I AM. Story – Part5

Author : Park Jihoon

Cast : SHINee, Super Junor, DBSK

Genre : Comedy Somplak

Lenght : Series  (Ini bakalan bikin kepala tambah botak… kekeke; PART1, PART2, PART3, PART4)

Warning : Mohon untuk tidak percaya dengan isi cerita ini, karena bisa jadi sebagian merupakan kisah “asli” dengan cara penuturan Jihoon, namun bisa jadi 100% bohong belaka hanya untuk kepentingan dunia persomplakan.

I AM. Story, berisi kisah-kisah artis SME di belakang kamera yang bisa di luar daya nalar kita (kita? elu aja kaleeee…#PLAK) sebagai orang normal, karena tingkat kesomplakannya yang begitu tinggi. Bahkan bisa membuat kalian hanya berdecak kagum dan menggeleng disko. Dan bergumam… “Oh Tuhan, ampunilah dosa mereka.” #PLAK

$$$

Ketika semua member SHINee keluar dari mobil, termasuk Minho yang keluar dengan terpaksa karena tidak mau keracunan gas beracun, mobil Super Junior pun tiba. Mereka telah sepakat untuk bertemu di parkiran. Leeteuk, Yesung dan Eunhyuk keluar dari mobil dengan muka abstrak, alias kucel pada level paling tinggi. Sedangkan Kyuhyun, wajahnya berseri bling-bling seperti orang yang baru buang air besar, cling.

“Hyung-deul, kalian kenapa? Wajah kalian kok seperti korban badai sandy, kusut berantakan. Kalo kata tante Syahrini, muka kalian itu tidak CETTAR MEMBAHANA BADDAI.” tanya Taemin ketika melihat wajah trio Suju, Yesung-Leeteuk-Eunhyuk.

“Kalo Elf melihat wajah kalian seperti ini, dijamin mereka akan berganti haluan menjadi Shawol,” sambung Jonghyun.

“Enak aja,” Leeteuk tidak terima. “Elf itu bukan fans abal-abal, mereka tidak akan pindah haluan menjadi Shawol, apalagi selama aku yang menjabat sebagai leader.”

“Terus kenapa muka kalian kusut kayak kulit mpok Nori belum disetrika?” tanya kembali Key.

“Ini nih… gara-gara kentutnya si epil Kyu yang super duper busuk sekali,” jawab Yesung ala kura-kura mabok. “Ampun dah… kita di bom beberapa kali di dalam mobil. Bayang kan… bagaimana menderitanya kita!!! Seperti di sekap dalam gudang yang tertutup rapat kemudian dialiri gas beracun 7hari 7malam.”

“Yah… hyung kebanyakan nonton sinetron nih, suka mendramatisasi,” Kyuhyun mencoba mengklarifikasi. “Aroma kentut ku kan beraroma terapi, hehehe.”

“Aroma terapi dari HONGKONG,” bantah Leeteuk.

“Iya nih… sama dengan Onew-hyung,” sambung Minho. “Bau kentutnya luar biasa busuk.”

“Hehehe…,” Onew tebar-tebar senyum kebanggaan. “Ada yang mau?”

GUBRAK

“Kita ke sini mau nonton apa berdiskusi tentang kentut?” ujar Jonghyun menghentinkan diskusi tentang kentut yang tidak ada maknanya.

“Ya nonton dong…,” ujar Eunhyuk dan Taemin kompak.

“Kalo begitu, ayo kita come on…!” ajak Jonghyun semangat.

Kelima namja SHINee dan keempat member Suju melangkahkan kaki mereka meninggalkan tempat parkiran. Tapi sebelumnya, dengan perintah dari Leeteuk sebagai leader, mereka membenarkan penampilannya terlebih dahulu, baik wajah, pakaian maupun tatanan rambut. Sebagai public figure mereka harus tampil sesempurna mungkin bagaimana pun keadaannya. Mereka saling membantu satu sama lain.

“Hyung, bagaimana seandainya ada Elf atau Shawol yang menyadari keberadaan kita?” tanya Taemin pada Eunhyuk.

“Bagus dong,” sergah Onew.

“Bagus dari mana, yang ada kita bisa repot,” kata Leeteuk.

“Kalo seandainya ada Shawol atau Elf yang mengenali kita…,” Onew melihat ke arah Leeteuk dengan senyum penuh mistery. “Kita… bisa minta Shawol atau Elf membayari tiket kita, kan enak gratis, hehehe.”

GUBRAK

Key, Jongyung, Minho dan Taemin langsung memalingkan muka dari Onew. Mereka pura-pura tidak mendengar pernyataan dari sang leader, Onew.

“Yeee… kamu enggak malu minta gratisan sama Fans?” tanya Eunhyuk. “Kalo aku sebagai member Super Junior, pantang untuk minta gratisan apalagi sama Elf. Mendingan aku yang akan mentraktir seluruh Elf di seluruh dunia kalau perlu.” Kata Eunhyuk sambil membusungkan dada.

“Alah… gaya mu kaya monyet pirang kecemplung comberan,” sindir Key. “Pantang untuk minta gratisan, apalagi sama Elf? tapi kalo heobaenya sendiri diplorotin sampek tinggal celana dalamnya doang.”

Jleb…, sebuah pisau yang melayang dari mulut Key langsung menancap di ulu hati. Eunhyuk tidak bisa berkomentar, mulutnya langsung terkunci rapat.

“Wow… Key, mulut mu pedes juga ya… emang pake cabe berapa biji?” tanya Kyu. “Sampe membuat monyet ku mendadak bisu.”

PLETAK

“Siapa yang pengen jadi monyet mu,” Eunhyuk sewot.

“Ya udah kalo enggak mau jadi monyet ku, jadi pembokat ku aja.”

Eunhyuk kembali terdiam.

“Sepertinya ada yang perlu diklarifikasi nih,” ujar Leeteuk tiba-tiba. “Aku sebagai seorang sunbae yang baik hati dan suka menabung, tidak ada niat sedikit pun untuk minta gratisan apalagi pada heobae. Sungguh tidak ada. Aku hanya ingin mengajarkan nilai-nilai kesetiakawanan pada seorang heobae agar mereka perduli terhadap orang-orang di sekitarnya, salah satunya dengan mengajarkan mereka untuk selalu berbagi dengan orang lain. Contoh kongkrit ya… mentraktir makan, minum dan yang lainnya. Aku enggak tahu kalo niat si monyet itu ingin memolorotin kalian.” Kata Leeteuk sambil melirik tajam ke arah Eunhyuk

“Wow… Leeteuk-hyung emang luar biasa,” puji Onew. “Tidak salah kalo aku sampai memajang foto hyung di dalam kamar ku.”

“Haa… Serius?” tanya Yesung tak percaya.

“Iya…,” angguk Onew mantap.

Telinga Leeteuk mendadak merah padam mendengar pujian Onew.

“Paling kamu pasang foto Leeteuk-hyung yang sedang pake kostum ayam ya? Jadi kelihatan seperti ayam yang selalu menggoda untuk dijamah,” tebak Kyuhyun.

“Bukan..,” sanggah Onew. “Pada awalnya kamar ku itu banyak nyamuknya, salah deng… nyamuknya satu tapi teman-temannya yang banyak. Nah… setelah aku pasang foto Leeteuk-hyung di salah satu dinding kamar ku, mendadak nyamuk-nyamuk itu menghilang.”

“Mwooo…,” Leeteuk shock setengah hidup.

PLETAK

WKWKWKWKWK… mendadak yang lainnya ngakak berjemaah.

“Kayaknya perlu dicoba tuh, di dapur juga banyak kecoak,” ujar Key.

“Yaaaahhh… emang foto ku itu obat serangga???”

“Bukan obat serangga hyung, mungkin saja nyamuk dan kecoak itu menganggap hyung sebagai tetua atau raja serangga, sehingga mereka segan untuk berada di area yang ada fotonya hyung. lebih tepatnya mungkin mereka takut sama wajah hyung,” Taemin menjelaskan panjang lebar.

PLETAK…

WKWKWKWKWWK…

Mereka kembali ngakak berjemaah. Leeteuk tidak terima dengan apa yang mereka sampaikan.

“Masak wajah gantheng seperti ini dibilang menakutkan cihhhh?” Leeteuk mengeluarkan jurus aegyeonya yang paling cute.

“CIYUUUUSSSSS…???” Tanya Key.

“CIYUSSS…,” jawab Leeteuk dengan aegyeo lebih cute.

“MIAPAHHH…?” sambung Yesung.

“MIAYABIIIII….,” Jawab Eunhyuk dan Jonghyun bersamaan.

Tiba-tiba tatapan yang lainnya tertuju pada sepasang namja super yadong. Ingatan Taemin tiba-tiba kembali melayang pada saat kejadian yang bersumber pada DVD yang katanya spongebob, namun Taemin langsung membuyarkan pikirannya dengan menggelengkan kepalanya keras-keras hingga ketombenya jatuh berserakan.

“Dasar yadong,” umpat Minho.

“Biarin… dari pada naik odong-odong,” ujar Jonghyun dengan lirikan tajam tertuju pada Taemin. ‘naik odong-odong’ merupakan ejekan yang sering dilontarkan Jonghyun karena Taemin selalu bertingkah kayak anak kecil.

“Siapa yang naik odong-odong, aku kan cuma naik mobil-mobilan,” kilah Taemin.

WKWKWKWKWKWKWK…

Semuanya kembali ngakak mendengar jawaban polos Taemin, membuat Taemin salah tingkah.

“Taemin-ah, kamu lucu banget sih…,” Leeteuk gemes kuadrat. “Mendingan kamu jadi member Suju aja dan menggantikan posisinya si upil Kyu itu.”

“Enak aja…, Taemin itu hanya punya SHINee,” Onew menarik lengan Taemin.

“Leeteuk-hyung, teganya kau mau menggantikan posisi ku,” Kyu mendadak sedih, lebih tepatnya berpura-pura sedih. “Entar aku aduin loh pada Mr. Sooman.”

“Yah… aku kan becanda,” ujar Leeteuk gelagapan. Mendengar kata Sooman membuat Leeteuk merinding disko. Mr. Sooman itu ibarat Jin botol buat anak-anak Super Junior, seram dan menakutkan. “Jangan diaduin ya!!!”

“Oke…” kata Kyu. “Asal traktir aku makan, hehehe.”

“Sialan…”

Kesembilan namja yang berada dalam satu naungan manajemen itu terus melangkah kaki mereka menyusuri jalanan menuju sebuah gedung bioskop terbesar yang mejadi tujuan para penikmat film. Tidak ada seorang pun yang menyadari aura keberadaan kesembilan namja SM tersebut, atau para pengunjung yang lainnya pura-pura tidak tahu, takut dibilang katrok. Bayangkan saja kalo Jihoon ketemu dengan SHINee atau Suju, dijamin seperti cacing kepanasan, jingkrak-jingkrak sendirian atau bahkan bisa pingsan mendadak, hahaha.

Mereka terlihat seperti pengunjung pada umumnya yang datang untuk mendapatkan sebuah hiburan dengan menonton film. Sesekali tawa dan canda mengiri langkah mereka, bahkan tidak jarang mereka sampai ngakak-ngakak di tengah jalan membuat pengunjung yang lainnya berfikir kalo mereka adalah sekumpulan orang aneh. Ketika tiba di dalam gedung, mereka langsung menuju ke tempat pembelian tiket.

“Wah filmnya masih akan tayang satu jam lagi,” ujar Key saat melihat poster film I’m Story. “Kita datang terlalu cepat.”

“Gak apa-apa yang penting kita beli tiketnya aja dulu,” ujar Leeteuk.

Tatapan langsung tertuju pada Onew, yang didaulat untuk mentraktir mereka. Onew langsung menyadari peran dan tugasnya.

“Ada yang mau ikut?” ajak Onew.

“Onew-ah, kalo mau berbuat baik itu jangan setengah-setengah,” kata Kyuhyun. “Kamu sendiri aja yang beli tiketnya, kita tunggu di sini aja.” Kyu menyadarkan tubuhnya pada kursi empuk yang berada di tengah ruangan tersebut.

“Kalian kejam,” keluh Onew.

“Hyung, kalo berbuat baik itu tambah gantheng loh,” ujar Minho sambil membenarkan sandaran kepalanya dan… grrooookkkk.

“Dasar tukang molor.”

Akhirnya Onew sendirian menuju ke tempat penjualan tiket. Di sana telah menunggu seorang yeoja yang berparas cantik dengan rambut lurus dan mata sedikit sipit. Yeoja itu menyambut kedatangan Onew dengan sebuah senyum manis, semanis senyum Jihoon (yang pengen muntah dipersilahkan!!! #PLAK). Dan senyum manis itu membuat Onew sedikit gerogi alias salah tingkah.

“Bisa kami bantu?” tanya sang yeoja.

“Anu…, aku mau pesan ayam goreng.”

“Mwooo…???” mulut si yeoja cantik itu langsung menganga lebar, selebar mulut gua.

“Maaf…, aku selalu gerogi kalo melihat yeoja cantik yang senyum pada ku.” Onew garuk-garuk pantatnya yang mendadak gatal tingkat akut. “Maksud ku…, beli tiket film i’m Story.”

Si yeoja langsung memerah mukanya mendengar perkataan Onew, entah itu rayuan atau bukan. Dan sebuah senyuman kembali menghias bibir manis yeoja itu.

“Tiketnya mau dibungkus apa dimakan di sini?”

“Di bungkus aja mbak.”

GUBRAK…

Hahahaha…, mereka berdua larut dalam tawa.

“Ah… si embak bisa aja ngelawaknya, kenapa embak enggak gantiin Nunung aja di OVJ,” ujar Onew masih setengah tertawa.

“Kamu juga pinter ngelawak, kenapa enggak gantiin sterofoam yang rusak aja di OVJ?” balas si Yeoja.

“Sialan…, emang tampang ku mirip sterofoam,” batin Onew.

Setelah tiket berada ditangan, Onew langsung kembali ke kumpulan orang-orang yang sedang berleha-leha di tempat duduknya, bahkan ada beberapa yang molor dengan suara syahdu. Onew langsung menunjukkan tiket tersebut pada yang lainnya.

“Tiketnya sudah ada.”

“Asyikkk…,” kata Jonghyun.

“Sambil nunggu tayang, mendingan kita makan dulu yuk!” usul Kyuhyun. “Sehabis latihan tadi aku belum makan, lapar banget nih.”

Mendengar usulan Kyuhyun, semua mata langsung tertuju pada Onew, membuatnya kembali salah tingkah. Bahkan pantat Onew langsung gatal tingkat dewa.

“Kenapa kalian menatap ku seperti itu?” Tanya Onew.

“Hyung mau tambah gantheng gak?” balik tanya Key.

“Kagak…,” jawab Onew mantap, karena dia sudah tahu kemana arah pertanyaan Key. “Aku sudah membelikan tiket kalian. Masak aku juga yang traktir makan? Bisa-bisa aku bangkrut nih, apalagi Minho makannya udah kayak orang kelaparan yang gak makan selama seminggu, rakus. Mendingan bayar sendiri-sendiri atau pilih yang lainnya.”

Minho yang disindir Onew masih larut dalam tidurnya, grrroookkk…. Eunhyuk langsung berpikir keras supaya bisa mendapatkan makanan gratis, ‘masak harus bayar sendiri-sendiri? Ini tidak boleh terjadi’, pikir Eunhyuk. Tidak kurang dari satu menit, sebuah ide brilian langsung muncul di dalam otaknya. Selain yang berhubungan dengan hal-hal yadong, Otak Eunhyuk selalu brilian jika memikirkan sesuatu yang berbau gratisan. Dan yang ada di otaknya adalah sebuah nama… ‘Leeteuk’.

“Leeteuk-hyung,” ujar Eunhyuk sesopan mungkin, bahkan pake ‘hyung’ yang biasanya jarang dipake.

Semua mata tiba-tiba langsung tertuju pada leader Super Junior itu. Leeteuk langsung salah tingkah, seperti bebek kehilangan masa depan.

“Kagak…, aku lagi gak ada anggaran buat traktir kalian,” kata Leeteuk membalas tatapan mata yang tertuju padanya.

“Hyung, katanya tadi ingin mengajarkan pada kita nilai-nilai kesetiakawanan? Agar kita perduli terhadap orang-orang di sekitar kita. Bahkan tadi hyung bilang contoh yang kongkrit itu adalah mentraktir makan atau minum,” Ujar Kyuhyun ala seorang malaikat putih yang sedang mengingatkan orang baik yang sedang hilaf, tapi senyum yang terlukis di bibirnya adalah senyum Epil-kyu. Leeteuk langsung tertunduk lemas, sedangkan Eunhyuk tersenyum lebar. Kemudian Kyuhyun melanjutkan “Kata Mr. Sooman, cara yang terbaik untuk mengajar seseorang itu dengan cara memberi contoh. Nah… saatnya tepat nih buat hyung mengajari kita nilai-nilai kesetiakawanan dengan memberi contoh.”

“Sialan, aku kemakan omongan ku sendiri,” batin Leeteuk.

“Iya hyung…,” sambung Taemin. “Masak sebagai Leader, omongannya tidak sesuai dengan perbuatannya.”

Perkataan Taemin bagai pisau karat yang langsung menusuk ulu hati Leeteuk, dalam dan menyakitkan.

“Iya aku juga setuju dengan Kyu,” Eunhyuk semangat membara. Senyumnya langsung mengembang lebar, makan gratis.

“Baiklah,” akhirnya Leeteuk menyerah.

“Asyiiiikkk….,” teriak yang lainnya seperti anak TK mendapatkan permen gopek-an.

“Tapi makan fast food ya….”

“Oke.”

“Groookkkk…,” jawab Minho dari dunia mimpi, yang artinya ‘aku juga setuju’.

Akhirnya mereka pun pergi ke food court yang berada di lantai atas. Sekarang giliran Leeteuk yang berjalan dengan gontai, tidak bersemangat karena sudah dapat memprediksi berapa duit yang bakalan keluar kali ini dengan hitungan Kyuhyun dan Eunhyuk pasti akan makan dua porsi. Meskipun tubuh Eunhyuk ceking, tapi kalo urursan makan dia bisa mengalahkan Shindong yang ukurannya lebih jumbo dibandingkan tubuhnya sendiri. Sedangkan Member SHINee yang dia tahu, Minho dan Onew juga jago makan tapi ukuran pastinya masih belum bisa diprediksi. Minimal sama dengan Eunhyuk atau Kyuhyun.

Setibanya di food court, mereka langsung berbaris, ngantri, di depan sebuah tempat makan cepat saji dengan menu utama ayam goreng. Mereka berbaris rapi layaknya korban bencana yang sedang mengantri untuk mendapatkan makanan gratis. Kyuhyun dan Eunhyuk berada di bagian depan, sebagai pemimpin ‘gratisan’ dan Leeteuk dibagian belakang. Seperti yang telah diprediksi Leeteuk, Eunhyuk dan Kyuhyun langsung memesan dua porsi ukuran jumbo. Minho pun juga sama, dua porsi.

“Aku mau paket yang itu… dua,” kata Onew menunjuk salah satu pilihan paket yang tersedia. “Untuk porsi yang pertama ayam gorengnya aku mau bagian dada dengan sayap sebelah kanan sedangkan porsi yang satunya lagi aku juga minta paha yang bagian kanan.”

GUBRAK

Si pelayan langsung melongo dengan mulut dan mata membulat lebar. Key, Jonghyun dan Taemin yang berada di belakang Onew langsung tutup mata sambil merapelkan mantra, ‘semoga penyakit sangtae Onew-hyung tidak kumat.’ Ekspresi Leeteuk pun tidak jauh berbeda dengan si pelayan, bahkan di dalam hatinya sudah terbersit untuk menjauh dan meninggalkan Onew, tapi dia takut jika dibilang tidak bertanggung jawab.

“Maksudnya?” tanya si Pelayan memastikan apa yang didengarnya. Dan juga memastikan kalo telinganya masih beres.

Kemudian Onew mengulangi pesanannya, “Aku mau pesan dua porsi paket yang itu. Porsi yang pertama pake dada dengan sayap sebelah kanan. Porsi yang kedua pake paha yang sebelah kanan juga.”

“Aduh… sangtaenya benar-benar kumat,” batin Key dengan memalingkan wajah dari Onew.

“Maaf tapi di sini tidak ada yang bagian kanan dan kiri, semuanya sama,” jawab si pelayan.

“Mwo…?” Onew tidak percaya. “Anda jangan membohongi pelanggan ya! Semua orang tahu kalo ayam itu punya dua sayap, sayap kanan dan sayap kiri. Begitu juga dengan kakinya, yaitu kaki kanan dan juga kaki kiri.”

“Oh Tuhan… semoga cobaan ini cepat berlalu,” Jonghyun-Key-Taemin langsung berdoa dengan khusuk.

“Tapi…,” si pelayan tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

“Anda bekerja sebagai pelayan sudah berapa tahun sih? Kok tidak bisa membedakan sayap dan paha bagian kanan dengan yang kiri. Kalo aku jadi bos mu, kamu sudah aku pecat dengan tidak hormat, bahkan tanpa pesangon.”

Si pelayan makin membisu. Trio SHINee, Jonghyun-Key-Taemin makin khusuk berdoa.

“Dari pada kamu bingung, mendingan kasih aku empat porsi. Dua dengan ayam bagian dada dan dua lagi bagian pahanya, biar aku sendiri yang membedakannya, mana yang bagian kiri dan mana yang bagian kanan,” kata Onew memberikan solusi cap sotoy kuadrat.

Si pelayan langsung memberikan apa yang diminta Onew, dengan harapan manusia aneh itu bisa cepat menghilang dari hadapannya. Sedangkan Trio SHINee yang dari tadi sedang khusuk berdoa langsung mengucap syukur, karena cobaannya akan segera berakhir. Dan akhirnya Onew meninggalkan si pelayan dengan membawa empat porsi ayam.

“Bilang aja kek dari tadi kalo mau makan empat porsi, enggak usah bikin malu kayak gitu,” batin Key lirih.

“Oh Tuhan… seandainya aku punya member seperti itu dua orang saja, hidup ku pasti menderita,” batin Leeteuk saat melihat Onew membawa empat porsi ayam goreng. Dan Leeteuk langsung memeriksa isi dompetnya, “Oh Tuhan… kali ini dompet ku bakalan kering kerontang.”

Setelah semuanya membawa makanannya masing-masing, Leeteuk dengan berat hati mengeluarkan isi dompetnya. Bayangan suram kemelaratan untuk beberapa hari kedepan langsung membayang. “Nasib… beginilah kalo jadi seorang leader, selalu kena palak,” batin Leeteuk merana. Dengan langkah gontai dia menyusul member yang lainnya ke meja makan.

“Selamat makan,” kata Kyuhyun dengan mulut penuh dengan nasi.

“Leetuk hyung, gumawo,” sambung Onew dengan kedua tangannya memegang ayam. “Hyung emang leader paporit ku.”

“Hehehe…,” Leeteuk hanya tersenyum kecut. “Kalo seperti ini mendingan gak usah jadi leader paporit. Paporit apaan kalo hanya jadi korban palak preman,” batinnya.

Semua makan dengan begitu lahapnya, seperti orang kelaparan. Mereka terlihat begitu menikmati setiap suapan dan gigitan, kecuali sang leader Super Junior, Leeteuk, masih terbayang duitnya yang telah melayang. Uang yang dihasilkan dari jerih payahnya hanya digunakan untuk memuaskan perut para member yang lainnya, bahkan member SHINee. Namun Leeteuk segera menguasai perasaannya, “ini demi persahabatan,” ucapnya dalam hati.

Beberapa menit setelah makan, mereka langsung menuju room yang akan menayangkan film I’m Story. Semuanya terlihat begitu antusias, semua perasaan susah, gundah gulana karena kena palak, galau karena kena serangan kentut seakan hilang, lenyap ditelan perasaan bahagia yang membuncah. Senyum-senyum yang terang dan hangat terpancar dari wajah kesembilan namja tersebut. Akhirnya mereka bisa menikmati Film yang sudah mereka nanti-natikan.

$$$THE END$$$

22 responses to “I AM. Story – Part5

  1. ahjusshi,jangan yadong dong! MIYABI itu singkatan dari “mi ayam rasa babi”! *inovasi dari mane tuh o_O”* somplakksss, tapi semoga ahjusshi tidak dikutuk lagi ya~ (-_-)\(^_^)

  2. Annyeong ahjusshi.. Mianhae Yoon telat datengnya, soalnya Yoon baru sembuh dari cacar. Hiks..

  3. ahhhhkkk kok end si…
    ceritanya rame thor dr pertama sampai yg kelima part ini bikin ngakak guluing”‘ …
    hahahaaa….

  4. prokk prokk prokkk kece kece kece

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s