari taktik yang dimainkan Kyuhyun. Minho kembali melancarkan serangan, kali ini Minho mencoba untuk membongkar sedikit demi sedikit pertahanan Kyuhyun. Dan akhinya berhasil. Minho terus menggiring bola, menerapkan umpan-umpan pendek hingga ke depan gawang, dan…

DHUUUTTTT….

DHUUUTTTT….

Tiba-tiba terdengar suara syahdu yang saling bersahutan. Jempol Minho mendadak kena encok sehingga tendangan terakhir yang seharusnya bisa menjadi sebuah gol gagal total, dan bola langsung bisa direbut pemain Kyuhyun. Otak Minho mendadak kriting kembali.

“Yaaahhh… Kalian….,” emosi Minho meninggi.

Tanpa disadari Minho pertandingan terus berlanjut. Kini posisinya terbalik. Serangan dilancarkan oleh pemain Kyuhyun, dan…

GOOOLLLLL…

“GOOOOLLLL….,” teriak Kyuhyun yang di ikuti oleh Changmin.

Minho semakin berang melihat gawangnya kembali kebobolan. Amarahnya pada kedua manusia yadong itu sudah tidak dibendung lagi.

“INI GARA-GARA KALIAN…,” geram Minho.

“Kabuurrr….”

Jonghyun dan Eunhyuk langsung meyelamatkan diri, kabur ke dalam kamarnya dan langsung mengunci kamarnya dari dalam. Emosi Minho masih belum mereda, wajahnya memerah karena marah.

“Jangan emosi gitu dong…,” kata Kyuhyun sok perhatian. “Atau jangan-jangan kamu lagi pura-pura emosi, agar kalo kalah nanti kamu bisa cari kambing hitam,” Kyu kembali melontarkan psy war.

Emosi Minho makin memuncak, tapi dia berusaha untuk menyimpannya karena dia yakin dia pasti akan menang atau minimal seri, yang penting tidak akan kalah. Meskipun kedudukan sekarang 2-1 dengan keunggulan Kyuhyun, namun Minho telah mengetahui titik kelemahan Kyuhyun dengan baik.

Sabar… sabar… sabar…!!!” batin Minho sambil menghembuskan nafasnya panjang-panjang. “Tenang aja, aku tidak akan mencari kambing hitam. Karena aku yakin aku tidak akan kalah,” kata Minho penuh percaya diri.

Setelah semuanya terkendali, emosi Minho kembali turun, pertandingan kemudian dilanjutkan kembali. Kedudukan 2-1 membuat Kyuhyun di atas angin, apalagi waktu memasuki waktu tambahan alias injury times. Minho pantang menyarah, dengan semangat membara Minho kembali terus menyerang hingga membuat kyuhyun kewalahan.

“Wah kalau seperti ini terus bisa-bisa aku kebobolan lagi,” batin Kyuhyun semakin tertekan. “Aku harus mengahalalkan segala cara supaya tidak tercipta gol.”

Waktu tambahan terus berlalu, Minho masih terus menyerang ke jantung pertahanan Kyuhyun. Umpan-umpan pendek yang diterapkan Minho berhasil mengantarkan bola menuju ke depan gawang kyuhyun. Pertahanan Kyu semakin terdesak dan tembok pertahanan Kyu mendadak kacau balau sehingga pemain penyerang Minho dengan mudah membawa bola masuk ke area penalti, dan…

DHUTTTTTT…

Jempol Minho kembali mendadak encok tingkat dewa sehingga bola yang seharusnya bisa menjadi gol, melayang bebas jauh diatas mistar gawang. Minho hanya bisa melongo menatap layar LCD TV di depannya penuh dengan penyesalan.

“Hehehe… maaf kelepasan,” ucap Kyuhyun seolah-olah penuh penyesalan. Meskipun hal itu memang disengaja dengan tujuan merusak konsentrasi Minho.

PRIIIITTTT… PRIIITTT… PRIIIIITTTT

Pertandingan selesai.

“YEEAAAAHHHHH… MENANG,” teriak Kyuhyun.

“YES… 2-1,” Sambung Changmin.

“Yah… hyung curang,” kata Minho tidak terima. “Seharusnya tadi itu 2-2.”

“Kalo kalah… kalah aja, enggak usah banyak protes,” ejek Kyu. “Yah… beginilah kalo kamu sok mau melawan GameKyu… hahahaha.”

Minho tertunduk lemas, kecewa, menyesal, dan juga marah tapi tetap tida bisa berbuat apa-apa, tidak bisa mengubah sekor yang ada. “Ini pasti gara-gara ubinya Jonghyun si hidung besar. Semuanya pada kentutan. Kentut kurang ajar,” umpat Minho.

“Ayo kita pulang!!! Saatnya kita merayakan kemenangan ini,” ajak Kyu pada Changmin.

“Hyung, kita tanding sekali lagi!” Minho masih belum menyerah.

“Hehehe… maaf bukannya tidak mau meladeni mu, tapi jadwal ku hari ini sangat padat. Dan aku sekarang sangat lelah…,” tolak Kyu sok diplomatis, padahal keyataannya Kyuhyun memang takut menelan kekalahan seperti pada pertandingan sebelumnya. “Kamu belajar dulu yang banyak, entar kita tanding lagi.”

Kyuhyun dan Changmin meninggalkan Minho yang masih meratapi kekalahannya.

“AAAAHHHHH…. KENTUT SIALANNNNN..????”

$$$ Flach Back End$$$

Kembali ke mobil SHINee

Mobil SHINee tiba di tempat tujuan saat matahari menggantung malas di ufuk barat dan semburat cahaya jingga membanjiri langit sore. Onew meminta pada sopir untuk menurunkan mereka di tempat parkir seperti orang kebanyakan, untuk menghindari keributan yang tidak dinginkan jika seorang fans mengenali mereka. Saat tiba di parkiran, semua wajah member SHINee terlihat sangat bersemangat seakan tidak pernah merasakan kelelahan, meskipun mereka habis latihan. Eiiittt, ralat… tidak semuanya, karena Minho masih molor dengan suara dengkuran yang super syahdu.

“Hyung… bangun!!! dah nyampek nih,” Taemin berusaha membangunkan Minho.

Minho masih molor.

“MINHO….~~~~~,” Teriak Jonghyun di telinga Minho dengan nada empat oktaf.

Minho tetap molor.

“Dasar raja molor,” gumam Key. PLETAK…, “WOIII BANGUUUUNNN…!!!” Key mengeluarkan auman Nyi pelet.

Minho kokoh dengan pendiriannya… tetap Molor dengan damai.

“Biar aku yang membangunkan Minho,” ujar Onew dengan penuh wibawa, layaknya seorang leader sejati. “Kalian keluar aja duluan!” perintah Onew pada member SHINee lainnya.

Jonghyun, Key dan Taemin langsung keluar mematuhi perintah Onew, sang leader, tanpa prasangka apapun. Onew juga meminta sang sopir untuk keluar dari dalam mobil. Namun sebelum sang sopir keluar, Onew meminta untuk menutup semua kaca mobil rapat-rapat dan mematikan mesin mobil.

Setelah semuanya keluar, semua kaca mobil tertutup rapat, dan mesin mobil dimatikan, sebuah senyum busuk tiba-tiba tersungging di bibir Onew. Minho masih terlelap di kursi belakang. Onew langsung memusatkan konsentrasinya, seperti seorang kesatria yang hendak mengeluarkan jurus pamungkasnya. Dan…

SSSSTTTTT…

Onew kembali tersenyum busuk sambil melihat ke arah Minho, “rasakanlah pembalasan ku, gara-gara kau menolak ku untuk jadi supporter.”

Onew langsung ke luar mobil dan kembali menutup pintunya rapa-rapat.

“Loh… Minho-hyung mana?” tanya Taemin.

“Sabar… sebentar lagi dia akan keluar kok,” jawab Onew penuh keyakinan tinggi diiringi sebuah senyuman penuh misteri.

Tidak berselang lama, tiba-tiba…

BRAKKK…

Minho membuka pintu mobil dengan kasar, terlihat seperti orang yang kehabisan oksigen. Wajahnya terlihat abstrak, jauh dari kata berkarisma.

“HOEKSSS…,” perut Minho langsung berkontraksi hebat. “Baunya busuk banget… busuk, hoeks.”

Key, Jonghyun dan Taemin akhirnya menyadari cara sang leader untuk membangunkan Minho dari tidurnya yang super lelap. Cara yang belum pernah terpikirkan oleh mereka. Bahkan Jonghyun sampai menganga lebar, saking salutnya terhadap reaksi hebat yang dialami Minho.

WKWKWKWKWKWK…

Trio SHINee –Key, Jonghyun, Taemin- langsung ngakak berjemaah.

“Onew-hyung emang luar biasa,” puji Jonghyun. “Jangan sampek deh aku jadi korbannya.”

“Kalo Jjongie yang jadi korban, aku jamin pasti langsung pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Key.

“Kok bisa?” tanya Taemin.

“Lihat saja, lobang hidung Jjongie…!”

WKWKWKWK… Taemin makin ngakak.

“Iya bener, lobang hidung Jjong-hyung kan boros… jadi sekali menghirup kentut Onew hyung pasti dijamin langsung tepar.”

“Yah… kenapa malah ngebahas lobang hidung ku?” Jonghyun langsung sensitif. “Tuh Minho masih jekpot…!!!”

“HOEKS…, sumpah busuk banget.”

“Hahaha…,” tawa Onew penuh kemenangan.

TBC>>>

Note :

Maaf Sebelumnya karena lama tidak update… hehehe. Banyak kejadian-kejadian diluar kehendak ku… sempat sakit satu minggu, galau melanda dan juga males datang… hahaha #PLAK.

34 responses to “I AM. Story – Part4

  1. Song Sang Byung

    wkwkwk..
    Kentu.a Onew emang super dahsyat dah..

  2. ahahah dari awal sampe akhir ngakak gak berenti ahhhh authorr kece

  3. haduhhh ngakak sampai guling guling, wkwkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s